
"Kak, kamu nggak kangen Khafa?" Tanya ibu padaku
"Uhuk!"
Aku tiba-tiba tersedak mendengar pertanyaan ibu. Padahal aku tidak sedang minum atau makan apapun.
"Kenapa kak?"
"Nggak apa-apa Bu," jawabku. Lantas aku mengambil botol air minum di nakas.
"Kamu kaget tiba-tiba ibu sebut nama Khafa?"
Aku tersenyum miring, "iya," jawabku.
Kenapa ibu tiba tiba melemparkan pertanyaan seperti itu. Tapi, ia seolah tau apa yang terjadi padaku akhir akhir ini. Padahal semenjak ibu sering sakit, aku sudah mencoba menutup rapat-rapat soal masalahku. Takut ia merasa khawatir.
Khafa, sejak aku tahu paket paket misterius itu datang darinya. Aku sempat berpikir kenapa ia terus memberikan paket-paket itu padaku. Padahal yang aku tahu dia sudah menikah. Apa aku cuma salah paham? Kemudian timbul pertanyaan baru di benakku, kenapa selama ini ia membiarkanku terus menerus berada dalam kondisi salah paham?
Dan ternyata aku tidak menemukan jawaban pada pertanyaanku sendiri. Sampai suatu hari aku membuka profil Facebook nya. Karena cuma itu satu-satunya cara aku bisa menghubungi nya. Itupun tidak ada postingan apapun yang bisa aku lihat. Nomor handphone yang pernah pak Wisnu berikan padaku, tidak pernah lagi bisa ku hubungi setelah aku pulang dari Jogja waktu itu.
Aku semakin yakin, Khafa ditakdirkan dalam hidupku hanya untuk menjadi seberkas kenangan.
Tanpa banyak basa-basi, aku mengirimkan foto jari manisku yang sudah dihiasi cincin pemberian Andra, dengan pesan di bawahnya.
Saya akan segera menikah, hentikan paket paket itu!
Usahaku berhasil. Mulai saat itu tak ada lagi paket-paket darinya.
Dan aku mulai tak peduli atas kesalahpahaman ku pada Khafa. Aku tak peduli Khafa sudah menikah atau belum. Sungguh, aku tak akan peduli dia lagi.
Aku sudah memutuskan kalau Andra lah masa depanku.
Setelah berfikir beberapa saat, kini aku sedikit tenang dan menjawab pertanyaan ibu, "Khafa itu masa lalu Bu, aku udah nggak mau naruh harapan sama dia," lanjutku.
Ibu hanya diam setelah mendengar perkataan ku, lalu mengatupkan bibirnya rapat-rapat.
Keesokan harinya aku dipanggil oleh dokter yang menangani ibuku. Hatiku sedih mendengar penuturan dokter perihal kondisi kesehatan ibu. Ada sedikit keretakan pada tulang ekor ibu setelah terjatuh kemarin. Ibu harus menjalani beberapa Terapy dan menggunakan kursi roda dalam kesehariannya.
Melalui telepon aku memberitahukan kondisi terbaru ibu pada Eliana. Eliana tak kalah sedih mendengar kabar dariku. Ia memutuskan untuk kembali ke Bogor secepatnya. Entah ia akan menurut sertakan suaminya atau tidak, yang pasti ia akan kembali memberikan waktu merawat ibu. Ia tak mau sampai kehilangan kesempatan.
πΈπΈπΈ
Jakarta, senja kesekian kalinya.
"Mbak, saya minta mbak tinjau lokasi baru pengiriman. Karena lokasi ini agak sulit. Saya harap kita bisa bertemu kembali di Jogja," ujar pak Wisnu di sebrang sana.
"Baik. Terima kasih pak. Saya segera atur waktunya," balasku.
"Lebih cepat lebih baik mbak," begitu percakapan terakhir ku dengan pak Wisnu dalam sambungan telepon.
