Angel!!

Angel!!
Bab 39. Ceritaku



Fajar kembali tertegun membaca pesan dari Ndis. Sekarang ini, ingin rasanya dia pulang ke kampung halaman dan menanyakan langsung kebenaran dari pesan yang Ndis kirimkan untuknya.


Emang Ndis ngirim apaan nyampe bikin Fajar melongo, ngowoh dan tidak fokus dengan sekitar?


Hanya beberapa kalimat, kalau yang membaca pesan itu bukan Fajar pasti akan menanggapi dengan biasa aja. Enggak ada yang aneh. Tapi, ini dikirimkan Ndis untuk Fajar. Beberapa kali Fajar membaca ulang pesan tersebut. Kalimatnya tidak berubah. Tentu saja tidak berubah, dikira pesan itu datang dari master magician kondang bernama pak Tarno. Yang bisa mengubah apapun saat kita ikut membantu membaca mantra sulapnya! Oke lupakan, ini terlalu garing!


Semangat belajar ya, tunjukkan kalau kamu bisa meraih apa yang kamu cita-citakan. Selalu jaga kesehatan, sebagai adik, aku akan selalu dukung dan doain untuk kesuksesanmu. Ganbatte kudasai!


Sebagai adik? Apa itu? Maksudnya dia anggep aku kakaknya?


Pikiran Fajar tak tentu arah hanya karena sebuah pesan dari Ndis. Dia bertanya dalam hati, apa itu artinya Ndis menolaknya?


"Kamu kok hobi melamun? Beberapa kali kita ketemu kamu selalu pasang muka bingung dan enggak fokus kayak gitu." Queendy menegurnya karena sorot mata kosong yang Fajar tunjukan saat ini.


"Hmm maaf.." Jawab Fajar sekenanya.


"Maaf kenapa? Kamu baru putus? Atau cewekmu ketahuan selingkuh?" Jurus asal tebak berselimut kekepoan yang haqiqi sedang Queendy lancarkan.


"Enggak. Enggak dua-duanya." Masih enggan berbagi cerita. Males aslinya dia harus berbasa-basi kepada orang yang baru dia kenal beberapa waktu lalu.


"Aku mau cerita." Lagi-lagi Queendy membuat Fajar terpaksa harus menatap ke arahnya.


"Iya, cerita aja." Fajar menyimpan ponselnya kembali.


"Aku pacaran sama cowok yang aku kenal dari SMP, dia kakak kelasku. Mungkin sudah tiga tahun. Bisa jadi lebih, aku sendiri lupa tepatnya. Kami berkomitmen untuk serius. Tentu saja, karena aku juga enggak mau jalani sesuatu dengan main-main."


Fajar mulai tertarik dengan cerita Queendy.


"Apa kelian putus? Cowokmu berselingkuh? Selingkuh dengan sahabatmu sendiri?" Menebak dengan asal. Queendy menunjukkan ekspresi nahan bo_ker seminggu.


"Apa sih? Kamu kira ini drama ikan asin hah? Bukan seperti itu lah!!" Protes karena ceritanya dipotong oleh Fajar.


"Lalu apa?"


"Dua bulan lalu, dia menikah.. Dengan pacar kakaknya." Queendy mencoba tersenyum.


"Tuh kan dia selingkuh. Gila, mana selingkuh sama pacar kakaknya sendiri lagi! Bejat banget cowokmu itu! Kalau aku jadi kakaknya, aku coret dia dari daftar keluarga!" Fajar jadi terbawa suasana sampai ngoceh sendiri.


"Kalau kamu jadi kakaknya cowokku, kamu pasti berterimakasih sama dia." Queendy menatap langit yang mulai mendung.


"Apaan berterimakasih? Keluarga cowokmu itu punya perasaan apa enggak? Masa biarin cowokmu selingkuh sama pacar kakaknya. Yang harusnya jadi kakak iparnya?? Yang benar aja, diselingkuhi kok malah bilang makasih!" Masih dengan nada tinggi.


Fajar bingung. Melongo dan mengedipkan mata pelan tanda tak paham.


