
Akhirnya Dwi dan Adam saling mengungkapkan perasaannya, sudah lama Dwi juga menyukai Adam. Tapi dia tidak pernah berani mengatakan perasaannya kepada siapapun.
Semua orang ikut bahagia melihat mereka bersama, Difa memeluk Fahri karena hari ini dia juga merasa bahagia.
Dwi dan Adam berpegangan tangan terlihat wajah bahagia dari keduanya.
Juna dan Ayu hanya melihat kebahagian didepan mereka tapi mereka juga ikut merasa bahagia meskipun tidak bersama pasangannya.
" Mau keluar denganku?" kata Juna
"Hah..." Ayu kaget mendengar ajakan Juna yang tiba-tiba
" kamu pasti tidak ingin kan menjadi nyamuk untuk mereka.Sebaiknya kita keluar jalan-jalan." kata Juna
" Oh...baiklah." meskipun merasa ragu Ayu tetap keluar bersama Juna, dia berfikir meskipun canggung keluar bersama Juna tapi itu lebih baik daripada dirumah melihat mereka bermesraan dengan pasangan masing-masing.
Mereka berjalan meninggalkan rumah menyusuri jalan yang disinari dengan gemerlap lampu jalanan.
" Kita mau kemana?" kata Juna
"Terserah kamu, aku tidak tahu tempat yang bagus disini." kata Ayu
"Aku akan menunjukkan tempat yang sangat indah, kamu pasti suka." kata Juna bersemangat
" Kamu mau lihat bintang atau bunga?" tanya Juna sambil berdiri didepan Ayu menghentikan langkah Ayu
Ayu terdiam sejenak.
" Em...aku ingin lihat semuanya." Kata Ayu dengan suara rendah sambil malu-malu
" Baiklah...Ayo kita pergi ke taman kota." kata Juna
" Taman kota malam-malam seperti ini?" tanya Ayu
" Sudahlah ikut saja, kamu belum tahu." kata Juna sambil menarik tangan Ayu
Mereka berjalan sampai ditaman kota, namun Juna tidak berhenti malah terus saja berjalan melewati taman. Ayu binggung kemana Juna akan membawanya tanpa banyak bertanya Ayu hanya mengikuti Juna dari belakang.
Didepan Ayu terlihat bunga yang bermekaran dengan indahnya bunga itu dibiarkan tumbuh disamping sungai, dan disekeliling sungai banyak sekali penjual makanan jalanan yang sangat ramai.
Ayu berdiri ditengah jembatan dan melihat lurus kedepan, tampak didepannya bunga yang sangat cantik mekar dengan indahnya.Lampu jalanan menerangi sungai menembus bunga yang memancarkan cahaya merah yang sangat indah.
" Kamu suka." kata Juna
Ayu melihat Juna sambil mengangguk, Juna melihat senyuman dari wajah Ayu yang terlihat begitu manis.Tanpa sadar Juna tersenyum dalam lamunannya.Ayu berbicara kepada Juna tapi Juna tidak memperhatikannya dia masih hanyut dalam lamunannya.
" Kak Juna." kata Ayu menyadarkan Juna dari lamunannya.
" Iya." kata Juna gugup
" kak Juna mikirin apa sih, aku ajak bicara tidak mendengarkan." kata Ayu
Juna menghela nafas sambil bersandar dijembatan
" Bukankah tempat ini sangat indah, apalagi kalau datang bersama dengan orang yang kita cintai, pasti akan sangat menyenangkan." kata Juna
" Iya..." Ayu hanya menjawab singkat, dia terlihat tidak begitu suka dengan kata-kata Juna
" Kenapa, maafkan aku, apa aku mengingatkanmu dengan suamimu, kamu pasti sangat rindu." kata Juna menyesal
" Tidak apa-apa kak, ayo kita cari makanan, aku sangat lapar." kata Ayu sambil berlari menuju jajaran penjual jalanan
Mereka membeli banyak makanan yang dijajarkan oleh penjual jalanan, makanan disana murah dan lumayan enak.Ayu membeli banyak makanan karena sangat menyukainya.
" kamu tidak takut gendut makan segitu banyak." kata Juna
" Lagi pula kamu kan seorang dokter, pasti tahu makanan itu tidak sehat." Juna berusaha merebut makanan yang ada ditangan Ayu
Ayu menghindar, dia mundur sampai kakinya sedikit terkilir.
" Kenapa, kaki mu sakit?" tanya Juna sambil memegang tangan Ayu yang hampir saja jatuh
Ayu tersenyum dan mengelengkan kepalanya.
