
Tang Xiao membuka matanya setelah cahaya yang sangat menyilaukan berada tepat di depan matanya. Tang Xiao melihat sekelilingnya tampak ruangan luas seperti aula pertemuan dengan beberapa kursi dan satu singgasana mewah tepat di depannya.
Seorang pemuda berumur sekitar 30-an tahun tahun duduk memandanginya. Pemuda itu mempunyai mahkota di kepalanya.
Tang Xiao yang melihat pemuda itu sedikit terkejut. Walaupun Tang Xiao tahu bahwa pemuda yang duduk di tahta itu hanyalah sisa-sisa kesadaran namun mampu mengeluarkan aura yang mengerikan. Aura yang menunjukan bahwa laki-laki itu adalah seorang penguasa.
Laki-laki muda yang memandang Tang Xiao dari tadi dibuat takjub. Dia tidak habis pikir bahwa pemuda yang dipilihnya adalah orang yang benar-benar kuat. Ada rasa puas di hatinya mengetahui hal itu. Pemuda itu berdiri lalu berkata.
"Selamat datang di tempat ku anak muda. Perkenalkan namaku Ramos. Seorang penguasa Alam Semesta." Laki-laki tersebut berucap dengan bangga.
"Wahai anak muda, merupakan suatu kebanggaan kamu bisa terpilih menjadi penerusku menguasai Alam Semesta ini. Berdiri di puncak, menciptakan dunia sendiri, kemudian menghancurkannya, dan hidup selama yang kamu inginkan." Ramos meneruskan ucapannya sambil berjalan mendekati Tang Xiao.
"Tuan penguasa. Apakah anda sangat kuat?" Tang Xiao bertanya dengan rasa penasaran.
"Tentu saja aku sangat kuat. Aku berdiri di puncak kekuatan, menggenggam semesta di tanganku, Kaisar Surga di bawah telapak kakiku. Menciptakan apa yang kuinginkan dan memusnahkan apa yang kuinginkan. Para pengikutku memanggilku Sang Absolut." Ucap Ramos membusungkan dada.
Tang Xiao tersenyum lebar menyeringai. Dia faham watak dari kesadaran yang ada di depannya.
"Lalu tuan Absolut, apa yang saya lakukan di sini, dan kenapa saya bisa berada di sini, lalu tempat apa ini? " Tang Xiao bertanya bertubi-tubi kepada Ramos.
" Anak muda tenang saja. Aku bukan seorang penculik. Justru mulai sekarang kamu resmi menjadi penggantiku. Dan tempat ini adalah lautan kesadaranku. Hanya kesadaran ilahi ini yang tersisa dariku. Sudah ratusan tahun aku menunggu pewaris selanjutnya, dan tepat saat ini penantianku akhirnya selesai. Sekarang dengarkan baik-baik." Ramos berjalan ke kursi megahnya diikuti Tang Xiao duduk di samping singgasana Ramos.
"Anak muda, beberapa ribu tahun lalu sebuah cahaya keperakan melintas di dekatkaku. Aku melihat cahaya itu mengandung unsur kehidupan. Dengan bergegas aku memotong cahaya itu dengan pedangku. Cahaya yang sudah kupotong tersebut mendekatiku. Ternyata cahaya itu mempunyai bayangan dikekosongan. Dengan segel kehidupan yang kumiliki, aku menciptakan 6 dewa cahaya dari potongan cahaya, dan 6 dewa kegelapan dari bayangan cahaya itu. Lalu aku menciptakan dimensi yang mirip semesta ini dan menciptakan kehidupan yang juga mirip dengan semesta ini. Bersama dengan 16 dewa yang kuciptakan, aku tinggal di dimensi ciptaanku sendiri. Dan...... "
" Sebentar tuan"
Tang Xiao memotong cerita ramos. Ramos tampak kesal ceritanya dipotong.
"Ada apa anak muda?"
