The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 12. KULTIVATOR VS PENDEKAR



Xiao Long yang ditugaskan Tang Xiao mengoreksi informasi dari sepuluh orang bertopeng, telah kembali ke dunia jiwa Tang Xiao. Xiao Long bisa memasuki dunia jiwa Tang Xiao kapan pun dan dimana pun dia berada. Tapi Xiao Long tak bisa keluar sesuka hati karena Tang Xiao memasang segel dari dalam jiwanya. Itu karena ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, segala sesuatu yang ada di dunia jiwanya akan tetap aman, sekalipun tubuhnya hancur. Dan tidak ada seorang pun yang mampu mengeluarkan apa yang ada di dunia jiwannya kecuali Tang Xiao sendiri. Tapi jika Tang Xiao menghendaki, dia bisa mengeluarkan sesuatu apa yang ada di dunia jiwa orang lain. Sekalipun orang itu adalah Kaisar Surga.


Tang Xiao mendengarkan apa yang dikatakan oleh abdinya itu.


"Tuan... Mereka bersepuluh adalah orang-orang dari Sekte Bambu Emas. Mereka juga merupakan aliansi dari aliran hitam. Begitu juga dengan keluarga mereka. Bahkan Keluarga Lin sebenarnya adalah keluarga besar aliran hitam dari benua lain yang menyusup ke benua ini. Keluarga Lin berhasil menyusup dan menjadi salah satu keluarga Bangsawan Pilar Kekaisaran karena memanfaatkan kebaikan dan kerendahan hati Kaisar sebelumnya. Saat ini seluruh Aliran Hitam sedang menunggu kematian Pangeran Mahkota yang sedang sekarat. Karena kematian Pangeran akan berdampak besar pada peperangan kali ini. Pihak Aliran Hitam sendiri telah mempersiapkan dua juta pasukan dari Bangsa Iblis maupun manusia dari beberapa benua. Aliansi aliran hitam ini dipimpin oleh seorang Dewa Iblis. Kekuatannya tidak ada di dunia ini yang bisa menandinginnya. Hanya itu Tuan yang bisa sampaikan. Tapi sepertinya rencana mereka gatot tuan" Xiao Long menyampaikan semua apa yang telah didengarnya sambil melihat sekelilingnya.


Tang Xiao diam sejenak. Dia mendengarkan apa yang dikatakan Xiao Long sambil menerima ucapan terima kasih dari seluruh orang diruangan tempat Pangeran sakit sebelumnya.


"Tuan Dewa Tabib, kami sangat ingin mengetahui wajah Sang Penyelamat Agung Kekaisaran kami. Kami akan merahasiakan identitas anda. Kalu anda enggan maka lebih baik anda tidak membuka topeng anda." Ucap orang yang ada diruangan memohon sambil membungkuk.


"Ah, Paman Kaisar, Bibi Permaisuri, Saudara Zhou, Kakek Kaisar, dan Yang terakhir... "Tang Xiao berhenti menyebut nama mereka, lekas dia membuka topengnya..." Ayah.... " Tang Xiao tersenyum lebar di hadapan mereka.


Semua orang yang disapa tadi tak mampu bernafas. Menatapa pria didepan mereka yang wajahnya sangat familiar. Hanya hening yang merajai.


" Xiao'er"


"Xiao'er"


"Xiao'er"


"Saudara Xiao"


Semua orang tak mampu berkata. Keterjutan masih menguasai mereka. Hanya nama panggilan yang keluar dari mulut setiap orang. Sedangkan Kaisar sebelumnya yaitu Yan Zhi dibuat tak mengerti.


"Xiao'er... Bagaimana mungkin ini kamu nak?" Han Shan yang lebih dulu menghampiri Tang Xiao. Ada banyak hal yang berkecamuk di otaknya.


"Ayah... Ini memang aku ayah... Penjelasannya panjang ayah... " Tang Xiao sedikit dibuat bingung bagaimana cara mengatakan tentang dirinya. Semua kekuatannya, dari mana datangnya kekuatan itu.


