AYU

AYU
Tidak bisa mengartikan



Juna berdiri dari tempat duduknya dia terus melihat Ayu yang sedang berbicara dengan Dwi dan Adam.Dia sangat ingin melangkah lebih dekat dengan Ayu memastikan semua yang dilihatnya bukanlah hayalan.


"Ayu yang terlihat sangat cantik." kata Juna pelan


Juna masih berdiri dan terus saja melihat Ayu, matanya tampak berkaca-kaca, dia tidak menyangka ketika dia memutuskan ingin melupakan semuanya malah Ayu yang datang kepada dirinya.


Juna mengingat-ingat kembali akan datang mahasiswa dari universitas X yang akan KKN disini.Tapi Juna tidak menyangka kalau Ayu yang akan datang kesini.


Juna tahu Ayu sudah menjadi milik orang lain dan dia tidak berhak menganggu kehidupan mereka, tapi bukankah ini adalah kesempatan untuknya agar bisa menghabiskan waktu bersama Ayu walau hanya 6 bulan kedepan. Bagi Juna 6 bulan sudah cukup baginya.


Juna sudah tidak tahan lagi menahan air matanya, dia pergi meninggalkan perpustakaan.Ketika Juna akan keluar banyak gadis-gadia SMA yang datang dan berteriak-teriak memanggil nama Juna dan memintanya untuk berfoto bersama.


Ayu dan kawan-kawan mendengar keributan dipintu masuk, mereka keluar dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi.


Ayu mendengar salah seorang siswa yang meneriakkan nama Juna.Ayu melihat Juna yang dikerumuni banyak gadis-gadis remaja itu, Juna juga melihat kearah Ayu.Cukup lama mereka saling menatap hingga Dwi menyadarkan Ayu.


" Yu...itu dokter Juna yang dibicarakan bapak tadi.Dia memang terlihat sangat muda dan tampan ya." kata Dwi


" Cakepan juga aku." kata Adam


Ayu hanya diam dia terus melihat sosok dokter yang begitu populer itu.Sepertinya dia pernah melihat pria itu tapi dia lupa dimana dan kapan.


Waktu SMA ketika Ayu menangis dibawah rintih hujan Juna pernah memberikan payung kepadanya.Waktu itu berlangsung begitu singkat tidak mungkin kalau Ayu masih mengingatnya


Ayu berjalan mendekati Juna yang tengah sibuk berfoto dengan gadis-gadis remaja yang mengerumuninya.


"Dokter Juna." kata Ayu sambil mengulurkan tangannya.


Semua mata tertuju kepada mereka berdua, Juna masih terdiam belum menjabat tangan Ayu, sedangkan Ayu masih bertahan dengan uluran tangannya.


"Apa yang sedang Ayu lakukan.?" kata Adam sambil menyenggol pundak Dwi.


" Entahlah." kata Dwi


Setelah mendapatkan foto yang diinginkan para gadis remaja itu pergi meninggalkan Juna yang masih berdiri didepan Ayu yang masih mengulurkan tangannya.


Perlahan Juna mengapai tangan Ayu dan menjabatnya.Ayu pun tersenyum kemudian lebih mendekat lagi kepada Juna.


" Dokter Juna," kata Ayu sambil mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan wajah Juna


" Kamu memang tampan seperti kata orang- orang disini." Ayu tersenyum dan kembali mundur dan meninggalkan Juna


" Oh ya...namaku Ayu." kata Ayu sambil melihat kebelakang.


" Aku tahu." kata Juna


Ayu yang mulai melangkah pergi kembali terdiam dan menatap Juna yang merapikan bajunya.


" Kamu mengenalku.?" tanya Ayu


Juna tidak menjawab pertanyaan Ayu, dia berjalan pergi meninggalkan Ayu dengan pertanyaan yang mengantung dikepalanya.


" Tunggu...apa kamu mengenalku." teriak Ayu


Juna tidak menenggok kebelakang dia hanya melampaikan tangannya sambil terus melangkah semakin jauh.


Dwi dan Adam yang dari tadi hanya memperhatikan Ayu dan Juna kini setelah Juna pergi baru melangkah maju menemui Ayu.


" Apa kamu mengenalnya." tanya Adam


Ayu hanya mengelengkan kepala, dia tidak yakin kalau pernah melihat pria ini tapi dia juga merasa pernah bertemu dengan pria ini tapi dia tidak tahu entah dimana.


Mereka pergi meninggalkan tempat itu.Hari sudah semakin sore, dengan raut wajah suram akhirnya mereka kembali ke asrama yang menyeramkan itu.Mereka tidak tahu apa yang terjadi kalau ada hujan lebat ataupun angin kencang yang kapan saja bisa merobohkan bangunan ini.


