The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 15. MUSNAHKAN!!



Xiao Long, Xiao Yang dan Xiao Ying terbang dengan kecepatan sedang. Mereka bergerak ke arah selatan. Mereka menikmati pemandangan yang ada di bawah. Lembah, Ngarai, Pedesaan, Penduduk yang sedang bercocok tanam, menghiasi pemandangan. Matahari sudah setinggi tombak begitu mereka keluar dari ruang jiwa Tang Xiao.


"Kakak Ying... Pemandangannya sungguh indah. Walaupun tak seindah di dunia jiwa, namun ini tetap saja indah. Pemandangan alami seperti ini jarang sekali kita melihatnya." Xiao Yang berceloteh yang terbang di samping kekasihnya itu, Xiao Ying.


"Ya benar Yang'er. Suasana pun begitu sejuk. Walaupun ini perjalanan pertama kita, ini tetap menyenangkan." Xiao Ying ikut menimpali.


Sedangkan Xiao Long diam saja menikmati pemandangan yang terus dilewatinya. Dia bahagia melihat kedua saudaranya itu juga bahagia. Walaupun Xiao Long yang terkuat di antara mereka, dia tidak pernah menunjukan sifat arogannya. Sebenarnya bisa saja Tang Xiao memusnahkan seluruh pasukan Aliansi hanya dengan kekuatan Xiao Yang yang saat ini setara dengan Tang Xiao, yaitu Kaisar Surga. Hanya saja Tang Xiao ingin agar ketiga abdinya itu tidak mati kebosanan di dunia jiwanya.


Mereka telah terbang selama hampir dua jam. Suara desiran ombak mulai terdengar, dan bau amis air laut mulai tercium. Menandakan tempat yang mereka tuju sudah di depan mata. Mereka dapat melihat gubuk yang diceritakan Monica. Gubuk itu terlihat sepi, namun keluar dari dalam gubuk itu pancaran Qi Iblis yang kental. Di depan gubuk telah berdiri dua orang bersenjata tombak dan pedang.


Pantai Selatan memang terkenal sangat angker. Penduduk benua tahu bahwa di sana didiami bangsa lelembut, sehingga siapapun yang kesana akan ditangkap dan dijadikan ritual kekuatan. Sedangkan yang selamat akan menjadi gila dan menceritakan semua kejadian yang dialaminya setelah itu mati mengenaskan.


Pantai Selatan akhirnya ditinggalkan penduduk. Bahkan sejauh sepuluh mil, Penduduk tidak terlihat sama sekali.


Xiao Long, Xiao Yang dan Xiao Ying terbang di atas gubuk. Kehadiran mereka tidak dapat dirasakan kedua penjaga itu.


"Saudara Ying, kita berpisah di sini. Sepertinya ada orang yang memperhatikan kita dari atas." Xiao Yang dan Xiao Ying mengangguk. Sejak tadi mereka telah merasakan diperhatikan dari tempat yang jauh. Bahkan mereka dapat melihat jelas siapa yang memperhatikan mereka. Namun mereka tidak berbuat apa-apa. Mereka tahu yang memperhatikan mereka bukanlah dari pihak musuh sehingga mereka diam saja.


Xiao Long langsung terbang ke arah laut menuju Istana Dewa Iblis yang diceritakan Monica. Dia berdiri di atas samudra yang luas. Ombak bergemuruh keras. Ombaknya besar-besar mampu menggulung Kapal Armada Laut milik Kekaisaran Yan. Xiao Long menggunakan mata Naga Ilahinya dan melihat ke kedalaman laut. Dia dapat menemukan Istana berbentuk kastil kuno berdiri tegak di dasar samudra. Kastil itu tepasang aray pelindung dengan mantra formasi kuno mengelilingi aray tersebut. Aray itu berfungsi mengelabui pandangan mata biasa dan juga berfungsi agar air laut tidak masuk ke dalam Istana. Orang biasa yang melihatnya tidak akan mengetahui bahwa ada kastil Dewa Iblis di dasar laut yang dalam itu. Xiao Long tersenyum lebar. Dia segera terjun ke laut dan menembus kasti Dewa Iblis. Aray formasi pelindung tidak berfungsi terhadapnya. Tanpa basa-basi, Xiao Long mulai meledakkan bangunan yang paling dekat dengannya.


