
Adam yang telah sampai di planet Orion langsung bertemu di sebuah kedai makan bersama Victor dan para pasukan Bayangan Neraka. Walaupun Adam termasuk daftar terkuat di semesta tapi bukanlah seorang yang tinggi hati. Kebaikan dan ketulusan hati yang dimilikinya selalu membuat sungkan orang-orang di sekitarnya. Dia sering berkata,
"Daftar terkuat? Apanya yang daftar terkuat yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengerti apa arti kekuatan. Hah.... Aku malu pada diri sendiri menjadi orang yang nomer satu namun tidak sesuai kenyataannya"
Saat ini Adam dan bawahannya sedang membahas pergolakan yang akan terjadi di Planet nan indah ini.
"Pemimpin, sekitar 3 hari yang lalu Kaisar Razor dan para pasukannya telah mencoba menulusuri Gunung Tanpa Nama. Namun yang turun dengan selamat dari gunung itu tersisa 3 orang. Kaisar Razor sendiri dan dua orang kepercayaannya. Itupun mereka dalam keadaan terluka parah. Dan sekarang mereka masuk rumah sehat untuk perawatan." Victor memulai pembicaraan dengan serius. Selama beberapa minggu di Planet ini dia telah banyak mengetahui kegagalan orang-orang yang hendak ke Gunung Tanpa Nama.
"Tuan tahu apa yang menyebabkan mereka terluka parah begitu?" Adam bertanya dengan sangat antusias.
"Saya sempat mendatangi Kaisar Razor secara langsung. Katanya dia sempat bertarung dengan beberapa makhluk yang belum pernah dilihat sebelumnya." Jawab Victor sambil mengambil sepotong buah apel di depannya. Adam duduk bersandar di kursinya.
"Tuan tahu kenapa hanya 3 orang yang selamat?"
"Katanya mereka bertiga dibiarkan pergi begitu saja. Seolah mereka hanya lalat yang akan mengotori tangan makhluk-makhluk itu saja. Oh dan juga makhluk-makhluk itu berpesan pada Kaisar Razor; Jangan pernah menginjakan kaki di sini lagi. Jika tidak, seluruh planet ini akan rata dengan tanah." Victor menjawab dengan tangan sedikit bergetar. Adam terdiam sesaat.
"Tuan apa anda percaya dengan ucapan Kaisar Razor?" Adam bertanya sambil menyilangkan tangannya di dada
"Pemimpin, saat Kaisar Razor berkata demikian, saya dapat melihat ketakutan yang sangat dalam di matanya dan bibirnya yang memutih serta seluruh tubuhnya yang bergetar. Dari sini saya tahu bahwa dia tidak berbohong. Bahkan ketakutannya itu menular pada saya" Balas Victor sambil mengambil air putih lalu meminumnya.
Adam menghela napas. Sebenarnya dia selalu percaya ucapan Victor. Namun dia juga ingin melihat ketakutan itu sendiri. 'Bahkan Kaisar Razor pun bisa sangat ketakutan. Victor sendiri bisa merasakan ketakutan yang sama hanya dengan melihat ketakutan orang lain. Makhluk seperti apa mereka.'
"Tuan, apa Kaisar Razor memberi tahu ciri-ciri makhluk itu?" Adam yang sesaat terdiam kembali bertanya. Victor kembali meminum air di depannya.
"Katanya, makhluk itu berkepala Gorila berbadan manusia dan berkaki kuda. Serta tangan mereka memegang tombak dan pedang. Dan anehnya lagi mereka bisa berbicara dengan berbagai bahasa."
Adam terlihat menyipitkan matanya. Dia seolah hendak mengingat sesuatu.
"Tunggu sebentar, makhluk itu seperti makhluk mitos yang dulu sering didongengkan sebelum tidur. Rumor mengatakan bahwa makhluk itu hanya delusi hayalan karena catatan kuno tak pernah menjelaskan makhluk seperti itu" Adam kembali bersandar di kursinya sambil memijit keningnya yang pusing.
