
"Tuan Tang Xiao?" Seru orang-orang satu ruangan terkejut saat melihat Tang Xiao keluar dari portal emas yang tiba-tiba muncul begitu saja di dekat mereka.
Tang Xiao tersenyum lebar kepada orang-orang dalam ruangan yang sudah beberapa tahun tidak berjumpa. Adam segera bangkit dari kursinya menyambut Tang Xiao dan merangkulnya erat seperti anak sendiri yang sudah lama tidak bertemu.
Adam mempersilahkan Tang Xiao duduk dikursinya namun ditolak dengan halus. Setelah itu seluruh orang dalam ruangan satu persatu bersalaman dengan Tang Xiao termasuk anak angkat Adam yang berumur lebih tua dari Tang Xiao. Adam mengambil sebuah kursi kosong dan menaru di samping kursinya kemudian mempersilahkan Tang Xiao duduk di kursi itu. Tang Xiao tersenyum dan mengangguk kemudian duduk di kursi yang telah disediakan Adam. Pria paruh baya itu menyuruh anak angkatnya untuk mengambil hidangan yang telah disiapkan.
"Maaf sebelumnya nak Tang mengganggu waktu anda." Adam memulai pembicaraan.
"Tidak masalah paman Adam. Saya juga sedang tidak ada pekerjaan di rumah jadi waktu saya sangat longgar." Balas Tang Xiao tenang.
"Terima kasih atas pengertiannya."
Adam menekan-nekan tombol keyboard transparan yang ada di mejanya untuk menampilkan apa yang dikehendakinya. Di meja besar tempat mereka berkumpul, muncul gambar visual yang menampakan sebuah kehancuran planet yang memiliki kehidupan.
Tang Xiao mengernyitkan dahi dan terkejut melihat itu.
"Ini adalah plenet bumi 090 yang baru-baru ini hancur akibat serangan sekelompok makhluk yang kami tidak tahu siapa dan datang dari mana."Jelas Adam sambil menampakkan kedatangan makhluk hitam yang mulai menyerang planet bumi 090.
"Tidak seperti biasanya, jika suatu makhluk ada yang menyerang satu planet yang memiliki kehidupan, kami para Guadian Of Galaxy pasti bisa membantu mengusir makhluk yang datang. Namun kali ini berbeda, ketika para makhluk itu datang, untuk mendekati bumi saja tidak bisa apalagi memasuki bumi. Bahkan kami sudah meminta bantuan dari Guardian Of Galaxy dari Konstelasi lain, mereka juga tidak bisa. Seakan-akan bumi itu dilindungi semacam dinding keras yang tak kasat mata.
Berbagai macam senjata telah kami gunakan, namun semua senjata-senjata itu seolah larut oleh sesuatu yang tidak terlihat. Bahkan senjata pemusnah galaxi tidak bisa menembusnya. Jika nak Tang ada informasi mengenai mereka mohon sekiranya untuk memberi tahu kami agar kami bisa mengatahui siapa mereka." Jelas Adam panjang lebar.
Tang Xiao mengangguk pelan sambil memperhatikan layar visual di depannya. Dia kini mengerti apa yang telah terjadi.
"Para makhluk itu bukan datang dari dimensi ini." Ucap Tang Xiao tenang. Ucapannya itu malah membuat orang di sekitarnya semakin penasaran.
Suasana hening sejenak, tidak ada yang berani bertanya apa yang dimaksud pemuda berambut biru itu. Tang Xiao pun tidak melanjutkan penjelasannya. Sepertinya pemuda itu sedang menikmati suasana hening atau bisa disebut canggung diantara mereka.
"Lalu bagaimana menghadapi mereka jika suatu saat nanti kembali ke dimensi ini?" Tanya Adam setelah diam sejenak. Dia tidak peduli dari mana makhluk seperti itu datang, dia hanya mau tahu bagaimana melawan makhluk-makhluk itu jika suatu saat datang ke dunia lain untuk mencari kotak yang sama.
"Yang kalian ketahui, ada berapa kotak pandora yang tersebar di semesta ini?" Tanya Tang Xiao.
