The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 24. PLANET ORION



Di semesta nun jauh di sabuk orion telah berkumpul berbagai macam bangsa. Berbagai macam kendaraan luar angkasa terparkir di seluruh planet sabuk orion.


Sabuk orion sendiri adalah salah satu planet yang paling indah di galaksi Ramadhital. Dikatakan paling indah karena sabuk orion mempunyai cincin berwarna warni dan selalu berubah-ubah. Kehidupan di planet ini juga adalah kehidupan paling tenang di seluruh galaksi Ramadhital. Selain penduduknya yang hidup berdampingan walalupun dari berbagai ras seperti, Elf, Golem, Dwarf, Kurcaci, Peri, Manusia, dan berbagai macam ras lainnya.


Tidak seperti di planet lainnya, planet ini makhluk hidup berdampingan tidak ada penindasan oleh kelompok yang lebih kuat. Planet ini juga mempunyai struktur kepemimpinan yang terorganisi dengan baik dan dipimpin oleh berbagai macam ras hingga tidak ada strata oleh kaum bangsawan.


Namun saat ini ketenangan planet ini sedikit terusik karena jatuhnya sebuh Mahkota Semesta yang datang entah dari mana. Sebenarnya beberapa puluh tahun lalu saat jatuh Mahkota itu, keadaan baik-baik saja. Hanya saja seluruh kehidupan sedikit berubah. Seperti musim yang awalnya hanya ada dua, berubah menjadi empat. Beberapa danau yang kering menjadi mengalir deras airnya.


Namun semua ketenangan itu berubah ketika satu kelompok yang bernama Penjelajah Galaksi datang dan mengetahui kehadiran Mahkota Semesta itu. Beberapa tahun kemudian berita tentang Mahkota itu terseber ke berbagai planet di Galaksi Ramadhital. Bahkan beberapa Ras Kuat yang mempunyai Kendaraan kecepatan cahaya dari beberapa galaksi ikut melihat dan ingin memiliki Mahkota itu.


Ada rumor dan ramalan yang mengatakan bahwa barang siapa yang bisa memiliki Mahkota itu maka dia akan menjadi penguasa tunggal di seluruh semesta. Entah siapa yang menyebarkan rumor itu namun banyak yang percaya. Jika dilihat dari kekuatan yang dimiliki oleh Mahkota itu memang benar rumor itu. Beberapa kelompok telah mencoba mendeteksi kekuatan yang dimiliki Mahkota Semesta, namun semua alat pendeteksi selalu tak mampu mengukur bahkan ada sebagian alat pendeteksi meledak ketika mengukur kekuatan Mahkota itu.


Saat ini kelompok-kelompok yang datang dari berbagai tempat membuat tenda-tenda di planet Sabuk Orion. Penduduk merasa sedikit beruntung karena pendapatan yang mereka dapat dari berjualan berbagai macam makanan dan pakaian. Bahkan beberapa warga yang dekat dengan tempat Mahkota Semesta itu jatuh, menyewakan beberapa kamar.


Saat ini memang kehidupan berjalan seperti biasanya. Masih belum ada yang mencoba merebut Mahkota. Mahkota itu sendiri terdapat di gunung tertinggi di planet Sabuk Orion. Di gunung terdapat beberapa hewan misterius yang tidak diketahui bentuknya. Pernah beberapa mencoba mendaki gunung menggunakan beberapa kendaraan namun setiap dari mereka yang naik tidak pernah kembali. Juga beberapa kamera pengawas super canggih tak mampu melihat makhluk apa yang ada di gunung itu.


Semua orang tau, kedamaian sementara ini adalah awal dari badai besar yang akan melanda. Namun tetap saja ada sebagian orang yang datang ke planet itu membawa serta keluarga hanya untuk melihat-lihat keindahan planet yang semakin hari semakin indah akibat Mahkota Semesta.


Di sebuah bangunan yang cukup besar telah berkumpul sekitar dua puluh orang berusia rata-rata 30-40 an tahun. Mereka adalah penduduk asli Sabuk Orion.