"Benar Pemimpin. Saya juga pernah dan sering mendengar rumor melelahkan itu. Namun saya tidak menemukan kebohongan sedikit pun dalam cerita Razor. Saya sempat bertanya mengenai kejiwaan Razor pada pasukannya yang tidak ikut ke Gunung itu. Jawaban mereka sebelum kesini telah melakukan tes kesehatan dan tes mental. Hasilnya tubuh dan mental mereka dalam kondisi prima." Victor menghela napas panjang.
"Oh iya pemimpin, kemarin beberapa ras penduduk planet ini pergi ekspedisi ke Gunung Tanpa Nama itu. Sebelumnya mereka telah mengajak beberapa kelompok untuk ikut menyertai mereka. Namun tidak ada satupun dari kelompok itu yang berminat ke sana lagi setelah mengetahui apa yang terjadi pada Kaisar Razor dan para pasukannya." Lanjut Victor kembali menghela nafas.
"Ada berapa ras yang pergi ekspedisi itu" Tanya Adam cepat.
"Sekitar 5,Pemimpin. Ras Manusia, Elf, Golem, Raksasa, Peri dan Dwarf. Entah apa yang dipikirkan tetua mereka mengirim pasukan mereka ke sana. Sama saja dengan bunuh diri."Victor mengambil nafas.
"Oh iya pemimpin selain dari penduduk pribumi itu ada lagi satu kelompok yang ke sana pagi tadi" Victor berbicara dengan lemah. Adam mengerutkan keningnya.
"Bukannya kelompok-kelompok itu tidak lagi berminat ke sana?" Tanya Adam kebingungan.
"Ya Pemimpin. Namun kelompok yang kesana itu adalah mereka yang datang tadi malam naik kapal. Jadi mereka tidak.... "
" Apa? Kelompok yang datang tadi malam? " Adam terlonjak dari kursinya. Victor dan pasukan neraka terkaget bukan main. Seolah Pemimpin mereka ini tersengat listrik 7000 volt.
" Ada apa pemimpin, kenapa anda terkejut?" Tanya Victor dan pasukan Bayangan Neraka bersamaan. Mereka juga ikut berdiri.
"Huuftt" Adam menghela napas dan terduduk. Seperti ada beban berat yang memenuhi pikirannya saat ini.
Para penghuni kedai makan yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Adam.
"Kalian tahu siapa kelompok yang tadi malam tiba itu?"Adam bertanya menanggungkan suaranya.
"Tidak pemimpin. Apa mereka musuh dari galaksi lain?" Jawab mereka serentak dilanjut pertanyaan dari Victor.
"Huft... Aku tidak tahu jikabmereka musuh atau tidak. Namun mereka adalah orang-orang yang disebut Dewa. Dan mereka adalah Keabadian. Terlebih salah seorang dari mereka Adalah Kaisar Surga" Jawab Adam semangat. Matanya nampak berbinar.
"Aappaa" Kini anak buahnya lah yang gantian berdiri kaget. Para pengunjung cafe (-Kedai makan saya ganti cafe biar enak bacanya-) semakin merasa heran melihat sekolompok orang yang tidak dikenal terkaget seperti disengat listrik 10.000 volt.
"Eh, sepertinya mereka habis kalah lotre"
"Bukan. Sepertinya mereka baru dimarahin istri mereka"
"Bukan. Sepertinya mereka menerima berita kematian hewan peliharaannya."
"Dilihat-lihat dari penampilan mereka sepertinya mereka sedang dikejar-kejar dep kolektor karena gak bisa bayar hutang."
Hhhhh, awokawok.
Beberapa kelompok pengunjung cafe berbicara seperti berbisik-bisik namun terdengar sangat jelas pembicaraan mereka.
"Ehem, ehem. Uhuk-uhuk" Adam terbatuk-batuk memberi isyarat pada anak buahnya dan Victor untuk duduk. Victor dan anak buahnya segera duduk dan memperbaiki image mereka.
