AYU

AYU
Sebuah kata diakhir kebersamaan



Dari atas Ayu bisa melihat keseluruhan kota yang dia tinggali selama 6 bulan terakhir.Baginya 6 bulan ini sudah menjadi hari-hari yang indah dalam hidupnya.Kadang suka duka bersama teman-teman dan para dokter dan senior yang membuatnya menjadi dokter yang hebat.


Setelah hari ini, entah kapan dia bisa melihat tempat ini lagi.


Ayu melihat foto dalam ponselnya yang mengabadikan keindahan tempat ini sambil melihat pemandangan didepannya.


" Aku akan merindukan tempat ini." kata Ayu


" Kamu harus jaga kesehatan kamu." kata Juna


Ayu melihat kearah Juna


" ini bukan sebuah pesan tapi sebuah peringatan, mana ada dokter sakit." kata Juna dengan wajah datarnya


Ayu tersenyum dan tertawa mendengan Juna berkata seperti itu, dia tahu Juna berusaha mencairkan suasana agar dirinya tidak terlalu sedih meninggalkan tempat ini.


" Oh ya, aku dapat pesan dari dokter Fahri, semua orang dirumah sakit ingin mengucapkan selamat tinggal padamu." kata Juna


" Bukankah kemarin sudah, aku bahkan sudah mengambil beberapa foto." kata Ayu sambil melihat foto diponselnya.


" Mereka ingin makan bersama, dan sekarang semua sudah menunggu direstoran." kata Juna


" Jadi tunggu apa lagi, sebaiknya kita segera kesana." kata Ayu yang langsung berdiri dan merapikan pakaiannya.


Juna dan Ayu segera mencari keberadaan Adam dan Dwi.Setelah berputar-putar cukup lama akhirnya mereka menemukan Dwi dan Adam sedang duduk disebuah bangku yang menatap jauh keperbukitan.


" susah sekali menemukan kalian." kata Ayu sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah


Adam dan Dwi binggung, bukankah masih lama jadwal penerbangan mereka.Setelah Ayu menceritakan semuanya akhirnya mereka mengerti dan bergegas menuju restoran dimana semua orang sedang menunggu mereka.


Mereka sampai direstoran dimana semua orang telah menunggu mereka, ketika akan masuk Ayu menghentikan Dwi yang berjalan didepannya.


"Ada apa?" tanya Dwi


"Sebaiknya kita ganti baju dulu." kata Ayu


Dwi melihat dirinya tampak berantakan, sedangkan orang-orang mungkin berpakaian sangat rapi saat ini.Jadi Ayu dan Dwi menuju mobil dan mengambil baju ganti dan menuju toilet untuk berganti pakaian.Begitu juga dengan Adam, tapi tidak dengan Juna dia hanya diam menunggu yang lain.


Adam membawa dua baju ganti dan menarik tangan Juna untuk ikut bersamanya.


"Apa ini,?" kata Juna


"Ini baju ku, anggap saja aku memberikannya kepadamu.Sepertinya tinggi kita tidak jauh berbeda jadi aku yakin kamu pas memakainya."kata Adam


Juna berusaha menolak, tapi Adam mendorongnya masuk dan menyuruhnya bergegas menganti pakaiannya.


Setelah berganti pakaian Juna,Ayu,Dwi dan Adam masuk kedalam ruangan dimana yang lain telah menunggu mereka.


Mereka masuk kedalam, semua orang melihat mereka masuk dan terdiam, wajah Ayu memerah dan langsung duduk disamping Difa.


"Kak...sebenarnya apa yang terjadi?" bisik Ayu


"Sebenarnya aku sudah melarang mereka, tapi mereka bersikeras jadi aku membiarkan saja mereka." kata Difa


Mereka mulai memesan makanan, dengan canda tawa yang sangat meriah satu persatu mengucapkan salam perpisahan kepada Ayu dan teman-temannya.


Ayu sangat bahagia bisa bersama mereka selama ini.Dia menitikan air matanya.


" untuk dokter Ayu, Dwi dan Adam semoga bisa menjadi dokter yang hebat kedepannya." kata Ana


Kata-kata begitu menyentuh perasaan Ayu, dia tersenyum tapi air matanya menetes membasahi pipinya.Ana mendekat dan memeluk Ayu dengan erat.Mereka berharap mereka akan dipertemukan kembali suatu saat nanti.


Begitu pula yang diharapkan semua orang disana, semoga suatu saat nanti mereka akan dipertemukan kembali.


" walau nanti dokter Ayu sudah menjadi dokter yang hebat aku harap tidak akan melupakan kami yang ada disini, tidak hanya dokter Ayu tapi begitu pula untuk Dwi dan Adam jangan melukan kami yang ada disini." kata Edo


idak terasa hari hari sudah semakin sore, Ayu dan yang lain harus segera berangkat kebandara.Jarak antara bandara dan tempat ini cukup jauh jadi meteka harus bergegas agar tidak tertinggal pesawat.


