
Di sebuah tempat nun jauh di angkasa raya dalam sebuah lorong besar, beberapa orang laki-laki dan perempuan berjalan cepat memasuki sebuah ruangan. Tepatnya lima laki-laki dan lima perempuan. Dalam ruangan itu telah duduk seorang pria muda berumur 30-an tahun. Begitu melihat beberapa orang masuk dia berdiri dan tersenyum hangat.
"Ada apa ini, tumben kali ini kalian lebih cepat kembali. Bagaimana situasi di sana. Ah iya duduk dulu, maaf aku terlalu bersemangat" Ucap pria itu sambi tersenyum canggung.
"Baik pemimpin. Memang ada kejadian luar biasa di luar dugaan kita sebelumnya. Dan kejadian itu berlalu begitu cepat." Ucap semangat seorang wanita muda cantik berumur sekitar 20-an memakai armor warna perak yang menutupi seluruh tubuhnya sama seperti temannya yang lain. Ucapan itu membuat kening pemimpin mereka sedikit berkerut. Dia selalu mempercayai penuh ucapan orang-orang di hadapannya ini.
"Oh sepertinya bukan hal biasa. Baiklah ceritakan apa adanya." Ucap pria itu dengan nada penasaran.
"Baik Pemimpin. Beberapa hari yang lalu di saat kami sedang memantau samudra tempat dua makhluk itu berkumpul, tiba-tiba saja muncul tiga orang bertopeng berdiri melayang di pantai dekat gubuk reyot yang selama ini kita curigai. Tiga orang bertopeng terdiri dari dua pria dan satu wanita. Seorang pria bertopeng mengenakan jubah emas dengan ukiran Naga yang meliuk-liuk seakan hidup. Yang seorang memakai jubah hitam pekat dan memancarkan hawa kematian yang membuat kami semua merinding. Sedangkan yang wanita memakai jubah beberapa warna cerah dan hangat untuk dipandang, sangat kontras dengan pria berjubah hitam tadi. Ketiga manusia bertopeng itu tiba-tiba menoleh ke arah kami dan menatap tajam seakan mereka mengetahui keberadaan kami. Dan satu suara bergema di dalam kapsul yang kami kendarai. 'Sebaiknya kalian jangan ikut campur' Suara itu begitu dekat seakan-akan berada tepat di samping kami." Wanita tadi menghentikan ucapannya dan menenangkan jantungnya yang berdebar kencang ketakutan, mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Kesembilan orang temannya juga terlihat sedikit ketakutan. Mereka meletakkan tangan di dada mereka untuk meredakan sedikit gemuruh disitu.
Pemimpin mereka juga tak kalah kagetnya. Dia tidak pernah melihat atau mendengar hal yang seperti ini. Dia merasa sangat penasaran namun membiarkan sepuluh orang bawahannya menenangkan diri. Dia dapat melihat jelas tidak ada kebohongan yang diucapkan.
"Kemudian ketiga orang itu berpisah. Pria berjubah emas dengan cepat terbang ke laut lalu segera memasuki laut. Sedangkan dua orang lagi terbang perlahan mendekati gubuk reyot dan berbicara sebentar dengan dua penjaga gubuk itu baru kemudian memasukinya. Awalnya kami mengira ketiga orang ini termasuk bagian dari makhluk bertanduk itu dan kembali setelah menjalankan misi yang diberikan makhluk itu. Namun semua perkiraan kami salah ketika sekitar satu jam kemudian kami mendengar suara ledakan yang cukup keras. Ledakan itu membuat pasir sekitar gubuk yang sudah hancur itu berhamburan ke atas. Dari pasir yang berhamburan itu muncul dua orang bertopeng tadi dan segera mengembalikan pasir-pasir yang berhamburan tadi dengan hanya lambaian tangannya. Kedua orang itu berdiri melayang-layang menghadap ke laut. Tak lama kemudian terjadi ledakan yang lebih keras dari sebelumnya. Ledakan itu berasal dari laut tempat yang dimasuki pria berjubah emas tadi. Ledakan keras itu mengahasilkan gelombang yang cukup tinggi sekitar seratus meter dan sangat lebar memanjang di seluruh pesisir pantai. Ketika gelombang raksasa itu hendak mengenai dua orang bertopeng tadi, laki berjubah hitam mengangkat tangan kanannya ke arah laut dan laut itu segera berhenti kemudian terurai dan pecah. Pria berjubah emas itu muncul dari laut bersamaan dengan luruhnya gelombang raksasa tadi." Wanita itu menghentikan ceritanya dan memegang dadanya yang masih sedikit bergemuruh.