"Permisi Tuan sekalian" 3 orang pemuda menyapa mengagetkan Adam dan anak buahnya.
"Iya ada apa tuan?" Victor bertanya lebih dulu sebelum pemimpinnya.
"Bukankah Tuan ini adalah Tuan Adam Samuel dari Pasukan Penjaga Galaksi sekaligus orang terkuat di alam semesta?"Seorang pemuda bertanya berapi-api. Matanya berkilau-kilau.
Pertanyaan pemuda yang cukup keras itu mengagetkan semua penghuni cafe yang mendengarnya.
"Hahaha sepertinya aku ketahuan" Ucap Adam yang sediki tertawa menghilangkan kekakuan suasana di cafe karena kehadirannya.
Beberapa awak media yang mendengar itu segera menyandang kamera mereka dan berjalan cepat ke meja Adam dan anak buahnya. Sedangkan bagi mereka yang baru saja berbisik-bisik tidak enak tadi segera mendekati meja Adam dan meminta maaf.
Seketika meja sekitar Adam penuh dengan sebagian orang-orang meminta maaf dan sebagian meliput secara live, sebagian lagi meminta tanda tangan Adam dan anak buahnya.
BOOMMMMM
Seeerrrrr...
Suara ledakan yang cukup jauh disusul goncangan seperti gempa yang cukup keras menghentikan keriuhan di meja Adam.
"CEPAT KELUAR ADA LEDAKAN KERAS DI GUNUNG TANPA NAMA DAN MENGHANCURKAN GUNUNG ITU."
Beberapa teriakan terdengar dari luar cafe. Beberapa awak media segera mendekati Gunung Tanpa Nama itu. Sebagian ada yang berlari ada juga sebagian yang naik kendaraannya masing-masing. Adam yang juga kaget mengepalkan tangannya.
"Mungkinkah sudah dimulai.?" Adam berbicara seperti berbisik pada diri sendiri.
"Pemimpin apa yang harus kita lakukan."Seorang komandan Pasukan Bayangan Neraka berdiri dan bertanya.
"Kita akan kesana" Jawab Adam cepat. Dia berdiri dan memakai jaketnya lalu berlari diikuti Victor dan Pasukannya ke kendaraan mereka masing-masing yang berbentuk kapsul setengah lingkaran.
Para penghuni cafe yang lain juga bergegas mengekor di belakang Adam dan Pasukannya. Bagi mereka, dengan adanya pasukan terkuat di alam semesta sudah cukup untuk melindungi mereka.
GUNUNG TANPA NAMA.
[Bagi para warga sekalian. Kami melaporkan secara live dari Gunung Tanpa Nama yang telah rata dengan tanah. Bisa dilihat Gunung yang berdiri menjulang tinggi yang beberapa puluh tahun ini menuai misteri kini telah tiada.]
[Bisa kita lihat dari sini, beberapa orang yang tidak kita ketahui sedang melayang-layang dari permukaan tanah setinggi seratus meter.]
[Gunung Tanpa Nama kini telah berubah menjadi kawah Tanpa Nama. Dan lihat di atas sana belasan orang berdiri melayang-layang di angkasa]
[Apakah mereka yang menyebabkan Gunung Tanpa Nama hilang dalam sekejap. Apakah mereka ini Dewa, seperti dalam dongeng-dongeng sebelum tidur. Apakah ini akhir dari dunia kita.]
[Hanya satu pertanyaan yang melintas di benak kita, apakah malapetaka ini semua terjadi karena mahkota yang dirumorkan yang bahkan belum ada yang pernah melihatnya?]
Beberapa awak media berbeda-beda meliput secara real time kondisi Gunung Tanpa Nama serta pertempuran antara Kaisar Paijo dan Juminten.
[Aakkh... Lihat. Hempasan angin yang begitu kuat mampu menerbangkan kita]
[Kita sudah berjarak sejauh ini dari mereka namun masih bisa terluka karena Hempasan angin barusan.]
