
Wushh..
Tang Xiao dan Ryu menghilang dari tempat mereka dan tiba sekejap di Benua Land Of Death, tepatnya di depan Istana Forbidden Kingdom. Istana yang luasnya menutupi seluruh padang pasir ini telah menjadi milik Tang Xiao seorang. Begitu sampai di depan gerbang, sepuluh orang telah berdiri menyambut Tang Xiao dan Ryu.
"Selamat datang kembali tuan besar." Hormat sepuluh orang itu.
"Ada yang ingin aku bicarakan sebentar." Balas Tang Xiao sambil melangkah menuju ke dalam istana. Dia tidak terlalu peduli dengan orang-orang sekitarnya yang menatapnya heran. Meskipun dalam hati dia bertanya-tanya ada gerangan apa orang-orang ini berkumpul di depan istananya.
Istana yang luasnya menutupi seluruh gurun pasir ini berwarna biru tua dengan berbagai ornamen menghiasinya. Istana yang berjumlah sepuluh lantai ini menjulang tinggi dengan angkuh dan sombong. Menunjukkan bahwa pemilik sebelumnya benar-benar seorang yang ambisius dan kejam. Meskipun sudah beberapa milenium berlalu, istana yang terkubur di bawah padang pasir ini tak termakan zaman dan benar-benar terawat dengan sangat baik.
Meskipun istana ini sangat indah, aura kelam yang keluar darinya membuat orang-orang bergidik ngeri akibat telah begitu banyaknya manusia yang dikorbankan demi hanya berdirinya istana ini. Munculnya istana ini telah menjadi kehebohan terbesar di benua Land Of Death. Siang dan malam tak henti-hentinya manusia yang datang berkunjung. Ada yang berdiri sampai di depan pintu gerbangnya saja, ada yang sekedar melihat dari jauh, ada yang juga melihatnya dari atas. Mereka semua tidak ada yang berani memasuki istana ini sebab aura kelam yang menyelimutinya.
Beberapa kultivator kuat ada yang mencoba memasukinya, namun begitu memasuki gerbang, orang-orang itu segera terpental puluhan meter dan tak sadarkan diri. Oleh sebab itu, saat Tang Xiao dan Ryu memasuki istana, orang-orang yang melihat dari jauh begitu terkejut, terlebih sepuluh orang yang keluar dari istana langsung membungkuk dan memanggil dengan sebutan Tuan Besar. Kehebohan tak dapat dihindari. Mereka semua mencoba protes dengan kejadian barusan.
Beberapa orang yang melayang di atas istana segera turun dan menghentikan sepuluh orang yang menyambut Tang Xiao.
"Tunggu... Kenapa dua orang yang baru datang diperbolehkan masuk begitu saja sedangkan kami yang sudah berhari-hari menunggu di sini masih tidak diperbolehkan masuk ke dalam?" Protes beberapa orang yang tidak tahu diri.
Kesepuluh orang yang kembali muda itu berhenti sesaat dan berbalik menghadap ratusan orang yang menatap mereka dengan wajah tidak senang. Ada sedikit aura membunuh yang keluar dari ratusan orang itu.
"Karena kalian tidak layak." Ucap salah satu dari sepuluh orang itu yang berdiri paling belakang. Dia maju dan melambaikan tangannya kepada sembilan orang temannya sebagai isyarat untuk mereka segera masuk ke dalam istana dan ditunggu tuan besar.
Kesembilan orang lainnya mengangguk setuju dan berbalik meninggalkan teman mereka bersama ratusan orang yang mulai menunjukkan kemarahan mereka. Terlihat berbagai macam aura menyelimuti orang-orang yang terprovokasi dengan ucapan tadi.
"Dasar ******, beraninya kau menghina kami. Kami adalah Kejahatan Abadi di dunia ini yang bahkan Organisasi Kultivator Dunia tidak berani melawan kami. Dan kini seorang wanita muda yang hanya berada di ranah Saint Expert bintang satu berani-beraninya menghina kami. Kau tunggu saja kematian kalian semua dan istana ini akan menjadi milik kami selamanya."
Hahahaha...
Ratusan orang itu tertawa bangga dan membenarkan ucapan naif teman mereka.