"Semua kejadian tadi tidak lebih dari satu jam, Pemimpin. Ketiga orang bertopeng itu berkumpul dan kembali menatap ke arah kami dengan tajam. Kemudian satu suara bergema 'Makhluk yang kalian takutkan selama ini telah binasa. Kalian boleh tenang. Namun ingat, jangan pernah Sekali-kali kalian mencapuri urusan orang di bumi ini. Jika kalian ikut campur, ketahuilah aku bisa berada di markas kalian hanya dengan satu kedipan mata.' Setelah berkata demikian, dengan cepat ketiga orang bertopeng itu terbang ke arah yang kami tidak ketahui." Ucap perempuan muda mengakhiri ceritanya. Kesembilan orang temannya juga turut menghembuskan nafas berat. Mereka masih dibuat kaget dengan kejadian beberapa hari yang lalu.
"Sekarang ini Komandan Andrew masih menunggu di pangkalan planet 0010 untuk memantau keadaan sekitar. Dia menyuruh kami segera melaporkan ke pada anda untuk mengambil langkah selanjutnya, Tuan Adam" Wanita muda itu masih bisa menenangkan dirinya dan berpikir lebih jernih.
Adam, sebagai pemimpin kelompok tersebut diam sesaat. Dia mempercayai ucapan bawahannya itu, namun sedikit sulit menerimanya. Lalu dia teringat sesuatu.
"Apakah kalian mengambil video seluruh kejadian tersebut?" Tanya Adam sedikit bersemangat.
"Ada Pemimpin. Video itu tersimpan di kapsul pesawat Komandan Andrew."
"Baik. Suruh dia kirim video itu ke sini dan juga suruh dia untuk segera meninggalkan Planet 0010 itu. Kita sudah mendapatkan peringatan dari orang yang tidak kita ketahui namun orang itu mengetahui kita. Aku tak ingin kehilangan yang kedua kalinya" Ucap Adam dengan nada sedikit bergetar.
" Baik pemimpin." Lalu Wanita muda itu mengangkat tangan kirinya dan menekan-nekan tombol yang ada di lengan kirinya itu. Tombol itu berbentuk jam tangan tembus pandang. Seketika keluar hologram berbentuk manusia. "Ada apa Victoria, apa kamu sudah melaporkan ke Pemimpin?" Tanya hologram tersebut.
"Sudah Komandan. Beliau meminta video yang kita rekam tadi. Dan beliau juga menyuruh anda untuk segera kembali dan menyusun rencana selanjutnya."
"Baik Victoria, aku akan segera ke sana". Lalu Hologram berbentuk orang itu menghilang. Menyisakan keheningan di ruangan itu
Ting, ting, ting.
Suara dentingan kecil keluar dari jam tangan Victoria. Lalu dia segera menekan-nekan tombal di jamnya itu, secara tiba-tiba muncul video di proyektor di ruangan dekat kursi pemimpin.
Adam segera menonton video itu dengan antusias. Dia terkejut bukan main setelah melihat seluruh kejadian di video itu. Bahkan dia masih bisa merasakan sedikit aura kematian dari laki-laki berjubah hitam dalam video itu. Video itu sama persis seperti yang diceritakan oleh Victoria. Adam menarik nafas panjang. 'Siapa sebenarnya orang-orang ini. Dan kenapa sampai memusnahkan dua makhluk hitam bertanduk itu. Yah setidaknya mereka bertindak duluan. Jika tidak, mungkin kehidupan di planet itu akan musnah seperti di planet lainnya.' Adam bergumam dalam hati dan sedikit bersyukur atas kejadian itu. Dia juga belum tahu apakah mereka berada dari pihak musuh atau bukan. Apakah mereka orang baik atau tidak.
