
"Net.. Itu bukannya Rama? Cowok yang selalu deketin kamu! Kok dia jalan sama cewek lain.. Pesona mu udah luntur ternyata Net." Rizna menjadi kompor untuk Neta.
Awalnya ingin cuek, masa bodoh tapi, setelah melihat keakraban antara Rama dan cewek entah siapa yang diajak ngobrol kok hatinya pating celekit juga! (Nyelekit ngono lho!)
Neta mendengus kesal. Melihat dulu ke arah kamera depan ponselnya. Sebelum dia nyamperin Rama. Hah? Apa? Iya... Itulah yang Neta lakukan terlebih dulu sebelum ngelabrak Rama! Memastikan dia selalu perpek dan good looking! Entah kenapa dan mau pakai alasan apa bisa-bisanya Neta kecipratan minyak dari kompor Rizna sehingga dia ingin ngelabrak Rama saat ini.
"Kayak gini ya kelakuanmu? Bagus..!" Basooka pertama yang ditujukan untuk memporak-porandakan hati Rama dan pasangannya telah dia lesatkan. Sambil berdecak pinggang, Neta memasang muka juteknya.
"Siapa mas?" Tanya si gadis dengan polosnya karena memang tak tahu apa-apa kepada Rama.
Rama mengangkat kedua pundaknya mengisyaratkan jika dia tidak tahu sosok yang sekarang mulai mengeluarkan taringnya itu.
"Maaf kamu siapa?" Tanya gadis yang diajak Rama makan bersamanya malam ini. "Kamu kenal mas Rama?" Imbuhnya.
"Kenal?? Lebih dari kenal!! Dia ini manusia tak tahu diri yang kemarin masih ngejar-ngejar aku tapi, sekarang duduk manis di sini sama kamu! Hah! Untung aja aku enggak terima kamu, udah kelihatan sih tampang mu ini adalah tampang garangan!"
Melihat Rama yang hanya tersenyum menanggapi amarahnya semakin membuat Neta ingin berubah jadi Rahwana saat itu juga.
"Ngapain senyum-senyum? Merasa paling oke hah?? Dasar gila!!" Masih aja ngoceh meluapkan emosi yang sebenarnya entah kenapa dia bisa semarah itu. Pacar bukan, teman bukan, sahabat apa lagi.. Tapi, saat tahu Rama jalan dengan orang lain kok rasanya Neta kesal sekali!
"Udah?" Tanya Rama menyesap leci splash pesanannya. Leci splash? Kalau enggak tahu anggap aja es sirup warna putih rasa leci di kasih air lemon sama es batu sama air soda tipis-tipis.
"Apanya yang udah?? Aku ingetin sama kamu wahai perempuan yang mudah sekali kemakan bujuk rayunya cowok di depanmu ini! Kamu ini cuma korban PHP! Ingat p-h-p!! Di hatinya enggak ada kamu, enggak secuil pun! Karena apa?? Karena aku yang masih menguasai hatinya! Aku yang sampai sekarang dia lihat dengan tatapan cinta! Mending kamu ya wahai perempuan yang tak tahu apa-apa.. Kamu jauhin dia! Blokir semua fasilitas yang jadi peluang dia buat ngobrak-ngabrik hati kamu!! Kurang baik apa aku ngasih tahu kamu?? Aku baik kan? Enggak usah bilang terimakasih, aku cuma pengen nyelametin kamu dari komodo macam dia ini!!"
Neta berpikir semua yang dia ucapkan adalah deklarasi untuk menyelamatkan kaum sesamanya dari penindasan dan penyiksaan hati para buaya darat macam Rama. Tapi....
"Kamu cemburu?" Tanya Rama melebarkan senyumnya.
"Seseorang yang katanya masih menguasai hatiku dek hahahaha." Tak bisa Rama tahan gelak tawanya. Gadis yang bersama Rama ikut ngakak. Tinggallah Neta dengan muka merah menahan amarah jadi plonga-plongo di sini. Why? Ada yang salah? Kenapa malah pada ketawa?? Pikir Neta.
"Kamu pacar mas Rama?" Tanya gadis itu. "Kenalin aku adiknya mas Rama. Adik kandungnya, Shinta Ayuningtyas." Ucapnya penuh penekanan.
Neta ngowoh. Gara-gara percikan api dari Rizna tadi, dia jadi berkobar kayak gini. Sungguh memalukan! Neta berdehem sesaat menetralkan kembali hatinya. Tentu dia tidak mau terlihat memalukan di sini! Padahal hal itu sudah terjadi. Dia telah mempermalukan dirinya sendiri karena kurangnya informasi dan pengetahuan tentang seluk beluk keluarga Rama.
Mana udah ngamuk-ngamuk gaje lagi. Mending ambil kresek hitam buat nutupin muka aja Net! Malu.
"Ooowh adiknya Rama, hmm lalu kenapa kalau adiknya Rama?? Aku cuma ngasih tahu.. bilang ke dia, enggak usah lagi deketin aku! Aku malas lihat dia!!" Neta langsung melenggang pergi. Tak ingin merasa malu karena merusuh di depan Rama dan adiknya tadi.
Sebuah pesan terkirim ke nomer Neta, dari Rama. Masih dengan senyum yang menurut Neta menyebalkan Rama melambaikan tangannya. Berjalan keluar dari kafe itu bersama adiknya.
Baru setelah Rama dan Shinta meninggalkan kafe, Neta membuka pesan yang Rama kirim untuknya.
'Makasih udah cemburu sama adikku, kamu salah target kalau mau cemburu. Dan.. Jangan terlalu pede bilang kamu masih menguasai hatiku karena kamu udah lengser, turun tahta, setelah penolakan yang kamu lakukan terakhir kali itu. Kamu bukan lagi ratu di hatiku! Semoga harimu menyenangkan!'
"Aaaaaccch menyebalkan!!!!" Jeritnya gemas bercampur emosi, pesan Rama menambah gabut hari nya.
"Kenapa Net? Syukur kamu tahu siapa Rama duluan sebelum kamu mutusin jadian sama dia. Ganteng doang tapi playboy ya makan ati! Bikin kurus kering kurang gizi kalau jadian sama cowok kek gitu!!"
Rizna masih ngoceh meski tak tahu kebenarannya. Neta menatap kesal pada temannya itu.
"Kamu tahu enggak tadi siapa? Dia adiknya Rama!! Sueee banget kamu!! Bikin aku malu tahu enggak!! Cari info tuh yang bener napa??"
"Kurus kering kurang gizi itu kamu!! Mata mu udah enggak pokus liat objek, kebanyakan ghibah ya?? Bayar sendiri makananmu, aku mau pergi!! Nyebelin!!" Neta ngamuk-ngamuk lagi. Entah kenapa tiap dia muncul selalu membawa energi negatif kayak gitu! Mungkin dia butuh di rukiyah agar segala jenis setan tak lagi mudah menghasut dan mendekatinya!