Angel!!

Angel!!
Bab 25. Membaik



Waktu berputar cepat, sudah satu minggu setelah kejadian Fajar merasa dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa untuk Ndis di malam dia tahu Ndis jalan bareng Dewa. Tadinya dia bingung menentukan sikap, harus terus mepetin (deketin) Ndis atau nyerah dan pasrah dengan status ngambang yang Ndis berikan untuknya tapi, setelah mendapat pencerahan dari guru besar ilmu percin_taan yang tak lain adalah master Beni, dia jadi tahu harus melakukan apa.


Fajar menjalani semua dengan santai. Enggak mau berlarut-larut dalam kebimbangan dan fokus hubungan cinta-cintaannya aja, Dia jadi lebih legowo.


"Kamu apa sih Jar, deket gini kok tanya udah makan apa belum pakai wa segala," Ndis manyun manja saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Fajar untuknya.


"Maksud aku tuh Ndis, kalau kamu belum makan ya aku ajak ngebakso. Kita tinggalin aja Jo di sini." Fajar nepok jidat.


"Heeeh tomcat, semena-mena kamu ya! Aku juga belum makan ini, enak aja mau ditinggal di sini!" Jo berdiri dari duduknya.


"Iya ayo lah ikut ayo.. Mau makan apa kamu Ndis?" Fajar berusaha tetap bersikap wajar.


"Aku apa aja, semua doyan." Jo yang menjawab.


"Siapa juga yang tanya kamu, rencananya tadi aku mau adonin bekatul sama beling buat cemilanmu." Fajar berucap santai, bikin Ndis ngakak karena ucapannya.


Ketiganya bergerak dengan dua motor, Fajar dan Ndis berboncengan. Jo masih setia dengan jok kosong di belakang kemudinya.


Sampai lah mereka di cafe yang ada karaokenya, lagi-lagi... Entah kebetulan dari mana atau emang udah diatur sama othornya, di sana udah ada Neta. Tapi, dia lagi sama cowok. Terlihat akrab, sampai tidak menyadari kehadiran Fajar dan timnya.


Fajar dan Ndis juga enggak tahu kalau bukan Jo yang ngasih tahu, mata Jo mengedar ke segala penjuru cafe hingga menemukan sosok Neta di sana.


"Udah move on kayaknya dia Jar." Tegas Jo sambil menarik kursi dari bambu untuk dia duduki.


"Bagus deh, pusing aku diuber-uber dia." Fajar mempersilahkan Ndis untuk duduk terlebih dahulu.


"Kayak gitu kok bilangnya mau memperjuangkan kamu nyampe akhir. Apaan, modelan belatung nangka mana bisa diem lihat yang lebih bening dikit." Ngedumel sendiri si Jo ini.


"Mok ya biarin sih, berjuang tanpa dipandang juga menyakitkan. Aku sih udah rasain itu," Kata-kata Fajar seakan menyindir Ndis.


Ndis langsung menatap tajam. Jo pura-pura tidak mendengar.


"Kelian ini mau makan apa mau bahas Neta? Berisik banget dari tadi," Ndis ikut berkomentar karena merasa pembahasan itu sudah enggak nyaman untuknya.


Saat mereka menerima pesanan makanan yang tadi sudah mereka pesan, Neta tiba-tiba berlari ke arah meja trio kwek-kwek itu. Dengan senyum sumringah Neta menyapa Fajar, yang disapa hanya Fajar karena kedua mahkluk di sisi kanan dan kiri Fajar terlihat burem di mata Neta.


"Ayaaaang.. Ayang makan di sini juga," Menarik kursi dan duduk di samping Fajar sehingga Jo terpaksa menggeser posisinya. Jo nyampe komat-kamit merapalkan mantra agar Neta terjengkang waktu duduk tadi. Doa yang jelek enggak akan dikabulkan Jo hmm...


Sekarang Neta ada di samping kiri Fajar, dan Ndis ada di sebelah kanannya.


"Kamu kok enggak bilang sama aku kalau mau ke sini yang! Kan kita bisa ke sini bareng tadi,, iih sayang gemes deh aku tuh." Berkata manja, enggak peduli dengan tatapan tak suka di sekitarnya.


"Bukannya kamu tadi sama cowokmu, kenapa malah ke sini?" Fajar bertanya tanpa menyuruh Neta pergi dari sisinya, percayalah hal itu membuat Ndis kesal seperti ada asap keluar dari kepala Ndis.


"Siapa aku? Enggak sayang... Itu temenku lho hihihi, sayang perhatian deh sama aku. Oiya yang aku mau nyanyi, ini buat kamu yang.. Bentar ya." Neta tersenyum, meninggalkan Fajar menuju stage untuk perform.


"Selamat malam semuanya, lagu ini aku bawakan khusus untuk cowok yang ada di sana.. Ayang Fajar, ini buat kamu!" Neta mengawali penampilannya. Petikan gitar terdengar..


Dan anggap ku tak ada


Tapi takkan merubah perasaanku


Kepadamu


Kuyakin pasti suatu saat


Semua kan terjadi


Kau kan mencintaiku


Dan tak akan pernah melepasku


Aku mau mendampingi dirimu


Aku mau cintai kekuranganmu


Selalu bersedia bahagiakanmu


Apapun terjadi


Kujanjikan aku ada


Kau boleh jauhi diriku


Namun kupercaya


Kau kan mencintaiku


Dan tak akan pernah melepasku


Aku mau mendampingi dirimu


Aku mau cintai kekuranganmu


Selalu bersedia bahagiakanmu


Apapun terjadi


Kujanjikan aku ada


Tepukan tangan oleh beberapa pengunjung cafe membuat Neta tersenyum senang. Suaranya cukup merdu dan enak didengar.


Bagus.. Enggak sia-sia aku latihan nyanyi lagu ini. Aku yakin ayang Fajar terpesona sama aku sekarang ini. Apa yang aku inginkan, pasti akan aku dapatkan. Apapun itu!!