AYU

AYU
Bersama



Ayu bangun pagi-pagi, dia tidak tahu kenapa jantungnya berdetak sangat cepat dari pada biasanya.Tadi malam dia juga sulit untuk tidur, Ayu mengecek tekanan darahnya dan ternyata normal.Tapi jantungnya masih berdebar.


" Ayu" panggil Difa


" Iya kak" jawab Ayu


" Apa kamu sudah membereskan barang-barang kamu? bukankah hari ini kamu akan pergi jalan-jalan terlebih dulu lalu ke bandara." kata Difa sambil duduk disamping Ayu.


Difa melihat Ayu sedikit sedih, dia pun juga merasa sedih harus berpisah dengan Ayu.Difa mendekat dan memeluk Ayu, air mata Ayu menetes membasahi pundak Difa.Dwi membuka matanya, dia melihat Ayu dan Difa terlihat sangat sedih.Dia bangun dan ikut memeluk Ayu dan Difa.


" Jangan ada air mata, setelah ini kalian akan menjadi doktet yang hebat." kata Difa


" Aku punya sebuah hadiah untuk kalian." Difa mengeliarkan dua kalung dari dalam sakunya dan memberikannya kepada Ayu dan Dwi


" Wah bagus sekali kak. terima kasih" kata Dwi


" Apa kalian suka." tanya Difa


" Jangan melupakanku." Difa kembali memeluk Ayu dan Dwi


Dalam pelukan Difa, Ayu dan Dwi mengangguk dan memeluk erat tubuh Difa.


Mereka membereskan barang-barang mereka yang akan dibawa kembali kerumah mereka.


Juna dan Adam sudah menunggu dibawah dengan Fahri.Mereka tampak sedang membicarakan hal yang sangat penting itu terlihat dari wajah tegang Adam dan gaya duduknya yang sangat kaku.


" Kamu mengerti dam." kata Fahri


Adam mengangguk dan menunduk memahami apa yang dikatakan Fahri dan Juna kepadanya


" Mereka sudah selesai." kata Fahri sambil berdiri dan mendekati Difa.


Difa dan Fahri mengantar mereka sampai didepan rumah, mereka akan pergi mengunakan mobil Juna.Setelah jalan-jalan Juna akan mengantar mereka kebandara.Pesawat mereka akan berangkat pukul 8 malam jadi mereka punya waktu seharian untuk jalan-jalan.


" Hati-hati dijalan, sampai jumpa lagi." kata Difa sambil melambaikan tangannya.


Ayu dan Dwi tersenyum dan melambaikan tangannya.Meskipun senyuman ada diwajah mereka, tapi terlihat air mata menetes dari wajah keduanya.Mereka melihat Difa dan Fahri tetap berdiri sambil melambaikan tangannya sampai mobil Juna tidak terlihat lagi.


" Jadi kalian mau kemana dulu?" tanya Juna


" kak Juna, kakak kan tahu aku dan Adam berpacaran, kalau boleh kita cari tempat yang romantis untuk bersama-sama." kata Dwi


" Tidak, kamu ingin menjadikanku obat nyamuk apa?" kata Ayu


" Ayo lah Yu, sekali-kali.Setelah ini tidak tahu kapan lagi kita bisa keluar sama-sama." kata Adam


" Tapi..." Ayu tidak ingin membuat kecewa Dwi dan Adam tapi dia tidak mungkin bersama Juna melihat kebersamaan mereka.


Adam dan Dwi terlihat sedih, atau mungkin hanya pura-pura sedih agar Ayu mau menyetujui permintaan mereka.Sebenarnya Dwi berencana meninggalkan Juna bersama Ayu disana.Dwi ingin memberi banyak waktu untuk Juna dan Ayu bersama.


" baiklah." kata Ayu


Setelah mendengar kata-kata Ayu, Dwi terlihat sangat bahagia, Juna tersenyum melihat semuanya senang.Dia melihat wajah Ayu dari kaca sepiyon hatinya bergetar dia merasa gugup akan bersama Ayu.Meskipun ini bukan pertama kalinya mereka bersama tapi dia merasa hari ini hari yang spesial sekaligus hari terakhir baginya.


Tidak lama mereka sudah sampai disebuah perkebunan setroberi.tedlihat disana sudah banyak pengunjung yang asik memetik buah setroberi sendiri.


