AYU

AYU
Pernikahan Heni



Hari adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Heni dan Yusuf, Ayu sudah datang pagi-pagi kerumah Heni membantu Heni mempersiapkan pernikahannya.Tidak banyak yang datang hanya keluarga besar saja.Setelah ini akan ada resepsi disebuah gedung yang sudah disiapkan.


" Hai...hai sayang." kata Ayu sambil memeluk Heni yang sedang berdandan.


" Kenapa kamu baru datang, katanya mau bantu aku." kata Heni


" Iya ini aku datang bantu kamu." kata Ayu.


Heni menggenggam tangan Ayu dengan erat, tangannya terasa sedingin es.Ayu tersenyum dan menepuk-nepuk tangan Heni, dia tahu saat ini Heni sangat gugup.


" Kamu sangat cantik." kata Ayu


Heni melihat kearah Ayu dan tersenyum, ketika Ayu berada disampingnya gugupnya berkurang.Sebentar lagi acara akan dimulai Heni sudah menyelesaikan riasanya dan berganti pakaian duduk dikursi seperti seorang ratu.


" kamu benar-benar cantik." kata Ayu sambil melihat Heni dari segala sisi.


" Beruntung sekali Yusuf.


Heni tersenyum, dia tersipu malu tapi wajahnya terlihat sangat manis.


Acara pagi ini hanya dihadiri oleh beberapa kerabat nanti malam akan diadakan sebuah resepsi dan mengundang para kerabat jauh rekan kerja dan teman-taman mereka.


Sebelum keluar Ayu bersama dan kakak sepupu Heni, Mela berfoto dengan Heni.Mereka tersenyum dengan manisnya.Heni menitikan sedikit air mata diujung matanya.


"Jangan menangis, nanti riasan kamu rusak." kata Ayu sambil mengisap air mata dimata Heni


" Aku menangis karena bahagia." kata Heni sambil tersenyum


Semua keluarga sudah menunggu diruang utama, Ayu membawa Heni keluar dari kamarnya.Sudah saatnya melakukan ijab kobul.


" Hai Suf, kamu terlihat sangat tampan." kata Ayu


" Terima kasih." kata Yusuf


Meskipun Yusuf mencoba menyembunyikan rasa gugupnya masih terlihat jelas dari wajahnya.Apalagi melihat Heni terlihat sangat cantik sudah duduk disampingnya.


" Bagaimana semuanya syah." kata penghulu


" Syah....." Suara semua orang serentak dan bertepuk tangan.


Setelah acara ijab kobul selesai, seluruh keluarga bersiap untuk acara selanjutnya.Ayu dan Boy tidak ikut bersama rombongan mereka akan membawa mobil sendiri kesana.Papa dan mama Ayu juga akan kesana nanti, Ayu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mereka.


" Apa kamu lelah?" tanya Boy


Ayu mengelengkan kepalanya, meskipun begitu Boy tahu Ayu pasti lelah, Boy menurukan kursi Ayu dan menyuruhnya berbaring.


" Tidurlah, nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkanmu." kata Boy


Ayu menuruti kata Boy, benar yang dikatakan Boy sebaiknya dia beristirahat dulu, ini yang terbaik untuk dirinya dan juga bayi dalam kandunganya.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai dihotel dimana resepsi Heni dan Yusuf akan dilaksanakan.


Keluarga Yusuf adalah salah satu kelurga kaya dikota ini, jadi mereka yang menyiapkan ini semua untuk Heni dan Yusuf.


" Ayu...sayang kita sudah sampai." Boy membangunkan Ayu tapi dia sedikit khawatir karena melihat wajah Ayu yang terlihat sangat pucat.


Ayu membuka matanya, dia melihat keluar dan tersenyum.Dia senang akhirnya mereka sudah sampai.


" Apa kamu baik-baik saja?" tanya Boy


" Iya aku baik-baik saja, memangnya kenapa?" Ayu memegang pipinya sendiri karena melihat Boy terus saja menatapnya dengan tatapan aneh.


" Kamu pucat sekali, apa tidak sebaiknya kita beristirahat dulu, aku akan memesan satu kamar agar kamu bisa istirahat disana." kata Boy sambil membuka pintu mobil hendak keluar.


