AYU

AYU
Rumah sakit biasa



"Kamu yakin akan bekerja disini?" kata Boy ketika mengantar Ayu kerumah sakit dimana Ayu bekerja


" Hemm"


Ayu mengangguk dan melepas sabuk pengamannya.


Mereka turun dan masuk kedalam rumah sakit, rumah sakit yang tidak begitu luas dan tidak begitu terkenal.Meskipun bertempat didalam kota namun hanya orang-orang biasa yang berobat disana karena biaya rumah sakit yang terbilang murah.


Ayu sudah melamar beberapa hari lalu, dan langsung diterima oleh pihak rumah sakit.Hari ini Ayu sudah mulai bekerja.Meskipun rumah sakit tidak bisa menawarkan gaji yang tinggi kepada Ayu tapi dia tetap ingin bekerja disini.


" Masuklah!" kata Boy


" Hati-hati dijalan" kata Ayu sambil melambaikan tangannya


Ayu menghela nafas panjang dan masuk kedalam rumah sakit.Tidak banyak pegawai dirumah sakit ini hanya ada beberapa dokter jaga dan suster yang ada .Meakipun jam buka rumah sakit ini 24 jam tapi pihak rumah sakit tidak bisa memperkejakan banyak dokter karena tidak dapat mengaji mereka.


" Dokter Ana." kata Ayu antara yakin dan tidak dengan apa yang dilihatnya.


Ayu melihat seorang dokter yang sepertinya dia mengenalnya.Seorang dokter yang ada dirumah sakit pegunungan yang dulu Ayu pernah belajar.


" Ayu..." kata Ana


" Benar dokter Ana, kenapa dokter bisa ada disini?" tanya Ayu


" Rumah sakit ini adalah rumah sakit keluargaku, tapi aku sendiri malah bekerja dirumah sakit dokter Fahri.Itu karena aku tidak begitu suka dengan lingkungan disini.Aku lebih memilih rumah sakit yang sejuk dan tenang.Tapi..." Ana tertunduk sedih


" Tapi kenapa dok?" Ayu begitu penasaran kenapa sampai dokter Ana terlihat sangat sedih seperti itu.


" Kakekku baru saja meninggal, dipesan terakhirnya beliau ingin aku bekerja dan mengembangkan rumah sakit ini bersama kakak." Ana tersenyum meskipun tidak tulus dari hati


" Kamu sendiri apa yang kamu lakukan disini."


" Mulai hari ini aku bekerja dirumah sakit ini." Ayu tersenyum bangga.


" Kamu...dirumah sakit ini, bukankah ada banyak rumah sakit diluar sana yang lebih baik dari rumah sakit ini, kenapa kamu memilih rumah sakit ini?" Ana terlihat sangat tidak puas dengan keputusan Ayu.


Dalam hati Ana, sebenarnya dia iri kepada Ayu karena tidak hanya cantik, Ayu juga sangat pandai dan terampil menangani pasien-pasiennya.Apalagi ada banyak rumah sakit yang sangat ingin memperkerjakan Ayu.Kenapa Ayu malah memilih rumah sakit yang kecil seperti ini, padahal kalau bukan karena keinginan kakeknya dia tidak ingin bekerja dirumah sakit ini.


Ana lestari



Dia seorang dokter umum, dia memang tidak begitu bagus dalam karirnya tapi dia baik, ramah dan bisa berteman dengan mudah.


Dia anak kedua dari keluarga yang seluruh keluarganya bekerja sebagai seorang dokter.


" Dokter Ayu sudah datang." kata seorang dokter yang tiba-tiba muncul didekatnya.


" Iya dokter..." Ayu tersenyum


Sedangkan Ana tiba-tiba pergi meninggalkan Ayu bersama seorang dokter yang tidak lain adalah kakaknya dokter Firman.


Dokter Firman adalah kepala dokter dirumah sakit ini.


" Kamu mengenal dokter Ana?" tanya dokter Firman sambil berjalan menunjukkan ruangan untuk Ayu.


" Iya, sedikit kami pernah menjadi teman." kata Ayu binggung menjelaskan bagaimana hubungannya dengan Ana, mereka kenal tapi tidak dekat ketika dirumah sakit yang dulu mereka juga jarang bertemu jadi mereka tidak begitu akrab.


