The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 13. MENJADI KULTIVATOR



Saat ini di dunia jiwa Tang Xiao kedatangan satu ruh berwarna hitam pekat. Xiao Long, Xiao Yang dan Xiao Yin tampak mengelilingi ruh itu. Mereka tak terancam sedikit pun dengan kehadirannya, malah ruh itu yang merasa terancam karena aura kuat yang dirasakannya lebih mengerikan dari Dewa Iblis.


Setelah selesai menceritakan tentang dirinya, Monica yang masih berlutut di depan Tang Xiao merasa sesuatu menariknya dan menyedot tubuhnya dengan cepat sampai dia tidak sempat berteriak. Dia tiba di dunia yang sangat indah dengan sebuah Istana menjulang tinggi. Beberapa saat dia mengagumi dunia itu, sebuah suara mengagetkannya.


"Ehem... Siapa anda? "


Monica menoleh, telah berdiri di belakangnya dua laki-laki rupawan dan satu perempuan menawan. Monica menceritakan tentangnya dari awal hingga akhirnya dia masuk ke dunia ini. Tak terasa mereka sudah saling akrab. Walaupun Monica adalah ruh terkutuk namun tidak ada masalah dengan mereka. Monica merasa heran karena ketiga orang ini tidak terkejut dengan ceritanya. Dia mencoba bertanya.


"Kami bertiga termasuk Tuan dan seluruh penghuni dunia jiwa Tuan adalah orang-orang yang tak pernah diketahui oleh orang yang kalian sebut Dewa. Keberadaan kami ibarat bayang-bayang yang tak bisa diraih tapi ada begitu nyata. Kami orang yang keluar dari akal sehat, tapi kami lebih cerdas dari akal sehat. Bahkan orang yang kalian sebut Kaisar Surga akan mati sekali bunuh oleh seorang penjaga taman itu" Ucap Xiao Long sambil menunjuk pemuda yang sedang memangkasa rapi beberapa tanaman.


Monica menarik nafas dalam. Kini terjawab pertanyaan besar dalam kepalanya. Kehadiran penjaga kebun itu aja sudah memberinya tekanan yang membuat dia tak bisa bernafas beberapa saat. Serta ada ketakutan yang mencekam dari sorot matanya. Kekuatan orang-orang yang ada didepannya bisa membunuhnya hanya dengan satu hembusan nafas, lalu bagaimana kekuatan orang yang mereka panggil Tuan itu.


......................


"Xiao'er, coba katakan mengenai apa yang kamu ketahui." Kaisar Yan akan selalu lebih dulu berbicara jika mengenai Aliran Hitam. Tang Xiao pun menceritakan semua dari awal, tentang Dewa Iblis, tentang dua juta prajurit dan tentang Klan Lin.


"Kurang ajar...... Si Tua Lin sialan itu benar-benar *******." Kaisar Yan membentak marah.


"Dari awal aku sudah merasa dengan sikap mereka yang terlalu menjilat ayah serta terlalu setianya mereka hingga mau membunuh keluarga mereka sendiri. Dasar ******* penghianat. Berani-beraninya mereka memanfaatkan ayah. Akan kupenggal mereka semua."


"Ayah Kaisar tenang dulu. Jangan terbawa emosi. Sebaiknya kita bicarakan ini baik-baik dengan orang kepercayaan." Yan Zhou mencoba menenangkan ayahnya itu. Yan Zhou sangat mengerti akan sifat ayahnya.


