The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 52. TRANSFORMATION VAJRA DEMON



Ktpak ktpak ktpak ktpak ktpak ktpak....


Suara kaki kuda berlari di jalan raya terdengar jelas di telinga Silvie dan kakeknya. Mereka berdua berdiri di pinggir jalan menunggu kuda itu lewat.


Dari arah selatan tampak debu berterbangan akibat dilewati segerombolan kuda. Jumlah mereka sekitar seratus kuda dengan kecepatan sedang. Mereka tidak terlihat terburu-buru.


Kelompok berkuda itu berhenti saat melihat seorang gadis muda dan cantik bersama seorang kakek tua sedang berdiri di pinggir jalan seakan memang menunggu mereka. Seorang pemuda maju dan mencoba melihat tingkat kultivasi mereka berdua.


Pemuda itu tersenyum mengetahui laki-laki tua di samping gadis itu hanyalah orang tua di ranah Master bintang satu sedangkan gadis itu di ranah Grand Master bintang lima.


"Ada sepasang mangsa empuk di sini" Batin pemuda itu.


"Permisi tuan-tuan sekalian. Saya ingin bertanya arah menuju Kekaisaran Gama kemana ya?" Tanya kakek tua itu layaknya seorang tua yang lemah.


"Oh kebetulan kami hendak menuju ke sana. Bagaimana jika kita bersama. Saya bisa melindungi kalian selama perjalan. Selain jaraknya yang masih jauh, jalanan menuju kesana sangat berbahaya." Jawab pemuda di atas kuda itu tersenyum ramah. Pemuda itu terlihat sangat sopan namun sebenarnya dia menyimpan kelicikan yang besar.


"Jika tuan tidak keberatan kami tidak masalah dan sangat berterima kasih atas kebaikan tuan muda." Ucap kakek tua bersopan-santun.


Pemuda itu memerintahkan kepada anak buahnya membawa dua kuda kosong sebagai tunggangan Silvie dan kakeknya lalu melanjutkan perjalanan.


"Oh iya nama saya Hendra Setiawan siapa nama nona?" Tanya pemuda sembari memperkenalkan dirinya dengan sopan layaknya sikap bangsawan terhormat.


"Nama saya Silvie dan ini kakek saya Lao." Jawab Silvie sopan.


"Oh nona Silvie berasal dari mana? Baru sekali ini saya melihat gadis secantik nona di dunia ini." Ucap Hendra sambil mendekatkan kudanya di samping kuda Silvie dan menyingkirkan kuda Kakek Lao.


"Saya dan Kakek Lao selama ini tinggal di pinggir hutan. Dan baru kali ini saya bertemu dengan manusia selain kakek saya." Ucap Silvie polos. Dia juga merasa senang dengan seorang pemuda yang sebaya dengan dirinya. Selama ini wajah yang dilihatnya hanyalah wajah kakeknya yang tidak rapi dan terlihat semrawut.


"Oh... Jadi nona Silvie selama ini hanya berada di hutan dan baru kali ini bertemu dengan manusia lainnya?" Tanya Hendra takjub tak percaya.


Silvie mengangguk pelan sambil melirik kakeknya yang hanya diam saja di belakang.


"Jika begitu maka saya, Hendra Setiawan siap menemani nona Silvie dan menjadi orang yang akan melindungi nona sampai mati." Ucap Hendra tegas sambil membusungkan dadanya di atas kuda.


Kiikkkkk


Kuda yang ditunggangi Hendra meringkik sambil mengangkat dua kaki depannya seolah menertawkan orang yang mempercayai ucapan Hendra.


"Oh terima kasih tuan muda. Namun saya mempunyai kakek yang akan menemani saya." Ucap Silvie sambil mundur ke belakang agar sejajar dengan kakeknya.


Hendra menahan amarahnya melihat sikap Silvie yang mengabaikannya bahkan sejak awal mereka bertemu, Silvie sama sekali tidak memandangnya. Hendra memperbaiki raut wajah agar bisa tersenyum.


"Nona Silvie jangan panggil saya tuan muda panggil saja kakak Henda supaya enak didengar." Ujar Hendra ikut mundur ke belakang sambil mengusir kuda yang ditunggangi Lao.


Silvie mengangguk ringan tidak terlalu menanggapi ucapan Hendra.


