
Hari ini setelah bekerja Ayu pergi jalan-jalan, dia hanya berjalan sendiri karena Dwi dan Adam sedang banyak pekerjaan dirumah sakit.Dia juga tidak bisa mengajak Wanda atau Fera, apa lagi Juna.Dia hanya berjalan dipingir toko sambil melihat-lihat
Ayu melangkahkan kakinya selangkah demi selangkah dengan santai, pandangannya mengarah kepada sebuah toko buku, dia masuk kedalam dan melihat-lihat beberapa buku yang dipajang dirak.
Ayu melihat sekeliling, dia merasa dirinya kesepian berjalan sendiri tanpa teman yang ada disampingnya.Dia ingat betapa senangnya dia melewati waktu belanja seperti ini dengan Heni.
Mereka dulu sering jalan-jalan bersama menikmati waktu bersama.Ayu menghela nafas dia hanya bisa melihat orang-orang berjalan melewatinya dia terlihat sangat sedih dan kesepian.
Ayu duduk disebuah cafe didalam pusat perbelanjaan.Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat-lihat foto saat dia bersama Heni.Ayu terus tersenyum sambil melihat poto dalam ponselnya, dia mengenang waktu yang dia lewati bersama Heni.
Tiba-tiba ponsel Ayu berbunyi, sebuah pesan bergambar baru dia terima.Dan yang membuat Ayu terkejut pesan itu dari Heni.Orang yang di pikirkan ternyata muncul juga.
Sebuah foto Heni bersama dengan seorang laki-laki yang duduk disampingnya.Ayu sangat kaget, tanpa berfikir panjang dia langsung menelpon Heni.
Heni sedang beristirahat dan makan dikantin bersama teman-tamannya.Dia berdiri karna kaget Ayu menelpon dirinya.Dia mencoba menenangkan diri dan menghela nafas panjang.
" Hallo tuan putri, bagaimana kabar kamu disana." kata Heni dari balik telpon
" Aku sangat merindukanmu." kata Ayu
" Aku juga..." kata Heni sambil mengusap air mata dari ujung matanya.
" Siapa laki-laki itu.?" tanya Ayu
" Dia adalah pacarku, namanya Yusuf.Apa dia tampan,? dia seorang pengacara. kami sebelumnya pernah bertemu dikota X, tidak menyangka dia juga berada dikota ini sekarang.Dan kita memiliki perasaan yang sama dia menjadi pacarku sekarang." kata Heni yang terdengan sangat bahagia
Ayu juga terdengar sangat bahagia dari suaranya dibalik telpon, dia ikut bahagia karena sahabatnya sudah menemukan sandaran hati sekarang.
Mereka mengobrol cukup lama di telpon melampiaskan rasa kangen mereka sambil bercerita tentang keseharian mereka masing-masing.
Ayu juga bercerita kalau Boy berkunjung ketempatnya dan dia juga merasa sangat bahagia karenanya.Selain itu dia juga memiliki teman baru yang sangat baik kepadanya.Dokter pembimbing yang baik yang memberikan tempat tinggal untuknya.
Heni berpesan meskipun Ayu sudah memiliki teman baru, jangan melupakan teman lama sepertinya.
Ayu tertawa mendengar kata-kata Heni yang demikian, baginya Heni adalah sahabatnya sedangkan yang berada bersama Ayu saat ini adalah temannya.Dia lebih mengistimewakan Heni satu tingkat lebih tinggi.
Ayu juga berpesan kepada Heni, jangan terbuai dengan cinta sampai-sampai dia melupakan dirinya sebagai sahabatnya.
Mereka tertawa bersama-sama, tidak terasa hari sudah semakin gelap.Ayu melihat jam ditangannya segera mengakhiri telponnya dan bergegas pulang kerumah dokter Fahri.
Karena ketika malam hari jalanan disini begitu gelap dia takut jika berjalan sendirian sampai dirumah nanti.
Ayu menghubungi Dwi menanyakan apakah sudah pulang atau belum, tapi Dwi menjawab dia dan Adam akan pulang sedikit larut karena pekerjaan masih sangat banyak.
Dwi memberitahu Ayu kalau Dokter Difa sudah kembali kerumah sejak sore tadi dan mungkin saat ini dia sudah berada dirumah.