[Gila. Sungguh diluar nalar. Apakah benar-benar ada Dewa di semesta ini. Kalo memang ada saya juga ingin menjadi Dewa.]
[Para pemirsa sekalian, kami yang telah berdiri sejauh 1 kilometer dari pertempuran para Dewa namun masih terluka hanya karena hempasan angin jangan sampai anda mendekat ke sini. Ingat jika anda berani mendekat maka anda harus berani kehilangan nyawa.]
Para awak media yang meliput adalah penduduk asli Planet Orion. Mereka memakai lensa micro optic yang mampu merekam jelas walau jarak sekitar 2 Kilo.
Adam yang telah sampai di daerah pertempuran juga terhempas jauh 500 meter terkena gelombang kejut akibat jatuhnya Juminten yang ditendang Kaisar Paijo. Adam mengeluarkan seteguk darah segar.
"Sial.... Benar-benar mengerikan. Uhuk... Dengan hempasan angin saja mampu melukai ku seperti ini." Adam mencoba berdiri dan membersihkan darah yang keluar dari mulutnya.
"Pemimpin.... Pemimpin, anda baik-baik saja" Victor dan Pasukan Bayangan Neraka segera menghampiri Adam dengan wajah pucat. Sebelumnya mereka telah melarang Pemimpin mereka ini untuk tidak mendekat. Namun Adam sangat percaya diri dengan kekuatan yang dimilikinya. Adam tersenyum kecut memandang anak buahnya.
"Uhuk... Aku bagai cacing saja di mata mereka. Sepertinya aku harus mengundurkan diri dari daftar terkuat di Semesta mulai sekarang" Balas Adam mencoba duduk. Victor membantu Adam duduk. Dengan cepat Victor mengeluarkan energinya untuk membantu penyembuhan Adam. Setelah dirasa cukup, Victor mengentikan penyembuhannya dan memandang ke langit.
"Terima kasih Tuan Victor. Eh ada apa?" Adam yang lebih baik dari sebelumnya berterima kasih dan sedikit terkejut melihat ekspresi Victor yang memandang ke langit.
Tanpa menunggu jawaban, Adam mendongak ke langit. Matanya menyipit saat melihat awan putih di atasnya berputar berpilin-pilin. Semakin lama pilinan awan itu semakin besar hingga sangat besar dan membentuk satu portal warna hitam yang memenuhi langit sejauh mata memandang. Dan di tengah portal itu tiba-tiba terbentuk lubang yang cukup besar sebesar kawah yang terjadi ketika pertarungan Paijo dan Juminten.
[Pemirsa sekalian. Lihat di langit sana. Apakah ini benar-benar akhir dunia. Kekuatan seperti apa yang keluar dari portal itu.]
[Lihat, portal itu terbuka. Mungkinkah pasukan neraka yang keluar yang akan mengakhiri dunia ini atau pasukan surga yang membantu melindungi dunia ini]
Hening. Para awak media dan para petualang yang datang menunggu dengan berdebar apa yang akan keluar dari portal raksasa itu. Para awak media tidak melepas sorotan kamera mereka ke arah mulut portal yang terbuka. Suasana di Planet Orion benar-benar sepi. Semua makhluk di Planet ini harap-harap cemas menunggu dengan jantung berdebar kencang. Harapan dan rasa putus asa bercampur manjadi satu. Kegelisahan melanda.
Cukup lama keheningan yang ada hingga mulut portal yang berbentuk lubang itu tertutup dengan cepat dan rapat. Tidak ada satupun yang keluar.
[Oh Tuhan. Sepertinya planet kita yang tercinta ini masih aman]
[Astaga. Hampir-hampir saja nafas saya terhenti gara-gara menunggu apa yang keluar dari lubang itu.]
[Puji Tuhan yang masih memberikan kehidupan bagi planet ini.]
[Apa-apaan ini. Apakah portal itu salah pilih dunia hingga tidak ada yang keluar dari sana. Kurasa Dewa masih bisa salah]
Ucapan lega dan rasa syukur, keluar dari seluruh penghuni Planet Orion. Namun....