Di perjalanan Hendra banyak berbicara tentang dirinya dan keluarganya yang dari bangsawan kaya raya dan terhormat. Dia juga bercerita mengenai dunia ini kepada Silvie dan memberikan beberapa hadiah menarik.


Perjalanan mereka terhenti saat sekelompok orang bertopeng tiba-tiba menghadang jalan mereka.


......................


"Hemm di malam indah seperti ini yang paling menyenangkan adalah menghajar orang tua yang tidak tahu tempatnya." Gumam Tang Xiao sambil turun ke tanah.


Lahat yang mendengar suara jatuh bedebam segera menghentikan serangannya dan melihat ke arah suara jatuh. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi namun dia seolah terpaku melihat seniornya yang sedang sekarat di atas pasir. Mulutnya yang berlumuran darah dipenuhi pasir.


"Seniorrrr....." Seru Lahat terbang dengan cepat mendekati Liang. Dia tampak terkejut saat melihat kondisi Liang. Beberapa tulang dada dan tulang rusuk telah patah, banyak pembuluh darah yang putus, jantung yang telah pecah, urat nadinya yang hancur. Kondisinya sudah tidak bisa terselamatkan lagi.


Melihat ini, Lahat sangat murka. Raut mukanya berubah, matanya menghitam dan otot-ototnya pada keluar. Pembuluh darahnya yang berwarna biru terlihat sangat jelas.


Sesaat berhembus angin yang entah datang dari mana masuk ke dalam tubuh Lahat.


Kriieekk..


Krrieelk..


Terdengar suara tulang seperti retak namun tersambung kembali dengan cepat dari dalam tubuh Liang. Sedikit demi sedikit bentuk tubuhnya mulai berubah. Sisik muncul di kedua tangannya. Kepalanya mengeluarkan dua tanduk merah. Tumbuh satu ekor di buntutnya yang lumayan panjang. Kepalanya menjadi botak serta taringnya mencuat dari giginya yang hitam. Dari tubuh Lahat keluar aura yang menakutkan serta ada asap hitam menyelimuti Lahat.


Andri yang mengetahui apa yang terjadi segera mendekati Tang Xiao dan mengajaknya kabur sebelum Lahat selesai dalam transformasinya. Namun Tang Xiao menolak dan ingin melihat apa yang sebenarnya.


"Di dunia ini, seorang kultivator yang berada di ranah Saint Expert harus mengalahkan enam iblis hati dalam jiwanya agar bisa mencapai ranah Holy Ancestor dan menjadi manusia setengah suci. Jika kultivator itu berhasil melewati tahap ini dan mengalahkan enam iblis hati, maka seluruh kekuatan enam Iblis hati akan menjadi miliknya sehingga kultivator itu sangat kuat.


Namun ada banyak kultivator yang tidak mampu naik ke ranah Holy Ancestor karena kuatnnya enam iblis hati itu. Kultivator yang tidak mampu melawan iblis hati itu akan mendapat tawaran dari iblis. Yaitu tetap di ranah Saint Expert atau naik ke ranah Holy Ancestor tapi harus bekerja sama dengan enam Iblis hati.


Orang yang mau bekerja sama dengan iblis hati akan mendapat kekuatan dari enam iblis hati hanya separoh tapi kultivator itu akan mendapat kekuatan penuh dari enam Iblis hati disaat kultivator itu membutuhkan bantuan. Seperti yang terjadi di depan ini. Pantas saja aku masih mampu menandingi orang itu setelah aku mengeluarkan semua kartu trufku ternyata dia memilih bekerja sama dengan Iblis hati. Ckck. Aku tak menyangka ini." Ucap Andri sambil menggelengkan kepalanya.


"Hahaha.... Akhirnya Vajra Demon Transformation selesai juga. Matilah kalian manusia" Suara yang menggema dan mengerikan keluar dari mulut Andri. Penampilannya yang setinggi dua meter serta membawa pedang dari tulang itu membuat Andri bergidik ngeri ketakutan.


"Ke..kekutannya ja..uh melampaui ranah Holy Ancestor bintang sembilan. Mungkin dia sudah ranah Half God atau ranah Demi God. Sudah terlambat untuk lari." Gumam Andri terbata-bata. Dia mempersiapkan dirinya dengan mengeluarkan Heavenly Nine Fire untuk menyelimuti seluruh tubuhnya seperti baju zirah perang.


