
SATU TEMPAT DI UJUNG DUNIA
Di suatu tempat gelap di ujung benua Land Of Sword terdepat satu makhluk yang sedang memejamkan matanya. Namun tiba-tiba makhluk itu membuka matanya terkejut dan wajahnya berubah gelap.
"Aagghh.. Kurang ajar. Dasar bodoh sialan. Siapa yang berani-berani membunuh anak buahku. Tunggu saja, tunggu saja kematian kalian, aku akan mendatangi kalian dengan pasukan yang lebih banyak dan lebih kuat." Teriakan makhluk hitam itu menggemparkan ruangan gelap tempat dia bersemedi saat ini.
Makhluk itu bangkit dari duduknya dan berjalan ke sebuah pintu lalu memasuki ruangan di balik pintu itu.
Makhluk itu tersenyum saat melihat sekitar ruangan itu yang sangat luas. Di ruangan itu telah terdapat ratusan tabung setinggi tiga meter. Di dalam setiap tabung itu terdapat cairan berwana biru serta satu makhluk yang bukan manusia dan juga bukan iblis. Terdapat gelembung-gelembung air yang keluar dari mulut makhluk dalam tabung itu.
Makhluk itu menyentuh salah satu tabung lalu tersenyum.
"Tumbuh lah dengan kuat anak-anakku dan kita kuasai dunia ini. Meskipun kita pernah terusir, aku akan kembali dan melawan dengan dua kali lipat lebih dari apa yang pernah mereka perbuat." Ucap makhluk itu dingin.
"Hahahaha..."
Makhluk itu tertawa dengan lantang. Suaranya menggema di seluruh ruangan itu. Namun ketika dia masih tertawa, makhluk itu dikejutkan dengan sesuatu.
BOOOMMM....
DEERRRTTTTTT
Suara ledekan terdengar keras dari luar yang disusul dengan goncangan yang sangat hebat. Makhluk itu berdiri dengan panik namun mukanya terlihat sangat marah. Marah karena beberapa tabungnya ada yang pecah dan makhluk hitam di dalam tabung itu mati menggelepar seperti ikan yang keluar dari air.
"Bajingan.... Siapa yang berani berulah di daerahku..." Teriak makhluk itu marah lalu berjalan menuju asal suara. Di luar telah terjadi keributan dan suara pertarungan.
Makhluk itu sangat terkejut sekaligus marah saat dia melihat seorang manusia sedang membantai seluruh anak buahnya. Meskipun manusia itu dalam keadaan terkepung oleh ratusan anak buahnya, namun terlihat bahwa anak manusia itu terus membunuh dan membantai anak buahnya di setiap langkah kaki yang digerakkannya.
Semakin banyak anak buahnya yang mengepung manusia itu, semakin banyak juga anak buahnya yang mati sia-sia tanpa bisa melawan. Melihat kejadian di depan matanya, makhluk itu naik pitam. Urat-uratnya menonjol, matanya menghitam dan rambutnya berubah warna.
Aagghhh...
Makhluk itu berteriak keras dan dari tubuhnya melonjak kekuatan yang besar. Melihat itu, pertarungan terhenti dengan sendirinya dan para anak buah makhluk itu mundur dan menjauh darinya serta dari manusia yang mereka lawan.
"Anak manusia, berani-beraninya kamu masuk ke wilayahku..!!" Ucap makhluk itu dengan suara penuh penekanan dan menatap manusia di depannya penuh amarah. Dari sekujur tubuh makhluk itu keluar kekuatan yang meluap-luap.
"Ohh.. Kalian bukan dari dunia ini ya...." Ucap manusia itu dengan santainya. Dia tidak terkejut sama sekali dengan makhluk di depannya.
Justru yang terkejut adalah makhluk itu. Dia tidak menyangka bahwa manusia di depannya mengetahui mereka bukan dari dunia ini hanya dengan melihat. Entah insting atau bagaimana, makhluk itu menjadi waspada terhadap manusia di depannya ini namun tanpa mengendurkan aura kekuatan yang terpancar dari tubuhnya.
