
Ayu bangun pagi-pagi dia melihat cincin dijarinya, dia takut yang terjadi tadi malam hanyalah sebuah mimpi.Dia melihat cincin dijari tengahnya dia tersenyum karena apa yang terjadi semalam adalah kenyataan bukan sebuah mimpi.Dia memikirkan kejadian tadi malam danwajahnya memerah karena malu lalu menutupi dirinya dengan selimut
"Ayu....sayang sampai kapan kamu akan tidur,? ini sudah siang Heni terus saja menelpon dari tadi. katanya ada kuliah pagi jadi kamu harus cepat berangkat." kata mama Ayu sambil membuka selimut yang menutupi tubuh Ayu.
Ketika mama Ayu membuka selimut Ayu mengagetkannya dengan memasang wajah aneh diwajahnya.Mama Ayu terkejut dan berteriak, Ayu bangun dan berlari kekamar mandi.
"Dasar anak ini." gumam mama Ayu
"kalau sudah selesai mama sama papa tunggu dimeja makan ya." teriak mama Ayu dibalik pintu kamar mandi.
"oke maa...."teriak Ayu dari dalam
Setelah beberapa saat Ayu turun kebawah dan menuju meja makan, papa dan mamanya sudah menunggu Ayu untuk sarapan.
Ayu terlihat sangat bahagia, senyumannya terpancar.
"kamu terlihat senang sekali." kata papa Ayu
"terima kasih pa...!" kata Ayu sambil mencium pipi papanya.
"sama mama tidak nih.?" tanya mama Ayu
"mama juga, mama yang terbaik.!" Ayu memeluk mamanya.
Setelah makan Ayu segera bergegas pergi ke kampus karena Heni bilang ada kuliah pagi hari ini, tapi ada yang aneh dijadwal Ayu tidak ada kuliah pagi hari ini. Tapi Ayu tidak terlalu memikirkannya mungkin dia salah jadi Heni yang meninggatkanya.
ponsel Ayu berbunyi
📞
"hallo....
belum menyelesaikan kalimatnya Heni yang dibalik telpon sudah memotongnya
📞
"Aku tunggu kamu dirumahku."kata heni dan menutup telponnya
Tidak banyak berfikir Ayu langsung mengegas mobilnya menuju rumah Heni.
Setelah sampai dirumah Heni Ayu langsung turun Heni sudah menunggu di didepan rumahnya dengan tidak sabar.
"kenapa lama sekali, aku sudah mau mati karena penasaran."kata Heni
"ada apa sih?" Ayu tidak mengerti apa yang dimaksud Heni
"ceritakan padaku apa yang terjadi tadi malam.?" kata Heni sangat penasaran
Ayu memperlihatkan cincin dijari tengahnya. Heni langsung menyambar tangan Ayu yang sudah memakai sebuah cincin itu.Dia melihat dengan teliti cinci itu dengan memutar-mutar tangan Ayu.
" Kenapa dijari tengah, tidak dijari manis.?" tanya Heni sambil melihat Ayu dengan wajah penasaran
"cincinnya terlalu besar, jika aku pakai dijari manis akan jatuh." kata Ayu
"kenapa bisa tidak pas, kamu tahu itu bertanda tidak baik." kata Heni
Ayu tersenyum mendengar kata-kata Heni
"iya jika itu cincin pernikahan, ini baru cincin lamaran jadi tidak masalah kan.?" kata Ayu
"lamaran....? Heni kaget
"ceritakan padaku semua" kata Heni serius
"tapi bukankah kita ada kelas pagi,? aku akan ceritakan semua nanti, kita berangkat dulu.!" kata Ayu sambil berdiri
Ayu mulai melangkah dia Heni hanya duduk dan terdiam menatapnya dengan senyuman Ayu binggung dengan apa yang terjadi.
"duduklah aku berbohong soal kuliah pagi, tidak ada kuliah pagi hari ini, bahkan tidak ada kuliah hari ini, aku baru mendapat informasi dari dosen dia meliburkan kelas hari ini."kata Heni sambil menarik tangan Ayu agar duduk kembali
Ayu tersenyum dan kembali duduk disamping Heni.
