
Juna mendekati Ayu yang masih mengigil kedinginan,Dia melepas jaketnya untuk menyelimuti tubuh Ayu.
" Jangan khawatir aku disini." kata Juna sambil memeluk tubuh Ayu yang terbungkus jaket
" Kenapa tubuh kamu masih dingin sekali." Juna mencoba menghangatkan tangan Ayu dengan mengosok-gosoknya
Juna telah melakukan banyak caya yang dia tahu untuk menghangatkan tubuh Ayu.Sebenarnya ada satu cara yang belum dia lakukan tapi dia tidak mampu melakukannya.
Tubuh Ayu semakin dingin ditambah dengan angin yang berhembus membuat tubuh Ayu semakin dingin.Tidak hanya Ayu tubuh Juna juga semakin dingin karena kelembapan didalam hutan ini.
Tidak ada cara lain lagi, Juna harus melakukan cara itu agar tubuh mereka sama-sama hangat.Cara itu adalah menyatukan tubuh mereka agar saling bersentuhan itu akan meningkatkan suhu tubuh keduanya.
" Maafkan aku." kata Juna sambil melepas baju Ayu
Disana begitu gelap Juna tidak akan melihat tubuh Ayu dengan jelas, tapi dia tetap menutup kedua matanya.Setelah melepas baju Ayu dia melepas Bajunya kemudian mendekap tubuh Ayu agar suhu mereka meningkat.
***
Adam dan fahri masih mencari dijalan-jalan.Mereka melihat mobil Juna sedang berhenti di pingir jalan.Fahri berhenti Adam segera turun dan mencari tahu apa yang telah terjadi.
" Tidak ada siapa pun didalam dok." kata Adam
Fahri terlihat sangat cemas dan binggung dengan apa yang telah terjadi m, kenapa Juna berhenti dipingin jalan tapi tidak ada tanda-tanda keberadaannya.
Fahri melihat buku dan barang-barang Ayu dipingin pagar.
" Adam...lihat itu." kata Fahri sambil menunjuk ke pagar.
Mereka bergegas melihat barang-barang itu dan memastikan kalau itu barang-barang Ayu.
" Benar ini barang-barang Ayu, tapi kemana mereka bahkan Juna juga meninggalkan mobilnya begitu saja." kata Fahri sambil melihat kesekeliling.
" Kak Juna...Ayu... dimana kalian.?" teriak Adam
" Kita kembali dulu kerumah, mungkin mereka pulang lewat jalan pintas." kata Fahri
Adam hanya mengangguk dia masuk kedalam mobil tapi perasaannya tidak enak pandangannya terus saja mengarah kedalam hutan didepannya.
Tidak lama mereka sampai dirumah, mobil berhenti didepan rumah Dwi dan Difa berlari keluar berharap kalau Ayu sydah ditemukan.
" Dimana Ayu.?" kata Difa.
Adam dan Fahri hanya diam.
Melihat keduanya diam dia sudah tahu kalau Ayu belum ditemukan, Difa melihat kearah rumah Juna mobil Juna belum kembali, mereka hanya berharap kali ini Juna akan pulang bersama Ayu dengan keadaan baik-baik saja.
" Mobil kak Juna ada dipingir jalan tapi tidak ada seorang pun didalamnya, dan kami menemukan ini." kata Adam sambil mengulurkan tangannya.
" Barang-barang Ayu.!" gumam Dwi sambil mengambil barang-barang Ayu ditangan Adam
Mereka masuk rumah, menunggu dengan cemas.Difa bolak balik melihat ponselnya berharap Juna segera menghubunginya.
" Tenanglah...kita berdoa saja Ayu dan Juna baik-baik saja.!" kata Fahri menenangkan istrinya
" Sebaiknya kalian juga istrirahat." Kata Fahri kepada Adam dan Dwi yang terlihat cemas juga.
" Baik dok." kata Dwi dan Adam serentak
Dwi dan Adam pergi naik keatas menuju kamar mereka, sedangkan Difa dan Fahri masih duduk dibawah.Wajah Difa masih terlihat sangat khawatir Fahri mencoba menenangkan Difa sambil memeluknya.
***
Hari sudah berganti pagi, Juna membuka matanya.Dia melihat Ayu masih memejamkan matanya.Dia memeriksa keadaan Ayu sepertinya semua sudah membaik.
Juna mengambil baju memakai bajunya kemudian dengan hati-hati Juna kembali memakaikan baju Ayu.
