
Hari ini Ayu dan anaknya sudah kembali kerumah, kedua orang tua dan mertuanya pun juga ikut pulang kerumah anak mereka.
" Hati-hati." kata mama Ayu sambil memapah Ayu yang baru turun dari mobil dan mengendong anaknya.
" Ma....Ayu tidak apa-apa." kata Ayu
Mama Ayu tersenyum, tapi dia masih khawatir Ayu baru saja melahirkan dia tahu sendiri bagaimana sakit melahirkan tidak mungkin Ayu sudah baik-baik saja.
Boy sudah menyiapkan ranjang kecil untuk anaknya yang berada disamping ranjangnya dengan Ayu.
semua orang sangat senang Ayu sudah kembali pulih dengan cepat, dia juga sudah terampil mengasuh anaknya.
" Sayang kamu sudah sehat?" tanya mama Ayu
" Sudah ma." kata Ayu sambil tersenyum manis diwajahnya
Melihat Ayu bergitu bahagia, mamanya juga ikut bahagia.Apalagi sekarang ada jagoan kecil yang bisa menemani Ayu ketika Boy bekerja.
" Sayang, kamu mau baby sister tidak?" tanya mama Ayu
Ayi sejenak terdiam, dia duduk di tempat tidur sambil merapikan beberapa pakaian Zayn.
" Sepertinya tidak usah saja ma, Ayu bisa kok mengurus Zayn sendirian." kata Ayu
Mama Ayu terdiam melihat Ayu dan berfikir apakah perkataan Ayu bisa dipercaya atau tidak, tapi melihat ketulusan Ayu mamanya berusaha percaya kepada Ayu.
" semoga apa yang kamu katakan benar." kata Mama Ayu sambil mengelus pipi Zayn yang ada digendongannya.
Mama Ayu merasa lega, Ayu terlihat sangat bahagia dan sepertinya Boy juga sudah meninggalkan wanita itu.Dia bisa bernafas lega sekarang dia tidak akan lagi mengawatirkan Ayu dan rumah tangganya dengan Boy.
" Mama sampai kapan akan disini?" tanya Ayu
" Kamu ingin mama pergi?" tanya balik mama Ayu
" Bukan begitu ma, mama kan juga tahu betuh usaha papa sangat ramai banyak pembeli dan pelangan, papa pasti akan sangat sibuk nanti kalau kalian tinggal lama-lama disini." kata Ayu
" Papa kamu sudah menyuruh Ari dan Ibra untuk mengurus perusahaan." kata mama Ayu
Mendengar sudah ada yang mengurus perusahaan, Ayu merasa lega tapi bukan berarti tidak cemas sama sekali.Meakipun mamanya bilang sudah diurus tetap saja perushaan properti milik keluarganya sangat ramai bahkan banyak penbeli dari luar negeri juga.
Mama Boy masuk kedalam kamar, dia ingin melihat si kecil yang tengah tertidur dalam gendongan sang besan.
" Manis sekali anak kamu Ayu." kata mama Boy
Ayu tersenyum dengan bangga sambil masih merapikan barang-barang si kecil.
Terlihat para oma sedang tersenyum bersama sambil mengendong Zayn bergantian.
Dibawah terdengar sepi, tidak terdengar suara dari para laki-laki yang ada dibawah.
" Sepertinya di bawah tenang sekali besan!" kata mama Ayu
" Mereka sedang ngobrol di halaman depan sambil meminum kopi." kata mama Boy
Dibawah para laki-laki emang sedang duduk diteras sambil bersantai tapi tidak sesantai yang dipikirkan para wanita didalam.Mereka sedang memikirkan sebuah pesta untuk lahirannya anak Ayu dan Boy dan sekalian aqiqahan juga.
" Tapi pa, Ayu tidak suka pesta yang mewah, bagaimana kalau kita adakan syukuran kecil saja." kata Boy
" Tidak ini cucu pertamaku, aku harus membuat pesta yang sangat meriah.hahaha" kata papa Ayu sambil tertawa.
" Besanku, menantuku sangat baik sudah memberikan cucu yang begitu tampan untuk keluarga kami, jadi aku tidak akan kalah aku juga akan turut andil dalam pesta nanti." kata papa Boy dengan wajahnya yang bersinar karena gembira.
Mama Ayu melihat keluar jendela melihat para lelaki yang sedang duduk dihalaman tertawa sampai dia penasaran apa yang sedang mereka bicarakan sampai begitu senang bahkan tertawanya terdengar sampai lantai atas.