Kaisar Yan dan Permaisuri tak kalah penasarannya. Tentu saja mereka mengenal Tang Xiao dengan baik. Selain wajah rupawan, akhlak yang mulia, kecerdasan tiada bandingannya, tapi tak bisa menjadi pendekar. Mereka juga tau akan julukan yang diberikan kepadanya. Tapi kini dia telah berdiri di depan mereka bahkan mampu mengobati anak semata wayang mereka yang bahkan pendekar tingkat Dewa Langit pun tak bisa menyentuh kulit anak mereka. Seolah-olah semua itu hanyalah mimpi yang mereka harus segera bangun dan tidak terjebak. Namun, seperti apapun mereka mencoba meyakinkan diri mereka bahwa semua ini hanyalah bunga tidur, maka semakin besar pula keyakinan mereka bahwa semua ini nyata, semua ini benar-benar ada. Ada rasa senang dan bahagia yang begitu besar di hati mereka.


"Ayah, Paman, Permaisuri, Saudara Zhou, Kakek, aku akan menceritakan apa yang telah terjadi padaku." Tang Xiao tak ingin mereka menunggu terlalu lama. Dia juga harus segera bertindak agar Kekacauan yang diceritakan Monica tidak terjadi. Dia juga harus segera mengatakan apa yang akan terjadi. Mungkin dengan mengatakan sedikit kekuatannya mereka akan lebih percaya padanya.


"Cerita ini bermula ketika aku hendak pergi ke kota. Saat itu malam hari, namun cahaya bulan dapat sedikit memberi penerangan. Saat sedang berjalan, tiba-tiba di depanku muncul binatang buas Harimau merah yang besar. Tanpa pikir panjang aku segera lari kebelakang dan mencoba mendekati jurang dekat hutan itu. Saat aku sudah berhenti dekat jurang itu, aku melihat ke belakang ternyata jumlah mereka ada tiga. Dengan terpaksa aku melompat ke bawah dan mati dengan cepat dari pada harus mati perlahan. Tanpa kusadari seseorang terbang menangkap tubuhku dan membawanya pergi jauh. Seorang pria paruh baya mempunyai rambut putih keperakan, dan jubah hitam. Katanya aku mempunyai takdir Pemusnah Dunia. Jadi orang tua itu memintaku menjadi muridnya. Aku pun bersedia. Beliau adalah guru pertama dan terakhir ku. Dan aku tak akan pernah berguru pada orang lain. Katanya hanya beliau yang pantas mengajariku di semesta ini. Aku pun belajar ke beliau dalam dunia buatan beliau sendiri. Dunia itu mempunyai garis waktu yang berbeda dengan dunia ini. Aku belajar di dunia ciptaan beliau selama 20 tahun. Dan ketika aku keluar dari dunia beliau, ternyata baru dua minggu di dunia ini. Aku belajar sangat keras hingga aku merasa kematian lebih baik bagiku. Hingga akhirnya aku ke tahap seperti ini." Tang Xiao mengakhiri ceritanya dengan senyum hangat namun sedikit canggung.


Kesemua orang itu menggeleng-geleng kepala. Tak percaya cerita Tang Xiao, tapi bukti nyata ada di depan mereka. Kamar Pangeran hening beberapa saat.


"Xiao'er kamu tahu nama gurumu itu.?" Setelah cukup lama diam, akhirnya Yan Zhi bertanya dengan nada sangat penasaran.


"Tidak tau kakek Kaisar. Setiap hendak aku bertanya nama dan asal-usul beliau, hanya satu jawaban yang diberikan 'Xiao'er tugas mu saat ini adalah belajar. Bukan bertanya asal-usul ku. Jika kamu sudah cukup kuat, maka kamu akan tau siapa aku.' Begitu selalu jawaban beliau." Tang Xiao pura-pura menghembuskan nafas berat. Dalam hatinya merasa bersalah namun tak ada cara lain. Yang jelas dia tidak bisa menceritakan identitasnya ke siapapun sekalipun itu ayahnya.


"Saudara Xiao, kalo boleh tahu sekarang ada di tingkat apa kamu?" Pangeran Zhou yang sejak awal diam, kini membuka suara.