Ayu langsung keluar dia sudah tidak sabar ingin segera masuk dan menikmati buah setroberi yang terlihat begitu segar.


" Aku akan membeli tiket dulu." kata Juna


Dengan wajahnya yang tidak sabar Ayu mengangguk dan terus menatap kedepan banyak sekali penginjung yang sudah ada didalam, Ayu terus melihat Juna, dia mulai gelisah karena tidak sabar untuk masuk


" Kamu ingin sekali masuk ya?" tanya Adam


Ayu tidak mempermasalahkan perkataan Adam,dia hanya tersenyum, dia tahu adam sedang bercanda.


Setelah Juna datang mereka langsung masuk dan memetik setroberi yang terlihat sudah merah dan segar-segar.


Ayu meminta Juna untuk mengambil fotonya sebagai kenang-kenangan.


Sebelum mengambil foto, Juna memanggil satu anak kecil dan meminjam kaca matanya untuk dipakai Ayu.


Ayu berpose sangat lucu dengan kaca mata kecil itu.



Juna melihat hasil gambar yang dia ambil di ponselnya.Sambil terus tersenyum Juna menatap foto Ayu, Dwi dan Adam mendekat, mereka juga tertawa melihat hasil foto yang diambil Juna.


Ayu mendekat dia marah sekaligus penasaran bagaimana hasilnya apakah sejelek itu hingga semua yang melihatnya tertawa seperti itu.


" Tidak jelel kok, kamu terlihat sangat manis." kata Juna sambil memperlihatkan ponselnya kepada Ayu


Ayu melihat fotonya dia terdiam sesaat.Wajahnya merah karena perkataan Juna yang bilang kalau dirinya terlihat manis.Jantungnya juga berdetak dengan cepat.


Ya tuhan kenapa jantungku berdebar mendengar kata-kata Juna.


Kata Ayu dalam hati


Ayu menjauh dari Juna dan mencoba mencairkan suasana agar tidak canggung, sedangkan Adam dan Dwi mereka sedang asik memetik buah setroberi bersama-sama.


Ayu menggumpulkan satu keranjang buah setroberi dan menunggu Dwi dan Adam disebuah pondok yang ada ditengan hamparan kebun setroberi yang sangat luas.


" Apa panas." kata Juna yang tiba-tiba duduk didekat Ayu


" Tidak sepanas itu, tapi aku bosan melihat mereka asik sendiri seperti itu." kata Ayu


" Didekat sini ada tempat paralayang, kamu mau mencobanya?" tanya Juna


" Boleh sepertinya menarik, kita bicara dulu dengan mereka siapa tahu mereka mau ikut." kata Ayu


Ayu mendekati Adam dan Dwi memberitahu mereka dengan rencananya.Tapi Adam dan Dwi menolak dengan alasan takut ketinggian.Tapi yang sebenarnya mereka ingin berdua saja sekaligus memberi kesempatan untuk Juna bersama Ayu.


" Bagaimana?" tanya Juna


" Mereka tidak ikut, katanya takut ketinggian." kata Ayu


" Apa kita batalkan saja?" kata Juna


" Tidak, aku ingin mencobanya." kata Ayu


Akhirnya Juna dan Ayu pergi ketempat paralayang yang tidak jauh dari tempat ini.Ayu sangat terkejut melihat paralayang yang sedang bersiap untuk terbang.Dibawahnya terlihat pemandangan yang sangat indah. Ayu sudah tidak sabar untuk naik dan menikmati pemandangan yang begitu indah


Setelah lama menunggu, sekarang giliran Ayu telah tiba.Ayu bersiap untuk terbang.Juna melihat Ayu begitu bersemangat dan terus tersenyum



Setelah Ayu lepas landas kini giliran Juna yang lepas landas.Juna terlihat sangat gugup, dia baru pertama kali naik paralayang berbeda dengan Ayu yang sudah beberapa kali menikmatinya.



Setelah terbang Juna telihat juga sangat menikmatinya, dia bisa melihat pemandangan yang begitu indah dari atas.Dia berfikir pantas saja Ayu begitu menyukainya karena dia bisa melihat keindahan yang luar biasa.Ini sunggung menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Juna.


BERSAMBUNG