AYU

AYU
Persiapan



Usia kehamilan Ayu sudah memasuki usia 20 minggu katanya diusia seperti ini janin sudah memiliki kelamin, Ayu sudah tidak sabar melihat calon anaknya cewek atau cowok.


Ayu sudah sehat dia sudah bekerja seperti biasa sedangkan Boy juga sudah kembali bekerja dia biasa mengantar dan menjemput Ayu.Tapi hari ini Ayu tidak ingin dijemput dia ingin bertemu dengan Heni dan pergi jalan-jalan dengannya.


" Udah besar saja perut kamu." kata Heni sambil berjalan mengandeng tangan Ayu yang ada disampingnya.


Ayu tersenyum dan terlihat sangat bahagia, sebenarnya Heni ingin memberitahu tentang Boy tapi ternyata Ayu hamil jadi dia tidak sanggup untuk memberitahu kenyataan kalau Boy berselingkuh dia hanya bisa berharap Boy akan berubah setelah mereka memiliki anak.


Tapi yang membuatnya heran kenapa mama Ayu menyuruh dia untuk mengawasi Ayu dan Boy apakah mama Ayu sudah tahu kalau Boy berselingkuh.


" Kita mau kemana, kamu tidak lelah jalan seperti ini terus?" tanya Heni


" Aku tidak tahu mau kemana aku hanya senang jalan-jalan denganmu seperti ini." kata Ayu sambil mengangkat tangannya yang sedang bergandengan dengan Heni.


" Minggu depan aku akan menikah, kamu harus jaga kesehatan kamu dan dedek bayi yang ada disana." kata Heni


Ayu mengangguk, tiba-tiba air matanya menetes tapi bibirnya tersenyum.


" Kamu kenapa?" tanya Heni sedikit panik


" Aku hanya bahagia, akhirnya kamu akan menikah, entah kapan kita akan bergandengan seperti ini lagi.Mulai sekarang kamu akan terus mengandeng tangan suami kamu." kata Ayu


" Tapi aku masih tetap sahabat kamu, meskipun aku sudah menikah kamu tetap sahabat terbaikku." kata Heni sambil memeluk Ayu dengan erat.


" Seperti kamu yang tidak pernah meninggalkanku aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu."


Ayu memeluk erat Heni, air matanya membasahi bahu Heni, Heni yang merasakannya juga semakin erat memeluk Ayu.


Mereka tumbuh bersama dari kecil, sekarang mereka sudah memulai hidup baru mereka dengan orang yang akan menemani mereka sampai tua.


" Bagaimana kalau kita beli perlengkapan buat bayi kamu." kata Heni


" baru juga 5 bulan, belum waktunya lah." kata Ayu


Tiba-tiba Ayu terdiam, dia melihat Heni dan mulai mengartikan lain kata-kata Heni.Jangan-jangan nanti Heni tidak bisa lagi menemaninya memilih baju untuk calon anaknya.


" Baiklah." Ayu terlihat bersemangat berjalan menuju toko perlengkapan bayi yang tidak jauh dari mereka berdiri.



Ayu memilih banyak barang bersama Heni, mereka terlihat sangat bahagia bisa menghabiskan wakty bersama seperti saat ini.Mereka memang jarang bertemu sekarang hanya sesekali berhubungan lewat sosial media atau jika ada waktu luwang kadang berbicara lewat telepon.


Heni sangat senang mendengar cerita Ayu kalau keluarganya saat ini sedang bahagia-bahagianya.Mereka akan dikaruniai seorang anak yang akan mempererat hubungan antara Boy dan Ayu.Seperti yang didengan Heni dari cerita Ayu sepertinya Boy sudah berpisan dengan model itu.Dia terdengar lebih perhatian kepada Ayu mulai sekarang.Benar kata orang anak akan menyatukan ikatan orang tua lebih erat.


" kita kemana lagi?" tanya Ayu


" Kita istirahat dulu, apa kamu tidak capek jalan terus dari tadi?" kata Heni sambil menarik Ayu masuk kesebuah cafe


" Sepertinya sudah malam." kata Ayu sambil melihat jam ditangannya.


" Boy tidak datang? Heni melihat ke sekeliling mencari keberadaan Boy yang tadi sudah bilang akan segera menjemput Ayu.