"Baiklah.... Sekarang kalian segera beristirahat. Kita akan kembali berkumpul setelah beberapa hari kedepan sambil menunggu kedatangan Andrew." Ucap Adam mengakhiri pertemuan itu.
Kesepuluh orang itu segera bubar dari ruangan itu. Andrew memanggil seseorang melalui jam yang ada di tangannya. Tak lama menunggu, orang yang dipanggil segera datang.
"Ada apa pemimpin? Apa yang bisa saya lakuka" Ucap orang itu duduk di dekat Andrew.
"Paman Victor, bisakah paman mengawasi keadaan yang sangat ini berlangsung di sabuk orion?" Tanya Andrew..
"Bisa pemimpin. Saya juga tidak ada kerjaan." Ucap Victor seorang laki-laki paruh baya namun punya kekuatan yang paling kuat di antara kelompok mereka. Dan tentu saja Victor orang yang lebih berpengalaman dari mereka semua.
"Tapi saya harap paman lebih hati-hati. Ada banyak petualang antar galaksi yang berada di sabuk orion. Kalo perlu Paman boleh membawa beberapa pasuka elite khusus untuk membantu Paman."
"Tidak perlu Pemimpin. Kehadiran mereka hanya akan menyulitkan saya."
" Tenang saja pemimpin. Saya lebih berpengalaman." Potong Victor sebelum Adam meneruskan ucapannya. Adam hanya menghela nafas. Dia percaya Victor namun dia merasa khawatir keselamatan Victor.
"Baiklah Paman. Berhati-hatilah. Kami menunggu kedatangan Paman. Terutama putri paman Victoria" Ucap Adam sedikit khawatir. Victor dan Victoria sudah dia anggap sebagai keluarga sendiri. Karena memang hanya mereka berdua yang lebih dekat dengannya.
"Saya permisi dulu Pemimpin." Victor melangkah ke luar dan segera menutup kembali pintu ruangan. Setelah merasa Victor sudah jauh dari ruangan, Adam menatap ke satu arah keluar jendela ruangannya.
"Masuklah kalian." Ucap Adam yang kemudian disusul sekelompok bayangan hitam berkelebat sangat cepat masuk ruangannya.
"Kami menghadap pemimpin." Ucap mereka menundukan kepala dan menangkupkan kedua tangan. Mereka semua memakai topeng anonim.
"Kalian serasa bosan di markas terus ya kan." Tanya Adam sedikit menggoda mereka
"Benar Pemimpin" Jawab mereka semangat. Mereka yakin, jika pemimpin mereka bertanya begitu maka akan ada tugas besar ke pada mereka untuk menghilangkan kejenuhan mereka selama di markas.
"Kalau begitu tolong kalian awasi Paman Victor ke manapun dia pergi. Ingat jangan bertindak apa pun kecuali Paman dalam keadaan berbahaya. Dan ingat jangan berbuat kesalahan lagi hingga aku harus kehilangan lagi." Ucap Adam tegas namun suaranya sedikit bergetar.
"Baik Pemimpin. Kami akan melakukan yang terbaik. Dan kami berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
# LUKA
Di remang malam
Sendiri menatap angkasa
Bertabur gemintang
Ada satu cerita berbalut duka
Cinta mengharu biru
Pergi tak kembali tanpa kata
Rembulan tersenyum girang
Bak pungguk merinduinya
Kini kerinduan tinggal hanya kerinduan
Pergi berlalu terhempas janji
By: El-Khan
Kendal, 28 Nov 2020
Up nya pagi sekali setiap hari. Tapi jika waktu sedikit luang, mungkin sehari bisa up 2 chapter. Saya tidak berjanji namun saya melakukan yang saya bisa.
So....... Jangan lupa tinggal jejak agar saya tahu bahwa anda pernah ada😁😁