
Ayu makan begitu banyak makanan yang dijual oleh penjual disana.
" Apa perut kamu masih muat.?" tanya Heni
" Setelah hari ini untuk waktu yang lama aku tidak akan makan makanan seperti ini lagi, jadi biarkan aku makan sampai puas." kata Ayu
Hari sudah semakin larut Heni, Ayu dan mamanya memutuskan untuk pulang kerumah.Sudah sekian banyak makanan yang telah dicoba oleh Ayu.
" Papa kamu sangat kangen sama kamu, dia susah menunggu dari tadi untuk bertemu denganmu." kata mama Ayu
" Aku juga sangat merindukannya ma." kata Ayu
Heni tersenyum melihat kebersamaan ibu dan anak yang begitu dekat.Dia semakin nerindukan orang tuanya.
Mereka kembali kerumah Ayu, Ayu meminta Heni untuk menginap dirumahnya malam ini.
" Hari sudah malam sebaiknya kamu tidur disini." kata Ayu
" Ayu benar...kamu tidur disini saja ya." kata Mama Ayu sambil menepuk pundak Heni dari samping.
Heni mengangguk dengan cepat sambil tersenyum girang.Ayu mengandeng tangan Heni masuk kedalam rumah.Diruang tamu sudah berdiri sosok laki-laki yang tidak asing, dia adalah papa Ayu.
" Papa..." Teriak Ayu sambil berlari kemudian memeluk papanya.
" Ayu kangen papa." kata Ayu
" Begitupun papa, papa dengar dari teman papa, ujian hari ini kamu sangat luar biasa." kata papa Ayu.
Semua orang disana binggung dan saling menatap, mereka heran bagaimana papa Ayu bisa mengetahui keadaan saat ujian begitu cepat.Teman yang mana yang dimaksud papa Ayu hingga mengetahui kalau Ayu begitu hebat saat ujian tadi.
" Bagaimana kalian bersenang-senang hari ini.?" kata papa Ayu
" Heni...kamu juga sangat hebat, Om bangga sama kamu." Papa Ayu memeluk Heni
Karena persahabatan Ayu dan Heni begitu dekat, Heni juga sangat dekat dengan orang tua Ayu.Mereka sudah menganggap Heni seperti anaknya sendiri.
" sudah malam, sebaiknya kalian beristirah.Besok aku akan mengantar kalian kebandara." kata papa Ayu
Ayu dan Heni naik keatas menuju kamar Ayu, Ayu sudah tidak sabar ingin mengorek cerita antara sahabatnya ini dengan laki-laki yang berfoto dengan Heni kemarin.
" Heni...aku sudah kamu anggap sahabat kamu, bahkan lebih dari itu, kita sudah seperti saudara.Jadi tidak ada yang harus disembunyikan diantara kita." kata Ayu
" Maksud kamu apa sih.?" kata Heni
"Kamu harus cerita kepadaku siapa laki-laki itu dan bagaimana kalian bertemu." kata Ayu
Heni duduk di tempat tidur dan menarik selimut, dia bersiap untuk bercerita.Akhirnya Heni menceritakan siapa laki-laki yang sudah menempati hatinya itu
Yusuf imanuel
Dia adalah seorang pengacara yang sangat terkenal.Mereka bertemu ketika Heni berada dikota X dimana dia belajar sambil bekerja disebuah rumah sakit.
Disana Heni dipertumukan kembali dengan Yusuf
Seiring berjalannya waktu Heni dan Yusuf menjadi semakin dekat, mereka memutuskan untuk menjalin hubungan.
Heni adalah gadis yang baik, dia sederhana, penyayang dan setia kawan.Ayu berharap Heni akan menjaga hubungannya dengan Hito dengan baik hingga nanti sampai dipelaminan.
" Kamu juga belum cerita satu hal sama aku." kata Heni
" Apa.?" Ayu menatap Heni.
" Siapa laki-laki yang bernama Juna itu.
Ayu tersenyum,dia menceritakan siapa Juna dan bagaimana mereka saling mengenal, Ayu sangat mengagumi Juna yang baik, pandai, cekatan dan bertanggung jawab dengan pasien-pasiennya.
Ayu juga bercerita dia juga pernah menyelamatkan Ayu,tapi Ayu tidak memberitahu bagaimana detail cerita tetsebut.Baginya cukup dia dan Juna yang tahu tentang kejadian malam itu.
Hari sudah semakin larut, beberapa kali terlihat Ayu menguap karena mengantuk.Heni tersenyum dan menyuruh Ayu untuk lekas tidur.Heni tahu betul kalau Ayu adalah tukang tidur dia akan sulit dibangunkan kalau tidur semakin malam.