Meskipun Heni masih kecewa kapada Boy, tapi saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa selain berharap Boy akan menjaga Ayu dengan baik.


" Disini." kata Ayu sambil melambaikan tangannya kepada Boy yang baru datang.


Heni melihat Boy berjalan kearahnya dia sedikit lega karena Boy benar-benar datang.Lagi pula Boy tidak akan sejahat yang dia bayangkan, meskipun hanya sedikit pasti dia masih punya perasaan kepada Ayu.


" kalian sudah selesai?" tanya Boy


Ayu tersenyum dan mengangguk.


" Kamu mau makan dulu tidak?" tanya Ayu


" Benar yang dikatakan Boy, sebaiknya kamu cepat pulang dan istirahat." kata Heni


" Kamu bagaimana, serius Yusuf akan datang kesini, apa tidak sekalian kita antar kamu pulang?" kata Ayu


" Jangan khawatir dia masih dijalan, sebentar lagi dia juga sampai.Kamu pulang sana!" kata Heni


Setelah mendengar penjelasan Heni, Ayu dan Boy pulang terlebih dulu.Tidak terlihat wajah yang lelah diwajah Ayu malah wajahnya terlihat bersinar dan bahagia.


" kamu beli banyak sekali." kata Boy


" bukankah semuanya imut, apa kamu tidak suka?" tanya Ayu


" Suka, apa pun yang kamu suka aku juga pasti akan suka." kata Boy


Setelah kepergian Boy dan Ayu pergi, Yusuf datang sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.


" Maaf aku terlambat." kata Yusuf.


" Tidak apa-apa kok, mau aku pesankan minuman terlebih dulu, sepertinya kamu kecapekan." kata Heni



Heni dan Yusuf duduk sebentar menikmati kebersamaan mereka,pernikahan mereka sebentar lagi mereka masih sibuk dengan pelerjaan masing-masing dan akhirnya mereka hanya bisa menyusun acara dan persiapan lewat ponsel.


Heni tidak menginginkan pernikahan yang mewah dia hanya ingin pernikahannya dihadiri oleh orang-orang terdekat mereka saja.


"Apa kamu suka ini?" tanya Yusuf


"Aku menyukai semuanya, apa pun yang kamu pilih." kata Heni


Heni yang memiliki sifat dewasa dan sabar sangat cocok dengan Yusuf yang pengertian dan penyayang.Heni sangat bersyukur dipertemukan dengan Yusuf dan sekarang dia akan segera menjadi calon suaminya.


" Bagaimana dengan Ayu?" tanya Yusuf


" Sepertinya mereka baik-baik saja, aku tidak tega memberitahu Ayu yang sebenarnya." kata Heni


" Tapi jangan kamu buang semua bukti itu, simpan baik-baik siapa tahu suatu hari nanti akan berguna." kata Yusuf.


" Sudah malam sebaiknya kita segera pulang."


Ketika tadi Ayu dan Boy keluar, Novi melihat dari jauh dia terlihat sangat kesal.Beberapa kali dia menghentakkan kakinya karena marah.Sebelum Boy menjemput Ayu tadi dia sempat bertemu dengan Novi.Untuk kedua lalinya Boy meminta kepada Novi agar menjauhi dia, Boy tidak bisa meninggalkan Ayu karena anak yang dikandungnya.


Heni dan Yusuf turun kebawah, tidak sengaja juga mereka melihat Novi dengan wajahnya yang merah karena marah.


"Bukankah dia Novi?" tanya Heni


"Iya kenapa dia disini, apa dia tadi datang bersama Boy?" Heni terus melihat arah pandangan Novi.


Ternyata benar yang dipikirkan Heni arah pandangan Novi tertuju kepada Boy dan Ayu yang sedang memasuki mobil.


Heni berjalan dengan cepat, dia dengan sengaja menabrakan tubuhnya kepada Novi yang ada didepannya.


"Maaf, aku tidak sengaja." kata Heni


"Makanya jalan pakai mata." kata Novi sambil berjalan pergi dengan wajahnya yang masih marah.


"Apa sih yang kamu lakukan?" tanya Yusuf


"Tidak, aku hanya ingin melihat wajah kecewa dari wanita itu.Karena tidak selamanya yang kita harapkan akan menjadi kenyataan." kata Heni


BERSAMBUNG