Always Remember

Always Remember
Kenyataan pahit (Andrea POV)



Jangan lupa like, love, vote and komen ya sebagai dukungan ❤️


.


.


.


SEBUAH PERISTIWA DALAM KETIDAKTAHUAN EMBUN


.


.


.


.


Flashback.


.


.


Dalam suasana pernikahan itu biasanya khidmat dan menyenangkan. Seluruh keluarga besar berkumpul berbahagia memberi ucapan selamat pada pasangan kedua mempelai. Namun, ini tidak terjadi pada suasana pernikahan Andra dan Kayla. Yang ada hanya haru dan isakkan tangis tak henti-hentinya mama perdengarkan ketika ia duduk disampingku.


Setelah mengulang beberapa kali kalimat ijab kabul, akhirnya Andra melewati juga moment perih itu. Aku tau pasti, kalau ini adalah mimpi buruk dalam hidupnya. Setelah menandatangani kontrak pernikahan yang akan berlaku selama dua tahun akhirnya Andra mau menikahi Kayla dalam kondisi berbadan dua. Andra itu hatinya lembut, ia mudah sekali iba. Jadi wajar jika ia merelakan separuh hidupnya untuk orang lain demi menghindari fitnah yang terjadi pada Kayla. Apalagi ini terjadi memang disebabkan oleh kelalaiannya. Andra tidak tega membayangkan anak di dalam kandungan Kayla terlahir dengan kondisi sudah yatim. Walaupun ia tidak bisa juga menjadi ayahnya. Paling tidak anak itu, status sosialnya terselamatkan.


Setelah ijab selesai, tidak ada acara adat tradisi pada umumnya. Sungkeman?saweran? Big No. Tidak ada. Sesaat setelah itu, Andra menghilang dari deretan keluarga yang menghadiri acara pernikahannya. Ia tidak peduli lagi pada alunan Isak tangis yang Kayla hadirkan. Ia, kembali menemui kak Embun untuk menuntaskan kerinduannya.


Seminggu sebelum ia keluar dari tahanan sementara, sebenarnya Andra telah memintaku untuk mengurus semua persyaratannya untuk meneruskan study di St Louis, Amerika. Rencananya ia akan meneruskan study setelah menikah dengan kak Embun. Ia akan membawa serta istrinya tersebut kesana. Ia meminta hal itu di rahasiakan dulu dari kak Embun. Karena ia akan menjadikan itu semua sebagai surprise untuk ka Embun di hari pernikahannya.


Tapi, kenyataan berkata lain. Semesta begitu mudah memutar balikkan fakta. Semudah hujan berganti panas dalam waktu yang tidak pernah kita duga.


Rencana Andra di percepat. Ia sesegera mungkin memutuskan untuk pergi. Meski, aku tahu langkahnya berat sekali. Tapi lebih berat lagi jika kak Embun sampai tahu kalau Andra sudah menikahi Kayla. Karena kak Embun pasti menerima mentah-mentah pernikahan mereka. Padahal semua ini dilakukan dengan perjanjian demi sebuah status. Juga, penebusan rasa bersalahnya terhadap Kayla.


"Nggak ada Dewa! Kak Embun gak bakal datang," ucapku padanya.


Andra melirik berkali-kali jam dan board information secara bergantian. Tak lama kemudian, suara informasi menggema di seluruh sudut Bandara. Meminta penumpangnya agar segera bersiap.


Mama menangis memeluk erat Andra. Ia tak bisa berkata-kata lagi. Seluruh katanya tercekat tak mampu ia keluarkan. Ah mama, mama kan biasa terpisah sama Andra. Kenapa mama sampai sesedih ini?


Aku menghampiri Andra yang sudah bersiap menarik gagang kopernya. "Entar gue kabarin kalo ada apa-apa soal kak Embun." Aku mencoba menangkap kegelisahannya. Dan semoga, ia lebih baik setelah aku berkata seperti itu.


"Gak perlu," jawabnya. Andra sekarang begitu ketus dan dingin. Ia seakan tidak ingin tahu lagi soal apa-apa yang akan membuat hatinya terluka. Ya, memang sih, Terkadang ketidaktahuan membuat kita merasa baik-baik saja. Dari pada kita tahu soal kenyataan yang ternyata itu menyakiti hati kita.


"Gue minta, dia juga gak tahu apapun soal gue," tambah Andra menegaskan.


"Lo masih nyimpen harapan?" Tanyaku.


"Gue bakalan balik," tegasnya lagi. Mendengar itu, tangis Mama pun mereda. Setidaknya ada harapan besar Andra akan baik-baik saja dan kembali. Anggapan bahwa ia sedang melarikan diri dari masalah segera Mama tepis. Kepergian Andra yang sebenarnya adalah langkahnya membunuh waktu.


This is the final boarding call for flight A001 to Chicago, Amerika. Mr Andra Dewanata. please proceed to gate A1 immediately. (Pengumuman ini merupakan panggilan terakhir untuk penumpang penerbangan A001 tujuan Chicago, Amerika. Penumpang yang belum masuk, yaitu tuan Andra Dewanata, dimohon untuk segera masuk melalui gate A1.)


Suara informasi terdengar lagi. "Yaudah, Cepet pergi Dewa, nanti lo ketinggalan,"


Andra masih mematung dengan tatapan kosong. Lalu, dengan lemah ia berbalik dan menarik kopernya berjalan menuju gate A1.


"Jaga diri baik-baik ya Dewa, jangan ngerokok Mulu, paru-paru Lo butuh di kasihanin juga!" Pesan terakhirku pada Andra. Sebenarnya aku tahu, ucapan Mama, aku, apalagi Papa tidak akan pernah Andra turuti. Apalagi soal merokok. Semenjak ia tinggal di Bogor ia begitu dekat dengan barang itu. Papa dan mama sampai kehilangan kesabaran untuk melarangnya, lantas membiarkan Andra. Mama bilang, yang penting, tidak lebih dari itu.


Sampai akhirnya, Andra bisa berhenti merokok karena kak Embun. Cara kak Embun melarangnya merokok sungguh unik dan halus. Sehingga berhasil menyentuh sudut hati Andra untuk benar-benar meninggalkannya.


Sejak saat itu, mama yang awalnya tidak begitu menyetujui hubungan Andra dengan kak Embun Akhirnya luluh juga. Cuma kak Embun yang mampu merubah Andra menjadi lebih baik. Begitu juga papa, hatinya sedikit melunak dan mulai menerima keputusan Andra menikahi kak Embun. Karena Andra akhirnya mau meneruskan bahkan mengembangkan semua usaha Papa. Semua karena kak Embun. Namun, Basic pendidikan Andra harus diperkuat. Makanya ia disarankan Papa melanjutkan study ke Amerika. Dan lagi-lagi Andra mau menuruti saran Papa, siapa lagi alasannya kalau bukan kak Embun.


Alam raya ini ternyata belum mengizinkan Andra mendapatkan kebahagiaan yang hakiki bersama kak Embun.


Saat itu, saat Andra selesai menyingkap kasus pengeroyokan yang selalu ia alami, Andra hendak membawa kak Embun ke keluarga besar kami. Namun, peristiwa baru malah muncul. Andra menabrak sebuah motor tidak jauh dari kediaman Kayla. Karena memang sebenarnya, rumah kami berdekatan.


Setelah kecelakaan maut yang merenggut nyawa Raihan. Andra memang tidak apa-apa. Tapi banyak yang tidak tahu kalau hatinya juga ikut terenggut kehangatannya.