BOOMMMMM...
Suara ledakan yang lumayan keras terdengar dari Kawah Gunung Tanpa Nama. Ledakan itu membuat semua yang ada di sekitar kawasan kawah terdiam sekaligus penasaran.
[Lihat.... Lihat pemuda berambut biru yang sangat tampan itu.]
[Wow.... Sejak kapan pemuda yang sangat tampan itu berdiri di sana.]
[Apakah dia yang keluar dari portal raksasa itu? Tapi kenapa tidak ada satupun yang melihatnya.?]
[Apakah pemuda rambut biru itu hantu? Tapi terlalu tampan jika disebut hantu.]
[Lihat tongkat hitam di tangannya itu! Kenapa aku tidak bisa bernafas saat melihat tongkat itu. Padahal jaraknya sudah sejauh ini]
[Para pemirsa sekalian. Kalian lihat pemuda berambut biru yang entah datang dari mana itu. Kalian penasaran dari mana dia? Dan siapakah dia? Mari saksikan terus kejadian ini. Saya punya firasat sesuatu yang besar akan terjadi. Hanya di GALAKSI TV]
Beberapa awak media mulai ricuh setelah keheningan sesaat. Lalu mereka semua mulai merekam apa yang terjadi selanjutnya.
FLASHBACK SEBELUM PORTAL TERBUKA
"Tuan, kita sudah hampir sampai di tujuan." Ucap Xiao Long yang merendahkan kecepatan terbangnya.
"Apakah kita langsung turun ke bawah?" Tanya Xiao Long.
"Tidak. Lihat dibawah sana. Telah banyak yang menunggu kita. Terlebih lagi melihat sikap Kaisar Surga seperti itu. Membuat ku ingin tertawa saja. Sudah cukup sampai di sini saja" Jawab Tang Xiao kemudian terbang dari punggung Xiao Long. Dia sudah berleha-leha cukup lama di atas panggung Xiao Long.
"Long'er sebaiknya tutupi dirimu dengan ilmu halimun. Aku tidak ingin kita menjadi pusat perhatian." Ucap Tang Xiao yang berdiri melayang di dekat Xiao Long.
Tang Xiao dapat melihat lengan Juminten yang telah terpotong satu. Kemudian Tang Xiao membentuk segel tangan, dan dia membuat portal yang memenuhi langit Planet Orion. Kemudian Tang Xiao menghembuskan nafas kehidupan ke arah Juminten yang telah terpotong kedua lengannya. Dan kedua lengan Juminten yang telah terpotong berubah menjadi pohon kehidupan yang belum pernah ada di dunia ini. Pohon itu juga sebagai tanda kepada Juminten bahwa Tuannya telah datang dan tidak perlu takut.
Setelah pintu portal terbuka, Tang Xiao dan Xiao Long menghilang dari tempat dan telah berada di bawah. Xiao Long yang telah melepas Ilmu Halimunnya segera menyembuhkan Juminten.
"Kamu tidak apa Juminten?" Tanya Tang Xiao setelah melihat kedua tangan bawahannya itu kembali utuh.
"Hiks hiks hiks, terima kasih Tuan, terima kasih telah kembali. Selamat datang kembali Tuan." Juminten yang menangis bahagi melihat tuanya kembali, membungkukkan badannya sangat dalam.
"Terima kasih Tuan pemusnah...."
"Tunggu" Tang Xiao dengan cepat menghentikan ucapan Juminten.
"Sekarang namaku adalah Tang Xiao jadi panggil aku dengan nama yang sekarang." Lanjut Tang Xiao sambil mengelus-elus kepala Juminten.
" Baiklah Tuan Tang. Terima kasih telah kembali." Sekali lagi Juminten membungkuk dan tersenyum ceria.
"Sekarang kembali lah ke dunia jiwa dan segera pulihkan kekuatanmu. Di sana teman-teman telah menunggu." Ucap Tang Xiao lalu mengayunkan tangannya yang kemudian muncul portal seukuran manusia. Juminten segera memasukinya dan lenyap dari pandangan.
