The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 16. PANEN RAYA



Xiao Yang dan Xiao Ying turun perlahan di samping gubuk. Dua orang penjaga yang melihat kedatangan mereka begitu terkejut. Mereka berdua tidak merasakan kehadiran Xiao Yang dan Xiao Ying. Para penjaga ini pun merasa sangat curiga dan segera bersiaga menyiapkan senjata yang terhunus ke depan.


"Apakah ini penyambutan kalian terhadap tamu yang datang baik-baik.?" Xiao Ying lebih dulu bertanya dengan santai.


"Tidak usah bercanda. Katakan siapa kalian dan mau apa kalian ke sini?" Seorang penjaga berwajah buruk segera bertanya. Dia yakin kedua orang bertopeng di depannya ini bukan manusia biasa.


"Kami berdua adalah pengelana yang kebetulan lewat. Kami mampir ke sini begitu melihat ada gubuk dan ingin meminta sedikit makanan untuk mengganjal lapar kami." Xiao Ying bersandiwara dengan nada yang sangat memelas sambil memegang perutnya.


Kedua penjaga itu saling tatap. Dan mereka sedikit berbisik-bisik.


"Bagaimana ini? Apa kita biarkan mereka masuk atau langsung kita bunuh saja?"


"Sebaiknya kita bawa mereka masuk sambil pura-pura menawarkan makanan. Kau tau, salah seorang bertopeng itu perempuan. Melihat bodinya yang ramping dan dada yang sangat montok itu membuat 'adikku' bangun. Kita bisa membunuh yang laki-laki dan perempuan bisa kita gilir dengan seluruh pasukan. Lumayan kan ada sedikit hiburan." Ucap yang seorang lagi sambil ngiler.


"Ya benar kawan. Sepertinya mereka manusia biasa. Dari tadi aku tidak menemukan tingkatan mereka, padahal aku sudah mencoba menggunakan tekhnik dari Dewa Iblis. Ini merupakan hari keberuntungan kita. Hihihi" Yang seorang lagi menimpali sambil cekikikan menutup mulut.


Tapi sayangnya semua percakapan dua penjaga itu dapat didengar jelas oleh Xiao Ying dan Xiao Yang. Mereka begitu marah namun masih mencoba menahan diri.


"Ya baiklah kalian boleh masuk. Di dalam banyak makanan. Mari... " Pria berwajah buruk berbalik dan membuka pintu diikuti temannya. Xiao Ying dan Xiao Yang tersenyum lebar langsung mengikuti kedua penjaga itu. Sampai di dalam, pria berwajah buruk langsung menekan tombol yang ada di pinggir dinding yang tersamarkan sebagai dinding kayu. Tiba-tiba lantai gubuk itu terbuka dan terlihat anak tangga yang sangat panjang menurun ke dalam. Xiao Yang dan Xiao Ying tersenyum lebih lebar. Setidaknya rencana mereka berjalan lancar. Kedua penjaga itu juga tersenyum lebar karena berhasil mengelabui dua orang bertopeng yang kelihatan bodoh itu.


"Mari turun, di dalam lah makanan tersimpan." Pria berwajah buruk turun duluan diikuti Xiao Yang dan Xiao Ying. Sedangkan temannya dengan segera menutup lantai menggunakan tombol dari dekat tangga yang telah di lewati Xiao Yang dan Xiao Ying.


HAHAHAHA


Tawa dua orang penjaga itu menggema di lorong yang sedang mereka lewati.


"Manusia bodoh. Jangan salahkan kami yang kejam. Salahkan dirimu yang terlalu naif. Hahaha.... Kami akan membunuh mu dan mangambil wanitamu untuk digilir dua juta lebih pasukan Aliansi. Apa kalian tahu bahwa tempat ini adalah dimensi tempat dua juta lebih pasukan Iblis dan aliran hitam berkumpul. Hahaha... Kurasa orang awam tidak akan faham." Tawa dua penjaga yang mengepung Xiao Yang dan Xiao Ying bersamaan. Namun tawa itu segera berhenti ketika merasa aura kematian dan nafsu membunuh yang sangat pekat. Saking pekatnya, lorong yang diterangi lampu kristal menjadi gelap.


