The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 37. GAGAK PENGUASA



Setelah tiga hari persiapan, pasukan Kerajaan Dong kembali ke Ibu Kota Raja setelah di medan perang selama sebulan yang dipimpin langsung oleh raja Park dan putra satu-satunya Pangeran Park. Pertempuran kali ini mendapat hasil yang tak pernah terduga dan belum pernah ada selama berdirinya Kerajaan Dong. Pasukan Kerajaan yang hampir mengalami kekalahan besar berbalik kemenangan seratus delapan puluh derajat hanya karena seorang pemuda yang tidak dikenal. Dengan mudahnya pemuda itu membalikkan situasi seperti mudahnya membalikkan telapan tangan. Seorang pemuda super jenius yang entah datang dari mana.


Kabar kemenangan Pasukan Kerajaan segera tersebar luas di seluruh Kerajaan. Sorak-sorak hore dan kemenangan tampak di sekitar jalan menuju Kota Istana. Rakyat Kerajaan Dong telah berkumpul menyambut kemenangan besar mereka. Ucapan selamat dan bahagia mengiringi setiap langkah pasukan Kerajaan hingga memasuki istana. Para rakyat yang hadir tambah terpesona melihat puluhan mayat Mythical Beast tingkat tinggi pada tingkatan kultivasinya masing-masing.


Kemenangan Kerajaan Dong sampai di telinga Kaisar Wu dan sangat senang mendengar kemenangan tersebut. Baginya, Kerajaan Dong telah berjasa sangat besar dalam mengusir para pemberontak yang bahkan Kerajaan lain yang berada di bawah kekuasaanya menolak mentah-mentah tugas tersebut. Hanya Kerajaan Dong yang memiliki jiwa semangat yang tinggi dan juga Semua orang tahu bahwa pasukan pemberontak telah bekerja sama dengan Aula Jiwa. Sebuah organisasi yang sangat bengis dan kejam serta suka berperilaku semena-mena. Sebuah organisasi salah satu terkuat di dunia yang memiliki dua orang Kultivator ranah Saint Expert yang bahkan Paviliun Bintang juga tidak berani memprovokasi Aula Jiwa tanpa sebab.


Kaisar Wu berinisiatif pergi menemui Raja Dong secara langsung membawa hadiah besar atas prestasi Raja Dong. Namun dia tidak tahu bahwa ada seorang pemuda yang membantu Kerajaan Dong meraih kemenangan besar ini. Karena memang hal itu sengaja tidak diberitahu kepada masyarakat. Hanya para pasukan yang ikut berperang yang mengetahui hal itu. Para pasukan itu juga telah bersumpah tidak akan mengatakan apapun tentang pemuda yang telah membantu mereka. Pemuda itu sengaja meminta hal tersebut karena tidak suka menjadi perhatian publik dan menjadi sorotan orang-orang banyak.


Saat ini di Istana Kerajaan Dong setelah istirahat sehari, Tang Xiao, Raja Park dan Putranya, Tabib Kim, Jenderal Kim dan beberapa petinggi kerajaan lainnya sedang berkumpul di aula menikmati perayaan kemenangan mereka. Canda tawa memenuhi ruangan sekitar. Raja Park telah mendengar kedatangan Kaisar Wu sehingga dia sengaja membuat pesta mewah untuk menyambut Kaisar Wu dan juga berniat ingin memperkenalkan Tang Xiao kepada Kaisar Wu. Sebuah teriakan terdengar dari luar.


"Kaisar Wu telab tiba!!"


Raja Park dan seluruh orang yang hadir berdiri menyambut dan menghormat pada Kaisar Wu. Kaisar Wu adalah seorang Kaisar yang merakyat sehingga dia menyapa semua orang yang hadir di Aula Istana yang datang menyambutnya. Kaisar Wu sedikit merasa terkejut saat menyapa Tang Xiao yang tersenyum ramah kepadanya.


