
Denas keluar dari tendanya dalam keadaan segar. Di luar dia dapat melihat beberapa tenda dengan ukuran cukup besar berdiri berjajar. Itu adalah tenda anggota Sekte Azure Dragon. Suasana tampak hening, di dalam lorong tidak dapat dibedakan antara siang dan malam. Dia melihat sekeliling dan menemukan Tang Xiao sedang duduk bersmedi memejamkan mata.
Energi di sekita tubuh Tang Xiao bergejolak hendak masuk ke tubuhnya, namun dengan cepat sebuh prisai emas menghalagi energi itu masuk. Energi itu kembali memaksa masuk ke tubuh Tang Xiao, namun lagi-lagi prisai berwarna emas dari dalam tubuh Tang Xiao mengusir energi dari luar kejadian itu terus berulang.
Denas tampak heran sekaligus takjub melihat energi itu. Pasalnya, energi di sekitar Tang Xiao seperti sedang berebutan masuk. Semakin energi itu ditolak, semakin murni energi yang hendak masuk. Seolah energi itu memurnikan dirinya sendiri sebelum ke dalam tubuh Tang Xiao. Denas tak pernah melihat seseorang berkultivasi dengan metode unik seperti itu di dunia ini. Dia benar-benar tercengang akan hal itu.
Denas hendak mendekati Tang Xiao dan mengelap dahi Tang Xiao yang berkeringat. Namun dia mengurungkan niatnya saat dia melihat Tang Xiao membuka matanya dengan perlahan. Denas tampak tertegun menatap mata Tang Xiao berwarna biru langit yang begitu indah. Seolah-olah dengan melihat kedua mata Tang Xiao, dia dapat melihat seluruh langit yang tak bertepi.
Tang Xiao sedikit kaget melihat Denas yang berdiri tak jauh darinya. Dia tidak menyadari kehadiran Denas yang berdiri di sana. Tang Xiao kembali mengubah warna matanya menjadi warna coklat tua lalu perlahan berjalan mendekati Denas yang melihatnya kebingungan.
"Kakak ketiga apa yang terjadi dengan energi di sekitarmu?" Tanya Denas begitu Tang Xiao telag berdiri di depannya.
Tang Xiao agak terkejut dengan pertanyaan itu. Dia awalnya mengira adik keempatnya ini akan bertanya tentang matanya yang berubah-ubah namun dia salah.
"Itu adalah metode yang kakak temukan sejak pertama kali bisa berkultivasi. Sederhana saja, setiap manusia telah memiliki energi dalam tubuhnya sejak lahir. Energi itu memang sedikit namun cukup digunakan untuk melakukan metode kultivasi ini. Energi yang sudah ada di dalam tubuh diekstrak dan dialirkan di dantian utama kemudian ambil kembali energi itu yang sudah sedikit murni kemudian alirkan energi itu ke jatung tempat memompa darah ke seluruh tubuh. Biarkan energi itu di situ untuk sementara dan mulailah menyerap energi dari luar ke dalam tubuh. Nah nantinya energi yang sudah ada di jantung itu akan bertugas memurnikan energi dari luar yang hendak masuk ke dalam tubuh. Energi yang sudah berhasil masuk dalam tubuh yang sudah murni, alirkan ke jantung tempat energi pertama. Sedangkan energi yang pertama alirkan ke seleuruh dantian yang sudah terbuka." Jelas Tang Xiao panjang lebar.
"Memayangkannya terasa begitu menyakitkan." Gumam Denas yang telah mulai memahami cara metode kultivasi Tang Xiao.
"Memang sangat menyakitkan awalnya. Namun semakin lama rasa sakit itu berubah menjadi luar biasa. Semakin tinggi tingkat kultivasi seseorang semakin murni energi yang harus masuk." Balas Tang Xiao melihat sekeliling. Dia merasakan hawa kehadiran sekelompok orang yang masih jauh dari mereka.
"Adik kedua tidak istirahat?" Tanya Tang Xiao saat melihat penampilan Denas yang lebih mirip sebagai seorang Pangeran Mahkota Kekaisaran dan bukan Kultivator.
"Istirahat tidak harus di tenda kan." Jawab Denas memainkan kipasnya.
"Oh iya adik keempat, sepertinya kamu sangat menyukai kipas. Aku punya kipas yang lebih hebat dari itu. Mau tidak?" Tawar Tang Xiao yang langsung membuat Denas memicingkan mata.