"Anak manusia, aku kagum kau bisa mengetahui aku berasal dari mana. Namun itu tidak akan menyelamatkan nyawamu. Justru karena kamu mengetahuinya, itu membuatku ingin segera membunuhmu." Sahut makhluk itu mengeluarkan senjatanya.
"Tenang dulu tidak usah buru-buru. Aku sedikit mengetahui tentang ras kalian yang hidup di planet Hidon. Entah bagaimana caranya kalian ke sini, namun aku tidak akan memaafkan kalian karena telah menjadikan manusia di dunia ini sebagai eksperimen kalian. Apa kalian ingin memperbanyak ras kalian?" Tanya manusia itu yang mengeluarkan aura kuat.
Makhluk itu terkejut mendengar ucapan manusia di depannya itu. Hampir tidak ada satupun manusia yang tahu bahwa mereka datang dari dunia lain terlebih mengetahui nama dunia yang mereka tinggali. Bahkan anak buahnya yang dari ras manusia pun tidak ada yang tahu.
"Manusia, siapa sebenarnya dirimu? Kenapa mengetahui asal aku berada? Jangan-jangan kamu bukan dari dunia ini juga?" Tanya makhluk itu penuh selidik. Dia semakin waspada dengan manusia di depannya.
"Yah jujur saja aku bukan berasal dari dunia ini. Namun aku tidak sengaja terdampar di sini setelah satu peristiwa. Dan aku juga tahu bahwa kalian adalah ras petarung hebat bukan. Hanya saja aku tidak tahu apa yang menyebabkan kalian bisa datang ke dunia ini." Jawab manusia itu santai.
"Di planetku, ras manusia adalah ras terlemah dan juga budak dari ras kami. Namun aku tidak menyangka dunia masih begitu terbelakang tanpa satupun teknologi. Hanya saja aku tidak menyangka banyak sekali manusia kuat di dunia ini tanpa bantuan teknologi sama sekali. Membuat aku begitu tertarik untuk menguasai dunia ini. Hahaha..." Balas makhluk itu terbahak-bahak.
"Oh begitu kah.. Sayangnya dewa dari dunia ini tidak akan membiarkan kalian melakukan hal itu" Jawab Manusia itu tanpa mempedulikan makhluk yang tertawa itu.
"Dewa? Katamu dewa dari dunia ini? Hahaha... Mereka telah terbantai oleh ku. Dan sekekarang giliranmu untuk menjadi bahan eksperimenku, manusia." Ucap makhluk itu lalu menekan sesuatu di dadanya yang berbentuk tombol.
Wungg...
Syiuhhh..
Sebuah armor merah menyelimuti makhluk itu. Lonjakan energi yang sangat dahsyat keluar dari tubuh makhluk itu menghancurkan tanah di sekitarnya berdiri. Makhluk itu tersenyum sambil mengacungkan telapak tangannya ke arah manusia itu.
Wwuushhh...
Keluar energi yang sangat besar dan berat yang meluncur dengan cepat dari tangan makhluk itu ke arah manusia di depannya. Begitu mengenai bukit di depannya, energi itu meledak dan mengahancurkan separuh bukit itu.
"Oh kamu lumayan hebat masih bisa menghindari seranganku dari jarak sedekat ini." Gumam makhluk itu saat melihat manusia di depannya baik-baik saja.
"Serangan yang cukup hebat. Jika aku tidak menghindar mungkin bajuku ini sudah robek." Ucap manusia itu dengan santainya sambil mengibas-ngibaskan tangannya di pakainnya membuang debu-debu yang menempel di pakainnya.
"Oh begitukah.. Aku menantikan hal yang menarik. Kemarilah makhluk jelek." Sahut manusia itu sambil memberi isyarat memanggil makhluk itu dengan dua jari tengahnya.
Makhluk itu mengepalkan tangannya.
"Kurang ajar kau manusia. Temuilah ajalmu." Ucap Makhluk itu sambil melesat mengayunkan senjatanya ke arah manusia di depannya.
Wuushh...
Manusia itu menghilang dari pandangan makhluk beramor merah yang menghunuskan senjatanya ke lehernya. Manusia dengan cepat telah berdiri di belakang makhluk itu dan sedang mengarahkan tinjunya ke wajah makhluk di depannya.