"Hahahaha.... Apa?. Ingin membunuh kami? Haha... Orang bodoh mana yang mengatakan hal itu. Kalian ternyata lebih bodoh dari keledai dungu. Hanya karena kalian tidak bisa melihat kultivasi kami, bukan berarti kami manusia awam.... Hahaha sekarang coba kalian rasakan kultivasi kami ini." Xiao Yang dan Xiao Ying tertawa terbahak melihat dua orang di depan mereka ini telah ngompol dicelana. Xiao Yang dan Xiao Ying kemudian membuka aura mereka hingga ke tingkat Dewa Surga. Sektika lorong itu runtuh. Dua penjaga tadi mati tertimpa runtuhan lorong yang terbuat dari batu-batu raksasa. Sedangkan Xiao Ying dan Xiao Yang sudah melesat terbang ke dalam lorong yang lebih dalam. Untung saja lorong yang mereka lewati adalah dimensi lain. Walaupun masih berhubungan dengan dunia ini, hingga membuat guncangan sedikit keras di sekitar pantai. Gubuk reyot sebagai jalan dimensi sudah roboh sejak tadi.


Xiao Yang dan Xiao Ying tiba di satu ruangan yang sangat luas sejauh mata memandang. Di ruangan itu terdapat ribuan kamar yang dihuni setiap kamar sekitar sepuluh orang. Di lorong-lorong ruangan itu sendiri bertumpuk berbagai senjata dan harta. Kedatangan Xiao Ying dan Xiao Yang mengagetkan orang-orang di sekitar situ.


"Hei siapa kalian mau apa kalian ke sini." Seorang laki-laki bertanduk memakai zirah warna hitam membentak dan mengeluarkan aura kematiannya. Laki-laki itu adalah kepala seluruh pasukan di ruangan ini. Tingkat Kultivasinya di Alam Dewa.


"Hahaha... Kami berdua? Kalian bertanya kami siapa? Maka jawabannya kami berdua adalah malaikat kematian mu. Hahah apa sekarang kalian sudah faham....? Tanya Xiao Ying sinis.


"Cih... Dasar manusia lemah mau menjadi malaikat kematian ku. Jangan mimpi. Kami berjumlah dua juta lebih. Sedangkan kalian cuma berdua. Haha terlalu cepat seratus tahun kalian bermimpi."


"Haha... Dasar katak dalam sumur. Kuantitas tak selalu menang melawan kwalitas. Ini buktinya." Xiao Ying dan Xiao Yang mengeluarkan energi mereka ke tingkat Dewa Langit. Seketika ruangan menjadi bergetar hebat sebagian sudah runtuh.


"Ap..paa.. Tingkat Dewa Surga. Sialan kita hanya semut di mata mereka" Beberapa orang berkata dengan nada putus asa. Sebagian lagi sudah jatuh pingsan. Sedangkan yang tingkat emas kebawah rata-rata telah mati.


Laki-laki bertanduk yang banyak bicara tadi kini pucat pasi. Dia merasa telah menyinggung orang yang salah. Dia mencoba menghubungi Dewa Iblis di dasar samudra namun tidak ada jawaban. Laki-laki itu semakin pucat. Seluruh tubuhnya bergeter hebat. Bahkan suara beberapa tulang bergetar dapat terdengar dengan jelas. 'Ba....bagaimana mung...kin...Dewa Iblis sudah ma...ti... Si...siiapa sebenarnya orang-orang ini' Gumam dalam hati laki-laki bertanduk itu.


"Aammppuunnn Dewa yang bijaksana. Kami salah mohon maafkan kami. Tolong jangan bunuh kami. Akan kami berikan apa saja yang penting jangan bunuh kami" Semua orang yang tersisa di ruangan itu berkumpul dan bersujud.


Mereka semua terdiam bersujud. Entah berapa banyak masyarakat yang mengucapkan seperti yang mereka ucapkan, namun mereka juga tetap membunuh orang-orang itu. Kini mereka sadar hukum karma berlaku ke atas mereka. Mereka yang biasanya membantai orang, kini giliran mereka yang dibantai tanpa ampun.


Xiao Yang berjalan ke arah tumpukan harta dan menyedot semua tumpukan itu tanpa tersisa sedikit pun. Orang-orang yang memperhatikannya kaget dibuatnya. Pasalnya mereka tidak melihat adanya cincin penyimpanan di jari wanita bertopeng itu. Walaupun orang-orang di sini mengetahui adanya cincin ruang, namun itu sangatlah langka. Di antara pasukan Aliansi hanya Dewa Iblis dan Hantu Laut yang menggunakannya.