"Jangan bercanda kakak ketiga. Kipas ini adalah kipas terhebat di dunia ini. Bagaimana mungkin ada kipas yang lebih kuat." Jawab Denas jumawa.
"Ya kakak tahu kipasmu ini hebat, bahkan lebih hebat dari pedang kakak kedua. Tapi percayalah kipas kakak jauh lebih hebat dari kipasmu." Balas Tang Xiao santai.
"Coba keluarkan mana aku mau lihat." Ucap Denas kemudian tanpa berpikir lama-lama. Dia memang sengaja memprovokasi Tang Xiao dari awal untuk melihat rekasi Tang Xiao.
Wuushh...
Tang Xiao mengeluarkan kipas hitam yang terlihat kusam. Kipas itu tidak mengeluarkan energi apa-apa.
Denas terbelalak tak percaya melihat kipas jelek di tangan Tang Xiao itu.
"Kakak ketiga kipas jelek begini mau disandingkan dengan kipas elegan seperti ini?" Tanya Denas sambil memainkan kipas di tangannya.
Denas mencoba mengambil kipas itu, namun kipas itu sama sekali tidak bergerak. Denas mencoba lagi mengambil kipas hitam itu, sama seperti tadi, bergerak sedikitpun tidak bisa. Denas mengerahkan seluruh tenaganya namun kipas itu sama sekali tidak dapat bergerak dari telapak tangan Tang Xiao. Seolah kipas itu adalah barisan pegunungan raksasa yang dingin, angkuh, sombong sedangkan Denas ibarat anak kecil yang hendak mendorong gunung itu.
"Ugh... Apa ini? Seluruh tenagaku terkuras, kipas ini sama sekali tidak bergerak." Ucap denas terengah-engah namun ada ketakjuban dalam dirinya kepada kipas itu dan kepada Tang Xiao.
"Bagaiamana mungkin kipas jelek ini begitu ringannya di tangan kakak ketiga?" Gumam Denas kemudian.
"Mencoba aja belum udah bilang jelek. Coba teteskan darahmu ke kipas ini, maka dia akan segera mengenali tuannya." Jawab Tang Xiao menyodorkan kipas hitam ke hadapan Denas.
"Heh.. Awas kalo kakak ketiga berbohong. Aku tidak akan pernah mau bicara lagi." Balas Denas kemudian menggigit jari telunjuknya. Beberapa tetes darah kecil segera mengalir dari luka gigitan. Denas segar menjatuhkan tetesan darah itu ke kipas di depannya.
Wuushhhh...
Tiba-tiba angin yang sangat kencang muncul keluar dari kipas itu. Sangking kuatnya hampir saja menghempaskan Denas andai tidak di tangkap lengannya oleh Xiao.
Kipas yang awalnya hitam berubah tanpa corak berubah menjadi beberapa warna dengan corak gunung, aliran sungai dan burung-burung camar yang sedanh terbang. Kipas itu seolah sebuah dunia luas dengan berbagai kekuatas Mistis di dalamnya.
Kipas yang telah telah berubah itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya putih hingga ke langit-langit lorong. Dari cahaya putih itu tiba-tiba muncul seseok asap putih yang meliu-liuk kemudian perlahan berubah menjadi gadis kecil yang sangat cantik. Gadis cantik itu berlutut di depan Denas.
"Hamba memberi hormat kepada tuan pemiliki Divine Emperor Body." Ucap gadis itu yang mengejutkan Denas dan Tang Xiao.
"Apa? Divine Emperor Body? Aku bahkan tidak menyadarinya?" Ucap Tang Xiao terkejut.
Namun yang lebih terkejut adalah Denas. Terkejut karen tiba-tiba dari kipas di tangan Tang Xiao itu keluar gadis cantik.
"Si..Siap ka..mu..?" Tanya Denas tergagap takut-takut. Dia takut bukan karena kemunculan tiba-tiba gadis kecil itu, melainkan sesuatu yang lain yang lebih besar.
"Saya adalah roh Kipas Penguasa Semesta." Jawab gadis kecil itu masih dalam keadaan berlutut.
"Bangkitlah tidak perlu berlutut. Kenapa kamu bisa keluar?" Tanya Denas yang mulai menguasai dirinya kembali.
"Saya dibangunkan dengan darah tuanku yang telah melakukan pejanjian." Jawab gadis kecil itu lalu bangkit dari berlututnya.
"Perjanjian darah?" Tanya Denas penuh selidik sambil melirik Tang Xiao meminta pertanggung jawaban. Namun malah Tang Xiao sedang menatap kagum pada Denas.