Namun tiba-tiba tepukan tangan Tang Xiao di bahu Andri membuat dia terkejut. Terkejut karena melihat bahwa dia sudah berada dalam prisai cahaya berwarna emas yang sangat kokoh. Dia menoleh ke arah Tang Xiao yang melihatnya dengan senyum.


"Kakak pertama aku ingin bermain-main dengannya sebentar. Tenang saja prisai energi ini sangat kuat bahkan ranah Immortal sekalipun tak akan mampu menembusnya." Ucap Tang Xiao yakin sambil mengeluarkan pedang hitam yang belum pernah dilihat Andri. Andri terbelalak melihat pedang hitam yang tingkatan pedang itu tidak mampu dilihat olehnya meskipun menggunakan cara dari Gulungan Surgawi miliknya.


Wuushh...


Lahat yang telah berubah menjadi Demon Vajra tiba-tiba menghilang dari tempatnya dan dalam sekejap mata telah berada di belakang Tang Xiao sambil mengayunkan pedangnya dengan cepat dan kuat.


Wushhh...


Tang Xiao menghilang dari tempatnya dan telah berada di belakang Demon Vajra sambil mengayunkan pedang miliknya.


Wuushh...


Pedang Tang Xiao menebas udara kosong. Demon Vajra telah berada cukup jauh di depannya.


"Bisa menghindari seranganku dan mampu membalas balik, cukup cocok menjadi lawanku" Guman Vajra Demon lalu menghilang dari tempatnya dan telah tiba di depan Tang Xiao menebaskan pedang ke leher Tang Xiao.


"Tidak usah banyak bacot dan cukup buktikan dengan perbuatan." Balas Tang Xiao menahan tebasan Demon Vajra dengan pedang hitamnya.


Wuusshh...


Benturan dua pedang itu mengakibatkan fluktuasi udara yang cukup hebat. Menerbangkan pasir yang berada di sekitar mereka ke berbagai arah.


Andri yang melihat pertempuran itu hanya mampu mengikuti cahaya akibat dari bertemunya dua pedang. Dia tidak bisa lagi menangkap pertempuran dengan kecepatan seperti itu. Walaupun dia sudah berada dalam prisai energi milik Tang Xiao, namun dia masih mampu merasakan getaran hebat akibat pertarungan Vajra Demon dengan Tang Xiao.


Taangg...


Vajra Demon kembali mengayunkan pedangnya ke arah leher Tang Xiao yang lagi dan lagi mampu di tepis dengan mudah. Tang Xiao melakukan serangan balik yang juga mampu ditepis atau dihindari oleh Vajra Demon.


Taangg....


Percikan cahaya akibat benturan pedang Tang Xiao dan Vajra Demon berbentuk seperti gelombang longitudinal yang menyebar tak tentu arah. Siluet hitam di tengah malam timbul tenggalam dalam percikan cahaya itu.


"Hahaha... Anak muda aku merasa sudah cukup permainan ini. Mari kita akhiri pertempuran ini." Gumam Vajra Demon setelah melayangkan serangan kuatnya lalu mundur ke belakang membuat persiapan.


Setelah menghindari serangan kuat Vajra Demon, Tang Xiao juga mundur ke belakang melihat apa yang akan dilakukan Iblis itu.


Demon Vajra menancapkan pedangnya ke tanah lalu berkomat kamit melafalkan mantra pemanggil.


Deeerrrrrrrr


Tanah tiba-tiba bergoyang keras. Sesuatu dari dalam pasir muncul ke atas, melompat tepat di depan Vajra Demon.


"Sentinel Vajra Demon menghadap." Makhluk hitam yang baru keluar itu menghormat dan berbicara dalam bahasa aneh kepada Vajra Demon di depannya.


"Mari bersatu dan kalahkan manusia di depan." Ucap Vajra Demon sambil menunjuk ke arah Tang Xiao.


"Sesuai perintah tuan." Ucap Sentinel lalu melafalkan mantra aneh yang kemudian tubuh Sentinel itu berubah menjadi asap hitam pekat dan mengelilingi Vajra Demon.


Bommm...


"Vajra Demon Body akhirnya telah sempurna. Anak muda sudah saatnya kematian menjemputmu."


Wuusshhh...


Vajra Demon menghilang dari tempatnya dan dalam kecepatan satu kehendak telah berada di depan Tang Xiao mengayunkan pedangnya ke arah leher Tang Xiao.


