Angel!!

Angel!!
Bab 87. Ngumpul



Gabut.. Jo menelpon Ndis dan Fajar untuk diajak nongkrong. Udah lama juga mereka bertiga enggak ketemu dengan personil lengkap. Kadang Jo bisa, Fajar sibuk, Ndis sibuk mojok. Atau Jo lagi sibuk dengan galon-galonnya, Ndis ready, Fajar banyak pasien. Ada aja kesibukan yang membuat mereka makin jarang kumpul.


Kebetulan hari ini mereka bertiga bisa meluangkan waktu. Tongkrongan dengan banyak gazebo yang biasa mereka gunakan untuk ngumpul merupakan pilihan mereka bertemu.


"Tak kira enggak jadi dateng kamu Ndis, ditelpon sibuk mulu." Tukas Jo yang melihat Ndis berlari kecil menghampiri Fajar dan Jo yang lebih dulu ada di sana.


"Maaf tadi aku ke toko dulu, dan ini hpku lowbat... Mau nyampe lebaran ngajak mak Lampir salam-salamannya juga enggak bakal nyambung kalau kamu nelpon aku Jo." Sambil memperlihatkan ponselnya yang memang mati suri.


"Ndis apa kabar? Kamu makin eaa aja." Fajar mengedipkan satu matanya orang kelilipan batu bata.


"Ada apa dengan matamu Jar? Butuh dokter? Aaaish aku lupa kalau kamu sendiri adalah seorang dokter!" Ketiganya tertawa. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak berkumpul dan bercanda seperti sekarang.


"Jar gimana hubungan mu sama mbak dokter?" Tanya Jo sambil melihat ke arah Fajar yang baru saja memasukkan ponselnya ke dalam jaket.


"Ya gitu deh." Jawab Fajar sekenanya.


"Kamu kapan nikahnya Ndis? Mau kado apa dari aku?" Fajar menyeruput es degan di depannya.


"Kenapa? Emang kamu mau ngado apa kalau aku nikah? Paling juga kamu sama Jo patungan beli sandal jepit buat aku." Perkataan Ndis diiringi gelak tawa Jo dan Fajar.


Malam itu ketiganya seperti melepas semua beban. Hanya ada tawa dan gurauan alay ala mereka.


"Jo kamu gimana sama Lintang? Ada perkembangan apa?" Tanya Fajar sangat kepo.


"Kamu dari tadi nanya mulu, giliran ditanya enggak mau jawab." Protes Jo. Ndis manggut-manggut membenarkan.


"Iyo wes.. Kelian mau tanya apa sama aku? Tak jawab sak jelas-jelasnya. Biar puas kelian, lagian sekarang kita juga udah jarang ngumpul.. Haaah rasanya aku kangen saat-saat nganggur dulu hahaha."


"Dokter edan!" Saut Ndis.


"Iyo ancen (Iya bener)" Jo melanjutkan.


"Aku mau tanya ya.. Jawab Jar! Kapan kamu mau nyusul Ndis ngelamar mbak dokter terus lanjut ke gerbang kenikmatan eh gerbang pernikahan maksudku."


"Lambe mu Jo minta dijahit, enggak usah senyum-senyum setan gitu. Aku tahu maksud pertanyaan mu bukan itu, " Fajar pura-pura kesal dengan pertanyaan Jo.


"Hmm.. Aku break dulu sama dia. Udah itu aja. Jangan kepo lagi!"


Jo dan Ndis saling berpandangan. Makin penasaran dengan perjalanan cinta Fajar dan mbak pacarnya.


"Kenapa Jar?" Kali ini Ndis yang bertanya.


"Aku nungguin kamu aja lah. Kali aja masih ada kesempatan kedua hahaha" Tawa Fajar mendapat lemparan kulit kacang oleh Ndis.


Entah itu guyonan atau isi hati Fajar yang sesungguhnya, cuma dia dan othor yang tau!


Makin lama obrolan mereka makin nyeleneh, tambah ambyar saat Neta datang. Neta berjalan cepat menuju gazebo tempat Fajar, Jo dan Ndis nongkrong.


"Cintaaaaaaaaa.. Aku rindu kamuuh!" Neta merangsek nempel kepada Fajar.


"Aku enggak." Jo yang menimpali.


"Aku enggak peduli Paijo! Minggat sana!" Dia yang jadi pengganggu kok malah ngusir orang.


"Apa Net apa? Huuft geser dikit Net, kalau enggak sengaja nyenggol punyamu nanti aku mok suruh tanggung jawab lagi." Jo dan Ndis tersenyum mendengar ucapan Fajar.


"Aku ikhlas disenggol-senggol sama kamu lho sayaang hihihi.. Dan Kelian kenapa senyum-senyum macam orang enggak waras aja!! Pergi sana kelian!! Mengganggu aja!" Ahay mbak.. enggak sadar diri!


"Net bukannya kamu udah jadian sama lelaki yang sering jalan bareng kamu ya? Kenapa sekarang kamu masih mepetin Fajar? Ish ish ish tak patuut!" Jo selalu suka berdebat dengan Neta.


"Diem kamu Paijo!! Mulutmu itu minta disumpel popok tuyul setahun enggak ganti ya?? Aku do'ain kamu bangkrut! Laki kok ember banget." Neta mulai mencak-mencak.


"Aku aja enggak cukup kaya buat bangkrut Net, maaf doa mu enggak bakal diijabah hahaha. Mending berdoa buat dirimu sendiri, nyampe sekarang kok ya masih jones aja." Ndis dan Fajar tak kuasa menahan tawanya.


"Heeeiii, jaga ya mulutmu! Aku glowing, bening, cantik enggak ada tanding.. enggak akan ada yang bisa nolak pesonaku!" Iya iya serah Net seraah.


"Glowing, bening, tapi tidur masih sama bantal guling.. Cantikmu mubajir Net!" Jo makin membuat Neta kelabakan.


Dengan kesal dia mendorong Jo, Jo pura-pura terjengkang. Dengan gaya lebay nya Neta kembali merengek dan merajuk untuk mendapatkan perhatian Fajar. Makin lieur aja Fajar karena tingkah Neta.