The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 33. Dunia Yang Menarik



Sore yang tenang di sebuah barak perkemahan pasukan suatu kerajaan.


"Dari mana tuan Tang ini berasal? Apakah tuan rombongan kafilah yang dirampok oleh bandit?" Tabib tua yang bernama Kim Tae Hung bertanya penuh selidik. Dia sering melihat rombongan kafilah dagang antar negara di perbatasan. Banyak dari kafilah dagang itu sering dirampok bandit gunung. Sedangkan bandit gunung itu sendiri adalah sekolompok orang yang sangat kuat yang memiliki ilmu tingkat tinggi. Banyak kafilah luar negeri yang tidak bisa lolos dari rampokan mereka. Rumornya pemimpin para bandit ini salah satu orang terkuat di negara ini.


Tang Xiao menggeleng. "Maaf sebelumnya saya ingin bertanya nama kerajaan ini?"


Ketiga orang itu saling pandang. Pertanyaan pemuda di hadapan mereka sedikit aneh.


"Ini kerajaan Dong. Salah satu kerajaan yang berada di bawah Kekaisaran Wu. Sedangkan Kekaisaran Wu termasuk empat kerajaan terbesar di benua ini." Jawab Pangeran. Walaupun dia merasa aneh dengan pertanyaan Tang Xiao, dia tetap menjawab dengan sepenuh hati.


"Lalu nama benua ini?" Kembali tanya Tang Xiao yang semakin membuat kebingungan ketiga orang asing di hadapnnya.


"Ehem di dunia ini terdapat 5 benua. Yaitu Land Of Dead, Land Of Sword, Land Of Soul, Land Of Peace. Benua ini bernama Land Of Dead salah satu benua terkuat di dunia." Jawab Kim Tae Hung setelah diam beberapa saat.


Tang Xiao cukup kaget dengan nama-nama benua yang di dengarnya. Dia memijit kepalanya.


"Bukankah ada lima kenapa yang tua sebutkan cuman empat?" Tanya Tang Xiao setelah terdiam beberapa saat. Dia merasa sangat janggal dan aneh. Prilakunya itu hanya dilihat dalam diam oleh ketiga orang di depannya.


"Saya juga kurang yakin dengan benua yang satu ini. Banyak yang mengatakan bahwa benua ini hanya rumor dan tidak benar-benar ada. Namun dari buku-buku kuno yang sempat saya baca menunjukan benua ini benar-benar ada. Nama benua ini adalah Heaven Land. Catatan yang mengenai benua Heaven Land sangat sedikit di benua ini. Menurut catatan kuno, Heaven Land ini adalah benua yang didiami oleh para kultivator dewa. Sekitar tiga ratus ribu tahun lalu, di dunia ini terjadi penyerangan atau Invasi oleh Iblis dari dunia lain. Seluruh manusia berjuang mati-matian dalam menghadapai invasi tersebut. Ketika umat manusia diambang kepunahan, muncullah cahaya keemasan dari langit di seluruh dunia. Dari cahaya keemasan itu muncul beberapa orang melayang-layang dan bertarung dengan para Iblis itu. Hanya dalam waktu satu bulan, orang-orang itu mampu memusnahkan seluruh Iblis dari dunia lain itu sampai ke akar-akarnya." Tabib Kim berhenti bercerita. Dia mengambil segelas teh lalu menegaknya habis.


Tuk


Dia meletakkan gelas itu penuh semangat. Dia seperti orang dehidrasi. Bulir-bulir keringatnya bercucuran namun kecerahan diwajahnya tak bisa dibayangkan. Tabib kembali melanjutkan ceritanya.