Bang
Bang
Bang
Ratusan orang itu membuka segel kekuatan mereka yang rata-rata mereka berada di ranah Holy Ancestor bintang enam atau tujuh. Kekuatan orang-orang ini sudah cukup untuk menguasai satu benua dan bahkan bisa menguasai seluruh benua melihat ratusan mereka telah berada di ranah Holy Ancestor.
Namun bukannya khawatir dan takut, wanita muda yang bernama Giovani itu tertawa kecil. Yang ada dimatanya saat ini adalah pertunjukan badut atau pertunjukan topeng monyet yang sering dilihatnya waktu kecil beberapa ratus ribu tahun yang lalu.
Giovani tidak menganggap mereka sebagai ancaman atau musuh karena dia tidak merasakan apapun dari tekanan yang dikeluarkan oleh ratusan orang di depannya yang membentuk wajah hitam menyeramkan yang menyeringai padanya.
"Ah sudah sangat lama aku tidak melihat pertunjukan seperti ini. Ah ini mengingatkanku pada masa-masa kecil yang bahagia dan tanpa beban sama sekali." Gumam Giovani pelan sambil menggelengkan kepalanya.
Sikap Giovani barusan disalah artikan oleh ratusan orang dihadapannya. Mereka mengira bahwa gadis muda di depan mereka ini sedang ketakutan dan menggigil karena tekanan yang mereka keluarkan. Karena sikap sombong dan bangga mereka, kembali mereka mengeluarkan tekanan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Ada satu hal yang tidak mereka sadari bahwa salah satu dari ratusan orang itu mulai terlihat ketakutan dan kaki bergetar. Orang itu langsung mundur dan melompat tinggi serta terbang menjauh dari kerumunan orang-orang yang tertawa senang.
Dengan kecepatan penuhnya, orang itu terbang tanpa melihat ke belakang dan berharap gadis muda yang sedang diprovokasi tadi tidak mengikutinya dan hanya menghabisi orang-orang naif yang tidak tahu situasi mereka.
"Dasar bodoh!! Untung saja aku tidak ikut-ikut kelompok aneh tadi. Aku harus mengatakan kepada sekte Azure Dragon agar tidak terlalu tertarik dengan istana ini. Hanya dengan satu lambaian tangannya, sekte kami bisa musnah dalam sekejap mata. Dasar bandit idiot matilah kalian di sana." Gumam orang itu sembari terbang dengan kecepatan penuhnya ke arah Sekte Azure Dragon yang berada di Benua Land Of Soul. Dan kini orang itu membawa satu lagi berita yang pasti akan menggemparkan Benua Land Of Soul. Bukan karena istana atau pun orang yang menjaganya, melainkan pemuda berambut biru yang baru datang dan masuk istana begitu saja seolah itu adalah miliknya. Tentu saja dia mengenal pemuda yang lebih cocok disebut remaja berambut biru yang telah menjadi idolanya setelah melihat pertandingannya di Turnamen Kultivator Dunia dan menjadi Pemenang terbaik.
Kembali kepada Giovani, dia mengerutkan keningnya saat mengetahui ada satu orang yang kabur begitu saja dan tidak ikut memprovokasinya. Meskipun sangat mudah bagi Giovani menangkap orang itu, namun dia tidak tertarik dan tidak ada keinginan sama sekali untuk mengejar orang itu.
Giovani lebih tertarik dengan ratusan orang bodoh di depannya yang mengeluarkan niat membunuh. Giovani tersenyum licik.
"Jadi kalian ingin menyerangku? Majulah semua jika kalian mampu." Tantang Giovani dengan suara tegas dan keras.
Mendengar itu, ratusan orang yang berkumpul segera melompat dan menyerang Giovani tanpa basa basi. Mereka ingin segera membunuh wanita di depan mereka ini dan menjadikannya tumbal untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Ctakkk...
Giovani menjentikkan jarinya dan tiba-tiba dia telah berada di luar angkasa beserta ratusan orang melayang-layang dan tampak diselimuti oleh energi warna merah.
Keterkejutan demi keterkejutan terlontar dari setiap mulut ratusan orang itu. Organisasi yang menamai mereka dengan sebutan Kejahatan Abadi kini terlihat sangat ketakutan. Mereka melihat di sekeliling adalah kegelapan demi kegelapan yang tak berujung. Mereka tahu bahwa mereka berada di luar angkasa, namun mereka tidak pernah bisa keluar dan melihat luar angkasa seperti apa karena besarnya gravitasi yang mengikat mereka.
