Angel!!

Angel!!
Bab 70. Dibela Pacar?



Fajar menarik cepat tangan Meica agar terhindar dari slebetan maut Sofi untuk kedua kalinya. Sedangkan Rizal buru-buru menghampiri istri dan mantan pacarnya yang sedang adu kegarangan di depan matanya. Hanya istrinya sih sebenarnya, Meica enggak ada niat balas tabokan Sofi tadi atas dirinya.


"Kamu apa-apaan sih Sof? Bikin malu tahu enggak!! Kenapa kok nampar Queen segala hah?" Bentak Rizal ke Sofi yang malah jadi tontonan orang-orang yang ada di sana. Sofi tak lantas menjawab hardikan suaminya.


"Kenapa ke sini sendiri? Lihat kan, menghilang dariku bentar aja kamu udah kena masalah. Jangan lagi pergi jauh dariku. Ngerti?" Fajar mengusap pelan pipi Meica yang kena tabok Sofi tadi.


Rizal yang melihat hal itu seakan hatinya terbakar. Ada percikan api di matanya tapi, dia bisa apa? Meica bukan siapa-siapanya. Kecuali hanya sebagai mantan pacar yang namanya, bayangan serta kenangannya tetap dia simpan di jurang terdalam hatinya.


"Ada apa? Kenapa sampai dia nampar kamu?" Tanya Fajar menatap tak suka pada Sofi yang juga tak gentar dengan tatapan yang ditujukan Fajar kepada dirinya.


"Dia nuduh aku merebut suaminya." Jawab Meica menyimpan kepedihan di hati.


Lama Meica menyimpan sesak sendiri karena kisah cintanya yang dipaksa kandas karena garis takdirnya memang tak berjodoh dengan Rizal. Bangkit dari situasi yang menyiksanya meski sakit itu selalu menemani hari-harinya. Patah hati dan mencoba kembali menata hati untuk mup on itu tak mudah kawan. Apalagi seperti kisah Meica, ditinggal pas lagi sayang-sayange, ajur rek!


Meyakinkan diri sendiri 'aku baik-baik aja'.. Saat melihat dia yang dulu hanya untuknya malah duduk bersanding bersama wanita lain di pelaminan. Kalau bisa, Meica ingin menghapus semua ingatan tentang Rizal. Tapi, hal bodoh itu tak bisa dia lakukan. Kenangan antara dirinya dan Rizal tak bisa hilang begitu saja meski dia sudah berusaha untuk tidak mengingatnya.


Saat keterpurukan yang terjadi karena badai hati, Meica terselamatkan oleh beasiswa di kampusnya yang membawanya pergi ke kota. Berusaha fokus dengan cita-cita yang ingin dia wujudkan. Hidup tidak melulu memikirkan tentang masalah hati. Dan dia tahu itu.


Dulu sebelum pergi ke kota, di hadapan pusara ibunya, tangis Meica pecah saat menceritakan hubungannya dengan Rizal telah pupus. Bukan salahnya atau salah Rizal, tidak ada perselingkuhan dalam kisah cinta mereka. Sekali lagi, jodoh bukan manusia yang atur. Udah pacaran bertahun-tahun, merasa dia paling tepat dan cocok untuk menemani langkah ke pelaminan, dan berharap namanya yang bertengger paling atas di jajaran kartu keluarganya nanti.. Tapi, semua itu tak terjadi.


Dan sekarang Meica tidak ingin kembali membuang air matanya untuk lelaki yang berstatus suami orang.


"Bukan nuduh, memang itu kenyataannya!" Sofi masih saja merasa dirinya benar dan merasa dirinya korban karena sifat dingin Rizal selama ini pada dirinya.


"Enggak usah terlalu pede mbak, pacarku ini udah lama move on dari suamimu. Aku ngantar dia pulang ke sini bukan tanpa alasan, salah satunya untuk meminta ijin kepada orang tuanya untuk meresmikan hubungan kami. Aku tanya sama kamu mbak, apa selama ini pacarku ini pernah nguber-nguber suamimu? Komunikasi secara diam-diam di belakangmu? Atau malah suamimu sendiri yang sebenarnya belum bisa berpaling dari pacarku meski dia udah punya kamu di sisinya sebagai istrinya? Mbak saat satu jari telunjuk mu menunjuk orang, lihatlah empat jari lain yang tergenggam sebenernya menunjuk pada dirimu sendiri. Maka berkacalah sebelum melempar kesalahan pada orang lain."


Fajar memberi kata-kata bak tamparan lebih keras untuk Sofi. Ya, sebenarnya Sofi tahu.. Sangat tahu, jika suaminya lah yang belum bisa lepas dari bayang masa lalunya dengan Meica. Pernikahan yang dipaksakan oleh pihak keluarganya karena dirinya sudah berbadan dua menjadi alasan utama hubungannya dengan Rizal terjalin. Lalu dia harus menyalahkan siapa? Saat lelaki yang harusnya bertanggung jawab atas dirinya justru sudah berpulang lebih dulu ke pangkuan Sang Pencipta. Angel gaess angel!


"Jar.. Ayo pulang." Meica tidak ingin makin banyak orang yang menyaksikan drama rumah tangga antara Rizal dan Sofi yang juga menyeret dirinya dalam masalah itu.


Tidak semua orang bisa berpikir positif, akan banyak pikiran-pikiran negatif yang bermunculan saat sudah seperti ini. Apalagi Sofi yang terus-terusan menyebut Meica biang dari freezer di rumah tangganya.


Sebelum mengajak Meica pergi dari rumah pak RT, Fajar mendekati Rizal. Menepuk pundak lelaki itu dan membisikkan kalimat yang membuat Rizal terpaku di tempatnya.


'Kamu yang memilihnya menjadi istrimu, mau dengan cara apapun kelian bisa bersatu, nyatanya dia yang sekarang ada di sisimu. Dalam ijab qobul kamu sebut namanya dan berjanji pada Allah untuk menjadi imam terbaiknya. Jangan buat dia seperti orang gila karena sifat mu. Berjalanlah ke depan, jangan menatap terus ke belakang. Kamu pasti ngerti maksudku bro!'


Fajar, Meica dan Kiki meninggalkan kediaman pak RT setelah drama panjang tadi. Rizal masih diam, melihat Sofi yang terisak sendiri.


"Ayo pulang..." Kata Rizal mengajak Sofi untuk kembali ke rumah.