"Seluruh manusia sangat berterima kasih atas kedatangan mereka dan banyak memberi hadiah. Namun orang-orang budiman itu tidak menerima apa-apa. Mereka hanya memilih beberapa orang anak kecil untuk diajarkan kultivasi agar dapat melindungi manusia dari kejadian serupa. Orang-orang budiman itu mengatakan akan mendidik anak-anak terpilih itu di dunia ini tepatnya di benua Heaven Land yang belum pernah di dengar. Sepuluh ribu tahun kemudian terjadi kejadian yang hampir serupa namun bedanya Iblis itu datang dari dunia sendiri. Pertempuran besar-besaran terjadi lagi yang akhirnya dimenangkan oleh umat manusia karena datangnya bantuan dari benua Heaven Land. Tidak seperti sebelumnya, orang-orang yang datang dari benua heaven Land hanya sesaat setelah pertempuran mereka segera kembali ke benua Heaven Land. Mereka hanya meninggalkan beberapa artefak dan buku-buku kultivasi di seluruh dunia. Namun setiap seribu tahun orang-orang dari Heaven Land datang untuk merekrut anak-anak super jenius dari berbagai belahan dunia. Namun beberapa ribu tahun kemudian orang-orang dari Heaven Land tidak pernah lagi muncul hingga telah berganti beberapa generasi sampai sekarang. Benua Heaven Land akhirnya hanya menjadi cerita anak-anak sebelum tidur dan dianggap tidak pernah ada." Tabib Kim menyudahi ceritanya dengan menegak segelas teh.


Suasana menjadi hening. Setiap orang larut dalam pikiran mereka masing-masing hingga tak menyadari ada seseorang yang ikut duduk bersama mereka.


"Sepertinya dongeng itu benar-benar menarik ya." Ucap orang yang baru duduk itu membuyarkan lamunan setiap orang.


"Eh...."


"Ayahanda...."


"Ah... Baginda Raja."


Hanya Tang Xiao yang menyadari kehadiran Raja yang baru sembuh itu.


"Selamat baginda telah sehat kembali." Ucap Tang Xiao dan tiga orang lainnya memberi hormat.


"Ah sudahlah ini semua berkat tuan muda ini yang berkenan menolong Raja lemah ini sehingga nyawa ini masih dikandung badan." Tutur Raja Park ikhlas sambil membungkuk.


Tang Xiao segera mengangkat tubuh Raja Park. "Saya yang sebenarnya kagum pada Raja yang masih bertahan setelah terkena racun ganas itu dalam dua hari." Ucap Tang Xiao juga memberi hormat.


Sikap dan tutur kata Tang Xiao membuat Raja Park tersenyum lebar. "Anak muda ini baru berumur 15 tahun dan sudah sehebat ini. Dari mana datangnya anak ini. Ckck... Sepertinya dunia ini sudah banyak berubah." Batin Raja Park. Dia tadi sempat memeriksa tulang Tang Xiao saat mereka bersentuhan dan dia terbelalak saat dia merasakan tulang itu baru berumur 15 tahun. Awalnya dia mengira bahwa anak muda di depannya ini adalah seorang petapa hebat yang sudah berumur ratusan tahun yang menyamar menjadi muda agar identitasnya tidak diketahui. Hanya dengan memeriksa umur tulang seseorang dapat diketahui berapa umurnya.


"Tuan muda begitu murah hati. Tuan silahkan dilanjutkan minum tehnya." Ucap Raja Park mempersilahkan Tang Xiao duduk dan menuangkan teh ke dalam gelas Tang Xiao yang masih kosong.


"Mari tuan." Raja Park mengangkat tehnya kedepan lalu meminumnya setelah memberi hormat kepada Tang Xiao. Suatu etika formal para bangsawan terhadap seseorang yang dihormatinya.


Kelima orang itu kembali melanjutkan minumnya.


"Oh iya bagaiman Raja Park bisa terkena racun hati?" Tanya Tang Xiao. Dia tahu bahwa Raja Park termasuk orang hebat yang kekuatannya tidak bisa diremehkan.


