AYU

AYU
Sebuah kejutan



Selama diperjalanan Ayu terus saja kepikiran tentang kaya-kata Juna.Tanpa sebuah penjelasan tiba-tiba dia bilang suka.Tapi yang Ayu rasakan bukan marah malah merasa ada yang masih mengganjal dihatinya.


Dwi melihat Ayu yang hanya diam bengok, tapi dia tidak berani bertanya kepada Ayu.Sejak dia kembali bersama Adam sewaktu dibandara tadi Ayu terus saja melamun tidak bicara sepatah kata pun.


"Ada apa?" tanya Dwi sambil menggenggam tangan Ayu


Ayu melihat Dwi dan tersenyum, dia tidak bisa bercerita kepada Dwi.Meskipun mereka sudah menjadi teman baik tapi dia belum sepenuhnya percaya kepada Dwi.


"Tidak apa-apa, aku hanya tidak enak badan karena terlalu banyak makan tadi." kata Ayu sambil tersenyum tipis.


Tidak lama mereka sudah sampai dibandara.Mereka turun sudah ada papa Ayu yang sendang menunggu.Ayu berlari menhampiri papanya, dia langsung memeluk sang papa tanpa memikirkan orang lain disekitarnya.


" Kamu kenapa, tidak malu dilihat teman-temanmu." kata papa Ayu


Ayu menggeleng dalam pelukannya, air matanya menetes.Tidak tahu kenapa dia ingin memeluk seseorang yang sekarang ada sosok papa didepannya.Rasanya Ayu bisa melepakan semua yang menjadi beban dipundaknya.


Adam dan Dwi tersenyum melihat Ayu yang terlihat begitu manja jauh dari apa yang biasa Ayu lakukan.Ayu menuju mobil dia melambaikan tangannya kepada Adam dan Dwi yang masih berdiri melihatnya.



Adam dan Dwi tersenyum dan melambaikan tangannya.Ayu pun masuk dan bergegas pulang kerumah.


" Pa, dimana mama kenapa tidak datang menjemputku?" tanya Ayu sambi bersandar dibahu sang papa dengan manja


" Mama ada dirumah, dia sedang menyiapkan makan malam untukmu." kata Papa Ayu


Mendengar kata makan perut Ayu langsung berbunyi.Ayu tersenyum bukankah dia baru saja makan bersama rekan kerjanya kenapa sekarang berbunyi lagi.


"Kamu lapar?" tanya papa Ayu


Ayu tersenyum sambil mengangguk perlahan


" Mama kamu sudah masak banyak makanan yang kamu sukai." kata papa Ayu


Ayo melihat keluar jendela mobilnya dia sudah tidak sabar untuk kembali ke rumah entah kenapa apa dia sangat merindukan sang mama. dia ingin sekali memeluk sang mama.


tidak lama kemudian mereka sampai di rumah Ayu buru-buru membuka pintu mobil dan langsung berlari ke dalam rumah, ketika dia membuka pintu rumah suasana rumah sangat sepi Ayu melihat ke sekeliling tidak seorangpun yang ada di dalam rumah.


"Tidak ada seorangpun di dalam rumah" kata ayu


" Benarkah tadi mamamu bilang dia akan masak makanan kesukaanmu, tapi di mana dia sekarang?" kata Papa Ayu


Tiba-tiba lampu menyala Mama Ayu datang dia membawa seikat bunga dan diberikannya kepada Ayu, yang lebih mengejutkan bagi Ayu ada suaminya Boy yang turun dari atas.Wajah Ayu terlihat sangat kaget dia tidak menyangka kalau suaminya berada di sini air matanya menetes membasahi pipi.


Ayu tidak kuasa menahan air matanya dia memeluk erat sang mama sambil terus menangis terdengar isak tangis dari balik punggung sang mama Boy yang melihat Ayu menangis langsung turun ke bawah


dengan lembut Mama Ayu mengelus rambut Ayu yang terurai panjang sambil sesekali mencium wajah Ayu


Boy mendekat dia tersenyum melihat Ayu yang masih saja menangis terisak-isak


" Apa yang kamu tangisi, kita semua ada disini untukmu." kata mama Ayu


Ayu melepaskan pelukannya dia mengusap air mata yang membasahi pipinya dengan wajah yang sedikit sembab dia melihat ke sekeliling ada semua keluarganya di sini bahkan para pembantu dan sekretaris sang papa yang ada di sini.