Heni tersenyum melihat Ayu yang sudah tertidur dengan pulas, Sepertinya baru saja Heni melihat Ayu membaringkan tubunhnya tapi sekarang entah sudah sampai mana dia bermimpi.Heni juga bersiap untuk tidur karena besok pagi akan menjadi hari yang berat.
" Hemmm."
Matahari sudah bersinar dengan hangat, udara dingin memasuki kamar Ayu ketika Heni membuka jendela kamarnya.
Karena dingin Ayu menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
" Jangan tidur lagi, cepat bangun jari sudah siang." kata Heni
Ayu kaget mendengar kata-kata Heni yang mengatakan hari sudah siang, bukannya hari ini dia harus kebandara.
Dia duduk dan bersiap menuju kamar mandi, sambil berlari dia melihat kearah jam didinding kamarnya.
Langkahnya terhenti ketika jam menunjukkan baru pukul 06.00 pagi.
Ayu mengejar Heni, Heni bertari mengitari tempat tidur.Karena lelah mereka berbaring dan tertawa bersama-sama.Mereka seperti kembali ketika mereka masih sekolah dulu.Karena tugas orang tua Heni dia harus tinggal sendiri dikota ini.
Heni dan Ayu turun menuju meja makan disana orang tua Ayu sudah menunggu, terdengar suara gelak tawa dari kedua anak itu.
" Pagi Om, tante." sapa Heni
" Pagi, sepertinya Om harus mencarikan seorang laki-laki untukmu." kata Papa Ayu
" Tidak perlu pa, Heni sudah memiliki sosok pria yang berlabuh dihatinya." kata Ayu
Heni menunduk dan tersenyum malu
" Benarkah, maka Om akan menyiapkan pesta pernikahan yang sama megahnya dengan pernikahan Ayu." Kata papa Ayu sambil tertawa
Setelah selesai makan papa Ayu mengantar mereka menuju bandara. Meskipun mereka terbang kekota yang berbeda Ayu sangat bahagia bisa menghabiskan waktunya disini bersama keluarga dan sahabat baiknya.
Penerbangan Ayu berangkat lebih dulu, Heni dan kedua orang tua Ayu mengantar Ayu sampai pintu masuk.
Disana Dwi dan Adam sudah menunggu.
" Apa kalian sudah menunggu lama.?" tanya Ayu
" Tidak kami juga baru datang." kata Dwi
" Baru datang...kita sudah hampir 1 jam menunggu dia disini." Bisa Adam.
Dwi mengijak kaki Adam sambil tersenyum tipis kepada Heni dan orang tua Ayu
" Tolong jaga Ayu baik-baik." kata mama Ayu
Ayu melambaikkan tangannya dan masuk meninggalkan Heni dan kedua orang tuanya.Wajah orang tua Ayu terlihat tersenyum tapi ketika Ayu sudah tidak terlihat air mata menetes dipipi mama Ayu.
" Tante, tante menangis.?" tanya Heni
" Tante tidak apa-apa...Ayo kita keruang tunggu tante akan menemanu kamu disana." kata mama Ayu sambil mengandeng Heni pergi
Mereka pergi dan duduk diruang tunggu dan duduk disana menunggu pesawat Heni berangkat.Sedangkan Papa Ayu pergi ke cafe untuk mencari minuman disana
" Heni, Apa Ayu cerita tentang kehidupan rumah tangganya dengan Boy kepadamu.?" tanya Mama Ayu
" Iya tante, tapi hanya sedikit, dia bilang dia sangat bahagia, tidak ada hal aneh yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga dia.Tapi saat aku tanya lagi Ayu tidak menjawab malah dia bercerita tentang tugasnya menjadi dokter dikota X." kata Heni
" Tante boleh minta bantuanmu.?" tanya mama Ayu
" Ada apa tante, katakan saja, kalau bisa Heni pasti akan membantu tante." kata Heni sambil mengenggam tangan mama Ayu
" Tante ingin Heni melihat dan mengawasi Boy disana.Meskipun kalian tidak satu rumah sakit tapi kalian satu kota.Tante mohon bantuannya." kata Mama Ayu sambil membungkuk
" Tante jangan lakukan hal itu, Ayu adalah sahabat Heni dan kalian sudah Heni anggap sebagai keluarga sendiri, tentu saja Heni akan melakukan apa pun demi keluarga Heni." kata Heni sambil memeluk mama Ayu
Heni tahu bagaimana perasaan mama Ayu, dia tidak ingin putri satu-satunya yang sangat dia sayangi menderita atau salah memilih sosok pendamping yang akan menemaninya seumur hidupnya.Dia ingin yang terbaik untuk Ayu.
BERSAMBUNG