Ayu menahan tangan Boy agar dia tidak pergi meninggalkannya.


" Tidak usah, aku baik-baik saja." kata Ayu sambil tersenyum


" Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu, jika terjadi sesuatu papa dan mama akan marah kepadaku.Meskipun ini pernikahan Heni, dia akan mengerti kok, aku hanya ingin yang terbaik untukmu." kata Boy sambil mengusap rambut Ayu


" Aku benar-benar tidak apa-apa, tadi aku sudah beristirahat kan, sekarang aku sudah tidak apa-apa." kata Ayu.


Boy tersenyum, dia tahu Ayu pasti lelah tapi dia ingin melakukan yang terbaik untuk sahabatnya meskipun Boy menahannya Ayu tidak akan memperdulikan perkataan Boy.Jadi Boy hanya bisa menemani dan mengawasi Ayu saja.


" Boy, dimana Ayu."


Suara yang membuat Boy gugup datang dari belakang.Benar saja suara itu suara mama Ayu yang ada dibelakangnya.


" Mama, papa, kalian sudah datang." kata Boy sambil memberi salam


" Ayu baru saja masuk ma."


" Ayo kita masuk." Ajak papa Boy


Boy masih ingat kejadian waktu itu ketika orang tua Ayu melihat dia sedang bersama dengan Novi.


Ada sedikit rasa canggung diantara mereka.


" Kamu sudah meninggalkan gadis itu kan?"


Pertanyaan papa Ayu membuat Boy terkaget dan hanya diam.


" Kenapa apa kamu belum meninggalkan dia?"


" Sudah pa, aku sudah meninggalkan gadis itu, tidak ada yanh serius diantara aku dan dia.Aku hanya khilaf." kata Boy


" Bagus, jika aku tahu kamu menyakiti Ayu, aku tidak akan membiarkan kamu hidup dengan nyaman." Kata-kata papa Ayu sangat tegas membuat Boy sedikit merasa takut.


" Mama...papa...kalian sudah datang." kata Ayu sambil berlari mendekati mereka.


" Jangan berlari." kata mama Ayu


" Apa yang kalian bicarakan, kelihatannya serius sekali?" kata Ayu


" Aku hanya bertanya kepada Boy, bagaimana dia merawatmu, mama sama papa tidak berada disampingmu jadi kami harus tegur dia kalau salah." kata mama Ayu.


" kak Boy baik kok ma...dia suami terbaik." kata Ayu sambil mengandeng tangan Boy.


Sebentar lagi acara akan dimulai semua tamu undangan masuk kedalam ruangan.


ruangan yang didesain sangat indah dan elegan sama seprti kepribadian Yusuf dan Heni yang sangat elegan dan kalem.


kedua pengantin masuk kedalam ruangan, suara tepuk tangan mengiringi langkah mereka.Terlihat dari wajah keduanya yang bersinar dan terlihat sangat bahagia.


Kedua orang tua Yusuf juga terlihat sangat menyayangi Heni, meskipun Heni dari keluarga yang sederhana tapi mereka mau menerima Heni dan mereka juga sangat menghargai kedua orang tua Heni.


Begitu pula kedua orang tua Heni, mereka sangat berterima kasih kepada keluarga Yusuf karena sudah menerima Heni apa adanya.


" Selamat kalian terlihat sangat serasi." kata Boy


" Terima kasih." kata Yusuf


" Nikmatilah makanannya."


" Iya, aku mau mencari Ayu dulu, aku takut terjadi apa-apa kepadanya." Boy meninggalkan Heni dan Yusuf.



Setelah cukup lama Boy mencari Ayu akhirnya dia menemukan Ayu sedang duduk disofa yang berada diluar ruangan.Boy buru-buru berlari mendekati Ayu


" Apa yang kamu lakukan disini, apa ada yang sakit?" Boy terlihat sangat cemas melihat Ayu terlihat sangat pucat.


" Entahlah aku sangat lelah." kata Ayu


" Kita pulang saja ya, aku takut terjadi sesuatu padamu." Boy berusaha membujuk Ayu.


Perlahan Ayu mengangguk karena merasa tubunya sudah lemas.Boy mengendong Ayu karena Ayu semakin lemas, wajahnya terlihat sangat pucat.


BERSAMBUNG