"Haish... Ini sebenarnya adalah kesalahan saya pribadi. Beberapa tahun lalu saya mengangkat seorang anak perempuan yang saya temukan di jalan hampir mati kelaparan. Anak itu sangat cerdas dan berambisi. Dia juga mempunyai paras yang cantik. Saya sangat mencintai anak angkat saya itu dan memanjakannya. Dia belajar semua hal dengan cepat. Di usia mudanya dia termasuk orang yang sangat kuat untuk anak seusianya. Beberapa tahun berjalan hingga anak itu tumbuh besar. Dia telah mencetak beberapa prestasi di kerajaan. Dia juga telah beberapa kali menumpas aliran sesat yang sering menculik anak-anak. Dia sempat mendapat julukan Dewi Dari Timur karena memang kerajaan Dong ini terletak paling timur Kekaisaran Wu. Namanya cukup terkenal di Kekaisaran karena sepak terjang anak angkat saya itu. Suatu hari saya mengatakan kepadanya kalo saya akan menikahkannya dengan satu-satunya anak laki-laki saya ini. Saya berharap dia menyetujuinya. Namun di luar dugaan saya, dia memberontak dan mengatakan dia sudah punya kekasih dan sudah berhubungan badan tanpa saya ketahui. Saya sangat marah dan langsung memukulnya tanpa saya sadari. Dia marah dan berlari dari istana. Dua hari kemudian dia datang bersama kekasihnya itu. Dia dan kekasihnya itu sudah menikah di kediaman laki-laki itu. Dia datang meminta maaf. Suaminya juga cukup baik sampai bersujud kepada saya untuk menebus kesalahan istrinya. Saya pun luluh atas permintaan maaf mereka dan membiarkan mereka tinggal diistana. Empat hari yang lalu, anak angkat saya itu datang bersama suaminya membawa makanan kesukaan saya. Dia melakukan tugasnya sebagai seorang anak dengan baik. Sedangkan suaminya ikut bertempur ke medan perang menjadi komandan yang setelah anakku sendiri. Hari pertama terlihat baik-baik saja. Pada hari kedua di sore menjelang malam, suaminya pulang ke kamp sendiri dan langsung menemui istrinya. Setelah itu, anak angkatku menghidangkan makanan beraroma lezat dan memang kesukaanku. Aku tidak menaruh curiga apapun terhadap mereka. Begitu selesai makan, tiba-tiba seluruh perut hingga ke dada terasa sangat sakit seakan aku merasa dikuliti hidup-hidup. Aku mencoba menekannya dengan tenaga dalam tapi malah aku muntah darah yang cukup banyak. Aku terpaku tidak mampu bergerak sama sekali. Hanya mampu menggerakan mata untuk melihat sekitar. Aku melihat anak angkatku yang terduduk diam seperti patung. Pandangan matanya kosong tidak ada ekspreksi sama sekali. Seolah-olah jiwanya sudah tidak ada lagi. Lalu aku melihat suaminya yang menyeringai licik kepadaku. Tatapan matanya penuh kegembiraan seolah telah berhasil membunuh musuh bubuyutannya selama ini. 'Hahaha.... Akhirnya hari yang aku nantikan telah tiba. Tahukah kamu siapa aku? Aku adalah anak dari kedua orang tuanya kamu gantung tanpa mengetahui masalah sebenarnya. Hahaha... Dendam ini akhirnya terbalaskan. Tahukah kamu, anak angkat kesayanganmu ini jiwanya telah kuambil beberapa tahun lalu saat pertempuran di Gunung Hitam. Kamu pikir perempuan seperti dia mampu mengalahkan kami? Salahmu sendiri yang terlalu memanjakannya hingga aku menemukan celah untuk menghabisimu. Hahaha dendam ini tidak akan berakhir sampai di sini.' Kata-katanya itu begitu menusukku. Lalu dia pergi dengan membawa anak angkatku setelah muncul portal hitam di depannya. Tak lama kemudian barulah para pasukan datang." Tutur Raja Park panjang lebar. Ada kekecewaan dan kesedihan di matanya yang sayu. Pangeran Mahkota mengenggap erat tangannya menahan amarah yang meluap.


Tang Xiao mengambil segelas teh lalu mengangkat mengajak Raja Park bersulang. Raja yang tersedar buru-buru mengangkat gelasnya diikuti yang lain kemudian saling bersulang. Suasana kembali hidup dan melanjutkan percakapan yang sempat tertunda.