" Maafkan aku." gumam Juna
Tampak keringat dikening Juna, dia sangat takut kalau sewaktu-waktu Ayu membuka matanya sedangkan dia belum selesai memakaikan baju kepadanya.
Apa yang dikhawatirkan Juna benar.Tiba-tiba Ayu membuka matanya.Juna belum selesai memakaikan baju kepada Ayu tapi setidaknya dia sudah memakaikan kaos hanya tinggal jaketnya saja.
" Kamu sudah bangun." kata Juna sambil meletakkan jaket ditangannya.
" Iya...apa yang terjadi, kita dimana." kata Ayu sambil duduk dan mengingat-ingat kembali apa yang terjadi
" Aku berjalan pulang, jalanan sangat sepi dan tiba-tiba tasku jatuh.Aku loncat dan mengambilnya aku mencari jalan keluar malah masuk kedalam hutan, tiba-tiba semua gelap aku tidak sadarkan diri." kata Ayu.
" Ya...dan kamu hampir saja mati disana." kata Juna
" Maafkan aku dok." kata Ayu menyesal
" Jangan bilang maaf, aku yang seharusnya minta maaf." kata Juna
Ayu diam, dia masih bingung kenapa Juna minta maaf kepadanya bukankah seharusnya dia yang minta maaf karena telah menyusahkan Juna merawat dirinya semalaman.
" Jangan minta maaf dok, seharusnya aku yang minta maaf telah menyusahkan dokter Juna dan berterima kasih telah merawatku semalam." kata Ayu
Juna duduk didepan Ayu, dia menunduk
" Maafkan aku." kata Juna penuh dengan penyesalan.
Ayu semakin binggung, dia memberanikan diri bertanya kepada Juna apa yang sebenarnya terjadi.
Juna menghela nafas panjang dia bersiap menceritakan semua kepada Ayu, tapi mulutnya sulit untuk mengucapkan kata-kata.
Ayu menggengam tangan Juna
" Bicaralah...aku tidak akan marah," kata Ayu
Juna menatap Ayu dan bersiap.Dia kembali menghela nafas panjang.Akhirnya dia mulai menceritakan kejadian tadi malam ketika tubuh Ayu semakin dingin dan cara Juna menghangatkan tubuh Ayu.Juna tidak berani menatap Ayu dia hanya menunduk merasa bersalah.
Wajah Ayu memerah dia tidak pernah membayangkan tubuhnya dilihat oleh pria lain selain suaminya.Tapi dia mencoba berfikir positif semua yang dilakukan Juna kepadanya hanyalah usaha Juna untuk menyelamatkan dirinya.
Dan tadi malam sangat gelap, Juna juga berkata dia tidak bisa melihat tubuh Ayu karena gelap dan menutup matanya.Lagi pula hanya baju bagian atas saja yang dibuka.
" Tidak apa-apa dok...Aku sudah memaafkan dokter Juna." kata Ayu
Juna mengangkat kepalanya dan melihat Ayu, dia masih melihat wajah Ayu merona merah.
" Apa kamu demam.?" tanya Juna sambil memeriksa kening Ayu dengan tangannya.
" Tidak...aku hanya malu." kata Ayu sambil menempelkan kedua telapak tangannya kepada pipinya.
Juna masih merasa bersalah, tapi dia lega sudah menceritakan semuanya kepada Ayu, dia tidak ingin Ayu berfikir kalau dirinya adalah pria bejat yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Juna mengambil ponselnya dia keluar mencari sinyal dan dimana mereka berada saat ini.
Ketika matahari bersinar tempat ini tidak seburuk tadi malam.
Meskipun hanya gubuk tua, tapi banyak bunga yang tumbuh dihalaman depan.
Juna menyuruh Ayu keluar dan melihat apa yang ada didepannya saat ini.
" Ada apa.?" tanya Ayu
" Lihatlah.!" kata Juna
" Wah tempat ini ternyata indah juga ya, sepertinya pernah ada seseorang yang tinggal disini." kata Ayu sambil melihat sekeliling.
Ayu berjalan melihat apa saja yang ada disana.Juna masih sibuk mencari sinyal.Dia berfikir orang dirumah pasti sangat cemas saat ini.
" Sebaiknya kita segera kembali kerumah." kata Juna
" Benar...aku sudah semalaman tidak pulang mereka pasti sangat cemas saat ini." kata Ayu
Mereka meninggalkan tempat itu dan pergi mencari jalan untul pulang kerumah.ketika matahari bersinar hutan ini tidak begitu menakutkan seperti tadi malam, semua gelap gulita.
BERSAMBUNG