Hanya Kultivator ranah Demi God yang mampu ke luar angkasa dan terbang ke beberapa planet yang ada di sekitar planet mereka.
Kini keringat dingin mengucur deras dari dahi mereka dan membasahi tubuh mereka. Ratusan orang itu melihat kebawah dan bergidik ngeri saat melihat ruang angkasa yang tanpa batas dan kegelapan tak berujung.
Otot-otot kaki mereka lemas dan tubuh mereka terkulai begitu saja. Pedang dan senjata yang mereka banggakan terlepas dari tangan mereka. Mereka benar-benar ketakutan dan bingung harus berbuat apa. Mereka memandang ke depan dan melihat Giovani tersenyum lebar ke arah mereka, semakin menambah ketakutan di wajah mereka. Tanpa mereka sadari, ratusan orang itu saling berpelukan dan celana mereka basah tiba-tiba.
"Bukannya kalian ingin menjadikan aku tumbal untuk meningkatkan kekuatan kalian?" Tanya Giovani dengan suara menekan dan menggelegar seperti petir.
"Harusnya kalian sadar, jika mengatakan hal itu kepada Dewa, tentu kematian adalah akhir bagi kalian. Kalian harus tahu, kekuatanku adalah yang terlemah diantara kawan-kawanku. Diantara mereka hanya aku yang baru menginjak ranah Supreme God. Di semesta kecil ini, ranah Supreme God termasuk hal luar biasa. Bahkan aku mampu membunuh dan menciptakan kalian sesuka hatiku. Ah aku ingin segera pergi dari sini dan ikut duduk bersama tuan besar yang sangat tampan." Giovani menghentikan ucapannya dan menatap ratusan orang di depannya dengan aura membunuh yang sangat pekat hingga membuat ratusan orang itu tidak mampu bernafas.
Ratusan orang itu meronta-ronta sambil memukul-mukul dadanya dengan harapan paru-paru mereka bisa memompa lebih cepat dalam mengirimkan oksigen.
Pranggg...
Energi merah yang menyelimuti mereka tiba-tiba pecah seperti kaca pecah membuat ratusan orang itu terjun bebas ke bawah, ke angkasa yang di sana ada badai petir yang menyambar-nyambar.
Giovani tersenyum lebar dan menepuk-tepukan kedua tangannya seolah membersihkan debu-debu yang menempel. Giovani melihat petir biru yang menyambar-nyambar di bawahnya, meskipun jaraknya sekitar 2.500.000 tahun kecepatan cahaya, namun baginya itu sangat dekat seolah berada di depan matanya.
"Ah sepertinya di dunia seberang sana sedang ada yang mengalami Pembabtisan Dewa. Biarlah, selagi mereka tidak datang ke duniaku dan tidak berbuat onar, apa urusanku." Gumam Giovani datar.
Wusshhh..
Delam sekejap mata, Gadis cantik itu telah berada di depan gerbang istana Forbidden Kingdom, lalu melangkah dengan tergesa memasuki istana yang mana kehadirannya sudah ditunggu karena membahas suatu hal yang penting.
Memasuki istana, Giovani segera melangkah ke hadapan Tang Xiao dan berlutut. "Maaf tuan telah membuat anda menunggu lama. Semut-semut pengganggu itu telah saya atasi dengan baik."
Tang Xiao mengangkat tangannya sebagai isyarat agar Giovani segera berdiri. Tang Xiao di kehidupan ini tidak terbiasa menerima perlakuan seperti itu. Dia juga tidak ingin dihormati secara berlebihan. Tang Xiao mengangguk dan tersenyum menanggapi laporan Giovani.
Giovani mengangguk pelan lalu berjalan ke kursi kosong yang telah disiapkan untuknya di aula pertemuan yang sangat luas itu. Aula pertemuan dengan luas dua kali lapangan bola itu dihiasi dengan ukiran-ukiran aneh di temboknya serta banyak barang antik yang mengeluarkan aura yang bisa menekan kultivator ranah Holy Ancestor ke bawah.