" Setelah ini aku ingin melihat bintang," kata Ayu
Mereka menaiki bukit tidak ada lagi rumah disekitarnya, hanya ada jalan setapak dan lampu jalan yang sedikit redup.
Ayu berhenti dan melihat kedepan hanya ada kegelapan.
" Apa kamu takut?" tanya Juna sambil melihat Ayu yang ada dibelakang.
Ayu diam, dia mendekat dan memegang erat tangan Juna.Juna menatap Ayu melihat raut wajah Ayu yang memang merasa takut.
" Apa kita kembali saja?" tanya Juna lagi
Ayu mengeleng
" Aku masih ingin melihat bintang." kata Ayu perlahan suaranya terdengar sedikit gemetar
Juna menggengam tangan Ayu dan menuntunnya berjalan kedepan.Tangan Ayu yang satunya memegang lengan Juna dengan erat.Juna sesekali melihat kebelakang, begitu pula dengan Ayu dia melihat kesekeliling dengan cemas.
Ayu beberapa kali memejamkan matanya ketika mereka melewati tempat yang gelap dan menakutkan.
Ayu melihat keatas, dia sudah melihat betapa banyaknya bintang yang bertaburan dilangit.
" Waaahh...indahnya." kata Ayu
" Kita sudah sampai, dari sini kita bisa melihat bintang lebih dekat." kata Juna
Ayu tertegun, dia tidak berhenti melihat keatas, berulang kali dia memuji betapa indah dan banyaknya bintang yang ada dilangit malam ini.
" Dari mana kamu tahu tempat ini?" tanya Ayu
" Dulu saat aku sedih aku datang kesini, ketika sore hari aku enggan pulang tapi aku malah menemukan pemandangan yang begitu indah ini." Kata Juna sambil duduk disebuah bangku yang tidak jauh dari tempat Ayu berdiri.
Ayu mencari ponselnya dalam saku, tapi tidak menemukannya.Dia duduk disamping Juna dan bertanya apakah Juna membawa ponselnya Ayu ingin mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan.
Juna tidak membawa ponselnya, dia meninggalkannya dirumah ketika dia keluar menemui Ayu dan yang lain saat baru pulang.
Ayu menghela nafas panjang, dia terlihat sangat kecewa padahal pemandangan disini sangat indah sanyang sekali tidak bisa mengabadikannya.
Tapi sesaat kemudian Ayu kembali tersenyum melihat keindahan yang alam sajikan malam ini membuat kesedihan dan kekecewaan dalam hatinya hilang begitu saja.
Ayu terus saja tersenyum sambil terus memandangi langit.
" Kapan lagi aku akan melihat pemandangan yang begitu indah seperti ini." kata Ayu
" Iya...saat kamu kembali kekota tidak akan ada lagi pemandangan seperti ini, sinar bintang-bintang akan kalah dengan gemerlap lampu kota." kata Juna
" Begitukah?" Ayu terlihat sangat terkejut
" Apa kamu tidak tahu, bukankah kamu calon dokter yang hebat." kata Juna
" Bintang akan terlihat bersinar dengan terang ketika suasana disekitmu gelap seperti ini."
" Calon dokter tidak mempelajari alam seperti ini." kata Ayu
" Eh tunggu, tapi bukankah kamu dokter yang hebat, kamu juga tahu hal-hal macam ini juga." kata Ayu sambil mengeser duduknya dan melihat kearah Juna
" Aku hebat dalam segala hal." Kata Juna sedikit sombong.
" Setelah kamu kembali kekota, jangan melupakan orang-orang disini." kata Juna pelan
" Termasuk kamu." kata Ayu
Juna kaget, dia mengalihkan pandangannya dari Ayu, wajahnya terlihat merah karena malu
" Tenang saja, aku tidak akan melupakan orang-orang yang ada disini, terutama kamu.Karena kamu orang yang sangat baik, lagi pula aku juga berhutang budi padamu saat kamu menyelamatkan aku dulu." kata-kata Ayu terdengar sangat serius.
Juna tersenyum dan menepuk pundak Ayu perlahan.
" Semoga kamu menjadi dokter yang hebat." kata Juna
Ayu mengangguk dan tersenyum.
Hari sudah semakin malam, bintang yang bertaburan semakin banyak dan terang.Mereka enggan meninggalkan tempat itu melewatkan pemandangan yang sangat luar biasa itu.
BERSAMBUNG