Aku menjawabnya, "oke. Segera saya kabari ya pak."
Hari ini aku sibuk sekali. Bahkan, senja di balik jendela ruangan ku yang menarik di nikmati, tak sempat aku lirik sama sekali.
Ini adalah hari pertama ku masuk kerja setelah ibu di rumah sakit. Aku memutuskan mengambil cuti agar aku bisa benar-benar merawat ibu. Syukurlah, aku sudah mendapatkan orang yang mau membantu ku menjaga ibu ketika aku tak ada di rumah.
Kini aku tengah mempersiapkan proyek lanjutan dengan pak Wisnu. Tidak terlalu rumit memang, karena sebagian adalah pengiriman barang ke tempat yang sudah pernah di sepakati. Dan pekerjaan yang lain, pak Kenedy memberiku tanggung jawab baru menangani proyek pengadaan alat kesehatan ke rumah sakit besar di seluruh Indonesia.
Kesibukan yang biasa aku lakukan ini, lagi-lagi membuatku melewatkan waktu makan begitu saja. Selagi masih ada pekerjaan tersisa untuk hari ini aku terus menyelesaikannya. Hingga tak terasa, waktu berlalu bagaikan kilatan cahaya.
Aku menghela nafas berkali-kali berharap dapat mengusir lelah. Sambil bersandar di kursi kerja, ku tatap lama layar handphone. Ingin sekali mendapat kabar dari Andra. Sudah hampir satu pekan berlalu tak ada kabar darinya. Handphonenya sulit sekali aku hubungi.
Rasa takut kehilangan berkali-kali datang memenuhi fikiranku. Tentu saja aku takut, aku tau siapa Kayla. Aku takut Andra tega meninggalkan ku karena menebus kesalahannya pada Kayla.
Ku pegang erat handphone yang sedari tadi aku tatap dengan tatapan kosong, lalu membuka satu aplikasi chat dan mengetik pesan untuk Andra.
Aku
Aku
[kamu lagi dimana?] Deleted
Aku
[kamu lupa ya sama aku?] Deleted
Aku
[kamu baik-baik aja kan?]
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lama aku menimbang. Kemudian aku juga men-delete pesan yang hampir ku kirim itu. Aku takut dan tidak siap menerima balasan pesan dari Andra. Aku juga takut mengganggu atau hanya menambah masalah yang sedang ia hadapi.
Ku letakkan kembali handphone di meja kerjaku. Menenggelamkan kepala pada tangan yang terlipat di meja.
Beberapa menit kemudian...
Drrrttt... Drrrttt..
Handphone ku bergetar tanda notifikasi pesan masuk.
Andra Dewanata
[Embun Puspa Julie, aku kangen.]
Segala gumpalan keresahan yang ada di dalam hatiku selama ini seolah mencair membaca satu pesan itu.
Seulas senyuman muncul dibibir ku. Lelah yang aku rasakan menguap begitu saja. Baru saja aku hendak mengetikkan balasan pesannya, pesan berikutnya muncul dan berhasil membuat aku terkejut.
Andra Dewanata
[Cepat keluar kantor! kalo nggak keluar juga, aku pergi sama teteh warung sebelah nih!]
Aku bergegas merapikan semua berkas yang masih berserakan di mejaku. Kemudian berlari menemui Andra. Namun langkahku terhenti sesaat ketika mataku menangkap sosok Andra yang sedang duduk di tangga depan pos satpam. Ia menggunakan kemeja hitam yang ia gulung sesiku dengan celana panjang hitam.
"Hei.." Sapaanku pada Andra berhasil membuat senyum tipis bersinar di wajahnya yang sempat redup menatap kosong jalanan. Kontras dengan ancamannya barusan dalam pesan.
------------------------------------------------------------------------
Udah tau kan caranya?
Benerrr....
vote, like, rate 5 and plisssss koment terbaik kalian yaaa π