Meskipun barang antik di istana ini sudah dibersihkan dari aura kutukan, namun karena sudah menyerap energi langit dan bumi, barang antik di sini mampu mengeluarkan aura luar biasa yang jika dunia luar mengetahui akan terjadi perebutan dan pertumpahan darah.
"Terima kasih kalian telah berkumpul. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan. Pertama, beberapa hari lagi aku akan mengadakan perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Dan mungkin tidak kembali ke sini dalam waktu yang sangat lama. Terutama dalam mencari kepingan jiwaku yang sangat jauh dari sini dan berada di dimensi yang aku sendiri tidak tahu itu dimana.
Selanjutnya, pria muda di belakangku ini bernama Ryu. Dia yang akan menjadi penggantiku di dunia ini dan yang akan melindungi kalian dari rong-rongan orang-orang tua yang sangat serakah itu." Tang Xiao menghentikan ucapannya lalu mendongak ke atas melihat sesuatu yang berada dalam dimensi tersembunyi.
Ryu, Giovani dan lainnya mencoba melihat ke atas namun tidak menemukan siapa-siapa meskipun pandangan mereka semua menembus beberapa dimensi terdekat dari dunia.
Tang Xiao kembali melanjutkan ucapannya.
"Jika dunia ini telah ditarik ke dimensi Immortal Realm, mungkin kita bisa bertemu. Dan suata hari aku akan kembali mengambil istana ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Dimensi Semesta yang lebih jauh lagi. Perjalanan ke sana mungkin butuh miliaran tahun atau triliyun tahun. Namun demi melepas semua rasa penasaran, meskipun membutuhkan waktu seumur hidup dalam perjalanan, akan aku tempuh apapun resikonya.
Asal kalian tahu, Mortal Realm, Immortal Realm dan Divine Realm berada dalam satu dimensi semesta yang di sebut Semesta Delapan. Jika Mortal Realm saja sudah sangat luas dan tak terhitung jaraknya serta terdapat orang kuat yang tak terhitung jumlahnya, lalu bagaimana dengan Immortal yang jauh lebih besar dan lebih kuat dari Mortal Realm. Tapi Mortal Realm dan Immortal Realm tidak bisa disandingkan dengan Divine Realm." Tang Xiao menghentikan ucapannya untuk memberi jeda kepada orang-orang di depannya yang kelihatan sulit memahami arti ucapannya. Dia membiarkan mereka waktu untuk menenangkan keterkejutan dengan informasi yang baru saja mereka dengar dan mungkin sedikit tidak percaya.
Tang Xiao melanjutkan ucapannya setelah melihat sepuluh orang di depannya kembali tenang.
"Divine Realm sendiri sangat-sangat luas, bahkan jika Immortal Realm di sandingkan, mungkin akan terlihat seperti cincin di tengah padang pasir. Namun kekuatan di sana tidak main-main. Yang terlemah di sana, mampu menghancurkan semesta Mortal Realm hanya dengan lambaian tangannya. Namun para Dewa yang berada di Divine Realm hanya bertugas mengawasi keberlangusungan hidup seluruh makhluk dalam dua dimensi lainnya. Dan nyatanya, monster-monster yang berada di Divine Realm memang benar-benar mengerikan. Hembusan nafas mereka saja mampu melenyapkan seluruh dimensi Mortal Realm. Dan Ryu ini adalah salah satu dari dewa yang berasal dari Divine Realm."
Tang Xiao menyuruh Ryu maju dan memperkenalkan dirinya dengan formal. Dia tidak mempermasalahkan itu semua. Dia sudah sangat senang mendapat kepercayaan dari tuannya menjadi pengganti tuannya untuk melindungi dunia ini. Bahkan beberapa orang temannya, merasa iri dengannya dan berharap posisi mereka dapat bergantian.
"Oh tenang saja, Ryu tidak akan sendirian menjaga kalian. Tentu saja jika sendirian akan sangat membosankan baginya." Ucap Tang Xiao lagi menghentikan perkenalan formal Ryu dengan yang lain.
Tang Xiao mengayunkan tangannya ke kanan dan tiba-tiba muncul portal emas setinggi tiga meter tak jauh dari depan mereka. Dari portal itu muncul sesosok bidadari berbalut busana biru dan keindahan yang membuat wanita pun terpana akan kecantikannya.
