The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 22. NAGA PERMATA



Matahari tepat di atas kepala. Panas siang hari seolah berirama dengan suasana yang terjadi saat ini di Kekaisaran Yan. Para pasukan Kekaisaran telah berdiri berbaris rapi mengenakan zirah perang lengkap dengan berbagai senjata. Pasukan Kavaleri telah duduk tegap di atas kuda masing-masing.


Kaisar Yan telah siaga di atas kudanya. Di sampingnya telah berdiri Yan Zhou dan Tang Xiao. Mereka juga mengenakan zirah perang. Saat ini mereka tengah bersiap menuju kediaman Keluarga Lin. Keluarga Lin yang penghianat tidak ingin menyerahkan diri begitu saja.


Setelah terjadi pertemuan yang berlangsung alot dan melelahkan itu, Keluarga Lin memutuskan untuk melawan walaupun sia-sia saja. Mereka begitu percaya diri atas kekuatan keluarga mereka saat ini. Keluarga Lin memang paling kuat di antara keluarga lain. Mereka juga mempunyai pendukung yang kuat di balik keluarga mereka. Hanya saja mereka tidak mengetahui bahwa Tang Xiao adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa dihadapi oleh siapapun. Bahkan oleh Kaisar Surga sendiri.


"Semua Pasukan dengarkan. Hari ini kita akan menumpas para penghianat. Jadikan hari ini sebagai ajang kalian mendapat kemenangan setelah sekian lama tidak berperang. Dan jadikan hari ini juga sebagai pelajaran bahwa Penghianat tidak akan pernah diberi ampun." Kaisar Yan berbicara menyemangati pasukannya.


HANCURKAN PENGHIANAT


HIDUP KAISAR YAN, HIDUP KAISAR YAN


Sorak sorai dari seratus ribu pasukan menggema di seluruh Istana. Yan Zhi tidak ikut pertempuran. Dia bersama Dai Qian menunggu di istana kalau-kalau ada yang menyerbu Istana tanpa sepengetahuan. Tang Xiao tak tinggal diam. Dia membuat bayangannya dan bersembunyi di balik bayangan Yan Zhi tanpa disadari oleh Yan Zhi.


Pasukan itu pun berangkat. Sorak sorai mengiringi perjalanan. Pasukan Kavaleri yang dipimpin langsung oleh Kaisar berada di barisan depan.


......................


Di saat yang sama di dasar Samudra Pantai Selatan yang sangat dalam, Xiao Long duduk di kursi kehormatan. Dia mendengarkan apa yang diceritakan oleh manusia di hadapannya.


"Tuan. Sebenarnya kami ini adalah suku Naga Permata. Sekitar dua juta tahun lalu, beberapa Kotak Kehancuran terbentuk akibat adanya ledakan maha dahsyat yang terjadi di jagat raya. Ledakan itu dipicu oleh tabrakan lima material semesta yang mengandung unsur lima hukum. Hukum waktu, hukum hukum penciptaan, hukum Kehancuran, hukum cahaya, dan hukum ruang. Kelima material itu secara perlahan membentuk lima kotak Pandora yang masing-masing kotak mempunyai satu hukum maha dahsyat.


Kotak Pandora itu pun menyebar ke seluruh angkasa dan memicu pertempuran dahsyat sekala semesta untuk menguasai kotak Pandora. Pertempuran tak bisa dihindari. Berbagai ras, suku, bangsa saling serang tanpa terkecuali Suka Naga Permata. Saat itu Kaisar Dewa Naga mengumpulkan seluruh ras Naga dari berbagai dunia dan membentuk Aliansi Naga Sembilan. Aliansi Naga berhasil merebut Kota Pandora Kehancuran namun membayar harga mahal. Kaisar Dewa Naga mati di tangan Kaisar Surga dan Kaisar Dewa Iblis. Mereka berdua bekerja sama dan membunuh Kaisar Dewa Naga. Kaisar Dewa Naga juga berhasil membunuh Kaisar Dewa Iblis dan membuat terluka parah Kaisar Surga.


Dengan sisa-sisa kekuatannya, Kaisar Dewa Naga menyegel kotak Pandora. Kemudian memberikan amanah ke luluhur kami agar membawa jauh kotak Pandora bersama beberapa Anggota Aliansi Naga Sembilan yang tersisa untuk bersembunyi jauh dari seluruh semesta sebelum ras lain datang dan mengambil Kotak Pandora.


Leluhur kemudian membawa anggota tersisa ke dunia ini dan bersembunyi di sini hingga sekarang. Dengan bantuan Kotak Pandora, kami berhasil menyembunyikan hawa keberadaan kami dari berbagai ras yang mengincar nyawa kami.