BOOOMMM.....


Ledakan yang sangat keras itu mampu menghancurkan sebagian gedung Kastil menjadi debu.


"Ciihhh.... Ku kira gedung ini begitu kokoh. Ternyata hanya segini. Akan sangat membosankan jika seperti ini" Xiao Long begitu kesal mengetahui gedung Kastil Dewa Iblis begitu rapuh.


Suasana Kastil yang biasanya tenang kini tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat. Lautan yang gejolaknya tidak terlalu besar, kini penuh dengan gejolak raksasa akibat letupan ledakan tadi. Dewa Iblis yang saat ini sedang menyambut kedatangan Dewa Iblis dari dunia lain beserta prajuritnya begitu murka.


Dewa Iblis telah datang ke dunia ini malam tadi. Dia beserta pasukannya langsung di sambut ramah oleh Dewa Iblis dunia ini yang bernama Mormo. Sedangkan Iblis dari dunia lain bernama Astaroth. Kedua Iblis ini merupakan pecahan raga dari Kaisar Dewa Iblis. Mormo yang mengetahui Kastilnya diserang tidak tinggal diam. Dia segera memerintahkan Sepuluh Jenderal kepercayaannya untuk menahan Orang yang menyerang itu.


"Kurang ajar.... Siapa yang berani-berani mengantar nyawanya ke sini." Iblis Mormo membentak dari dalam Kastilnya. Sedangkan Iblis Astaroth segera memerintahkan seluruh anak buahnya untuk membantu Jenderal Iblis Mormo.


"Yang pasti dia bukan orang sembarangan. Nyatanya dia mampu mengetahui kastil ini dan mampu menerobos aray tanpa masalah. Setidaknya kekuatannya di tingkat Dewa Surga satu tingkat di atas manusia itu" Iblis Astaroth menganalisa sambil menunjuk Hantu Laut yang berada di dekat Iblis Mormo.


Hantu Laut sedikit kaget mendengar ucapan Astaroth. Dia menerka-nerka siapa orang yang dimaksud. Setaunya selama ini tidak ada manusia di benua ini ataupun di dunia ini yang mempunyai kekuatan tingkat Dewa Surga. Setaunya manusia yang telah memasuki tingkat Alam Dewa pasti akan naik ke langit. Sedangkan Hantu Laut menekan kekuatannya melalui tekhnik terlarang Dewa Iblis agar dia tidak naik ke langit. 'Apa mungkin dia utusan dewa langit?. Ah itu tidak mungkin. Sebab tidak ada yang berani mengganggu urusan Dewa Iblis tanpa sebab' Gumam Hantu Laut.


"Hei manusia.... Keluar dan bantu yang ada di luar. Sepertinya pertempuran telah dimulai." Astaroth memerintah Hantu Laut yang sedang berpikir.


"Baik Dewa Iblis" Hantu Laut pergi dari rungan itu dan segera terbang ke tempat pertempuran yang yang sedang terjadi. Ledakan keras terjadi di sana-sini. Suara teriakan dan jeritan menggema. Sesampai Hantu Laut di tempat, dia telah melihat tumpukan mayat bergelimpangan. Pasukan yang terdiri dari lima ratus lebih kini hanya tersisa sepuluh orang yang berdiri dengan lutut bergetar dan celana yang basah. Dia melihat Seorang laki-laki bertopeng perak berjubah emas dengan ukiran Naga yang meliuk-liuk seakan hidup, sedang memegang kepala pasukan Iblis Astaroth yang termasuk juga Iblis tingkat rendah. Dia begitu kaget dengan kecepatan manusia itu yang menghabisi pasukan Iblis tanpa kesusahan. Hantu Laut mencoba melihat tingkat laki-laki bertopeng itu namun dia gagal.


"Kalo sudah datang jangan harap kembali. Temani aku sedikit bermain-main. Yah dengan tingkat mu sebagai jenderal surga aku harap kamu tidak mati dengan cepat" Xiao Long tersenyum sinis di balik topengnya. Dia yang sangat jenuh karena kelemahan orang-orang yang dari tadi dibantainya tanpa ampun hanya menggunalan lima persen kekuatannya, bahkan dia belum berkeringat sama sekali.