Semua orang melambaikan tangannya mengantar kepergian mereka.Ayu melihat mereka dari dalam mobil dan dia tidak bisa menahan air matanya yang terus menetes membasahi pipinya.


Akhirnya mereka berangkat menuju bandara, menuruni bukit udara yang dingin berangsur berubah menjadi sedikit panas.Ayu bersandar dibahu Dwi dan melihat keluar dia terus saja berfikir bisakah dia kembali ketempat ini suatu saat nanti.


Juna melihat Ayu, dia berfikir mungkin ini terakhir kalinya dia bisa melihat Ayu.Setelah bersama Ayu 6 bulan terakhir dia tidak bisa membuang perasaannya kepada Ayu.Bahkan saat ini peradaannya lebih dalam.


Mengapa harus Ayu, dan mengapa dia sudah menjadi milik orang lain.


kata Juna dalam hati


Juna menghela nafas panjang, dia bertekat akan melupakan Ayu setelah ini.Tapi perasaannya terus saja menganjal dihati.


Juna terus memikirkan cara mengeluarkan keganjalan dihatinya.


Setelah satu setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai dibandara.Ayu,Dwi dam Adam mengambil koper dan masuk kedalam bandara.Jam masih menunjukan pukul 7 malam.Masih ada waktu mereka duduk dikursi pengujung.


"Kak Juna kembali saja, terima kasih sudah mengantar kami sampai disini."kata Ayu


"Tidak masalah, kalian akan baik-baik saja disini?" tanya Juna


Ayu mengangguk.Tiba-tiba Dwi berdiri dan menarik tangan Adam.


"Kak aku ingin membelikan oleh-oleh untuk orang dirumah, tolong tinggal disini sebentar menemani Ayu, aku dan Adam akan segera kembali."kata Dwi sambil menarik tangan Adam meninggalkan Ayu dan Juna.


"Kenapa kita pergi?" tanya Adam


"Kita harus memberi waktu kepada kak Juna untuk mengucapkan kata perpisahan." kata Dwi


Suasana menjadi sangat canggung tidak ada yang bicara antara Ayu dan Juna.Mereka hanya diam duduk bersandar.


Kenapa suasana menjadi canggung seperti ini.


kata Ayu dalam hati


Untuk yang terakhir kali, harus kan aku mengatakan perasaanku yang sebenarnya kepada Ayu.


kata Juna dalam hati


Juna melihat jam yang terus berdetak.Sudah jam 7.30 tapi Dwi dan Adam belum juga kembali.Juna makin gelisah,tangan Juna berkeringat dia gugup antara ingin mengatakan perasaannya kepada Ayu atau tidak.Setelah ini entah kapan dia akan mempunyai kesempatan untuk mengatakan yang sebenarnya.


Dia tidak mengharapkan balasan cuma ingin mengeluarkan keganjalan dalam hatinya.


" Yu...


" Iya kak," kata Ayu sambil menatap wajah Juna yang terlihat sangat gugup.


Tidak hanya Juna tapi Ayu juga merasa gugup ketika dia duduk berdekatan dengan Juna.Sejak tadi jantungnya berdetak dengan kencang.Dia berusaha senormal mungkin.


Juna memberanikan dini memegang tangan Ayu.Tangannya bergetar dan sedikit berkeringat karena gugup.


Ayu kaget karena tiba-tiba Juna mengemgam tangannya.Apa lagi tangan Juna yang berketingat.


"Sebenarnya sudah lama sekali aku menyukaimu, bahkan ketika kamu belum bersama Boy aku sudah sangat menyukaimu.Tapi aku kalah cepat dengan Boy yang kini menjadi suamimu.Aku mengatakan ini bukan untuk mendapat jawaban, aku hanya ingin kamu tahu yang sebenarnya.Aku sudah berusaha membuang perasaan ini tapi ketika kamu datang kesini perasaan itu muncul kembali dan sekatang semakin kuat.Maafkan aku aku tidak bermaksud apa-apa dan jangan menjawab apa pun cukup kamu tahu perasaanku." kata Juna dan perlahan melepas tangannya.


Ayu hanya diam, dia masih kaget mendengar kata-kata itu dari Juna.Dia tidak pernah menyangka Juna akan memgatakan semua itu disaat-saat terakhir mereka bersama.


Ketika Ayu ingin mengatakan sesuatu Adam dan Dwi kembali, kalimatnya tertahan Juna berdiri dan menyuruh mereka bersiap-siap untuk masuk kedalam pesawat karena sebentar lagi pesawat akan lepas landar.


Juna mengantar mereka sampai pintu masuk dan melambaikan tangannya.Ayu menenggok kebelakang melihat Juna yang masih berdiri.


Ayu duduk dalam pesawat, dia menekan dadanya merasakan jantungnya yang bedetak sangat cepat.Dia diam dan merasa binggung yang dia rasakan saat ini berbeda dengan yang dia rasakan ketika bersama dengan Boy.


BERSAMBUNG