Tang Xiao menjadi kaget saat mengetahui kecepatan gila Vajra Demon. Dengan cepat dia masih sempat menangkis serangan itu namun membuatnya terseret ke samping sejauh sepuluh meter. Pedang di tangan Tang Xiao terlihat begetar namun tangannya baik-baik saja.


"Oh akhirnya kamu merasa gembira setelah menerima serangan tadi. Aku sempat berpikir berapa lama kamu bisa bangun dari tidurmu." Gumam Tang Xiao kepada pedang di tangannya. Pedang itu kembali bergetar seolah menjawab perkataan Tang Xiao.


"Oh kamu ingin memakan Iblis itu? Dasar rakus. Jangan semuanya, ada beberapa bagian dari tubuh Iblis itu yang cocok dengam api hitam milik kakak pertama." Ucap Tang Xiao sambil melihat pedang hitam di tangannya. Tang Xiao tampak sedang berbicara dengan pedang bergetar di tangannya.


"Baiklah, baiklah lakukan sesukamu." Ucap Tang Xiao kemudian.


Vajra Demon tampak bingung melihat kelakuan pemuda di depannya yang berbicara sendiri dengan pedang di tangannya. Awalnya dia mengira pedang di tangan pemuda itu bergetar karena telah menerima serangan darinya, tapi ternyata pedang itu bergetar karena sesuatu yang lain yang tidak dimengerti olehnya.


"Anak muda, apa kamu sudah gila karena menerima seranganku ya. Kamu mampu menahan serangan tadi tapi tidak yang satu ini." Ucap Vajra Demon lalu mengeluarkan kloning dirinya yang berjumlah sepuluh.


"Salah satu jurus terlarang Vajra Demon Body adalah Cloning Tubuh Jiwa. Sepuluh tubuh cloning ini sama kuatnya dengan tubuh asli bahkan setiap sepuluh tubuh ini punya pikiran dan jiwa sendiri. Anak muda jika kamu menyesal maka sudah terlambat. Tidak ada satupun yang bisa hidup setelah melihat jurus terlarang ini." Ucap Vajra Demon.


"Tidak usah banyak bicara dengan manusia rendahan seperti dia. Lebih cepat selesaikan ini dan biarkan aku istirahat." Ucap salah satu klon sambil mendengus.


"Cih dasar tidak sabaran. Kerjamu hanya malas-malasan." Timpal klon yang lain.


"Dasar bodoh. Vajra Demon Body memanggil kita bukan untuk berdebat. Lihatlah musuh di depan masih sangat santai padahal sudah melihat kita. Kalian pikir kedatangan kalian kesini karena dipanggil secara sembarangan?" Balas klon yang lain yang dari sejak kemunculannya sudah terlihat sangat jengkel.


"Dasar penakut. Lebih baik kamu tidak usah dipanggil lagi jika masih takut menghadapi pemuda lemah di depan sana." Balas yang lain.


"Dasar para pria tidak tahu malu." Celoteh yang lain yang tampak seperti seorang perempuan.


"Cepatlah selesaikan pertarungan ini. Kuku-kuku ku sudah waktunya dalam perawatan." Ucap kloning lain berjenis klamin wanita sambil memperhatikan kukunya yang tampak kriting dan menyeramkan.


"Hahaha.... Sudah bodoh tidak punya otak lagi. Apa semua ras Iblis di dunia ini tidak mengenal pedang yang aku pegang ini?" Ucap Tang Xiao sambil memegangi perutnya karena ketawa. Tawanya itu menghentikan debat para Iblis itu.


"Hei Iblis o'on. Sungguh suatu keberkahan bagi pedangku ini atas hadirnya sepuluh Iblis tambahan lagi. Tidak tahu kah kalian bahwa pedangku sudah sangat lapar melihat kedatangan dan mencium aroma kalian yang lezat." Ucap Tang Xiao lagi.


Para Iblis itu saling menoleh tidak mengerti maksud perkataan gila pemuda sinting di depan mereka ini.


"Hei anak muda sialan. Berani-beraninya kamu manusia rendahan sepertimu ingin memakan kami? Haha otakmu sudah tidak berfungsi lagi kah? Hahaha" Ucap Vajra Demon tertawa terbahak diikuti beberapa klonnya.