" Pernah, bukankah kalian bukan teman satu angkatan.Bagaimana kalian bisa kenal?" kata Firman tambah penasaran


" Hehe...Ayu tersenyum


" Kami pernah bekerja dirumah sakit yang sama." kata Ayu


" Oh...rumah sakit dokter Fahri." kata Firman


" Benar, bagaimana dokter tahu." Ayu berhenti dan menatap Firman dengan penasaran.


" Fahri satu angkatan denganku, dan Ana adalah adikku." kata Firman


Mendengar kata-kata Firman, Ayu diam dia tidak bisa berkata apa-apa karena sangat terkejut.Kenapa dunia begitu kecil sehingga semua orang disekitarnya saling bersangkutan.


" Terima kasih dok, mohon bantuannya." kata Ayu


Firman tersenyum dan meninggalkan Ayu.Sedangkan Ayu yang masih sedikit terkejut mencoba memahami situasi ini.


Ayu melihat seisi ruangan yang tertata rapi dan bersih, ruangan ini terlihat sudah disiapkan sangat baik untuk dirinya.Ada pula papan nama atas nama dirinya yang ada dimeja.


Meskipun hanya sebagai dokter baru disini, Ayu merasa sangat bersyukur bisa menemukan rumah sakit ini.Dia bertekat akan bekerja lebih baik dan menjadi sukses dari sini.


Ana mengintip dari balik pintu.


" Ayu apa kamu lapar, kita pergi makan yuk." Ajak Ana


" Kemana, kenapa kamu pelan-pelan begitu bicaranya?" kata Ayu sambil berjalan mendekat


" Kakakku tidak membiarkan pegawainya makan diluar, tapi aku tidak suka makanan dikantin." kata Ana.


" Kenapa?" Ayu tidak bisa menolak ajakan Ana tapi dia juga tidak bisa pergi begitu saja karena Ana bilang Firman tidak memperbolehkan pegawainya makan diluar.


" kenapa, kamu tidak mau?" kata Ana yang melihat Ayu hanya diam tidak bergerak dan terlihat binggung.


" Ayo..."


Ana menarik tangan Ayu pergi keluar


Ayu melihat kesekeliling dia cemas kalau Firman melihat mereka pergi meninggalkan rumah sakit.


Mereka makan tidal jauh dari rumah sakit hanya berjarak beberapa bangunan dari sana.Tapi Ayu merasa tidak tenang dia takut kalau Firman keruangannya dan melihat dia tidak ada disana.Ayu tidak ingin terlihat buruk apalagi dihari pertama dia bekerja.


" Kamu kenapa, takut kepada kak Firman,?" kata Ana sambil melihat ayu tidak tenang


" apa tidak apa-apa kita pergi seperti ini?" kata Ayu sambil sedikit mendekatkan wajahnya kepada Ana


" Tenang saja, meskipun kak Firman terlihat judes dia tetap akan baik kepada adiknya." kata Ana merasa bangga


" Itu kamu, bagaimana denganku?" Ayu binggung


" Jangan khawatir kak Firman orang yang baik dan pemaaf kok." kata Ana


" Ehem...Ehem...


Tiba-tiba terdengar suara dari arah samping.Ayu dan Ana kaget ketika melihat orang yang ada disampingnya adalah Firman


" Kakak....


" Dokter Firman....


Ayu dan Ana berdiri karena kaget.


" Aku kan sudah bilang, makan dikantin saja." kata Firman sambil duduk


" Maafkan kami dok." kata Ayu menunduk menyesal


"Duduk...


" Bukannya aku tidak boleh kalian makan diluar, hanya saja kasian bi Iin yang sudah capek-capek masak disana apa lagi hanya itu pekerjaan dia." kata Firman


Ayu dan Ana kembali duduk, mereka tidak berani menyentuh makanan yang ada didepan mereka.Mereka hanya menunduk menyesali perbuatannya.


Mereka akhirnya tahu kenapa Firman ingin semua pegawainya hanya makan dikantin rumah sakit.Dia ingin membantu perekonomian bi Iin.


" Maafkan kami kak." kata Ana dengan penuh penyesalan.


" Baiklah kali ini aku maafkan, habiskan makanan kalian dan segera kembali kerumah sakit setelah selesai." Kata Firman sambil berdiri dan pergi meninggalkan mereka.


" Kakak tidak makan dulu." teriak Ana


Firman melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan rumah makan itu.Ayu menatap Firman, meskipun memiliki wajah yang judes tapi Firman adalah pria yang baik.


BERSAMBUNG