The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 20. RASA YANG BELUM PERNAH ADA



Saat ini keluarga utama Ling dalam masalah besar. Susana di dalam keluarga begitu tegang. Beberepa orang tua tengah berkumpul di ruang keluarga utama. Beberapa cabang keluarga juga ikut hadir. Beberapa hari ini mereka tidak mendapat laporan dari keluarga Lin yang ada di sekte Bambu Emas. Apalagi saat ini mereka tidak bisa menghubungi Dewa Iblis yang mereka sendiri tidak tahu dimana keberadaanya.


Mereka tengah membahas tentang penyerangan besar-besaran yang beberapa bulan lagi. Namun hingga saat ini mereka belum bisa memutuskan apa-apa karena ketidak hadiran Dewa Iblis.


"Mungkin dia sedang menyambut Dewa Iblis lain yang akan membantu. Bukannya Beliau pernah berkata akan ada Dewa Iblis yang sama seperti dirinya bahkan lebih kuat yang akan membantu mereka" Salah seorang tetua berbicara.


"Ya bisa jadi. Di pertemuan terakhir beliau akan memeperkenalkan kita dengan Dewa Iblis lain saat pertemuan selanjutnya. Bukannya beliau juga yang memberikan jadwal pertemuan kita." Salah seorang tetua cabang menimpali.


Semua orang beragumen masing-masing. Ada yang mengatakan lupa. Ada yang mengatakan sedang istirahat. Suasana itu sedikit ramai namun tetap tenang. Mereka tidak ingin dicurigai orang luar ataupun mata-mata Kaisar. Selama ini mereka selalu berhasil mengelabui orang yang bukan keluarga mereka agar tidak ketahuan tentang rencana pemberontakan. Apa lagi terhadap keluarga Zhou yang sangat loyal terhadap Kekaisaran. Keluarga Zhou merupakan yang tertinggi kedudukan di antara empat keluarga besar. Sedangkan keluarga Lin menempati urutan terakhir. Walaupun menempati posisi terakhir di antara empat keluarga Kekaisaran, tapi terdapat tiga pendekar tingkat Dewa Langit yang mana keluarga lain hanya ada dua.


Pembicaraan terus berlanjut hingga sore menjelang. Pertemuan itu berakhir tanpa keputusan pasti. Mereka masih heran dengan tidak adanya kabar dari Dewa Iblis. Kejadian yang belum pernah terjadi.


..................


Matahari sudah hampir tenggelam saat Xiao Long, Xiao Yang dan Xiao Ying kembali ke dunia jiwa Tang Xiao. Mereka menunggu di aula istana sambil sesekali bercanda. Tak lama menunggu, Tang Xiao mencul dengan seorang gadis cantik jubah abu-abu rambut pirang dan mata coklat. Seorang gadis anggun nan menawan. Kecantikan yang tak kalah dengan Xiao Yang.


Xiao Long, Xiao Yang dan Xiao Ying terdiam melihat gadis itu. Mereka seakan terpukau akan kedatangannya. Suasana hening sesaat. Xiao Long berdebar yak karuan. Dia tak menyangka ruh bauk busuk beberapa hari lalu kini menjelma menjadi gadis rupawan menawan hati. Walaupun Xiao Long telah melihat kecantikan-kecantikan yang sangat dari Dewa-Dewi sahabat Tuannya ini, tapi tak ada rasa tertarik pada mereka. Sedangkan terhadap Monica, dia tak bisa menahan debaran kencang apa lagi saat Monica menatap dan tersenyum manis ke arahnya. Dia tak bisa menyangkal ada hawa adem menetes di setiap debaran jantungnya.


"Ehem.. Uhuk.. " Batuk Tang Xiao mengagetkan Xiao Long dan yang lainnya. Mereka segera sadar kehadiran Tuan mereka.


" Selamat sore Tuan. Kami telah kembali dan selamat untuk saudari Monica yang telah mendapat kembali tubuhnya" Xiao Yang memberi salam sambil berlutut bersama yang lain. Monica juga ikut berlutut. Tang Xiao hanya mengangguk-angguk. Dia menyuruh mereka semua berdiri dan duduk di kursi masing-masing.


"Ah saudari Yang terima kasih ucapannya." Ucap Monica tersenyum ramah. Dia heran sikap ketiga temannya yang biasa-biasa saja tidak ada rasa penasaran di hati mereka. Seolah pembentukan tubuh adalah hal biasa di mata mereka.


Kekaguman yang mereka tunjukkan tadi hanya karena mereka tidak mengira akan secepat ini pembentukan tubuh Monica.