"Huh... Dimana-mana Iblis kalo tertawa gak ada manisnya. Sayangnya bukan aku yang ingin memakan kalian tapi pedangku ini. Pedang ini aku tempa dari Jiwa Kuno Pemakan Semesta saat Jiwa ini sedang mengamuk. Aku berhasil menyegel dan menempa jiwanya menjadi sebuah pedang Pemakan Iblis. Kebetulan pedangku ini baru bangun dari hibernasi panjangnya dan merasa sangat lapar. Di mata pedangku ini, kalian ibarat daging steak siap panggang. Tinggal tambahi kecap kedelai dan rempah-rempah, maka steak ala Jiwa Kuno siap saji." Balas Tang Xiao santai namun nadanya penuh dengan menghina.


"Dasar manusia hina. Matilah kau." Teriak salah satu kloning menghilang dari tempatnya dan sekejap mata telah berada di atas kepala Tang Xiao sambil menghantamkan palunya yang sangat besar tepat ke arah kepala Tang Xiao.


Boommm.


Terlihat kepala itu menggelinding ke bawah dalam keadaan terkejut tak mengira kematiannya akan semudah itu. Matanya yang terbelalak melihat tubuhnya telah terduduk berlutut tanpa kepala. Darah mengalir dari lehernya yang telah putus. Tiba-tiba kepala yang menggelinding itu berubah menjadi asap hitam pekat dan masuk ke dalam pedang di tangan Tang Xiao.


Pedang itu bergetar sesaat seperti tampak senang.


"Sudah dapat tubuhnya dan kini kepalanya ikut kamu ambil juga? Lain kali jika kepala dan jantungnya kamu makan, jangan salahkan aku yang terpaksa menyegelmu di Neraka." Ucap Tang Xiao santai namun membuat pedang di tangannya bergidik ngeri.


"Apa yang terjadi? Mati semudah itu? Mustahil, pasti si Bodoh itu terlalu ceroboh." Ucap salah satu klon tak percaya.


"Hahaha... Ceroboh atau tidak dia tetap mati di tanganku dan menjadi makanan pedangku ini lalu giliran kalian selanjutnya." Ucap Tang Xiao sambil menebas udara di depannya.


Tebasan Pemusnah Ruang.


Wuushh...


Tang Xiao menebas ruang di depannya. Udara yang awalnya baik-baik saja tiba-tiba bertiup sangat kencang dan menarik kesepuluh Vajra Demon ke depan Tang Xiao.


Para Iblis yang tidak tahu ruang di depan mereka telah terdistorsi akibat tebasan pedang Tang Xiao, sudah terlambat menyadarinya saat satu persatu tangan dan kepala mereka terpisah dari tubuhnya.


Tang Xiao mengayunkan dengan ringan pedangnya menebas kedua tangan para Iblis itu lalu kemudian menebas leher mereka baru kemudian memotong tubuh mereka menjadi dua. Tang Xiao menebas leher mereka seperti seorang koki profesional mengiris-ngiris tahu kedelai. Dia seperti sikopat berdarah dingin yang membantai simbol kejahatan.


Para Iblis lain yang menyadari dengan cepat apa yang dilakukan Tang Xiao mencoba mundur dari tempat mereka berdiri sebelum pedang Tang Xiao menebas leher mereka. Namun sayangnya semua itu percuma karena seluruh tubuh mereka saat ini terkunci dan tidak bisa bergerak sama sekali. Bahkan untuk menggerakkan satu jari saja mereka tidak mampu. Hanya mata mereka yang mampu bergerak dan melihat kematian datang menemui mereka sedangkan mereka tak berdaya.


Sesuai sifat Iblis yang keras kepala tidak mau menyerah dan gila kehormatan, sebelum pedang Tang Xiao menebas leher mereka, sebagian dari mereka yang masih hidup meledakkan tubuhnya agar tidak merasa terhinakan. Bagi mereka bunuh diri lebih baik dari pada mati sia-sia dan hanya akan menjadi makanan sesuatu yang tidak mereka ketahui.


Bommm....


Bommm....


Beberapa suara ledakkan terdengar saling bersahutan. Tang Xiao tersenyum licik melihat tingkah konyol para Iblis Vajra atas keputusan mereka.


"Oh kalian ingin bunuh diri? Sayang sekali selama aku di sini keinginan itu tidak akan pernah kalian dapatkan." Gumam Tang Xiao lalu menjentikkan jarinya.


Ctaakkk...