"HEEII kurang ajar. Siapa yang mengizinkan kamu pergi." Sebuah bentakan yang cukup keras terdengar dari Kaisar Paijo. Dia hendak mengejar Juminten yang telah memasuki Portal kecil itu namun langkahnya terhenti ketika Tangan kanan Tang Xiao terbentang di hadapannya.
"Kaisar, anda tidak akan pernah bisa mengejarnya" Ucap Tang Xiao santai.
"Ohoho.... Tuan rambut biru, mungkin kah anda tuan dari sampah tadi?" Tanya Paijo mengejek
"Ya saya tuannya dan perkenalkan nama saya Tang Xiao. Dan berhenti memanggil seseorang dengan julukan sampah." Tang Xiao menatap dingin Kaisar Paijo.
"Oh Tuan Tang kebetulan sekali saya mencari anda. Ini cincin bawahan anda. Dan katanya hanya Tuan yang bisa membuka segel cincin itu." Kaisar Paijo melemparkan cincin Juminten kepada Tang Xiao. Tang Xiao menangkapnya dan mengangguk-anggukan kepalanya.
" Ya memang saya mampu membukanya karena saya yang memasang aray di cincin ini. Namun kenapa saya harus membukannya untuk anda." Tang Xiao melempar-lemparkan cincin emas di tangannya ke udara.
"Tuan Tang, yang saya katakan bukanlah permintaan, tapi perintah seorang Kaisar. Tidak ada ruang bagi anda negosisasi." Ucap Paijo sambil bersedekap.
"Hoohh... Perintah? Hahah. Tuan Kaisar, anda terlalu memandang tinggi diri anda sendiri. Dan sepertinya anda terlalu percaya terhadap kemampuan anda. Yah memang anda lebih cocok disebut katak dalam sumur." Balas Tang Xiao sambil memanikan cincin emas Juminten di jarinya. Merasa tidak dihargai, Paijo semakin meningkatkan kewaspadaannya. Dia juga masih berusaha membaca tingkatan pemuda berambut biru di hadapannya itu.
"Tuan Tang, sekali lagi saya meminta anda atas nama surga untuk membuka segel itu." Ucap Paijo mengeluarkan aura membunuhnya..
"Cih merepotkan saja. Baiklah mari kita lihat isi di dalamnya. " Balas Tang Xiao mengenakan cincin itu lalu mengeluarkan satu mahkota yang permata merah di tengahnya memancarkan warna 7 rupa. Dia mengambil mahkota itu dan mengenakan mahkota itu di atas kepalanya.
Klop. Mahkota dan kepala Tang Xiao benar-benar klop. 'Hemm... Bagaimana Juminten bisa membuat replika mahkota seperti ini. Benar-benar persis.' Gumam Tang Xiao dalam hatinya.
"Hei kurang aja mahkota itu milik ku. Mati kau" Paijo melompat melayangkan tinjunya ke arah Tang Xiao.
BOOMMMMM......
Debu berterbangan dan menyisakan dua manusia yang berhadap-hadapan...
"Hoho.... Tuan Tang anda ternyata mampu menahan pukulan saya. Cukup hebat. Setidaknya saya punya teman bermain-main." Ucap Kaisar Paijo mengeluarkan pedang Surgawinya. Aura mengerikan terpancar dari tubuh Kaisar Paijo saat dia menggenggam pedang dan memakai armor sucinya.
"Tenang saja Kaisar, saya akan menemani anda bermain-main walau selama satu juta tahun. Dan juga saya belum mengeluarkan kekuatan saya sama sekali." Balas Tang Xiao mengeluarkan tongkat hitam yang mengeluarkan aura kematian yang begitu pekat hingga menutupi langit. Namun tidak ada yang menyadari hal itu karena langit memang telah sedikit gelap sejak kemunculan portal raksasa di langit. Sampai sekarang portal raksasa itu masih berpilin-pilin di angkasa.