"Benar suamiku. Masalah ini bukanlah hal sepele tapi menyangkut hidup seluruh rakyat di benua ini." Permaisuri menggenggam tangan Yan Shan. Mengalirkan ketenangan dan kenyamanan ke dalam diri Yan Shan. Permaisuri yang bernama Dai Qian itu bukanlah orang sembarangan. Walaupun dia dari masyarakat biasa dan bertemu dengan Yan Shan dalam pengembaraannya. Tapi dia berasal dari klan yang paling di buru di dunia karena kekuatan penyembuhan yang dimiliki klan itu. Namun sayangnya, perperangan besar-besaran telah mnghapus klan itu dari dunia ini beserta kitab-kitab ilmu yang tidak dapat diselamatkan. Yang tersisa dari peperangan itu hanyalah beberapa pelayan keturunan Klan Dai yang memahami sedikit saja kekuatan itu. Beberapa ribu tahun hingga saat ini, mungkin hanyalah Dai Qian orang satu-satunya yang masih tersisa dari Klan Dai.


"Yan Shan, benar yang dikatakan Zhou'er dan saudari Qian. Sebaiknya kita membicarakan ini setelah ritual persaudaraan Zhou'er dan Xiao'er." Han Shan juga ikut menenangkan sahabatnya itu.


Yan Shan menarik nafas dalam. Dia baru ingat akan ada kesembuhan putranya serta Tang Xiao didepannya.


"Xiao'er maafkan ayah, ayah hanya sedikit emosi saja. Tapi ayah pun tak menyangka kamu mendapat informasi yang sangat berguna ini. Kalo boleh tahu kamu dapat informasi ini dari mana?" Yan Shan walaupun percaya perkataan Tang Xiao, namun masih ada sedikit keraguan dalam hatinya.


Tang Xiao mengangguk pelan dan memakai topengnya lalu dia membuat segel tangan dengan cepat. Tiba-tiba sepuluh orang datang dari kekosongan. Yan Shan, Han Shan, Yan Zhou dan Dai Qian kaget bukan main tiba-tiba muncul sepuluh orang yang sedikit mereka kenali. Sepuluh orang ini terikat rantai besi dengan kuat. Sepuluh orang ini terduduk merunduk. Tak ada yang berani sedikit pun mengangangkat kepalanya walaupun hanya untuk sekadar menyapa Kaisar dan Permaisuri.


"Wakil Ketua Lin.... Kenapa anda di sini. Jangan bilang..... " Han Shan tidak meneruskan ucapannya. Walaupun tadi ragu dengan ucapan Tang Xiao, tapi kini dia melihat buktinya. Han Shan segera mengepalkan tangannya dengan keras dan meraih pedang di pinggangnya.


"Patriak Han mohon anda bersabar dulu. Kita bisa menanyai lebih lanjut ke pada mereka masalah ini." Tang Xiao yang mengenakan topeng segera menghentikan ayahnya itu. Han Shan sedikit kaget mendengar ucapan Tang Xiao. Namun dia segera mengerti alasan anaknya itu memakai topeng dan memanggilnya Patriak.


"Baiklah Tuan pendekar. Terima kasih sudah mengingatkan."


Kesepuluh orang itu pucat pasi. Mereka mengumpat dalam hati. Kenapa harus muncul pemuda seperti ini. Semua rencana gagal total. Kini malah nyawa mereka jadi taruhannya.


Yan Zhi masuk ruangan setelah menyuruh beberapa prajurit memberi tahu ke rakyat Pangeran Mahkota sudah sembuh. Dia begitu kaget melihat apa yang di depannya. Yan Shan menceritakan semua yang telah diceritakan Tang Xiao dan siapa kesepuluh orang ini.


Yan Zhi mengehela napas berat. 'Xiao'er, kejutan apa lagi akan kamu berikan nak?' Batin Yan Zhi.


Kemudian mereka membahas masalah saat ini di ruangan itu juga tanpa menunda lagi. Beberapa orang kepercayaan Kaisar dipanggil dan mengikuti rapat medadak itu. Permaisuri Qian pun ikut dalam rapat itu.


Setelah rapat selesai sepuluh orang itu dimasukkan ke penjara bawah tanah. Penjara khusus pemberontak atau penjahat tingkat tinggi. Hari sudah beranjak sore. Semua orang kembali ke kamarnya masing-masing.