Boy mendekat dan memeluk Ayu mencium keningnya dan mengusap rambut Ayu Boy berkata kalau dia sangat bangga pada Ayu tidak ada kata yang terucap dari bibir Ayu dia hanya diam dan memeluk erat sang suami Dia sangat bahagia akhirnya dia berhasil menyelesaikan kan tugas tugasnya dan mulai Sekarang dia akan menjadi dokter yang hebat.


"Aku sangat bangga padamu." kata Papa Ayu


"Terima kasih pa, tapi ini belum apa-apa aku harus menunggu hasilnya baru secara resmi diwisuda sebagai seorang dokter." kata Ayu


" Baiklah kita makan malam dulu." kata papa Ayu


Semua orang pergi ke ruang makan dan makan bersama disana.Ayu terlihat sangat bahagia bisa berkumpul dengan keluarga yang sangat dirindukannya.


Setelah makan Ayu pergi kekamarnya pergi mandi rasanya tubuhnya sudah lengket sekali.Setelah tinggal ditempat yang dingin kini dia harus beradaptasi kembali dengan suhu udara dikota yang begitu panas.


Ayu keluar dari kamar mandi, dia kaget melihat kamarnya gelap dan hanya dihiasi gemerlap lampu tidur yang sangat indah.Boy memeluk tubuh Ayu dari belakang.


" Aku sangat merindukanmu." kata Boy


Ayu tersenyum dia mengenggam tangan Boy yang memeluk tubuhnya.Ciuman manis mendarat dipipi Ayu.


" Aku dengar kamu menjadi salah satu dokter hebat disana, aku sangat bangga padamu.Bukankah ini saatnya kamu menjadi istri hebat." kata Boy


Ayu tersenyum dan melepaskan pelukan Boy.Dia berjalan kedepan dan menyalakan lampu kamarnya.


" Aku harus mengeringkan rambutku." kata Ayu sambil mengambil pengering rambut dan duduk disamping tempat tidur.


Boy mendekat dan mengambil pengering rambut dan mengeringkan rambut Ayu.Dia memainkan rambut Ayu yang terurai panjang dan sesekali mencium rambut Ayu yang wangi.


" Apa rencana kamu setelah ini?" kata Boy


" Maksud kamu?" tanya Ayu


" Setelah diwisuda dan menjadi seorang dokter, apa rencana kamu selanjutnya." kata Boy


" Aku akan tinggal bersama kamu, dan menjadi dokter disana, aku akan melamar dirumah sakit yang dekat dengan rumah kita." kata Ayu


" Bagaimana dengan orang tuamu." kata Boy


" Aku sudah membicarakan semua ini dulu, dan papa sudah menyetujuinya.Setelah aku lulus dan menjadi dokter aku akan tinggal bersama suamiku." kata Ayu


Ayu berbalik dan memeluk Boy, Boy kaget karena dia sedang memikirkan sesuatu.Yang dia pikirkan saat ini Novi tinggal dirumah mereka.Dia belum membereskan semuanya.Dia tidak tahu kalau Ayu akan kembali bersamanya secepat ini.


" Apa yang kamu pikirkan?" kata Ayu


" Bukan apa-apa, aku hanya berfikir belum membersihkan rumah kita dengan baik.Aku jarang dirumah jadi rumah tidak begitu terawat." kata Boy


" Setelah aku kembali aku akan merawat rumah kita dengan baik." kata Ayu


Boy mengangguk pelan, Ayu mendekat dan mengambil inisiatif untuk mencium Boy.Boy terkejut melihat Ayu yang begitu agresif hari ini, mungkin karena rasa rindu yang dipendam begitu lama.


Boy membalas ciuman Ayu dengan dan malam ini mereka melepas rindu yang bergejolak didalam hati.


BERSAMBUNG