"Hoho... Bagus, itu yang sangat saya suka. Sekarang mari kita menari." Ucap Paijo melesat cepat ke arah Tang Xiao.
Wuushh...
Tank, tank,
Bhhukk, Bhhukk, Bhhukk
Trank, trank
Suara pedang dan tongkat berada serta suara tinju saling bertumpuk memekakkan telinga. Beberapa kali Kaisar Paijo melakukan serangan kritical, namun semua itu masih bisa dihindari dan ditangkis dengan mudah oleh Tang Xiao.
Tang Xiao juga beberapa kali melayangkan pukulan ke arah Kaisar Paijo namun masih bisa ditangkis dengan mudah.
"Hoh... Anda mampu bertahan selama ini, menjadi cukup menyenangkan Tuan Tang. Gunakanah tongkat hitam di tangan anda. Jangan sampai Anda mati lebih cepat sehingga saya tidak punya teman bermain lagi." Ucap Paijo menghina di sela-sela pertarungan mereka.
"Baiklah Kaisar, seperti yang anda inginkan maka jangan menyesal atas perkataan anda sebelumnya." Balas Tang Xiao lalu menghilang dari hadapan Kaisar Paijo yang hendak melakukan tebasan menyilang ke arah leher Tang Xiao. Kaisar Paijo celingukkan mencari Tang Xiao. Dia tidak menemukan hawa keberadaan Tang Xiao sama sekali.
"Dari atas Tuan Kaisar." Ucap Tang Xiao yang sedang mengayukan tongkatnya ke kepala Kaisar Paijo. Paijo dengan cepat menahan tongkat itu dengan pedangny.
Trang, Kraak...
BOOMMMMM
Planet Orion bergetar hebat. Sebuah kawah raksasa yang sangat dalam menghiasi arena pertempuran. Kedalaman kawah itu hampir mencapai inti magma Planet Orion. Tang Xiao turun ke kawah raksasa di bawahnya. Hatinya sedikit sakit melihat pemandangan itu.
"Uhuk-uhuk, Uhuk-uhuk.
Suara batuk-batuk kesakitan dari Kaisar Paijo yang mencoba berdiri dengan sisa-sisa tenaganya terdengar sangat memilukan. Kaisar Paijo menggenggam pedang yang telah patah di sebelah kanannya. Dari kepalanya mengalir darah yang cukup banyak. Melihat hal itu hati Tang Xiao menjadi sedikit menyesal.
'Untung saja aku menahan pukulan tongkat ku, kalo tidak dia sudah menjadi abu' Batin Tang Xiao sedih.
"Hebat, uhuk, Tuan Tang anda sangat hebat. Ini luar biasa. Uhuk. Berkat anda saya masih bisa merasakan rasanya sakit setelah ribuan tahun tidak merasakannya. Tapi saya yakin anda mengeluarkan kekuatan anda sepenuhnya. Terlihat dari raut wajah anda seperti menahan sesuatu. Uhuk, tapi saya masih punya beberapa kartu AS yang belum saya gunakan. Salah satunya adalah para pengikut saya." Ucap Paijo di sela-sela batuknya dan mencoba duduk sambil memulihkan diri.
"Tuan Kaisar, jika masalah pengikut, sepertinya anda harus kecewa" Balas Tang Xiao sambil menunjuk ke arah belakang Paijo. Mendengar itu, Paijo mengenyitkan kening dan melihat ke belakang. Dia kaget bukan kepalang melihat apa yang terjadi.
"Aaappaaaa"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Apa yang dilihat Kaisar Paijo hingga membuatnya terkejut bak wanita yang ditalak suaminya?
Ikuti kisah selanjutnya SANG PEMUSNAH DELAPAN SEMESTA
#
Padamu rindu yang tak pernah lekang dari nafasku
Padamu hati yang tak pernah lelah tuk bertahan
Padamu jiwa yang sering lalai perintah Tuahnmu
Salam sejuta kasih padamu yang tercinta
BY:EL-KHAN
Kendal, 24 Januari 2021