Xiao Yang dan Xiao Ying terbang ke atas langit-langit ruangan itu dan menghancurkannya. Orang-orang di bawah merasa lega karena dibiarkan dan ditinggalkan. Mereka mulai berencana untuk membalas dendam. Namun sayangnya semua rencana itu musnah begitu saja begitu melihat yang dilakukan dua orang bertopeng itu.


Xiao Yang dan Xiao Ying dari tadi berbicara melalui pikiran alias telekenesis.


"Kakak Ying sebaiknya kita hancurkan saja sekalian dengan dimensi ini." Xiao Yang mengusulkan dan segera pergi mengambil harta di tumpukan.


"Ya bagusnya begitu. Jadi kita tidak membuang waktu terlalu banyak. Aku pun sudah bosan menghadapi orang-orang lemah ini." Xiao Ying terbang duluan ke langit-langit disusul Xiao Yang. Setelah menghancurkan langit-langit, kini terlihat sebuah tempat kekosongan. Mereka telah terbiasa dengan hal ini. Tapi tidak dengan orang-orang di bawah dari kalangan manusia. Mereka takjub sekaligus ngeri melihat tempat itu yang hitam pekat dan mengerikan.


Tanpa menunggu lama, Xiao Yang dan Xiao Ying melapisi dirinya dengan energi ilahi. Kemudian mereka menbuat segel tangan dengan cepat, dari segel tangan itu keluar cahaya hitam dan putih saling berputar dan bergerak lurus ke atas menuju kekosongan. Seketika terjadi ledakan dahsyat yang mampu mengoyak kekosongan itu. Xiao Ying dan Xiao Yang langsung lenyap dari tempat mereka terbang. Kekosongan itu hancur berkeping-keping termasuk seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Dimensi itu hancur tanpa sisa dan mengeluarkan suara ledakan yang sangat keras. Pantai yang terhubung dengan dimensi itu berhamburan ke langit dan membentuk kawah selebar seratus meter dan dalam sepuluh meter. Xiao Ying dan Xiao Yang muncul dari pasir yang berhamburan. Xiao Yang dan Xiao Ying segera melambaikan tangan dan mengembalikan pasir seperti semula. Mereka berbuat demikian agar tidak yang ada pertempuran dahsyat di situ.


Xiao Yang dan Xiao Ying yang sedang melayang itu menatap ke atas. Pandangan mereka menembus cakrawala langit biru. Xiao Yang dan Xiao Ying tersenyum mengangguk dibalik topeng. Sedangkan orang-orang yang mereka pandang hampir membuat jantung mereka melompat keluar. Namun belum habis keterjutan mereka, suara ledakan yang lebih dahsyat dari sebelumnya terdengar jelas.


Xiao Yang dan Xiao Ying yang sedang melayang dan sedikit berbicara dilagetkan dengan ledakan dahsyat dari dalam samudra. Ledakan itu membentuk gelombang raksasa setinggi seratus meter dan mengarah ke mereka dengan sangat cepat. Xiao Yang dengan cepat mengarahkan satu telapak tangannya ke arah gelombang yang semakin mendekat. Gelombang raksasa itu tiba-tiba terhenti dan terurai kembali menjadi air laut. Dari dalam laut melompat seorang pria berjubah emas memakai topeng terbang ke arah mereka.


"### Suadara Long" Sapa Xiao Yang dan Xiao Ying bersamaan.