"Iya tuan. Karena darah tuan adalah darah dari pemilik Divine Emperor Body, maka bentuk saya jadi seindah ini." Jawab gadis kecil itu.
Jawaban itu semakin membuat Denas bingung. Dia tidak tahu makhluk apa yang ada di depannya ini meskipun tampak seperti gadis kecil yang lebih tua sedikit dari Maria, tapi aura menakutkan yang keluar dari gadis itu mampu membuatnya merinding andaikan bukan tuan dari gadis kecil ini. Terlebih lagi gadis kecil itu mengatakan sesuatu yang belum pernah didengarnya.
"Aku memang meliki tubuh spesial yaitu Heavenly Emperor Body dan bukan Divine Emperor Body. Aku baru mendengar nama dari Divine Emperor Body." Ucap Denas bingung.
"Bagi kebanyakan orang yang melihat Divine Emperor Body mirip dengan Heavenly Emperor Body karena struktur tubuhnya yang mirip. Namun jika dilihat lebih jauh, Divine Emperor Body memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks dari Heavenly Emperor Body dan juga lebih murni. Tubuh tuan saya mengetahuinya karena perjanjian darah yang tuan buat." Balas gadis kecil itu menghormat.
Gadis kecil itu melirik Tang Xiao yang dari tadi hanya diam dan mendengarkan.
"Biarkan tuan besar saja yang menjawab hal itu. Beliau adalah salah satu pemilik Divine Emperor Body yang paling kuat dan paling mengerikan yang pernah ada." Jawab gadis kecil itu.
"Apa? Kalian saling kenal? Dan kamu memanggilnya tuan besar." Tanya Denas tidak percaya.
"Iya tuan. Walaupun penampilan tuan besar jauh lebih jelek dari sebelumnya namun aura yang keluar dari tuan besar tidak bisa berbojong. Tuan besarlah yang menyegel...."
"Ehem.."
Belum selesai gadis kecil itu menjelaskan, Tang Xiao sudah berdehem lebih dulu.
"Jadi semesta ini terbagi dalam tiga alam. Yaitu Mortal Realm, Immortal Realm dan Divine Relam. Mortal Realm adalah alam paling rendah. Di alam itu semua makhluk fana hidup dan melakukan aktivitasnya. Entah itu manusia atau bukan.
Yang kedua adalah Immortal Realm yang dikenal sebagai tempat makhluk abadi hidup. Entah itu manusia, Dewa, Iblis, atau lainnya yang bersifat abadi. Termasuk Kiasar Surgawi berada di Immortal Realm.
Dan yang ketiga adalah Divine Realm. Sebuah eksistensi yang tidak pernah terpikirkan oleh makhluk dari dua alam tadi. Divine Realm adalah dimensi maha luas sekaligus alam dimana kedua alam lainnya berada di dalam Divine Realm. Dalam dimensi Divine Realm adalah sesuatu yang mutlak yang hanya terdapat segilintir makhluk yang ada di dalamnya.
Seperti Immortal Realm yang bisa dimasuki oleh makhluk dari Mortal Realm, Divine Realn juga bisa dimasuki oleh makhluk dari Immortal Realm yang telah melakukan penyucian jiwa tingkat Nirvana. Di seluruh dimensi semesta ini terdapat triliunan Mortal Realm, jutaan Immortal Realm dan hanya ada satu Divine Realm." Jelas Tang Xiao panjang lebar sambil melangkah mendekati Denas.
"Lalu apa hubungannya dengan Divine Emperor Body?" Tanya Denas semakin penasaran walaupun sudah ada sedikit gambaran mengenai hubunganya dengan yang dijelaskan Tang Xiao, namun dia masih butuh penjelasan.
"Tubuh Divine Emperor Body adalah makhluk Immortal yang bisa naik ke Divine Realm tanpa perlu susah payah dan bisa menjadi salah satu pemimpin di Divine Realm. Itulah istimewanya seorang pemilik Divine Emperor Body." Jawab Tang Xiao sambil memegang kedua pundak Denas.
"Adik keempat selamat ternyata kamu memiliki sesuatu yang sangat berharga." Ucap Denas sambil menggoyang-goyangkan tubuh Denas dan memeluknya.
"Eits tunggu sebentar." Ucap Denas setelah dipeluk Tang Xiao dengan erat.