Sebenarnya Ayu ingin bertanya tentang dokter Juna, tapi dia merasa malu dan tidak jadi bertanya kepada Dwi dan langsung menutup telponnya.
" Kenapa hari ini sepi sekali." gumam Ayu sambil melihat sekeliling.
Tidak seperti biasanya, biasanya disepanjang jalan ini banyak muda mudi yang sedang memadu kasih dan tidak jarang banyak anak muda yang tengah berbaik disini.Tapi tidak untuk hari ini kenapa jalan begitu sepi membuat Ayu gemetap karena takut.
Akhirnya dari kejauhan Ayu melihat sepasang muda mudi sedang bergandengan tangan, dia mengelus dadanya dan menghela nafas panjang.Ayu sedikit merasa lega.Meskipun demikian Ayu terus melangkahkan kakinya dengan cepat agar segera sampai dirumah.
Disepanjang jalan ini banyak bunga sakura yang berjatuhan Ayu menadahkan tangan mencoba mengengam kelopak bunga yang berjatuhan.Dia mengingat masa ketika dia bulan madu dengan Boy ketika menikmati bunga-bunga sakura yang jatuh seperti ini.
Ayu berbalik melihat sepasang muda mudi tadi sambil tersenyum merasakan aura cinta yang sangat hangat.Ayu berlari kecil dan meloncat-loncat sambil mengayunkan tasnya.
Tiba-tiba tasnya terjatuh rerumputan dibalik pagar, Ayu melihat kebawah dan mencari keberadaan jatuhnya tasnya tadi tapi karena gelap dia tidak melihat apa pun.
Ayu melihat kekanan dan kekiri tidak ada seorang pun, dia sangat takut semua barang-barang berharganya ada didalam tas itu bahkan ponsel dan kartu identitasnya ada disana.
Dia tidak punya pilihan lain selain turun kebawah mencari keberadaan tasnya itu.Dia melihat sekeliling mencari cara agar bisa turun kebawah.Tidak ada tangga atau pun tali disekitarnya.Dia melihat kebawah lagi mencari tahu seberapa tinggi tempat itu.
Ayu menghela nafas panjang dia menyingkirkan semua rasa takutnya dan bersiap melompat kebawah.Hanya itu cara dia untuk turun kebawah.
Tidak ingin mengulur-ulur waktu lagi Ayu segera meloncat kebawah.
Dia memejamkan matanya, tidak tahu seberapa tinggi.
Bruuuuuukkkkk.
" Ah....sakit." kata Ayu sambil mengusap pantatnya yang terbentur keras diatas tanah.
Dia melihat keatas ternyata tempat ini sangat tingi ketika dilihat dari bawah.Ayu berdiri dan mencari tasnya.Dengan cahaya yang minim yang terpancar dari atas dia mencoba meraba-raba rerumputan yang ada didepannya.
Setelah beberapa lama Ayu menemukan tasnya dia melihat kondisi tasnya masih cukup baik, dia juga melihat kedalam tasnya barang-barangnya masih utuh didalam tas.
Ayu mengambil ponselnya dan mencoba menelpon siapapun.Didalam kontaknya hanya ada nomer Dwi dan Adam.Ayu mencoba menghubhngi kedua temannya tapi disana tidak ada sinyal sama sekali.
" Tolong...tolong..." teriak Ayu dri bawah berharap ada yang mendengarnya diatas dan menolongnya.
Tapi tidak ada satu orangpun yang lewat tempat itu, ada sebuah bayangan dari atas.
" seseorang diatas tolong aku....tolong aku dibawah sini." teriak Ayu sambil melambaikan tangannya.
Tapi seseorang itu malam terlihat bayangannya berlari, ketika Ayu berteriak makin kencang, makin kencang pula lari seeseorang itu.
Ayu sedikit marah dan kecewa melihat seseorang itu berlari dengan kencang tanpa melihat siapa yang ada dibawah.
Bahkan Ayu juga menyalakan ponselnya agar orang diatas tahu ada seseorang dibawah sana.
Ayu melihat keseliling mencari jalan keluar, dia tidak lagi mengharapkan seseorang menolongnya.Dia mencoba mencari jalan lain untuk kembali keatas dan segera pulang kerumah.
BERSAMBUNG