"Saya kesini tidak ingin mendengar cerita tuan. Saya ke sini hanya penasaran saja. Langsung saja tuan, saya tidak punya waktu. Saya sudah tahu akhir dari cerita tuan." Tang Xiao yang kesal mendengar cerita Ramos segera berdiri.
"Hei anak muda, sabar sebentar. Cerita ini berhubungan dengan kematianku. Dan juga cerita ini berhungan dengan material yang menjadi wadah kesadaran ilahi ku ini."
Tang Xiao menghentikan langkahnya ketika mendengar tentang material wadah kesadaran Ramos. Dia kembali duduk di kursinnya semula.
"Begini saja tuan, langsung saja cerita material apa yang menjadi wadah kesadaran tuan."
"Baikalah anak muda." Ucap Ramos setelah berpikir beberapa saat.
"Tapi anak muda, ini berhubungan dengan kematian saya" Lanjut Ramos.
"Baik, baik, anak muda. Saat itu.... " Ucap Ramos sambil menerawang ke atas. Dia tampak kewalahan menghadapi pemuda dihadapannya ini. Dia juga kecewa karena kejadian yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan dan ekspektasi Ramos. Malah pemuda di hadapannya ini terkesan lebih mengintimidasi. 'Apa aku salah pilih penerus. Tapi tidak mungkin ada yang bisa memasuki kesadaran ku ini jika orang jahat ataupun orang lemah. Haduh, sialan kenapa jadi begini' Batin Ramos sedikit kesal. Lalu dia menarik napas panjang dan melanjutkan ceritanya.
"Saat itu ketika aku sedang sekarat, dan aku merasa jiwaku sudah tidak bisa bereinkarnasi, saat itu aku terhempas ke kekosongan penuh bintang-bintang raksasa bertebaran. Ketika aku terhempas, tubuhku berbenturan dengan batu besar warna hitam yang sangat keras. Sangking kerasnya, tulangku yang menghantam batu hitam itu patah hingga menambah rasa sakit yang aku derita. Dengan sisa-sisa tenaga yang kumiliki, aku menyegel batu itu dan menaruh kesadaranku di batu itu. Semua pengetahuan dan ilmu yang kumiliki tersegel dibatu itu hingga saat ini. Batu yang kusegel itu tepecah menjadi lima batu berbentuk kotak. Dan menyebar ke suluruh angkasa bagai bintang jatuh. Setelah itu tubuh serta jiwaku lenyap dan kesadaranku terpecah menjadi lima mengikuti kotak batu yang tersebar di angkasa. Batu-batu itu pergi menemuai seseorang yang akan menjadi pewaris seluruh kekuatanku dan mengembankan misi yang dulu gagal kurencanakan." Ramos menyudahi ceritanya dengan menatap Tang Xiao.
"Anak muda, ada satu hal yang ingin kutanyakan."
"Silahkan tuan."
"Dari tadi sejak kamu masuk ke sini, aku merasakan aura penindasan yang luar biasa. Sampai-sampai membuatku merinding. Untung saja aku hanya sisa-sisa kesadaran hingga aku tidak terlalu merasa tertindas dengan kehadiranmu. Namun anehnya aku tidak bisa melihat tingkat kultivasimu. Aku yakin kamu berada di tingkat kultivasi yang tinggi karena dapat memasuki kesadaranku.
"Tuan Absolut, mengenai diri saya adalah sesuatu yang berada di luar akal sehat tuan. Tuan juga tidak bisa melihat tingkat saya karena memang tidak ada seorang pun yang mampu melihatnya. Karena saya bukan kultivator namun saya melebihi imajinasi seluruh makhluk semesta ini. Dan kehadiran saya di sini untuk mengetahui material apa yang *mampu tidak saya lihat* apa yang ada di dalamnya. Dan saya berterima masih kepada tuan Absolut telah memberi tahu saya. Tapi maaf, saya tidak bisa menerima warisan anda karena kekuatan tuan masih sangat jauh di bawah saya. Saya akan mencari seseorang yang pantas menerima warisan kekuatan tuan dan akan memberikannya secara langsung kepada orang yang saya rasa pantas. Dan mulai sejak ini tuan bisa istirahat dengan damai dan tenang. Saya berjanji akan menjaga warisan tuan hidup dan mati saya." Tang Xiao berbicara sopan kepada Ramos.