Tang Xiao diberikan kamar di samping kamar Han Shan dan Yan Zhou. Termasuk kamar khusus keluarga kerajaan.


"Ayah, aku ingin berbicara dengan Ayah.." Tang Xiao menemui Han Shan setelah makan malam bersama. Saat ini Kekaisaran lebih ramai dari sebelumnya. Banyak masyarakat datang berduyun-duyun memberi ucapan selamat dan hadiah. Berbagai lapisan masyarakat datang ke Ibu Kota. Mulai dari pejabat menteri hingga masyarakat petani dan kuli, walaupun terlihat kesombongan diantara para bangsawan. Namun di depan Kaisar mereka terlihat ramah. Malam sudah larut ketika tamu kembali ke kediaman masing-masing.


Ketika Han Shan hendak ke kamarnya dia dicegat Tang Xiao.


"Ikuti ayah." Han Shan membawa Tang Xiao ke kamarnya.


"Begini ayah...."Tang Xiao sedikit ragu..


"Tidak apa Nak.. Ayah ndak akan marah"


"Begini Ayah. Aku ingin memberikan ayah tekhnik kultivasi agar ayah bisa menjadi seorang Kultivator yang hebat. Agar kelak ayah bisa melindungi sekte kita. Apalagi tidak lama lagi akan terjadi bencana" Tang Xiao sedikit ragu akan ucapannya. Namun dia mencoba sebisa mungkin meyakinkan ayahnya. Apalagi dengan kultivasi ayahnya saat ini. Jika dia berhasil memahami tekhnik kultivasi maka akan luar biasa hasilnya.


"Huuff... Dasar anak nakal ya... Sekarang kamu mau mengajari ayah kultivasi. Baiklah ayah terima" Ucap Han Shan dengan wajah berbinar. Hal-hal yang dinantikannya akan menjadi kenyataan. Menjadi seorang Kultivator.


Ucapan itu membuat kaget Tang Xiao. Dia tak menyangka akan semudah ini rencananya berhasil. Walaupun kaget, namun Tang Xiao sangat senang.


"Benarkah ayah mau?"


"Bukannya ayah dulu telah sering ditawari ayah Kaisar tekhnik kultivasi. Kenapa ayah menolak."


"Anakku.. Dengarkan. Menjadi seorang laki-laki ayah tak ingin dikasihani. Ayah juga tak ingin mengambil keuntungan dari orang lain. Coba bayangkan apa yang dikatakan dunia pesilatan jika ayah menerima takhnik kultivasi Kekaisaran, yang hanya boleh diberikan ke Keluarga Kaisar saja. Bahkan empat keluarga Bangsawan Pilar kerajaan tidak diperbolehkan mempelajarinya. Walaupun ayah adalah sahabat yang sudah dianggap saudara oleh Kaisar sendiri, namun itu tak menutup kesenjangan yang ada. Bisa saja memicu pemberontakan diantara empat bangsawan dengan keluarga Kaisar yang lebih menambah masalah." Ucap Tang Xiao sambil mengusap-usap rambut Tang Xiao.


Tang Xiao terdiam mendengar ucapan ayahnya. Dia begitu kagum akan keterbukaan pemikiran dan kedewasaan ayahnya. Dia sangat senang menjadi anaknya, walaupun hanya anak angkat tapi itu sudah lebih dari cukup.


"Ya ayah... Terima kasih atas nasihat ayah. Sekarang ayah siap-siap" Tang Xiao kemudian menyentuh dahi ayahnya dan keluar cahaya putih dari telunjuknya.


Han Shan yang awalnya kaget kini terdiam memejamkan mata dalam posisi duduk lotus ketika sesuatu masuk ke kepalanya. Kadang Han Shan merengut kadang juga tersenyum. Tang Xiao meninggalkan Ayahnya yang sudah mulai berkultivasi. Dia tak menyangka ayahnya akan sangat cepat memahami tekhnik m yang diberikannya. Padahal tekhnik itu adalah tekhnik tingkat Dewa. Tekhnik terbaik untuk menjadi Dewa terkuat.


