Angel!!

Angel!!
Bab 77. Udah Punya Pacar?



Saat kekacauan yang dibuat Neta semakin tak terkontrol, Dewa datang untuk membawa Ndis pergi meninggalkan lokasi itu.


Tak banyak yang Dewa ucapkan selain kata 'Sayang ikut mas, Syahira nanti pulang bareng Jo ya. Mas mau ajak mbak jalan-jalan dulu.'


Anggukan patuh dilakukan oleh Lintang dibarengi senyum manisnya. Sempat bersalaman dengan Fajar tapi, tak ada obrolan yang terjadi. Dewa hanya ingin mengajak Ndis pergi dari sana karena tidak ingin hati mungil Ndis ternodai oleh semua ucapan Neta untuk calon istrinya itu.


"Lihat kan yank... Linggis itu udah buang kamu jauh ke rawa-rawa. Kamu di sini aja dia lebih milih pergi sama cowok lain. Tapi, enggak usah dipikirin sayaaang ada aku yang selalu stay dan jaga hati buat kamu! Enggak usah terharu.. Karena aku sayang kamu hihihiii." Mulai cosplay jadi kunti yang bawa kompor!


"Wajar lah Net, yang ngajak pergi itu Dewa calon suaminya. Lagian di sini mulu juga buat apa? Kamu bikin kuping semua yang di sini panas karena denger ocehanmu." Ujar Fajar.


Neta bukan marah tapi gemas. Dia suka apapun yang Fajar ucapkan. Matanya berbinar, seakan kalimat tadi adalah sebuah pujian untuknya. Apa Neta udah gila? Enggak, mungkin belum lebih tepatnya. Dia hanya terobsesi dengan Fajar. Apapun yang Fajar lakukan, meski itu garuk-garuk pan_tat misalnya, akan terlihat sempurna di mata Neta.


Beda halnya jika yang melakukan tindakan absurd itu adalah Jo, sederet makian dan hinaan pasti meluncur mulus bagai rollercoaster dari ketinggian dua puluh meter! Lebay? Enggak, karena bagi Neta hanya Fajar yang sempurna. Belek di mata Fajar aja terlihat seperti biji wijen yang imut.


"Net.. Mending kamu pulang aja, aku langsung balik ke kota setelah dari sini. Jangan keluyuran malam-malam, kamu cewek. Enggak baik buat kamu."


Neta makin jatuh hati dengan kalimat yang berbumbu perhatian dari Fajar.


"Ya ampiyuuuuun sayang, seperhatian itu kamu ke akuuuh? Sayang.. Apa aku harus ikut kamu ke kota biar kamu enggak nyemasin aku sampe sebegitunya??" Neta jingkrak-jingkrak sambil tepuk tangan ala gadis kecil yang mendapatkan coklat kesukaannya.


"Kamu ke kota mau ngapain Net?" Jo yang dari tadi merhatiin tingkah polah Neta jadi gemas ikut berseloroh.


"Jagain ayank aku lah!" Ketus jawaban yang Neta lontarkan untuk pertanyaan Jo tadi.


"Enggak perlu Net, asli enggak usah! Fajar udah punya pacar di sana! Calon dokter juga, sama kayak Fajar. Lebih manis dan gemesin, imut dan.. aaaah apa lagi ya.." Ucapan Jo mendadak mendapat sorotan mata tak suka dari Neta. Pandangan kepo dari Lintang, dan tepukan jidat oleh Fajar. Jo seperti tanpa dosa malah tersenyum menunjukkan deretan giginya.


"Kamu enggak usah nyebarin berita hoax enggak mutu kayak gitu ya Paijo! Mana mungkin ada orang lain yang lebih manis, gemesin dan imut selain aku di mata ayank Fajar?! Enggak mungkin!!" Sambil menepuk dadanya bangga.


"Mas Fajar udah punya pacar?" Giliran Lintang yang bertanya. Fajar diam tapi anggukan kecil menjawab pertanyaan Lintang.


Neta langsung melebarkan matanya seakan tak percaya, matanya terasa panas. Hatinya sakit tapi dia masih mengira ini pasti kebohongan yang Fajar dan Jo lakukan untuk membuat dia menjauhi Fajar.


Neta tak ingin percaya begitu saja anggukan kepala yang mengisyaratkan ucapan iya yang Fajar lakukan barusan.


"Ya Allah, aku pasrahkan diriku sepenuhnya pada saat ini, kepada penguasa langit dan bumi, aku ikhlas ya Allah. Aku ikhlas..." Jo cengengesan menirukan parodi di salah satu aplikasi terkenal yang sedang happening. Tujuannya? Nyindir Neta dong.


Lintang tak bisa menahan tawanya saat Jo menyelesaikan kalimat tadi. Sedangkan Neta yang kesal langsung menghampiri Jo dan mendorongnya kasar.


"Aku benci banget sama kamu Paijo!!" Ucap Neta sedikit berteriak.


"Wooow ya Alhamdulillah Net, aku seneng dengernya."


Neta yang terlalu fokus dengan semua omongan Jo tidak sadar jika Fajar telah pergi meninggalkan lokasi itu. Saat dia sadar celingukan mencari sosok pujaan hati, netranya tidak menemukan keberadaan Fajar di sekitar sana. Bahkan motor Fajar pun hilang, raib entah kemana. Neta makin kesal. Dan kekesalannya dia lampiaskan kepada Jo.


Ternyata Jo sengaja membuat Neta teralihkan fokusnya dari Fajar ke dia agar Fajar bisa pergi dari sana. Dan hal itu berhasil. Fajar bisa melenggang pergi tanpa Neta ketahui keberadaannya.


"Ini semua gegara kamu Paijo gila!!! Ayangku jadi pergi karena dia kesel lihat aku lebih nanggapi bualanmu dibanding dia yang dari tadi keep kalem!!" Asli kali ini Neta beneran berteriak.


Malam itu berakhir dengan kesalnya Neta, sibuknya Dewa dan Ndis melipir ke tempat lain buat mojok, bahagianya Lintang karena bisa melihat Neta mencak-mencak, menderitanya Jo karena selalu salah di mata semua orang dan kembalinya Fajar ke kota untuk menyelesaikan pendidikannya. Tamat! Eh..