Ramos terdiam kaku mendengar ucapan Tang Xiao, dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan seseorang yang melebihi imajinasinya. Ramos tidak merasa sedih dengan ucapan itu, malah dia terlihat bangga dan senang mengetahui ada makhluk yang sangat kuat dan mau menjaga warisan kekuatan dan kekayaan yang dimilikinya hingga tak jatuh ke tangan orang yang salah dan tidak mengulangi kesalahan apa yang pernah dilakukannya dulu. Dengan segaris senyum lebar di wajah Ramos berkata
" Tuan, terimakasih telah menjamin warisan saya. Saya yakin tuan akan menepati janji. Saya merasa tidak ada hal yang lebih baik yang saya rasakan selama hidup saya kecuali saat ini. Mulai sekarang saya bisa pergi ke kefana'an dengan tenang dan damai. Terima kasih dan sampai jumpa." Ramos berdiri dan membungkuk kepada Tang Xiao sambil perlahan-lahan kesadarannya semakin lama semakin menipis hingga tak bersisa sama sekali dan meninggalkan kelengangan yang tak berarti.
Tang Xiao menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Tang Xiao berjalan sambil mengayunkan tanganya dan muncul portal dimensi seukuran tubuhnya lalu ia memasuki portal itu. Kehadirannya lenyap bersamaan dengan lenyapnya ruangan tempat Tang Xiao dan Ramos bertemu.
...****************...
Di sebuah tempat megah mewah indah tak terperi, seorang pria muda tampan rupawan berumur sekitar 30-an dengan rambut menjuntai hingga separuh badan mengenakan jubah putih kebiruan dengan motif daun sakura dan daun seroja sedang berdiri di sebuah taman indah nan permai. Beberapa pemuda tampan dan pemudi jelita memesona berbaris rapi di belakangnya. Di atas mereka telah melayang satu kapal besar yang terbuat dari emas hitam berwarna putih. Lalu diantara para pemuda yang berdiri di belakang maju dan mendekati pemuda berambut panjang
"Kaisar, kendaraan sudah siap dan kita tinggal menunggu perintah Kaisar. Portal pun sudah terbentuk di atas kita." Pemuda itu berkata sambil berlutut satu kaki di depan orang yang dipanggil Kaisar.
"Bakklah. Saatnya kita berangkat." Ucap Sang Kaisar lalu terbang ke atas kapal yang melayang di atas kepalanya diikuti oleh pemuda-pemudi di belakangnya. Sang Kaisar lalu menyentuh dinding kapal dan seketika kapal itu bergerak secepat cahaya memasuki portal.
Sementara itu seorang gadis jelita memandangi kepergian kapal itu dengan harap-harap cemas. 'Semoga saja Kaisar dapat kembali dengan selamat walau tidak mendapat pusaka. 'Setidaknya surga ini membutuhkan orang-orang seperti Kaisar.' Batin gadis itu sambil berlalu ke Istana di depannya diikuti beberapa dayang cantik juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ah, terima kasih pada para pembaca yang masih setia membaca karya saya.
Terima kasih juga kepada NovelToon yang selalu memberi suport kepada saya.
Jujur saja, saya hiatus novel untuk sementara waktu ini bukan karena kehabisan ide, namun saya hanya punya sedikit waktu disela-sela rutinitas harian saya yang semakin hari tambah padat. Bahkan sebenarnya ide-ide untuk menulis novel ini bak air terjun yang memenuhi ngarai. Mengalir deras.
Yah paling tidaknya saya masih memiliki ide yang menumpuk di kepala saya yang hampir membuat saya gila.
Sekali lagi saya ucap terima kasih sedemikian rupa kepada para pihak yang tidak henti dan lelah 'MEMBANTU SAYA'.