Begitu portal itu hilang, wanita yang baru saja keluar segera berlutut di depan Tang Xiao dan mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Dengan wajah berseri dan mata berbinar wanita itu berbicara, "Terima kasih tuan telah mengizinkan saya hidup bersama kakanda Ryu."
Tang Xiao mengangguk dan tersenyum senang. Dia memberikan isyarat untuk segera berdiri di belakangnya di samping Ryu. Bagaimanapun mereka adalah sepasang kekasih dan pengantin baru. Dan yang menikahkan mereka adalah Tang Xiao sendiri yang dihadiri seluruh penghuni dunia jiwanya yang mana luasnya jauh lebih luas dari dimensi Mortal Realm.
Kesepuluh orang yang duduk di depan Tang Xiao tercengang dengan kejadian barusan yang terjadi dengan cepat. Portal emas yang muncul tiba-tiba mengeluarkan aura mengerikan yang bahkan membuat dewa Supreme God bergidik ngeri. Baru sekali ini mereka merasakan aura mengerikan itu setelah kejadian beberatus ribu tahun lalu yang mengakibatkan istana ini mendapat kutukan abadi.
Kesepuluh orang itu memandang Ryu dan pasangannya bergantian. Mereka tidak mengetahui kekuatan kedua orang itu, namun mereka dapat merasakan bahwa kekuatan kedua orang itu sudah jauh melampaui Almigthy God dan mungkin saja mereka berdua di ranah Dewa Absolute. Yang mana ranah Dewa Absolute ibarat legenda dalam pendewaan. Bahkan Kaisar Surga harus patuh kepada Dewa Absolute meskipun Kaisar Surga adalah eksistensi terhormat di alam semesta, penguasa tiga alam; Alam Fana Alam Abadi dan Alam Kematian.
"Baiklah kalian bisa melanjutkan perkenalan nanti. Satu hal lagi yang ingin aku sampaikan, berikan sedikit kelonggaran kepada orang-orang yang datang mengunjungi tempat ini. Walau bagaimanapun, istana ini akan menjadi kegemparan terbesar di dunia.
Selama orang-orang yang datang tidak dengan niat jahat, biarkan saja. Tapi jika sedikit saja terbesit niat jahat di hati mereka, segera kirimkan mereka pulang ke tempat masing-masing. Ataupun jika yang datang memang sengaja membuat onar, tidak peduli siapapun habisi mereka tanpa ampun. Dan biarkan orang lain melihatnya sebagai contoh agar tidak ada yang bersikap seenaknya di istana milikku ini." Ucapan Tang Xiao terdengar santai, namun mengandung tekanan yang mengerikan yang bahkan membuat istana yang luasnya ribuan kali lapangan bola, bergetar hebat seakan hendak runtuh.
Ryu dan yang lainnya merasa tekanan yang mereka terima benar-benar berat, seandainya Tang Xiao mengeluarkan tekanan sedikit lebih keras, mungkin mereka semua yang ada di sekelilingnya sudah hancur menjadi kabut darah.
"Ah maaf aku terlalu bersemangat." Ucap Tang Xiao tersenyum canggung melihat bawahannya yang bermandikan keringat akibat tekanan yang dikeluarkannya. Namun dia menatap tajam kepada sepuluh orang di depannya.
"Bukankah kalian terlalu lemah hanya menahan tekanan di bawah satu persen kekuatanku saja sudah hampir membuat kalian binasa?" Pertanyaan Tang Xiao tersebut cukup tajam namun tidak sampai menekan mereka.
Sepuluh orang itu berkeringat dingin tak tahu harus menjawab apa. Kesepuluh orang itu segera berlutut dan memohon maaf.
"Sepertinya kalian harus berlatih dengan sangat keras. Meskipun kalian adalah Dewa dengan ranah Supreme God yang mempunyai kekuatan dahsyat, bahkan bisa menciptakan semesta dimensi kecil, namun dihadapan dewa terkuat di ranah yang sama, kalian bukanlah apa-apa. Selama aku pergi, kalian akan berlatih dibawah sahabatku. Dan begitu aku kembali ke sini, kalian bersepuluh harus sudah berada di ranah Almighty God. Jika tidak, jangan harap aku akan membawa kalian berpetualang ke Semesta sembilan atau sepuluh atau biasa disebut cosmos dalam semesta sembilan." Ucap Tang Xiao tanpa menunggu jawaban sepuluh orang yang malang itu dan langsung menghilang tanpa jejak sama sekali.