"Anak ini baru berumur 15 tahun tapi sudah memiliki Aura Jiwa Pil Emas. Benar-benar mengerikan. Dan apa ini? Ini energi qi di tubuhnya sangat murni seribu kali lebih murni dari kultivator di sini. Apa anak ini orang dari suku kuno?" Batin Kaisar Wu herat dan kagum. Kaisar Wu duduk disamping Raja Park setelah selesai menyapa seluruh orang. Mereka berbincang-bincang cukup lama seperti kawan lama yang bertemu kembali. Setiap orang berbincang dengan kawannya masing-masing. Para prajurit yang ikut berperang pun ikut diundang diacara perayaan kemenangan. Rakyat jelata pun ikut merayakan dengan cara mereka sendiri menikmati kemenangan.


Tang Xiao saat pertama kali bertemu Kaisar Wu juga merasa sedikit tercengang dengan aura yang dimilikinya. "Memang pantas menjadi seorang Kaisar, auranya tidak biasa. Sepertinya dia mempunyai pelindung yang kuat yang bersembunyi di balik bayangannya. Kultivasinya sudah mencapai ranah Saint tingkat lima. Dia menyembunyikannya cukup baik." Batin Tang Xiao sambil sesekali melirik bayangan Kaisar Wu. Tidak ada yang sadar jika bayangannya itu bergerak mengikuti beberapa orang yang cukup kuat di ruangan itu.


"Saudara Park, bagaimana anda bertemu dengan anak muda itu?" Tanya Kaisar Wu sambil menunjuk ke arah Tang Xiao. Dia sudah tidak sabar ingin mengetahui tentang pemuda tidak biasa yang membuatnya kagum.


"Yang Mulia Kaisar ternyata tertarik anak muda itu? Saya tidak menyangka hal ini. Padahal anda bukan orang yang suka tertarik pada hal-hal seperti itu." Jawab Raja Park. Dia sengaja mengulur waktu agar bisa berbincang lebih lama.


"Saya cukup tertarik dengannya. Akankah kemenangan kali ini karena ikut campur pemuda itu?" Tanya Kaisar Wu penuh selidik.


Raja Park sedikit tertegun. Dia melirik Tang Xiao yang sedang berbicang-bincang dengan Pangeran Park dan Tabib Kim. Mereka terlihat akrab.


"Anak muda itu datang bersama dengan rombongan yang membawa Tabib Kim. Kata mereka menemukannya tergeletak di tengah jalan dalam keadaan pingsan kehabisan tenaga. Rombongan Tabib Kim yang dipimpin langsung oleh Jenderal Kim berinisiatif membawanya ke kamp karena mengira dia adalah kafilah dagang yang berhasil selamat dari rampokan bandit gunung. Ketika dia sadar kami bertanya dari negara mana dia dan hendak ke mana. Namun dia tidak menceritakannya dan hanya mengatakan dia dari tempat yang jauh. Dan memang kemenangan hari ini adalah campur tangan anak itu yang berhasil membunuh tetua Hundai dan mengusir tetua Gumei dari Aula Jiwa. Dia juga yang membunuh seluruh Mythical Beast sehingga harta rampasan kali ini lumayan besar." Jelas Raja Park singkat sedikit berbohong.


Kaisar Wu sejenak terdiam. Dia merenungkan kata-kata Raja Park yang mengatakan 'dari tempat yang jauh.' Dia sudah merasa agak sedikit tahu dari mana asalnya anak muda itu.


"Raja Park apa anda punya firasat atau menerka anak muda itu berasal dari klan kuno yang tidak pernah menampakan diri mereka selama ini?" Tanya Kaisar Wu.


Raja Park menjadi terdiam. Dia tidak menyangka Kaisar Wu mempercayai tentang klan kuno dengan kekuatan dahsyat yang sudah ratusan ribu tahun tidak menampakan diri. Dari sini juga Raja Park menjadi sedikit percaya dengan analisis Kaisar Wu. Mungkin Tang Xiao sengaja berbohong waktu itu untuk menutupi identitas dirinya agar tidak ada yang tahu bahwa klan kuno memang benar-benar ada. Klan kuno yang pernah menyelamatkan dunia. Hanya saja catatan mengenai mereka benar-benar sedikit.