"Kakak dari mantanku meninggal karena kecelakaan beberapa bulan sebelum pernikahan yang sudah ditetapkan oleh keluarga mereka. Harusnya dua bulan lalu itu adalah hari pernikahan kakak dari mantanku dan pacarnya. Tapi, malah mantanku yang jadi mempelai pria nya, menggantikan kakaknya yang meninggal."


Queendy menghela nafas berat. Seakan sedang mengeluarkan beban di hatinya lewat udara yang dia hembuskan.


"Sejak ditinggal pergi untuk selamanya oleh tunangannya, mental gadis itu terganggu. Dia sering menangis jejeritan, sering pingsan juga setelah orang di sekitarnya mengatakan jika tunangannya sudah meninggal. Dia enggak bisa terima kenyataan jika tunangannya sudah meninggal. Yang bikin miris, gadis yang sekarang dinikahi mantanku, mengandung anak dari tunangannya yang meninggal."


"Ini kalau dibikin sinetron kisah mantanmu pasti laris. Judulnya 'Ayahku ternyata bukan ayah kandungku, dia adalah pamanku!' Nah cocok itu!" Fajar manggut-manggut menyebalkan! Enggak tahu orang lagi serius apa ya?!


"Hmmmm maaf maaf.. Jadi mantanmu nikah sama pacar dari kakaknya sendiri karena kasihan?" Fajar meminta maaf karena melihat raut muka Queendy yang serius. Menatapnya seperti ingin menelan Fajar bulat-bulat.


"Iya. Dan karena dia didesak oleh keluarga gadis itu. Sebuah aib karena hamil di luar nikah, apalagi orang yang harus bertanggung jawab sudah meninggal. Jadi, mereka limpahkan tanggung jawab itu kepada mantanku." Queendy tetap bercerita meski dia tak tahu kenapa dia harus seterbuka ini dengan lelaki yang baru dia kenal.


"Kisah cintamu sungguh pelik! Ruwet binti semprawut. Masih untung kamu bisa bertahan di tengah gempuran tsunami hati seperti ini. Aku salut sama kamu. Kamu bisa relain cowok yang kamu sayang nikah sama orang lain, lebih salut lagi sama mantanmu.. Dia berbesar hati menerima takdirnya menggantikan posisi kakaknya untuk menikah dengan orang yang harusnya jadi kakak iparnya! Ninggalin kamu yang dia pacari bertahun-tahun. Jika ada perhargaan dalam dunia percintaan.. Aku pasti pilih kelian sebagai man and woman mengsad sejagat!"


"Kamu mau hibur aku atau ngeledek sih?" Queendy memasang muka kesal mendengar ucapan Fajar.


"Lho aku serius kok! Kalau aku di posisi mantanmu, belum tentu aku mau nikahin cewek itu! Aku tetep mertahanin kamu, karena kamu yang selalu ada buat aku. Tapi, ya jalan pikiran orang beda-beda. Makanya aku salut sama ketegaran hati kelian,"


"Itu hanya perumpamaan, jangan bilang kamu baper sama ucapan ku tadi." Imbuh Fajar membuat Queendy mendorong Fajar kasar.


"Semoga kamu bisa nemuin seseorang yang akan selalu bertahan sama kamu, meski diterpa goncangan gempa atau tsunami hati lainnya. Yang selalu menggenggam tanganmu dan mantap menaruh namamu tanpa tergeser sedikitpun oleh cewek lain nantinya."


"Aamiin. Harapan dan doa yang sama buat kamu."


Queendy bisa tersenyum. Fajar mengangguk seperti memberi semangat untuknya. Dan di sini, di depan rumah sakit besar tempat mereka menjalani koas, akan terjadi kisah yang bisa membuat salah satu dari mereka memutuskan untuk 'cukup dan goodbye' kepada masa lalu.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨




Dua calon dokter muda, Meica dan Fajar.


Jujur aja, aku lebih suka ngetik nama Meica dari pada Queendy hahaha.. Sok bule sekali itu bocah, maunya dipanggil Queen!