......................


"Bagaimana persiapannya? Ada kendala?" Satu suara serak berat bertanya. Seseorang maju dan bersujud .


"Ampun Tuan, kami tidak bisa merasakan kehadiran Monica" Ucap orang itu ketakutan.


"Kurang ajar... Kamu mempermainkan aku ya." Bentak suara serak itu. Orang yang bersujud itu bergetar.


"Aammppuunn Tuan..."


"Dasar pelupa sialan. Kita sudah membahas hal itu. Yang aku tanyakan adala persiapan seluruh pasukan kita, Goblookk" Ucap suara itu semakin serak.


Orang yang bersujud terdiam. Sedangkan orang-orang disekelilingnya menepuk jidat sambil cekikikan.


"Ah.. Maaf Dewa. Saya lupa lagi. Saat ini seluruh prajurit telah siap. Tinggal menunggu perintah Dewa saja."


"Berapa jumlah pasukan kita saat ini?"


"Sekarang ini sudah berjumlah dua juta lima ratus, Dewa. Belum lagi jika ditambah prajurit bantuan Dewa" Ucap orang bersujud sedikit bangga.


" Hahaha bagus.. Aku suka kerjamu. Ini terimalah" Sosok yang bersuara serak itu melemparkan botol giok penuh pil kultivasi.


"Terima kasih Dewa... Terima kasih." Ucapnya sambil bersujud.


Lalu sosok hitam bertanduk yang duduk di singgasananya menyeringai lebar.


"Ketika diriku yang lain datang ke sini, maka dunia ini akan bisa kami kuasai. Hahahaha" Tawa itu menggema memantul-mantul diruangan pengap saat ini dia berada.


Di tempat lain.


"Lapor Pemimpin.... Makhluk hitam bertanduk dari planet 0050 telah bergerak dan sedang dalam perjalanan teleportasi bersama lima ratus pasukannya." Seorang pemuda berlutut sebelah kaki di depan pemuda yang lebih tua.


"Hendak teleportasi ke mana mereka? " Pemuda yang duduk di kursi itu menerawang ke depan.


"Ke planet 0010 yang di sana juga ada makhluk hitam bertanduk yang sama pemimpin."


"Baik... Perhatikan saja terus. Jangan sampai makhluk itu mengetahui kita. Jika tidak perang pesar akan datang ke planet kita." Balas orang yang dipanggil pemimpin.


"Lalu bagaimana keadaan di Sabuk Orion"


"Disana masih ramai sejak muncul Mahkota semesta itu Tuan. Penghuni Orion masih meneliti cara mendekati Mahkota itu. Disana masih belum terjadi perebutan. Namun orang-orang dari berbagai galaksi telah banyak berdatangan"


"Baik... Terus pantau keadaan yang aku perintahkan. Firasatku mengatakan akan ada yang mengambil Mahkota itu dengan mudahnya. Perintah kan seluruh bawahanmu berhati-hati. Aku tak ingin kehilangan yang kedua kalinya." Ucap pemuda yang duduk tadi dengan sedikit nada sedih.


"Baik pemimpin. Kami akan melakukan yang terbaik dan selalu berhati-hati. Dan bagaimana dengan manusia yang muncul baru-baru ini di planet 0010?"


"Biarkan saja. Selama dia tidak berada di pihak makhluk bertanduk itu, maka semua masih bisa diatasi. Dan jangan sampai mengusik manusia misterius itu. Aku punya firasat tentangnya."


"Baik tuan kami akan melakukan yang terbaik." Pemuda yang berlutut itu beranjak dari tempat. Pemuda yang duduk di kursi melihat ke arah jendela di belakangnya.


"Huufftt.... Sepertinya kedamaian seperti ini tidak akan bertahan lama" Ucapnya menghela nafas berat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Maaf updatenya kelamaan lagi....