"Hemm.. Bisa jadi begitu Saudara Wu. Ada terlalu banyak misteri yang mengelilingi anak itu di usia semuda itu. Tapi apa yang membuatnya datang ke benua kecil ini?" Ucap Raja Park menanggungkan ucapannya dengan pertanyaan yang sulit dijawab.


Kaisar Wu dan Raja Park terdiam sesaat. Mereka sama-sama melirik Tang Xiao yang asik berbicara bersama Tabib Kim, Jenderal Kim dan Pangeran Park. Raja Park membuang semua pikirannya tentang dunia lain dan fokus pada kenyataan bahwa Tang Xiao berasal dari klan kuno dengan kekuatan dahsyat.


"Sepertinya kali ini dunia akan berubah. Cukup menarik." Batin Raja Park senyum hangat.


Beberapa saat kemudian acara minum-minum selesai. Para tamu undangan kembali ke tempatnya masing-masing. Kaisar Wu kembali ke Kaisaran bersama para pengawal Kaisar. Sebelum kembali dia sempat menawarkan Tang Xiao untuk berpartisipasi dalam turnamen Kekaisaran antar benua yang akan diadakan dua bulan lagi. Namun Tang Xiao menolak secara halus tawaran itu berasalan karena dia ingin berpetualang dan tidak terikat dengan Negara atau Kekaisaran manapun. Namun sebelum pergi, Kaisar Wu menitipkan dua token Diamond bertuliskan Kekaisaran Wu agar diberikannya kepada Tang Xiao dan Pangeran Park. Pangeran Park diizinkan ikut partisipasi Turnamen Antar Benua tanpa harus mengikuti seleksi yang diadakan Kekaisaran Wu untuk memilih siapa yang berhak ikut. Secara tingkat Kultivasi, Pangeran Park termasuk seorang jenius diusianya tanpa memasukan Tang Xiao kedalamnya. Sedangkan Tang Xiao mendapat token diamond jika suatu saat nanti berubah pikiran dan sebagi identitas yang menunjukan bahwa Tang Xiao adalah rakyat Kekaisaran Wu.


Tang Xiao kembali ke kamarnya dan mempersiapkan segala sesuatu. Dia sudah tidak betah tinggal di istana. Setelah persiapan selesai dia pun pamit kepada orang-orang yang telah dekat dengannya. Walaupun sedikit tidak rela, mereka juga tidak bisa menahannya.


"Tuan Tang, ini pemberian dari Kaisar Wu. Dia mengatakan bahwa anda bebas masuk Kekaisaran ini tanpa ada siapapun yang menahan anda selama memiliki token ini." Ucap Raja Park sambil menyerahkan Token Diamond kepada Tang Xiao. Dia menerimanya dengan senyum lebar.


"Baiklah akan saya terima dengan senang hati. Saya pergi dulu semuanya. Semoga suatu hari nanti kita akan bertemu lagi." Ucap Tang Xiao memberi salam lalu berjalan keluar gerbang istana. Raja Park, Pangeran Park, Tabib Kim dan Jenderal besar melepaskan kepergian Tang Xiao dengan seulas senyum. Mereka tahu dengan kekuatan yang dimiliki Tang Xiao, dia tidak akan betah berlama-lama di negara kecil ini.


"Seekor Naga memang harus terbang mengarungi langit luas untuk tetap hidup." Gumam Tabib Kim mengelus jenggot panjangnya.


......................


Tang Xiao berjalan melewati beberapa hutan lebat. Dia sengaja berjalan kaki ke hutan mencari beberapa Mythical Beast tingkat tiga ke atas. Tang Xiao hanya memburu yang kuat yang berada di puncak rantai kekuatan di setiap tingkatannya masing-masing.


"Hei anak manusia segera pergi dari sini sebelum aku membunuh mu" Ucap satu suara berat bersamaan hembusan angin kencang. Tang Xiao menoleh ke belakang dan mendapati seekor Gagak berukuran sangat besar sedang menatapnya tajam dari udara. Tang Xiao kaget melihat Gagak yang bisa berbicara itu apalagi tingkatannya berada di tingkat sembilan terlebih dia tidak merasakan kehadiran gagak itu.


"Anda pasti penguasa hutan ini? Saya kebetulan seorang pengelana yang kebetulan lewat." Ucap Tang Xiao santai.