Sesuatu yang aneh terjadi. Ruang dan Waktu yang berjalan beriringan san terlihat baik-baik saja tiba-tiba dikejutkan saat mereka tertarik ke belakang oleh sesuatu yang sangat dahsyat. Ruang dan Waktu mencoba meronta dari tarikan mundur itu, namun kekuatan yang menarik mereka sangat besar dan dahsyat sehingga Ruang dan Waktu itu mundur dengan pasrah. Merega merasa lega karena dipaksa mundur cuman sejengkal dari tempat mereka berada sebelumnya.


Para Iblis Vajra yang tahu waktu telah mundur dan mereka hidup kembali, hanya bisa menyesal dan tidak ada jalan kembali. Andaikan mereka tahu dipanggi hanya untuk akhir yang menyedihkan seperti ini yang bahkan mati pun mereka tidak mampu, tentu saja mereka lebih baik tidak mempercayai manusia bodoh itu dan tetap menjadi Iblis Hati yang bersarang di jiwa manusia.


"Anak muda siapa sebenarnya anda?" Tanya Iblis Vajra sebelum pedang Tang Xiao menebas lehernya.


"Bagaimana ada manusia di dunia ini yang mampu mengembalikan waktu. Sunggub tidak masuk akal." Ucapnya lagi dengan nada yang sangat memelas.


"Aku pun tidak tahu keberadaanku kenapa bisa ada di dunia ini. Namun keberadaanku di semesta ini adalah melanggar hukum alam. Jadi percuma saja aku memberitahumu siapa aku." Jawab Tang Xiao santai.


Iblis Vajra terdiam mencerna ucapan pemuda di depannya ini yang tidak ada satupun dendam terlihat di matanya.


"Saya ada permintaan kepada Anda, bisakah anda mengabulkan permintaan saya?" Ucap Iblis Vajra memohon.


"Jika tidak bertentangan dengan kemanusiaan di dunia ini, saya akan memenuhi permohonanmu." Ucap Tang Xiao sambil memainkan pedang hitam di tangannya.


"Tolong jangan musnahkan nyawa saya dan biarkan saya bereinkarnasi menjadi manusia untuk menebus segala kesalahan saya." Ucap Iblis Vajra menundukkan kepalanya.


Tang Xiao terdiam mendengar permohonan Iblis di depannya. Dia tidak menyangka Iblis di depannya memiliki pemikiran seperti itu.


"Baiklah aku akan membuat tanda di jiwamu sehingga aku bisa menuntunmu ke alam reinkarnasi manusia dan mungkin akan sedikit terasa menyakitkan karena jiwamu harus dimurnikan terlebih dahulu." Ujar Tang Xiao santai.


"Baik baik saya akan menerima dengam senang hati seperti apapun bentuk kehidupan manusia yang nanti akan saya jalani." Ucap Iblis Vajra gembira tanpa terasa air matanya mengalir di pipinya.


"Terima kasih tuan terima kasih atas kemurahan hati dan kebaikan tuan."


"Sekarang matilah dengan tenang dan ikuti tanda di jiwamu yang akan menuntunmu di alam baka. Semoga kehidupan manusia mu mampi memberi manfaat kepada dunia yang kamu tinggali." Ucap Tang Xiao kemudian menebas leher Iblis Vajra dan membiarkan jiwanya memasuki alam baka.


Dengan kematian Iblis Vajra, maka berakhirlah pertempuran sengit di Gurun Fajar Merah.


Ctak..


Tang Xiao menjentikan jarinya membuka kembali kunci dimensi yang mengunci dimensi Gurun Fajar Merah agar tidak makhluk apapun yang mengetahui pertarungan itu.


Begitu penguncian dimensi dibuka, beberapa makhluk dari ras manusia terkejut menemukan jejak Iblis di dunia manusia namun tiba-tiba menghilang entah kemana. Para manusia kuat itu kembali diam dan tidak melakukan apa-apa saat mengetahui Iblis itu tidak ada lagi jiwanya di dunia ini meskipun mereka telah melakukan pencarian jiwa spiritual.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hemm....


Cerita ini masih sangat panjang dan berliku. Jadi tidak usah takut bakal hiatus di tengah jalan. Ok...πŸ‘ŒπŸ‘Œ


Oh iya kalo ada yang berminat ayo bergabung di group interaktif. Di sana kita bisa saling Sharing....