"jadi bagaimana, bagaimana kamu bisa bertunangan dengan kak Boy, bagaimana orang tuamu setuju begitu saja.?" tanya Heni
"Aku juga tidak tahu, aku pulang dan menceritakan niat kak Boy pada mama, tidak butuh waktu lama mama pun menyutujuinya dia menelpon papa dan menyuruhnya pulang.Awalnya sih aku tidak percaya kalau papa setuju begitu saja, tapi dia tidak menunjukan wajah marah atau pun kecewa dia hanya berpesan aku harus lulus kuliah walau aku sudah meikah."Kata Ayu
" kenapa kamu benggong.?" tanya Ayu
"hah...."Heni kaget
"tidak, aku hanya heran begitu cepatnya mama dan papamu setuju.!" kata Heni
"entahlah....aku juga binggung tapi yang pasti aku sangat bahagia hari ini." kata Ayu.
"bagaimana kalau kita belanja saja hari ini."
"setuju." kata Heni
Mereka masuk mobil melaju kekeramaian kota, mereka berhenti disebuah butik yang menjual baju-baju pengantin dan pesta yang sudah sangat ternama dikota ini.
Ayu dan Heni masuk kedalam seorang pelayan menemui mereka dan menanyakan apa yang mereka cari, Heni dengan tersenyum menceritakan apa yang dibutuhkan temannya ini kepada pelayan itu agar memberinya saran beberapa gaun pengantin yang cocok untuk Ayu.
Ayu mencoba beberapa baju pengantin yang disarankan oleh pelayan toko itu,
Dia melihat cermin dan memutar-mutarkan badannya tapi Heni malah tertawa melihat Ayu mengenakan gaun itu
"kenapa kamu tertawa.?" tanya Ayu dengan wajah cemberut
"sudah berapa gaun yang kamu coba, kenapa belum ada yang cocok ditubuh kamu.?" tanya Heni
" semuanya tidak pas ditubuhku,"kata Ayu
"maaf nona, tubuh nona ini sangat kecil jadi benerapa gaun banyak yang kebesaran." kata pelayan toko itu
Ayu melihat pelayan itu dengan melotot.
"maksud kamu aku tidak cocok memakai gaub dari toko ini.?" kata Ayu yang semakin marah
"maafkan aku nona, bukan maksud aku seperti itu, hanya saja tubuh nona sangat kecil, gaun disini banyak yang didesain untuk gadis yang tinggi." kata pelayan toko.
Ayu makin marah lagi mendengar kata-kata pelayan itu.
"sudahlah...kita cari lagi dengan teliti pasti nanti ada yang cocok untuk tubuh mungilmu ini.!" kata Heni
Ayu melotol kepada Heni yang terus saja tertawa melihatnya.
"tapi sudah banyak yang aku coba, tidak ada yang pas ditubuhku.!" kata Ayu
"sudahlah aku akan membantumu, kamu jangan marah lagi ya.!" kata Heni
Ayu dan Heni memilih lagi gau yang berjejer rapi di toko itu satu persatu, tidak lama Heni menemukan sebuah gaun mungil yang sepertinya pas ditubuh Ayu.
"Yu....lihat ini sepertinya ini cocok untukmu, tidak terlalu terbuka juga ini juga sangat elegan dan mewah, pas untuk keluarga kamu." kata Heni
Ayu berjalan mendekati Heni, dia melihat gaun itu memang sangat indah dan kelihatanya gaun itu oas ditubuhnya.Ayu mengambilnya dan mencobanya.
Benar apa yang dikatakan Heni gaun itu sangat pas ditubuh Ayu, dia terlihat sangat cantik.
Ayu keluar dan memperlihatkan gaun itu kepada Heni, Heni sangat kaget gaun itu sangat pas ditubuh Ayu.Pelayan toko itu pun juga memuji kecantikan Ayu.
"Aku akan mengambil ini.!"kata Ayu
Ayu berjalan keruang ganti, seorang pelayan mengikutinya. Ayu memberikan gaun itu kepada pelayan toko agar membungkusnya.
Lalu dia keluar menemui Heni.
"kamu tidak beli gaun.?" kata Ayu
"untuk apa.?"kata Heni
"tentu saja untuk kamu pakai kepesta pernikahanku.!"kata Ayu
"nanti semua tamu undangan kaget kalau aku lebih cantik dadi pengantinnya dan mengira akulah pengantin wanitanya.!" kata Heni sambil tertawa
Pelayan toko mendekati mereka dan memberikan kotak yang ditaruk didalam tas yang berisi gaun tadi.
BERSAMBUNG