Tang Xiao melepaskan sedikit energinya. Energi yang tidak lebih dari dua persen. Tiba-tiba seluruh ruangan bergetar hebat. Bahkan Kekaisaran berguncang. Seluruh penghuni istana berhamburan keluar. Suara lonceng bergema, teriakan musuh menyerang sahut menyahut. Tang Xiao melepaskan sesaat saja namun mampu mengguncang Istana Kekaisaran.


"I..inii... Tingkat Kultivator tingkat Nirwana? " Ucap mereka pucat pasi. Jelas bisa dirasakan Tang Xiao seorang Kultivator bukan Pendekar karena energi yang terpancar dari kekuatannya itu.


Semua orang hendak muntah darah. Apa lagi Yan Zhi yang sudah berlatih sejak umur lima tahun hingga umurnya sekarang seratus lima puluh tahun namun masih berada di tingkat Dewa Bumi Tahap Akhir. Sebuah tingkat yang sangat jauh. Namun tak lama kemudian dia tertawa


"Hahahaha.... Akhirnya... Di Benua ini ada seorang Kultivator Tingkat Nirwana. Ini merupakan berkah. Sungguh berkah. Hahahah." Semua orang bersuka cita. Benar yang dikatakan Yan Zhi. Benua terkecil dan terlemah di dunia ini. Bahkan kehadiran Kultivator hanya segelintir orang. Tak ada yang menyangka jika di Benua kecil ini ada Tingkat Nirwana yang hanya ada beberapa di Benua lain dan dianggap seorang Dewa.


Tang Xiao tersenyum melihat mereka. Andaikan mereka tahu tingkat asli Tang Xiao entah apa tanggapan mereka.


"Baiklah Xiao'er. Karena kamu berhasil menyembuhkan Zhou'er, maka sesuai janji sayembara, kamu Xiao'er mulai sekarang dan seterusnya adalah saudara Zhou'er. Sekarang kamu adalah bagian dari keluarga Yan. Dan mulai sekarang kamu bisa memanggil aku Ayah, dan Permaisuri Ibu." Ucapa Yan Shan lantang. Tang Xiao segera berlutut dan bersujud di depan orang tua barunya itu.


"Anak memberi hormat pada Ayah Kaisar. Anak memberi hormat ke Ibu Permaisuri." Tang Xiao bersujud tiga kali. Semua orang sangat bahagia saat ini. Kini keluarga Yan bertambah seorang.


"Baiklah segera kita akan mengumumkan ke masyarakat. Dan upacara persaudaraan akan diadakan saat itu juga. Aku yang akan mengurus semuanya." Ucap Yan Zhi gembira lalu berjalan ke luar kamar.


Tang Xiao menghela napas. Satu masalah telah selesai dan kini akan ada masalah yang lebih besar dan harus segera diselesaikan. Ketika semua orang berbincang-bincang layaknya keluarga, tiba-tiba Tang Xiao berkata "Ada sesuatu yang ingin kubicarakan." Ucapnya serius.


Semua orang segera menoleh.


"Ada apa Xiao'er.?" Tanya Han Shan.


"Ayah ini tentang Aliran Hitam" Tang Xiao lebih serius dan tidak dibuat-buat.


...----------------...


Sementara itu di sebuah tempat Nun jauh di angkasa. Dalam sebuah lorong bangunan, seseorang berjalan cepat dan memasuki ruangan besar. Di ruangan itu tampak beberapa orang, dan diantara beberapa orang itu seorang pemuda duduk di kursi yang lebih mewah dark yang lain. Orang yang baru masuk itu berlutut satu kaki dan menggenggam tinju tangan kanannya di depan dada.


"Lapor Tuan. Saya telah kembali."


Pemuda itu tersenyum ramah. "Katakan apa yang kamu dapat" Ucapnya lembut.


"Tuan... Saat ini Planet 0010 akan menghadapi kekacauan besar yang dipimpim makhluk bertanduk yang mirip dengan makhluk di planet 0050."


Semua orang terkaget tak percaya.


"Baiklah, aku mengerti. Dan terus pantau planet itu." Ucapnya lembut tanpa menghilangkan senyum ramah.


"Tuan... Ada laporan lagi. Di planet 0010 ada kehadiran manusia yang lebih menakutkan dari makhluk bertanduk itu...


"Aapaaaa......"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf hari ini up-nya agak lama. Karena jadwal yang sangat padat