Leluhur kemudian menamai seluruh Aliansi Naga menjadi Suku Naga Permata. Sebelum leluhur meninggal, dia mendapat wangsit bahwa akan ada ras makhluk yang akan mengambil kotak ini. Makhluk ini adalah esensi dari kebaikan dan cahaya. Leluhur tidak mengetahui ras apakah yang akan mengambil kotak ini, namun dia berpesan. Jika yang datang mengambil adalah seorang utusan, maka kota ini akan mengeluarkan cahaya merah terang menyala. Dan jika makhluk itu sendiri yang mengambil, maka kotak ini akan bercahaya biru keemasan. Leluhur juga tidak tahu bagaimana kotak ini bisa mengenali orang yang ada dalam wangsitnya. Leluhur juga berpesan, jika makhluk yang dimaksud telah datang maka kami akan mengabdi ke padanya. Dan kini beberapa generasi telah berlalu namun kami masih tetap menunggu ramalan yang dimaksud oleh leluhur terdahulu." Laki-laki sepuh itu bercerita sambil sesekali disambung yang lain. Mereka bercerita begitu semangat.


Xiao Long terdiam penuh perhatian mendengar cerita itu. Dia tidak pernah menyangka akan menemui sesuatu seperti ini. 'Sepertinya pertempuran seratus tahun dulu telah banyak mengubah dunia semesta ini.' Batin Xiao Long.


Xiao Long segera bangkit dan menyuruh mereka bangun, namun mereka tetap bergeming.


"Kami tidak akan bangun sebelum tuan menyetujui kami mengikuti tuan" Ucap mereka serempak.


"Haish.... Kalian ini keras kepala juga. Baiklah, baiklah. Tapi bukan aku yang kalian ikuti melainkan tuan Xiao. Karena beliaulah takdir dari Kotak Pandora ini. Dan beliau lah yang hanya mampu menjaga kalian."


"Baik tuan. Kami juga tahu jika tuan hanya utusan. Tapi karena tuan adalah utusan kesini maka tuan juga sebagai tuan kami. Hanya mereka yang pantas lah yang bisa memasuki dimensi ini dan mengambil kotak ini. " Seorang wanita paruh baya menjawab sambil bersujud. Melihat hat itu membuat hati Xiao Long tak enak.


"Hufffttt baiklah. Atas nama tuan Xiao, saya mewakili beliau menerima kalian menjadi abdi dan akan melindungi kalian beserta seluruh keluarga kalian selamanya. Namun jika ada yang berkhianat, maka siksaan Neraka Petrhabawana lah pantas untuknya." Xiao Long mengeraskan suaranya hingga dinding ruangan dimensi bergetar.


"Kami mengikuti Tuan sebagai pelayan dan bersumpah tidak akan pernah menghianati Tuan. Jika kami berkhianat maka Neraka Petrhabawana pantas untuk kami." Seluruh orang membungkuk tiga di hadapan Xiao Long. Mereka telab dilarang bersujud oleh Xiao Long.


Xiao Long berjalan mendekati Kotak Pandora yang ada dibalik kaca tipis bening namun mengandung kutukan yang mengerikan. Kutukan yang jika dipegang oleh sembarang orang, maka seluruh jiwa akan tersedot ke dalam Kotak Pandora. Sedangkan tubuhnya akan membusuk menjadi sebatang kayu mengeluarkan air nanah yang tak ada henti-hentinya. Sedangkan orang itu tidak mati dan yang terdengar hanya jeritan memilukan dari tubuhnya yang telah mengeras.


Tanpa basa basi Xiao Long memasukan kedua tangannya ke dalam kaca dan mengambil kotak Pandora yang tersegel tanpa halangan apapun. Xiao Long mengamati kotak Pandora di kedua tangannya itu. Beratnya sekitar sepuluh kilo, namun mengandung energi ilahi yang sangat besar. Serta mengandung hukum kehancuran yang sangat dahsyat. Dia bisa memahami kenapa begitu tergila-gilanya orang terhadap kotak Pandora. Dia melempar-lemparkan kotak itu ibarat sebuah koin. Bahan kotak itu benar-benar terbuat dari meteorit semesta. Namun dia tak mampu melihat apa yang ada dalam kotak sekalipun dia telah menggunakan mata Naga Ilahinya. 'Sepertinya kotak ini memang berjodoh dengan tuan. Energi Ilahi yang ada di dalam bisa digunakan tuan menaikkan tingkatanya.'


Xiao Long memasukkan kembali kotak Pandora di tangannya ke dalam kaca seolah-olah tanpa penghalang. Lalu mengahadap ke orang-orang yang memandang dengan takjub.


Semua orang semakin yakin terhadap Xiao Long setelah melihat kejadian tersebut. Ada rasa puas di hati mereka setelah menjaga kotak itu selama beberapa ribu tahun, akhirnya bertemu dengan orang yang pantas memilikinya. Sejak pertama melihat Xiao Long ada rasa familiar dalam diri mereka seolah mereka satu ras, namun bersamaan dengan itu juga ada rasa penghambaan diri mereka terhada Xiao Long. Sesuatu yang aneh namun begitu nyata.


"Tuan... Siapakah sebenarnya anda? Kenapa kami merasa akrab namun juga merasa harus menghambakan diri di hadapan Tuan?" Laki-laki tua yang Mengenalkan dirinya sebagai Long Yun bertanya serius.


"Aku.... Adalah makhluk yang tak akan pernah kalian ketahui" Usai berkata demikian, muncul di atas kepala Xiao Long siluet Naga Kepala Sembilan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf up-nya telat lagi