"Kalo boleh tahu Tuan Tang ini dari benua mana?" Raja Park bertanya sesaat setelah bersulang.


Tang Xiao berpikir sejenak mencari jawaban yang pas. "Sejujurnya saya tidak tahu dari benua mana saya berasal. Karena tidak ada satupun benua yang namanya sama dengan yang saya tahu." Jawab Tang Xiao datar. Jawaban itu membuat keempat orang di depannya melongo tak mengerti.


"Lalu bagaimana tuang Tang bisa sampai di sini?" Tanya Raja Park setelah terdiam beberapa lama. Ada banyak pertanyaan yang ingin diajukannya mengenai identitas anak remaja di depannya ini. Namun dia tidak bisa bertanya terus terang takut menyinggung orang yang telah menyelamatkannya.


Tang Xiao merenung sesaat mencari jawaban yang pas agar tidak membuat orang-orang curiga padanya. "Heem.. Saat itu saya sedang ingin berpergian ke Benua Timur karena ada sesuatu di sana. Saya datang dari Benua Selatan dan harus lewat portal penyebrangan antar benua. Saat itu di dalam portal tiba-tiba terjadi fluktuasi ruang yang sangat dahsyat. Akibat fluktuasi itu, muncullah badai ruang waktu yang sangat besar dan saya terhempas oleh badai itu. Setelah sekian lama terhempas dan terombang ambing di dalam portal, saya melihat ada cahay kecil di dekat saya. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, saya mendekati cahaya kecil itu dan tiba-tiba tubuh saya tersedot masuk dalam cahaya itu. Setelah itu saya tidak sadarkan diri hingga saya membuka mata telah berada di ruangan ini." Tang Xiao bercerita dengan datar.


Empat orang di depannya mengernyitkan dahi tak mengerti. Mereka mencoba mencerna apa yang diceritakan Tang Xiao dengan pemahaman masing-masing. Kemudian mereka menganguk-angguk.


"Berarti bisa dikatakan Tuan Tang datang dari dunia lain?" Tebak Raja Park.


"Ya bisa dikatakan begitu." Jawab Tang Xiao datar.


Ah...


Hela napas keempat orang di depan Tang Xiao bersamaan. Mereka kini merasa yakin bahwa memang ada dunia lain di semesta selain dunia mereka. Berarti catatan kuno itu memang benar dan kejadian dua ratus ribu tahun lalu benar-benar ada dan bukan dongeng semata.


"Jika dibandingkan dengan dunia Tuan sebelumnya, manakah yang lebih hebat antara dua dunia ini?" Tanya tabib Kim.


"Hemm.. Jadi begitu. Tapi di dunia ini kami tidak menggunakan portal sebagai tranportasi antar benua namun menggunakan Hewan Mistis. Banyak juga kultivator kuat ataupun bangsawan kaya menggunakan Hewan Mistis sebagai transportasi sehari-hari. Namun ada juga beberapa kultivator ranah Ancestor ke atas yang memilih terbang sendiri tanpa bantuan Mythical Beast -bahasa Inggris aja biar enak-. Namun kultivator yang terbang sendiri sangat jarang ditemui jika tidak ada urusan mendadak, mereka tidak akan keluar kecuali ada hal menarik." Jelas Raja Park.


Tang Xiao tampak antusias mendengar penjelasan singkat Raja Park. Baginya dunia ini sangat menarik dan banyak orang lebih kuat di dunia ini dari pada dunia sebelumnya.


"Hemm... Lalu bagaimana tingkat kultivasi di dunia ini?" Tanya Tang Xiao antusias.


Raja Park mengambil gelas teh lalu meminum sisa teh di gelasnya.