Sepuluh orang itu menundukkan pandangannya merasa beban yang mereka tanggung benar-benar besar yang bahkan mereka tak mampu untuk membayangkannya.
Ryu dan kekasihnya saling pandang dan kemudian menghembuskan nafas pelan lalu menghampiri sepuluh orang yang akan berada di bawah perlindungan mereka berdua yang terlihat susah dan merana.
"Tenang saja kalian tidak perlu takut." Ucap Ryu menenangkan sambil mengangkat pundak mereka.
"Kalian akan berlatih di dunia jiwa tuan besar yang luasnya melebihi luas dari dimensi Mortal Realm. Di sana telah tersedia sumber daya tak terhitung jumlahnya dengan umur melebihi umurku sendiri yang berusian lima ratus ribu tahun. Jujur saja, tanaman herbal termuda yang berada di dunia jiwa tuan besar berumur seratus ribu tahun. Terlebih dengan pil-pil berkualitas yang telah berumur jutaan tahun, kurasa dalam sepuluh tahun, kalian bisa menembus ranah Almighty God." Lanjut Ryu dengan semangat.
Sepuluh orang yang baru saja berdiri itu kini kembali terduduk lemas tak berdaya di lantai marmer. Belum pulih dari keterkejutan pertama, mereka kembali mendengar sesuatu yang sangat mustahil untuk didengar namun mau tak mau mereka harus percaya dengan segala informasi yang menumpuk begitu saja dan tiba-tiba, meskipun masih banyak keraguan dalam benak mereka.
Ryu tersenyum simpul ketika membaca pikiran Giovani. Dia mendongak ke angkasa sesaat lalu mengangguk pelan.
"Baiklah, apakah kalian butuh bukti atas ucapanku dan ucapan tuan besar." Ucap Ryu santai namun serius.
Sepuluh orang itu menatap Ryu dengan serius dan mimik mereka memperlihatkan bahwa mereka butuh bukti ucapannya barusan.
Ryu mengangguk takzim lalu melangkah mundur bersama kekasihnya dua langkah. Ryu menarik tangan kanannya ke belakang lalu mendorong ke atas ke atas dengan pelan seolah ada beban di tangan kanannya.
"Dimensi Ruang Terdistorsi" Ucap pelan Ryu.
Grudukk... Gruduukk..
Taarrr.. Taarr...
Suara gemuruh yang menggelegar dan mampu menghancurkan telinga siapa saja mendengarnya disertai muncul sobekan ruang di atas kepala mereka yang memperlihatkan tiga orang yang sedang menatap beberapa planet dari angkasa.
Ketiga orang yang berdiri itu terlihat sangat terkejut dan mata mereka melebar saat kedua tangan Ryu dan tangan kekasihnya, dengan cepat dan akurat serta kuat, mencengkram leher ketiga orang itu. Ketiga orang itu mencoba beronta, namun mereka sama sekali tak mampu bergerak.
Dimensi ruang yang terkoyak di atas mereka kembali tertutup dan mengeluarkan suara yang memekakkan telinga. Kini di kedua tangan Ryu telah mencengkram dua leher pemuda serta di tangan kiri kekasinhnya mencengkram leher satu orang pemuda yang wajah mereka semua pucat pasi dan keterkejutan serta ketakutan yang sangat mendalam.
Ryu tersenyum simpul melihat tikus-tikus tak berdaya di tangannya lalu menoleh ke sepuluh orang yang masih terduduk di lantai dan dipenuhi wajah keterkejutan.
"Bukankah kalian mengetahui mereka bertiga termasuk dewa terkuat di semesta ini?" Tanya Ryu santai.
Kesepuluh orang itu mengangguk cepat.
"Me...mereka..ranah...Almighty God ta..tahap akhir." Ucap Valdimir terbata-bata. Valdimir adalah ketua dari sepuluh orang bawahan baru Tang Xiao.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhir2 ini blm bisa update selain karena repot kegiatan kampus, masih fokus utk mengerjakan laporan dan skripsi. Jadi seadanya dulu.