"Manusia kamu telah memasuki wilayahku. Sekali lagi kuperingatkan pergilah dari sini sebelum tubuhmu kucabik-cabik." Ancam Gagak itu sambil mengeluarkan aura membunuhnya.


Tang Xiao terkekeh. "Heh hanya seekor burung pipit beraninya mengancamku. Sepertinya belum ada yang mengajari sopan santun."


Swooshh..


Gagak itu berteriak kencang mengeluarkan tenaga dalam yang sangat kuat membuat hutan porak-poranda seluas seratus meter. Pohon-pohon tercabut dari akarnya dan meninggalkan bekas di tanah yang menganga lebar. Hanya Tang Xiao yang masih berdiri tegak di tempatnya sementara area sekitarnya telah gundul.


Gagak itu tampak terkejut melihat pemuda di hadapannya baik-baik aja bahkan tidak merusak bajunya sedikitpun. Padahal tingkatan pemuda itu masihlah berada di ranah Grand Master tingkat sembilan. Tingkatan yang sangat jauh ibarat dunia dan Surga.


"Manusia ternyata kamu hebat juga bisa bertahan seperti itu. Sepertinya kamu punya artefak yang cukup kuat yang melindungimu. Tapi terima seranganku ini" Gagak itu mengepakkan sayapnya kencang. Dari sayap itu meluncur bulu-bulu besar tajam dan runcing dengan kencang mengarah ke Tang Xiao.


Tang Xiao melihat hal itu hanya tersenyum. Dia mengayunkan tangannya kedepan. Seberkas cahaya keemasan keluar berbenturan dengan puluhan bulu-bulu itu. Begitu terkena cahaya yang keluar dari kibasan tangan Tang Xiao, bulu-bulu itu berubah menjadi sekumpulan kupu-kupu indah berwarna warni terbang kesana kemari. Pemandangan yang menakjubkan itu membuat Gagak hitam menganga tak percaya.


Gagak yang masih terbang di udara kembali mengeluarkan serangannya. Gagak itu membuka mulutnya, keluar dari mulut itu api yang sangat besar. Tang Xiao terkejut melihat Gagak yang bisa mengeluarkan api dari mulutnya. "Hewan ini binatan apa sih!" Batin Tang Xiao sambil mengangkat telapak tangan kanannya dan mengeluarkan es yang sangat dingin yang mampu membekukan api milik Gagak itu.


Gagak itu terbelalak matanya. Baru pertama kali dilihatnya ada orang yang bisa membekukan apinya yang sangat panas.


"Heh burung kecil cukup bermainnya." Ucap Tang Xiao mengacungkan jari telunjuknya ke arah Gagak lalu menurunkannya kebawah.


KHAAKK


BAAAMM


Gagak itu menjerit sakit ketika tubuhnya terhempas ke bawah seolah-olah gravitasi yang sangat kuat menyedotnya dari bawah. Tubuh gagak itu terbanting ke tanah dan tidak bisa bangkit walau berusaha sekuat tenaga.


Tang Xiao berjalan mendekati Gagak dan berkata "Burung kecil, selamanya kamu tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari gravitasi ini meskipun kamu telah menjadi Mythical Beast tingkat sepuluh dan telah menjadi hewan suci yang bisa naik ke surga."


"Siapa sebenarnya kamu dan kenapa kamu ke sini tidak mungkin kamu hanya berada di tingkat Grand Master di usia semuda itu?" Tanya Gagak berusaha bangkit sekuat tenaga namun kembali terbanting ke tanah seolah-olah ada tenaga raksasa yang menghentakkan tubuhnya ke bawah.


"Aku? Untuk saat ini kamu tidak pantas tahu siapa aku kecuali kamu mau menjadi tungganganku dan budakku. Dan kekuatanku adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa kamu bayangkan. Keberadaanku di dunia ini adalah menantang surga dan langit namun tidak ada yang berani melarangku. Bagaimana burung kecil?"


Gagak itu terdiam memahami perkataan Tang Xiao. Dia tidak faham sama sekali perkataan orang di hadapannya. "Mungkinkah orang ini adalah orang tua suci yang menyamar menjadi muda?" Batanin Gagak itu.