"Kakak ketiga dari mana mengetahui hal ini?" Jawab Denas sambil mengucurkan air mineral ke wajahnya yang diambil dari cincin ruangnya tanpa diketahui Tang Xiao ada seauatu yang terjadi.
Tang Xiao melirik gadis kecil itu meminta jawaban atas pertanyaan Denas yang masih mengucurkan wajah dengan air. Gadis kecil itu mengangguk sopan mengetahui maksud Tang Xiao.
"Tuan muda. Tuan besar adalah pemilik The First Divine Emperor Body yang paling istimewa dan paling kuat. Dulu waktu aku bertemu tuan besar aku menjelaskan hal yang sama dengan yang dijelaskan tuan besar. Karena awalnya tuan besar tidak tahu dia memiliki tubuh yang sangat mengerikan." Jawab gadis kecil itu sopan.
"Hemm.. Dulu? Dulu kapan?" Tanya Denas penuh selidik. Gadis kecil itu sempat berkeringat dingi. Begitu juga dengan Tang Xiao.
"Ya tuan muda. Dulu waktu tuan besar masih kecil. Kira-kira sepuluh atau dua belas tahun yang lalu." Jawab gadis kecil itu menyembunyikan kegagapnnya saat berbicara bohong. Mendengar jawaban gadia kecil itu, Tang Xiao bernafas lega. Hampir saja identitas aslinya terbongkar andai tidak ada jawaban cerdik dari gadis kecil itu.
"Hem.. Kenapa aku merasa seolah kalian sedang berkonspirasi membohongiku?" Gumam Denas datar.
"Tunggu..." Tiba-tiba seru Denas kepada Tang Xiao dan gadis kecil itu. Mereka yang awalanya senang dalam hati, namun mendengar seruan Denas, membuat mereka berdua kembali berkeringat dingin.
"Kalo kakak ketiga memiliki tubuh yang sama denganku, berati aku bisa naik ke Divine Realm bersama dengan kakak dong?" Tanya Denas sedikit senang.
Tang Xiao dan gadis kecil itu lega dengan pertanyaan Denas yang tidak sesuai dengan perkiraan mereka.
Tang Xiao mengangguk pelan. "Iya bisa." Jawab Tang Xiao singkat tak mengerti kenapa adik keempatnya ini bertanya hal sederhana seperti itu.
"Ni kipasnya. Kipas Penguasa Semesta ini telah memiliki tuan." Ucap Tang Xiao lalu menyodorkan kipas di tangannya ke hadapan Denas.
Awalnya Denas ragu untuk mengambilnya karena takut kipas itu tidak bergerak seperti sebelumnya.
"Tuan tidak usah ragu karena saya adalah pemilik tuan. Selain tuan tidak ada yang bisa membawa saya bahkan menyentuh saya." Ucap gadis kecil itu berlutut di depan Denas.
Dengan cepat Denas menarik tubuh gadia kecil di depannya.
"Selain hari ini kamu dilarang berlutut di depanku. Dan siapa namamu?" Tanya Denas setelah menarik tubuh gadis kecil itu.
"Baik tuan. Saya belum mempunyai nama dan tuan besar tidak memberikan saya nama." Jawab gadis kecil itu.
"Hemm.. Karena kamu seorang perempuan maka namamu adalah Wulan. Mulai sekarang namamu Wulan hingga seterusnya, tidak ada yang boleh mengganti namamu selain aku." Ucap Denas.
"Terima kasih tuan telah memberi nama yang bagus untukku." Ucap gadis kecil itu menghormat.
Setelah berkata demikian, Wulan berubah menjadi asap putih lalu kembali ke kipas yang masih berada di tangan Tang Xiao.
Tang Xiao memberikan kipas itu lalu menyerahkannya ke depan Denas yang diambil Denas dengan ragu-ragu.
Denas mengangkat kipas dari tangan Tang Xiao. Kipas itu terasa ringan bahkan lebih ringan dari kipas Denas yang sebelumnya.
"Wow... Kipas ini benar-benar luar biasa. Terasa ringan ketika diangkat namun begitu diayunkan terasa begitu bertenaga. Kipas yang benar-benar sangat cocok dengan kecepatan yang kumiliku." Ucap Denas kagum sambil mengibas-ngibaskan kipas di tangannya ke udara.
Tiba-tiba dari arah lorong jalan keluar, berlarian puluhan orang ke arah kelompok Tang Xiao dan Denas. Mereka berlarian ketakutan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari cuman bisa segini.
Don't Be Busy, Just Be Produktive