Angel!!

Angel!!
Bab 81. Kapel Bucin



Ada yang tanya kenapa Ndis dan Dewa jarang muncul? Mereka lebih mirip piguran daripada tokoh utama ya? Othornya oleng ngasih porsi minim setiap kemunculan mereka, nyaris enggak ada kemesraan yang mendetail yang diciptakan othor untuk mereka. Hmm.. Mungkin othornya lagi nyiapin naskah buat mereka supaya terjadi kontraksi hati. Emang ada kontraksi hati? Entah...


Di bawah pohon mangga yang lebat dengan daunnya, entah kemana semua buahnya, sedang duduk seorang gadis berparas cantik. Seperti sedang menunggu seseorang, nyatanya memang seperti itu. Ya, sekarang ini Ndis sedang menunggu Dewa yang masih sibuk dengan murid-muridnya di kelas.


Jam menunjukkan pukul 13.30, Dewa berlari kecil menghampiri sang pujaan hati yang dia ketahui sekarang sedang jadi penunggu pohon mangga. Senyum terulas di bibir keduanya saat mata mereka saling bertemu.


Dulu aja, sok emoh-emoh.. Sekarang bucinnya bikin orang lain mual, muntah, dan diare lihatnya. Memang seperti itu wahai readers nan budiman, saat cinta udah melekat tembelek ayam pun rasa coklat! Kok tahu thor? Pernah icip tembelek rasa coklat?? Kalau ada yang bertanya demikian orang itu pastinya sungguh lucknut sekali!!


"Kamu jangan sering-sering senyum gini.. Jantungku bisa geser dari tempatnya dek." Aaah mual adek mas!


"Jantung kok geser, geser kemana lho mas, aneh-aneh aja kamu tuh. Nih roti gulung, kata Lintang kemarin mas ke toko mau beli roti gulung tapi pas soldout ya?" Menyerahkan bingkisan berbau cintah kepada si mamas.


"Ya Allah malah kamu yang repot-repot gini buatin, iya aku ke sana di suruh tante. Katanya minta roti gulung dari tempat favoritnya. Tante enggak tahu pemilik toko langganan beliau adalah calon mantunya." Senyum terus terukir di wajah masing-masing. Indahnya dunia saat bisa bersama dengan dia yang di cinta. Othor iri? Blas oraa!


Seakan ingin waktu berhenti di situ-situ aja, karena bahagia yang mereka rasa. Tanpa peduli di tempat lain pasti ada yang ingin waktunya cepat berlalu karena banyaknya beban hidup yang dialami. Seegois itu ya kalau udah jatuh cinta? Lah iya.. Bahkan para tim gombalers sering membual dengan mengatakan 'lautan luas ku sebrangi, gunung tinggi kan ku daki! '


Jangan percaya! Gunung tinggi yang mana yang mau di daki?? Realistis aja wahai rakyat emteh yang masih diberi nikmat kewarasan! Sekali lagi pesan othor, gunakan kewarasan dalam menjalin hubungan. Bucin terlalu over juga enggak baik bagi kesehatan jiwa dan raga.


Dewa mengacak pelan rambut Ndis, efeknya gadisnya itu seketika manyun oleh perbuatan mamas pacar. Manyun manjah bukan manyun marah atau kesal.. Dia hanya berekspresi semanis mungkin saat ada di dekat Dewa.


"Pak Dewa ini siapa?" Tanya salah satu murid yang sengaja melintas di depan Dewa karena kepo dengan status dan cewek yang lebih dari lima belas menit ada di dekat pak guru favoritnya itu.


"Dia? Dia calon masa depanku, calon istri merangkap calon ibu dari anak-anakku." Tegas. Penuh penekanan. Seperti mematenkan sesuatu hanya punya dia.


"Owwh pak Dewa udah punya pacar ya? Udah mau nikah pak? Yaaaah kok aku enggak suka ya dengernya hehehe" Meski diiringi senyum cekikikan, sangat jelas jika sang murid merasa krek hatinya.


Sebenarnya jam mengajar Dewa belum selesai tapi, dia llebih memilih meninggalkan tanggung jawabnya dan berduaan dengan cintanya!


"Kan tadi bilang tugas ngajar mas selesai jam 15.00, kenapa malah melipir ke sini? Pasti aku yang bikin mas jadi malas kerja ya?" Pura-pura polos itu penting!


"Kamu prioritas ku dek, aku udah ijin kok. Tenang aja."


Kalau semua guru bilang kek gini sama pacarnya, lebih mentingin pasangan daripada anak didiknya, rusaklah masa depan bangsa! Semua diajak bucin berjamaah!


"Mas enggak boleh gitu, nanti murid-muridmu pada niru lho! Harusnya kelarin dulu ngajarnya, aku bisa nunggu kok."


"Aku enggak akan biarin bidadari surga ku capek-capek nungguin aku kerja. Lagian kamu enggak tahu berapa banyak pasang mata yang ngincer kamu tadi, aku enggak rela kamu dilihat kayak gitu meski mereka cuma murid-muridku!"


Keduanya larut dalam obrolan, sesekali tawa Ndis terdengar saat Dewa menceritakan hal-hal yang dianggapnya lucu dan konyol. Siang yang panas tak dirasa keduanya karena pancaran cinta yang mengubah suhu di tempat mereka berada. Hmmm bucin!


 


✨✨✨✨✨✨✨✨✨


 


Maaf gaess.. baru bisa up setelah sekian purnama. Pasti kelian kecewa ya? Banyak hal yang bikin aku beneran enggak bisa update tiap hari kayak dulu tapi, tenang aja.. Sebisaku pasti Angel tetep konsisten buat end di sini kok! Sehat selalu buat kelian, salam cinta dari othor paling waras❤