Xiao Long dan Xiao Yin juga ikut mengucapkan selamat. Dan yang paling mendebarkan tentulah Xiao Long. Dia agak gagap berbicara. Dia pun heran akan dirinya sendiri. Xiao Long yang terkenal Dewa para Dewa Naga bisa grogi di depan seorang gadis. Walaupun dia merasa aneh namun dia tetap bersikap seperti biasa seolah tak terjadi apa-apa.


Lalu mereka menceritakan perjalanan mereka. Termasuk tubuh asli Xiao Long yang sedang mencari sesuatu dan belum kembali. Tang Xiao juga penasaran dengan cerita itu. Namun dia hanya mengangguk. Yang paling takjub tentu saja Monica. Dia tak pernah mengira mampu mengalahkan gabungan Dewa Iblis hanya dalam satu kali serangan. Padahal dia sendiri tak mampu berkutik di hadapan Dewa Iblis apa lagi jika bergabung ditambah dengan seorang manusia yang tingkat kekuatannya di luar akal. Dia juga tak kalah kagetnya mengetahui Xiao Long mampu membelah diri.


"Xiao Long mampu membelah diri menjadi ratusan. Masing-masing belahan diri mempunyai kekuatan 70% dari kekuatan aslinya. Tubuh belahannya saja mampu menghancurkan semesta ini apa lagi tubuh aslinya." Tang Xiao yang memahami pikiran Monica menjelaskan kekuatan Xiao Long. Sedangkan Monica dibuat merinding bukan main. 'Mampu memusnahkan satu semesta? Betapa kuat orang ini'. Monica bergumam tak karuan dalam hatinya. 'Jika Xiao Long saja sekuat ini lalu bagaimana dengan Tuan ya? Namun dari mana mereka berasal hingga mempunyai kekuatan semengerikan ini?' Monica yang sudah membaca banyak pengetahuan di dunianya tak pernah mendengar apa pun tentang kekuatan seperti ini. Dia semakin lama semakin dibuat takjub dan kagum.


"Lalu bagaimana dengan keadaan tubuh aslimu Xiao Long? " Tang Xiao bertanya hanya untuk basa-basi saja. Dia tahu karena sebelumnya Xiao Long meminta izin, Namun memberi perhatian penuh terhadap kerja keras mereka.


" Sekarang ini saya masih dalam perjalanan tuan. Soalnya saya sempat melihat-lihat keadaan di dalam laut yang cukup indah."


"Ah iya ini bisa jadi refreshing. Sekalian bawa hadiah selamat atas tubuh Monica" Tang Xiao menggoda Xiao Long terhadap Monica. Dia mengetahui jelas perasaan Xiao Long saat ini.


"Ehem.. Baiklah aku akan pergi ke dunia luar. Ada banyak hal yang harus aku kerjakan. Dan untuk pelatihan Monica, aku serahkan kepada kalian berdua." Tang Xiao menunjuk Xiao Yang dan Xiao Ying. Mereka berdua mengangguk sopan.


"Dan Monica, berlatih lah bersama dua saudara mu ini. Kekuatanmu saat ini menurun drastis hilang bersama kekuatan kegelapan yang ada di tubuhmu. Walaupun kamu mendapat kekuatan puncak seperti kehidupan mu sebelumnya, di mata dua saudara mu lebih lemah dari seekor semut. Sebab itu mereka akan melatih mu siang dan malam." Ucap Tang Xiao tegas. Lalu bangkit.


"Baik Tuan. Saya akan berlatih sesuai keinginan Tuan." Monica mengatupkan dua tangannya di depan dada.


Xiao Long segera menghilang dari aula istana menyisakan ketiga abdinya. Namun sebelumnya dia telah mengirim pesan jiwa ke dua abdinya yang lain 'Xiao Yang, Xiao Ying berikan sedikit waktu untuk Monica dan Xiao Long berdua bersama. Kalian lebih memahami perasaan mereka.' Mereka berdua hanya tersenyum lebar. Monica yang tak tahu apa-apa ikut tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...


#Sendu


Di keheningan malam gulita


Kurebahkan kening di tanah


Kuberbisik diri merendah


Harap-harap penduduk angkasa


Menyampaikan duka nestapa


Ke pada Sang Maha Kuasa


Atas banyaknya dosa


Diri tak mampu berkata


Terpuruk di lembah dusta


Menghanguskan jiwa dan raga


Maaf banget baru up hari ini. Benar-benar sibuk ngurus ujian kawan-kawan di asrama.


Beberapa hari ke depan upnya gk menentu. Jadi jangan lupa tinggalkan jejak sluurr..