" Apa sih yang mereka bicarakan, kenapa begitu gembira?" kata mama Ayu
" Ayu...sudah sore sebaiknya kamu pergi mandi." kata mama Ayu
Mendengar perkataan mamanya Ayu segera mengambil pakaian dan membawanya kekamar mandi.
" Tunggu, apa mau mama bantu?" kata mama Ayu
" Tidak usah ma, Ayu bisa kok." Ayu kembali berjalan masuk kamar mandi.
Meskipun mama Ayu membiarkan Ayu mandi sendirian tapi dia terlihat masih sedikit khawatir karena Ayu baru saja melahirkan dan perutnya masih sangat lemah.
" Besan...jangan terlalu khawatir, aku tahu Ayu wanita yang kuat, lagi pula kita ada disini kalau ada apa-apa dia akan memanggil kita kan." kata mama Boy
Mendengar perkataan besannya perasaan mama Ayu sedikit lebih tenang.Benar yang dikatakan oleh besannya meskipun Ayu terlihat sangat lemah tapi Ayu adalah sosok wanita yang kuat.
Beberapa saat kemudian Ayu sudah keluar dengan rapi dan wangi, dia duduk di tempat tidur sedangkan mamanya mengambil pengering rambut untuk mengeringkan rambut Ayu yang masih basah.
Ayu hanya diam duduk, tapi wajahnya terlihat sangat sendu, dia beberapa kali mengusap air matanya yang berada diujung mata.
" Kenapa?" tanya mama Ayu
" Ma...terima kasih atas segalanya." kata Ayu sambil menunduk, dia tidak bisa lagi menahan air matanya yang mulai meleleh membasahi pipinya.
Mama Ayu memeluk tubuh Ayu yang bergetar karena menangis.Dia beberapa kali mengekus kepala Ayu dan mencium keningnya.Mama Boy yang melihat ikut merasa sedih dan terharu, tapi terlihat senyuman manis dibibirnya karena dia bahagia melihat kebersamaan ini.
Mungkin setelah melahirkan anaknya Ayu merasa sedih karena melihat pengorbanan seorang ibu yang berusaha sangat keras untuk melahirkan putra putri mereka ke dunia ini.
Ayu mengingat kembali betapa mama dan papanya begitu menyayanginya bahkan sampai besar dan melepasnya untuk menikah mereka tidak pernah meninggalkan Ayu sendiri.Dalam hidup Ayu orang tuanya selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya.
" Kalian jangan sedih.Zayn sudah bangun, sepertinya dia ingin menyusu." kata mama Boy
Mama Ayu segera menghapus air matanya dan air mata Ayu kemudian merapikan rambut Ayu dan menyuruh Ayu untuk memberikan Asi kepada anaknya.
Zayn sangat manis, tidak terdengar suara tangisan, hanya beberapa kali ketika dia lapar atau pakaiannya sedang basah.
Boy masuk kedalam kamar, dia memangil kedua mamanya untuk turun kebawah, dia berkata ada yang harus dibicarakan oleh para opa dengan para oma zayn.
" Kamu temani Ayu disini." kata mama Ayu
Boy mengangguk dan mendekati Ayu yang sedang medekap Zayn dalam pelukannya.Dia mencium kening Ayu dengan lembut dan turun mencium kening zayn yang sudah tertidur dengan lelap.
" Aku iri sama dia." kata Boy
" Kenapa?" Ayu melihat Boy
" Dia mengambil seluruh perhatianmu, dia juga mengambil dekapan hangat dari mu." kata Boy
Ayu tersenyum, dia mendekat dan meraih wajah Boy dengan tangannya dan mencium bibir Boy dengan lembut.
" kamu tidak boleh cemburu dengan anak kamu sendiri." kata Ayu
Boy tersenyum, dia menatap Ayu dalam-dalam
" Terima kasih, kamu sudah memberikan segalanya untukku." kata Boy
Ayu tersenyum dan bersandar dibahu Boy, entah perasaan apa yang dia rasakan antara sedih tapi bahagia, terharu dengan kata-kata yang Boy ucapkan.
Perlahan Ayu meletakan Zayn diatas tempat tidur, Ayu melihat wajah putranya yang begitu tampan dia membandingkan wajah putranya dengan suaminya.
Boy tersenyum dan kembali mencium kening Ayu dengan lembut dan kembali berterima kasih karena sudah melahirkan anaknya.
BERSAMBUNG