"Oh iya, jika kamu menjadi budakku kultivasimu yang tersendat akan lancar. Lihatlah kultivasimu tersendat sejak sepuluh tahun lalu. Padahal umurmu sudah lima ratus tahun." Ucap Tang Xiao sambil mengelus kepala Gagak itu seperti burung kecil.


Burung Gagak itu merenung sejenak. Dia tidak menyangka ada yang tahu tingkat kultivasinya telah tersendat di ranah tingkat sembilan awal. Dia tersendat karena kurangnya bahan yang diperlukan walaupun sudah mencari di seluruh hutan. Namun jika dia mengikuti Tang Xiao, harga dirinya sebagai Mythical Beast Half-Saint akan ternodai. Burung Gagak itu berpikir lagi, tidak ada manusia normal yang hanya dengan satu jari telunjuknya mampu mengalahkan Mythical Beast Half-Saint tingkat awal dan membuatnya tidak berkutik.


"Kalo kamu menjadi masterku aku ingin tahu tingkat kekuatanmu agar aku tidak salah mengikuti seorang anak manusia." Ucap Gagak itu penasaran. Dia tidak percaya seorang ranah Grand Master bisa mengalahkannya dengan mudah. Setidaknya dia harus berada di ranah Holy-Ancestor bintang lima untuk bisa menaklukan Mythical Beast Half-Saint tingkat awal.


SWOOSHH...


Tang Xiao membuka sedikit segel kekuatannya. Angin yang seperti badai besar bertiup kencang keluar dari tubuh Tang Xiao menghempaskan apa saja sekitarnya dengan luas satu kilo. Hutan lebat yang awalnya gundul hanya sekitar seratus meter, kini bertambah gundul seluas satu kilo. Untung saja tidak ada Mythical Beast di sekitar yang terkena kekuatan yang keluar dari tubuh Tang Xiao.


Burung Gagak itu menggigil ketakutan. Andaikan tidak ada belenggu yang menahannya di tanah, sudah pasti dia juga akan terhempas jauh dan belum tentu dia bisa selamat tanpa mengalami kematian. Burung Gagak itu menatap tak percaya pemuda di depannya. Kekuatan orang di depannya ini adalah sesuatu yang berada di luar jangkauannya. Kekuatan yang belum pernah dilihatnya selama berada di dunia ini. Setidaknya ranah pemuda di hadapannya telah melebihi Kultivator ranah Holy Ancestor bintang sembilan.


"Master saya bersedia mengikuti anda." Ucap Gagak itu terbata-bata. Dia langsung bersikap sokap pada Tang Xiao. Dia tidak lagi peduli dengan harga dirinya sebagai penguasa hutan dan Mythical Beast Half-Saint tingkat awal. Selama dia mengikuti seseorang dengan kekuatan Absolut, akan ada banyak keuntungan yang didapat bahkan mungkin bisa menjadi Holy Mythical Beast seutuhnya dan bukan Half-Saint lagi.


Tang Xiao tersenyum lebar. "Aku tak menyangka akan semudah ini menaklukan Gagak ini. Padahal dia adalah keturunan asli dari Phoenix Suci Penguasa Surga yang belum berevolusi. Jika leluhurnya tahu hal ini, aku takut dia akan disegel dengan keras. Ah sudahlah tidak ada yang bisa menyentuh milikku tanpa izinku." Batin Tang Xiao sambil melangkah mendekati Gagak itu dan menyentuh kepalanya.


Swoosss


Gagak itu terlepas dari belenggu tak terlihat. Seluruh kekuatannya yang hilang telah kembali dan luka-lukanya telah pulih. Gagak itu berlutut di hadapan Tang Xiao. "Master silahkan melakukan kontrak jiwa agar kita saling terhubung."


Ctak.


Tang Xiao menjentikkan jarinya. Gagak yang awalnya berlutut tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya. Tang Xiao tersenyum. Lalu dia terbang menuju Ibu Kota.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guys...


Tolong krisannya ya agar kualitas novel ini lebih baik.