Hantu Laut melihat ke belakang, sepuluh orang yang tadi masih hidup kini hanya tinggal badan berlutut tanpa kepala. Dia tidak bisa menganggap remeh orang yang berdiri di depannya.


"Maaf senior. Kenapa anda datang ke sini dan berbuat kerusakan disini. Apakah kami mengenal anda senior?" Hantu Laut yang tahu bahwa dirinya bukanlah tandingan orang bertopeng itu, dia mencoba mengulur waktu sambil mengirim pesan jiwa ke dua Dewa Iblis agar segera datang membantu.


"Heh.... Tidak usah basa-basi. Cepat panggil dua Sampah yang kalian puja-puja sebagai Dewa Iblis. Ahah.. Itu mereka sudah datang" Xiao Long yang mengetahui Dewa Iblis telah berdiri di belakangnya terlihat begitu senang. Dia sedikit cekikikan.


"Dasar manusia hina. Beraninya menyebut kami sampah. Serahkan nyawamu dan akan kami berikan kematian yang mudah" Iblis Mormo membentak marah dengan suara serak. Iblis Mormo dan Astharot tetap waspada melihat laki-laki bertopeng di depan mereka tampak santai dan merasa terancam. Mereka berdua tidak bisa mengukur Tingkat kultivasinya. Mereka juga kaget melihat pasukan terbaik mereka dibantai tanpa bisa melawan, bahkan darah setetes pun tidak mengenai jubah emas yang dikenakan pria bertopeng itu. Mereka bisa menganalisis bahwa pria bertopeng itu lebih kuat dari mereka. Tapi belum tentu yang menang siapa karena jika mereka berdua bekerja sama maka tidak mudah bagi pria bertopeng itu keluar hidup-hidup.


"Ciihh... Hanya Iblis Tingkat Kaisar Dewa berani-berani berlagak di depanku. Bahkan jika Kaisar Dewa Iblis kalian ada di sini dia akan bersujud dan tak akan berani mengangangkat kepalanya." Balas Xiao Long sinis. Dia memang sengaja memanas-manasi mereka.


"Manusia kurang ajar. Berani sekali menghina Kaisar Dewa Iblis. Maka terimalah kematianmu." Iblis Astharot memerah wajahnya yang hitam itu.


"Tenang Astharot. Dia memang sengaja memanas-manasi kita agar kita bisa lengah. Sehingga dia bisa leluasa mengalahkan kita. Sebaiknya kita menghadapi dia bersama dengan manusia ini." Iblis Mormo yang memahami keadaan menenangkan Astharot dan membicarakan rencana mereka di depan Tang Xiao.


"Hei Sampah Iblis. Sebaiknya kita bertarung jangan di sini. Jika kita bertarung di sini dunia ini akan hancur. Kita akan bertarung di alam lain."


"Hahaha.... Dasar manusia bodoh. Kamu pikir kami akan mengikuti ucapan mu. Dari awal kami memang berniat menghancurkan dunia ini untuk membangkitkan Kaisar Dewa Iblis. Hahahaha..." Dua Dewa Iblis dan Hantu Laut mulai menggabungkan kekuatan mereka. Cahaya hitam mulai menyelimuti Kastil Iblis yang tinggal separuh.


Xiao Long yang melihat penggabungan kekuatan segera membuat segel tangan. Dia membuat dimensi lain tempat bertarung. Setelah selesai, dia masih mengamati perubahan Dua Iblis di depannya.


Aura mencekam yang menindas keluar dari asap hitam. Satu sosok bertanduk empat mempunyai Mahkota berdiri tegap. Sosok bertanduk itu mempunyai empat tangan.


"Hahaha.... Manusia hari ini adalah hari kematianmu. Sesalilah dirimu yang kesini di alam baka. Hahahaha." Sosok Iblis bertanduk empat itu segera menghilang dan tiba di belakang Xiao Long sambil melayangkan tinjunya.


KLIIKK...


Xiao Long menjentikkan jarinya. Dia dan Iblis bertangan empat itu kini telah berpindah dimensi.


"Hahaha.... Ingin mengalahkanku dari belakang, terlalu cepat seratus ribu tahun."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa krisannya ya gaes 😀 😀