" Mari kita masuk." kata Ayu


" Haruskah kita masuk sekarang.?" kata Dwi


" Ya bagaimana kalau kita jalan-jalan kepemukiman penduduk terlebih dahulu, siapa tahu ada kamar atau rumah yang layak untuk disewakan." kata Adam


Ayu diam sejenak memikirkan perkataan temannya, dia tahu temannya takut berada didalam gedung tua ini.Sebenarnya dia juga takut tapi apa boleh buat hanya ini yang bisa ditinggalinya saat ini.


" Baiklah kita jalan-jalan keluar dulu." kata Ayu


Mereka berjalan keluar, menikmati udara senja.Matahari masih mengintip dibalik gunong, tapi udara sudah semakin dingin.


Ayu menenggok kebelakang, dia merasa ada seseorang yang sedang mengikutinya.


" kenapa ada apa di sana" tanya Dwi


"Tidak... aku hanya merasa ada seseorang yang sedang mengikuti kita." kata Ayu


"Dimana aku tidak melihat seorang pun di sana " kata Adam.


" Mungkin hanya perasaanku saja.!" kata Ayu


" Sudahlah kita lanjutkan perjalanan." Ayu menggandeng tangan Dwi berjalan meninggalkan tempat itu.


Jalan-jalan sangat sepi, hanya ada bangunan-bagunan tua yang ada dipingiran jalan dan hanya ada beberapa warga lokal yang kadang terlihat berjalan.


" Hey...kalian mau kemana?" tanya dokter Fahri


Mereka bertiga kaget karena tiba-tiba dokter Fahri ada dibelakang mereka.


" Dokter...ngagetin saja." kata Ayu sambil mengelus dadanya.


Tidak hanya Ayu, Dwi dan Adam pun juga kaget dan mengelus dada mereka.


"Ini dok, kenapa jalanan ini sepi sekali, kemana perginya orang-orang tadi.tadi rumah sakit begitu ramai, tapi sekarang jalanan sepi." kata Adam


" Mereka tidak tinggal disini, bangunan-bangunan disini sengaja dibiarkan tetap seperti ini untuk menarik wisata." kata Dokter Fahri.


" Lantas dimana mereka tinggal." tanya Ayu


" Mereka tinggal di kampung sebelah, Oh...ya sebenarnya aku mencari kalian di asrama tadi, tapi kalian tidak ada." kata dokter Fahri


" Ada apa dok?" tanya Adam


" Begini...Asrama akan segera direnafasi, untuk sementara kalian tinggal dirumah ku saja ya." kata Dokter Fahri


" Dirumah dokter...mau dok mau sekali, sebenarnya kami keluar mau mencari kos-kosan." kata Adam dengan mata sedihnya.tapi dengan seketika wajahnya berubah senang karena dia akan segera pergi dari asrama itu


Dwi memukul Adam yang terlihat sangat senang.Sedangkan Adam menjulurkan lidahnya karena senang bisa keluar dari asrama yang menyeramkan itu.



"Kota ini memang kota tua, hanya beberapa warga lokal yang tinggal disini, dan sebangian juga sudah pindah ke kampung sebelah.Bagunan-bagunan disini dibiarkan tetap seperti ini menjadi daya tarik wisata tersendiri.Sedangkan dikampung sebelah sudah modern banyak hotel dan penginapan disana sudah menjadi tempat pariwisata yang sangat terkenal.Ada sebuah danau dipingin pemukiman yang menjadi daya taris wisata yang datang kesana." Kata dokter Fahri yang menjelaskan dengan detail keadaan kota ini.


Mereka kembali keasrama mengambil barang-barang mereka dan segera pergi ke rumah dokter Fahri.


Mereka memasukkan koper kedalam mobil dokter Fahri dan segera masuk kedalam mobil karena sudah tidak sabar melihat keindahan kampung yang diceritakan oleh dokter Fahri sejak tadi.


Didalam perjalanan dokter Fahri menceritakan lagi tentang kondisi kampung ini.Ayu melihat keluar jendela jalanan tampak sepi ketika matahari terbenam.


Tapi ketika mereka sudah melewati pegunungan, mereka melihat cahaya lampu yang gemerlap menghiasi kampung.


Disana mereka akan tinggal, kampung itu begitu indah ketika malam hari apalagi ketika mentari menyinarinya dipagi hari Ayu tersenyum membayangkan begitu indahnya kampung itu.


BERSAMBUNG