Xiao Long yang sedang bermain-main dengan gabungan dua Dewa Iblis dan Hantu Laut mendapat pesan jiwa dari Xiao Ying agar menyuruh cepat-cepat. Xiao Ying sudah merasa bosan dengan dimensi yang akan segera mereka hancurkan. Xiao Long tersenyum lebar mendapat pesan jiwa itu. Kemudian dia memperhatikan gabungan kekuatan Iblis yang sedang terbaring lemah tak berdaya. Di awal pertempuran, gabungan Iblis itu merasa di atas angin. Mereka lebih mendomonasi pertarungan melawan pria bertopeng bejubah emas alias Xiao Long. Mereka berhasil mendaratkan beberapa pukulan ke tubuh Xiao Long dan menghempaskannya. Sebenarnya Xiao Long membiarkan mereka memukulnya karena ingin menikmati rasanya sakit dan terluka parah. Terakhir kali dia merasakan sakit dan terluka parah adalah ketika dia membantu melawan makhluk kuno ilahi beberapa ratus tahun yang lalu. Peperangan itu hampir merenggut nyawanya andaikan Tuannya, Tang Xiao, tidak mengorbankan diri untuk melindungi semua. Xiao Long yang tidak merasakan apapun ketika dipukul maupun ditebas, bahkan jubahnya saja tidak robek sedikit pun, mulai merasa kesal. Terlalu tinggi ekspektasinya terhadap kekuatan gabungan Iblis bertanduk itu. Xiao Long yang sudah kesal membalas tinjuan iblis itu. Kedua tinju beradu. Gelombang kejut dari tinju itu menyebar. Bangunan sebagian langsung hancur berkeping. Aray pelindung bergetar hebat dan memunculkan beberapa retakan halus. Tubuh Iblis terpental hingga ke aula istana dan menabrak singgasan besar yang langsung hancur berkeping-keping. Xiao Long masih santai berdiri melayang-layang bagai tidak terjadi apa-apa. Dia mengibas-ngibaskan tangganya di jubah yang sedikit kotor karena debu pertempuran yang berterbangan. Xiao Long menghilang dan mendekati Tubuh Iblis yang terbaring tak berdaya. Separuh tubuhnya telah remuk sedang yang separuh lagi mati rasa.


Iblis itu beberapa kali muntah darah. Dia menatap tak percaya pria bertopeng di hadapannya. Padahal sejak awal pertarungan dia merasa sudah di atas angin. Namun ketika dia hendak meninju dengan kekuatan penuhnya, dengan mudah pria bertopeng itu membalas tinjuan iblis dan membuatnya hampir mati. Sekali Iblis itu memuntahkan darah. Xiao Long duduk berjongkok di depan Iblis itu. Perlahan dia mengambil lengan kiri iblis itu dan mencabut dua cincin cincin emas dan satu cincin perak di tiga jari Iblis itu. Dia tahu bahwa cincin emas itu adalah cincin Ruang yang hanya di pakai oleh Dewa. Sedangkan yang perak dipakai hanya oleh pemimpin terkuat.


Xiao Long melihat-lihat cincin itu tanpa memperdulika Iblis yang sedang sekarat itu. Dia melihat begitu banyak kekayaan yang ada dalam cincin itu. Bahkan kekayaan yang ada digudang harta yang diceritakan Monica tidak ada apa-apanya. Dia tersenyum lebar. 'Untung saja Monica hanya meminta harta yang ada di gudang. Andaikan dia tau harta yang ada pada ketiga cincin itu bakal bunuh diri tu Monica'. Batin Xiao Long.


"Tuan Dewa... Siapakah engkau sebenarnya.? Mengapa saya tidak pernah mendengar orang sekuat anda di dunia ini." Dengan sisa-sisa tenaga Iblis itu berbicara.


"Oh aku.... Aku adalah makhluk yang tak akan pernah terbayangkan oleh siapapun bahkan oleh Kaisar Surga." Jawabannya sampai


"Lalu siapakah orang yang menyuruh anda membasmi saya. Apakah ini ada hubungannya dengan Monica" Iblis itu bertanya dengan penuh selidiki.


"Yang menyuruh saya adalah seseorang yang tak terkalahkan. Bahkan saya ini bukan apa-apa. Tapi dia adalah saya dan saya adalah dia. Ya benar ada hubungannya dengan Monica. Tuan saya sekaligus inang saya telah menggagalkan rencana kalian. Kalian sudah bertindak terlalu jauh dalam kehidupan manusia. Apalagi sampai memanggil Iblis dari dunia lain. Karena kekerasan kepala kalianlah, tuan saya ikut campur sebelum korban bertambah banyak" Jawab Xiao Long.


"Lalu apakah kami bisa mengetahui makhluk seperti apa Tuan ini?" Pinta Iblis itu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf hari ini upnya kelamaan. Hp saya kerestart.


So.... Jangan lupa tinggalkan jejak Ok 👌