"Sekitar ada lima nak Tang, salah satunya di galaksi ini. Empat lainnya tersebar di empat galaksi lain dan dijaga dengan sangat ketat. Hanya saja ketika para makhluk hitam itu datang ke galaksi ini kami tidak merasakannya. Mereka tidak terdeteksi dalam pemindaian apapun. Tiba-tiba saja mereka telah menghancurkan bumi dan kami tidak dapat membantu sama sekali." Jawab Adam sedih. Dia memijat keningnya memikirkan bagaimana para makhluk itu bisa datang dan pergi semudah itu.
"Saya mengerti Paman, jalur teleport yang mereka gunakan seperti jalur penyusup dalam sebuah sistem yang dikendalikan kecerdasan buatan. Para makhluk hitam itu hanya perlu tahu dimana titik tujuannya, mereka akan sampai di sana dalam beberapa menit saja." Balas Tang Xiao.
"Seperti yang paman ketahui, jika sebuah kapal luar angkasa hendak melakukan teleport ruang, tentu saja titik destinasy kapal luar angkasa harus jelas dan lalu lintas dimensi sedang kosong jika tidak mungkin akan bertabrakan dengan kapal angkasa lain yang sedang dalam lompatan dimensi juga.
Para makhluk itu tidak perlu dengan keribetan semua itu karena mereka hanya perlu mengetahui titik destinasi dan mereka akan sampai tujuan dalam beberapa menit saja. Tentu saja jalur teleport dimensi mereka berbeda dengan paman Adam dan yang lainnya. Jalur teleport mereka telah mendistorsi dimensi sedekat mungkin dan semudah mungkin, dan tentu saja tidak akan ada tabrakan dengan yang lain karena jalur teleport yang mereka gunakan bukan tercipta oleh kecerdasan buatan melainkan karena energi yang mempunyai kekuatan dalam mendistorsi ruang." Jelas Tang Xiao mencoba emnggunakan bahasa semudah mungkin agar dimengerti orang-orang dalam ruangan.
Seorang gadis datang dengan beberapa robot buatan membawa nampan berisi makanan dan minuman yang kemudian dihidangkan ke setiap orang dalam ruangan.
Adam terdiam memahami ucapan Tang Xiao. Pria itu sesekali menoleh Tang Xiao untuk meyakinkan dirinya bahwa semua ucapan pemuda itu masuk akal. Namun dia juga harus mempercayai itu, karena pemuda di sampingnya itu datang dengan teleport yang tidak terdeteksi oleh sistem dalam ruangan itu yang bahkan mendeteksi gerakan nyamuk sekalipun.
"Baiklah saya faham dengan ucapan tuan, lalu bagaimana cara menghadapi mereka jika suatu saat datang ke dunia lain?" Adam yang mulai memahami maksud Tang Xiao, mulai mencari solusi jitu cara menghadapi sesuatu yang belum mereka ketahui.
"Jujur saja, saya tidak tahu kekuatan apa yang terkandung dalam kotak pandora yang mereka incar namun pasti itu sesuatu yang memiliki kekuatan dahsyat sehingga para makhluk immortal tertarik dengannya.
"Begini saja paman, bisakah paman menghubungi para Guardian of Galaxi dari galaksi lain?"
Adam mengangguk.
"Nah coba paman mengajak mereka bekerja sama dalam melindungi kotak pandora yang ada dalam galaksi masing-masing, serta yakinkan mereka untuk membawa setiap token yang akan saya berikan." Putus Tang Xiao cepat. Pemuda itu mengeluarkan empat token yang sama dengan milik Adam.
"Baiklah nak Tang, kami akan mencoba yang terbaik menghubungi mereka. Dan mungkin akan memakan waktu sedikit lama karena jarak antar galaksi yang cukup jauh. Jika telah berhasil meyakinkan mereka, saya akan menghubungi anda kembali."
Tang Xiao mengangguk. "Baik saya setuju. Jika sulit bagi paman meyakinkan Guardian Of Galaxy lainnya, beritahu saya. Saya punya cara untuk meyakinkan mereka." Balas Tang Xiao.
Adam tersenyum lalu mempersilahkan Tang Xiao menikmati hidangan yang telah dihidangkan. Setelah cukup lama berbincang-bincang, Tang Xiao pun pamit karena ada suatu hal yang sangat mendesak.
Wuushh...
Portal emas muncul di atas arena, Tang Xiao yang masih dalam portal segera bersatu dengan belahan tubuhnya. Pemuda itu tersenyum.
Cup...
Tang Xiao mendaratkan ciumannya di bibir Denas alias Dewi Nawang Sari yang masih dalam pelukannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...