Makhluk itu terkejut saat manusia di depannya telah tidak ada. Saat dia bingung mencarinya, tiba-tiba dia merasakan energi yang sangat besar di belakangnya. Makhluk itu segera menyilangkan senjatanya ke depan untuk menahan tinju yang mengarah kepadanya.
BOOOMM..
WUSSHH..
Makhluk itu terpental ratusan meter ke belakang dan baru berhenti ketika tubuhnya menatap bukit di belakangnya. Makhluk itu mengibas-ngibaskan tangannya yang sesaat mati rasa akibat menahan tinju barusan.
"Bagus manusia. Ini baru saja dimulai. Aku kira telah menemukan objek eksperimen terbaik yang pernah ada. Jangan mengecewakanku manusia."
Wuushh...
Makhluk itu menghilang dari tempatnya dan kini telah berada di belakang lawannya menganyunkan pedangnya secara vertikal dengan niat membelah tubuh manusia itu.
TAANGGG..
Pedang makhluk itu terhenti tepat sebelum mengenai kepala lawannya. Tangannya yang memegang pedang bergetar akibat benturan pedangnya dan pedang manusia itu.
Tak sampai di situ, makhluk itu mengayunkan kaki kanannya ke perut lawan manusianya. Namun tendangan itu mengenai udara. Terlambat menyadari, sebuah tendangan mengarah ke perutnya. Dengan cepat, makhluk itu melapisi perutnya dengan energi dalamnya.
Baamm..
Makhluk itu terhempas dan tubuhnya terpental hingga menatap dinding markasnya. Markas makhluk itu memang sangat jauh dari kehidupan manusia. Di sekeliling markas itu adalah hutan lebat dan juga terdapat beberapa bukit di sekitar markas itu.
Makhluk itu bangkit dan memeriksa perutnya yang lumayan sakit. Dia tidak menyangka, bahwa tendangan manusia itu masih bisa dirasakannya meskipun telah memakai armor terbaik miliknya serta energi yang cukup digunakannya untuk melindungi perutnya
Wuussh...
Kedua makhluk yang berbeda ras itu kembali bertarung. Dan kini pertarungan semakin lama semakin menggairahkan.
Tang...
Keduanya sama-sama mundur saat saling beradu senjata.
"Hahaha manusia aku tidak menyangka kamu bisa bertahan sejauh ini melawanku yang merupakan ras petarung hebat. Ini merupakan suatu kehormatan bagi ras kami untuk mengetahui nama lawan yang bisa membuat kami mendidih seperti ini." Ucap Makhluk itu membuat gestur menghormat.
Manusia itu tersenyum simpul. Dia memahami dengan kehormatan yang dimiliki oleh ras makhluk itu. Intinya mereka menghormati lawan mereka jika mampu membuatnya bertarung dengan bergairah dan penuh semangat. Manusia itu juga memahami bahwa, semakin lama ras itu bertarung maka mereka akan semakin kuat. Karena itu mereka sangat menginginkan ras yang bisa bertahan bertarung dengan ras manusia.
"Tidak masalah mengetahui namaku, tapi aku harap anda memberi tahu nama terlebih dahulu. Bukankah begitu seharusnya?" Ucap manusia itu dengan santainya. Untuk sesaat pertarungan dua makhluk itu terjeda.
"Ah baiklah maafkan aku manusia aku terlalu bersemangat. Namaku Krailes, salah satu panglima dari ras Droroit. Lalu siapa namamu manusia?" Ucap Krailes penuh antusias. Dia mungkin lupa bahwa mereka sedang berada di medan perang.
"Ah tuan Krailes namaku Tang Xiao. Dan harus tuan ingat aku memang termasuk manusia namun aku bukanlah manusia." Ucap Tang Xiao memperkenalkan dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
guyss.. Sampai sini dulu ya...
Menggantung emang ceritanya...
Tunggu di ch selanjutnya.
Ah iya adapun teori tentang multi semesta di bab sebwlumnya tdk usah dibuat serius. Itu hanya teori2 dasar dan bisa jadi tidak berdasar.
Okeh dan terima kasih atas hadiahnya. I'm appreciate that..