"Tingkat kultivasi di dunia dari terendah hingga tertinggi yaitu:


Semi Warrior


Warrior


Elite


Master


Grand Master


Expert


Legend


Saint


Ancestor


Saint-Expert


Holy Ancestor


Half-God


Demi-God


Immortal


Setiap ranah kultivasi terdiri dari sembilan bintang. Di dunia ini tingkat kultivasi tertinggi saat ini berada di ranah Half-God. Ranah Half-


God hanya ada dua orang dan keberadaan mereka seperti mustahil namun mereka benar-benar ada. adapaun ranah Demi-God keberadaan mereka lebih mustahil dari ranah Half-God. Konon katanya pernah ada seseorang yang berhasil mencapai ranah Demi-God namun hanya rumor belaka dan tidak ada catatan apapun mengenai ranah Demi-God. Sedangkan ranah Immortal hanyalah rumor belaka dan tidak ada catatan mengenai orang yang pernah menginjak ranah Immortal. Di atas ranah Immortal tidak ada yang tahu. Hanya ada satu catatan mengenai ranah Immortal yang berada di Paviliun Bintang yang ada di Benua Soul Land. Paviliun Bintang adalah salah satu kelompok terkuat di dunia. Kelompok mereka mempunyai dua orang ranah Saint-Expert yang sangat jarang di dunia." Jelas Raja Park panjang lebar.


Tang Xiao sangat senang mendengar penjelasan itu. "Tampaknya aku akan berdiam di sini dalam waktu yang lama." Batin Tang Xiao senang.


Tang Xiao menuangkan teh ke gelasnya dan gelas Raja lalu bersulang.


"Terima kasih atas penjelasn Raja. Dunia ini sangat menarik bagi saya dan saya berencana tinggal di dunia ini dalam waktu lama." Ucap Tang Xiao antusias. Dia telah membuat rencana tentang apa yang harus dilakukannya selama di sini. Namun satu yang pasti, dia akan menguasai benua Heaven Land yang misterius itu.


Raja Park dan anaknya serta Jenderal Besar sangat senang mendengar rencana pemuda di hadapan mereka ini. Begitu juga dengan Tabib Kim yang berniat berguru pada Tang Xiao.


"Bagus tuan muda sangat bagus. Jika tuan Tang berkenan sekiranya biarkan kami yang menjamu tuan muda selama tuan berada di dunia ini" Ucap Raja Park bangkit dan membungkuk untuk meminta satu permohonan kepada Tang Xiao. Namun sebelum Tang Xiao menjawab tiba-tiba seorang Komandan tertinggi datang dan berlutut.


"Mohon maaf Yang Mulia Raja, pasukan musuh telah berhasil melewati perbatasan dan saat ini hanya tinggal lima kilo meter jarak mereka dengan kita." Lapor sang Komandan yang berlutut.


"Berapa jumlah mereka?" Tanya Raja Park tenang.


"Menurut mata-mata yang kami kirim sekitar ada dua ribu orang. Namun rata-rata mereka berada di ranah Warrior bintang sembilan. Sekitar seratus orang ranah Elite bintang dua dan sepuluh orang ranah Elite bintang sembilan." Lapor Komandan tersebut.


"Sekuat itu?" Gumam Raja Park sedikit tertegun. Dia mulai merasa khawatir dengan kekuatan musuh yang datang.


"Bukan cuma itu Yang Mulia pemimpin dan wakil pemimpin mereka berada di ranah Grand Master bintang Lima. Mereka juga membawa Mythical Beast tingkat tiga sampai tingkat enam."


"Sial... Apa mereka berniat bertempur habis-habisan. Tidak mungkin mereka hanya membawa dua orang di ranah Grand Master bintang lima. Tapi kita akan kesulitan menghadapi Mythical Beast tingkat tiga sampai enam itu." Ucap Raja.


"Namun bukan itu yang mengkhawatirkan Yang Mulia, diantara mereka ada seseorang yang berada di ranah Legend bintang tujuh." Ucap Komandan itu lagi.


"Apa....?" Teriak kaget semua orang yang duduk di meja teh kecuali Tang Xiao.


Sejurus kemudian Tang Xiao berdiri tegak dan berkata, "Biar aku yang menghadapi orang di ranah Legend dan setiap dan seluruh hewan buas yang datang." Ucapnya santai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guys mohon krisannya agar novel ini lebih berkualitas.🙏