"Ketua satu, lapor... Beberapa hari ini ada yang masih menerobos gunung Tanpa Nama dan tidak ada yang kembali sama sekali. Namun satu kamera pengintai dari kelompok Kortaso berhasi selamat dari gunung Tanpa Nama." Pemuda berumur tiga puluhan tahun yang duduk di kursi disebelah orang yang dipanggil ketua kesatu melapor.


Orang-orang disekitar terlihat berminat mendengar laporan itu.


"Oh ternyata ada yang selamat. Lalu bagaimana hasil dari kamera pengawas itu" Tanya orang yang dipanggil ketua kesatu.


"Tidak menampakan apa-apa tuan. Hanya kabut tebal tak bisa ditembus. Beberapa kamera yang mencoba menembus kabut tebal yang menyelimuti gunung itu langsung meledak dan hampir mengenai kamera yang selamat itu"


"Hemmm... Padahal dulu gunung Tanpa Nama itu tidak ada apa-apa. Tapi sejak adanya Mahkota Semesta itu semua mulai berubah. Hufffttt.. Kedamaian yang telah terjaga selama berabad-abad ini apakah akan segera berakhir" Ketua kesatu menghela napas panjang.


"Ketua kedua, bagaimana pendapat anda?" Ketua Kesatu bertanya ke seorang pria yang tidak jauh umurnya dengan ketua kesatu.


"Begini saja Ketua. Saya punya pemikiran. Bagaimana kalo kita saja yang melihat keadaan gunung Tanpa Nama itu. Kita lebih mengetahui seluk beluk gunung itu daripada yang lain. Apalagi saya yang dulu sering bahkan hampir tiap hari naik turun gunung itu. Biar saya dan beberapa orang dari ras saya yang menyelidikinya. Bagaimana menurut anda Ketua Kesatu?"


"Ketua Ketiga, Ketua Keempat, Ketua Kelima, bagaimana menurut kalian usul ketua kedua?" Ketua Kesatu tau bahwa dia tidak bisa memutus perkara sendirian.


"Saya setuju dengan usul ketua kedua. Namun ras kami juga harus ikut dalam misi itu. Setidaknya kecepatan kami bisa membantu menyelamatkan jika ada hal yang tidak diinginkan." Ketua ketiga dari Ras Elf berpendapat. Ras elf memang terkenal tercepat di antara ras di planet orion ini. Beberapa ras elf yang hadir juga mengangguk setuju.


"Kami dari Ras Peri juga setuju dengan usul ketua kedua dan ketiga. Begitu juga kami harus ikut dalam misi itu. Selain kami bisa terbang kami juga mempunyai mata yang tajam dalam kegelapan. Hal ini akan sangat membantu yang lain." Seorang perempuan cantik dari bangsa peri ikut berbicara. Semua ras peri yang hadir mengangguk setuju.


"Ya betul ucapan Ketua Kedua, Ketiga dan keempat, kami dari ras Golem juga ikut misi itu. Tubuh kami yang keras dan kuat bisa melindungi yang lain dari bahaya yang tak diinginkan." Sebenarnya ras golem hanya namanya. Bukan seperti golem yang terbuat dari batu atau tanah liat. Ras Golem mempunyai tubuh kekar dan keras seperti baja. Lebih keras dari tubuh Ras Raksasa. Ras Golem lebih mirip Manusia umumnya hanya saja kepala mereka sedikit lonjong ke atas.


Ketua pertama menarik nafas dalam. Dia begitu senang mendengar pendapat dari berbagai ras. Ketua pertama berasal dari Ras Manusia.


"Baiklah Ketua sekalian. Keputusan telah bulat. Misi ini akan kita tanggung bersama. Ras yang mengirimkan anggotanya mengikuti misi ini harus sekitar empat orang. Boleh laki-laki semua, perempuan semua atau campuran. Bagj yang tidak ikut juga tidak masalah. Ingat ini misi berbahaya. Kita tidak tahu apa yang kita hadapi. Jika bisa bekerja samalah dengan beberapa kelompok dari planet lain." Ketua kesatu mengumumkan hasil rapat di depan anggota dewan. Mereka semua tampak semangat.


"Ketua kesatu. Kapan misi ini dimulai. Saya kira setiap harus mempersiapkan anggota dan bekal dulu sebelum berangkat." Ketua kelima mengajukan pertanyaan yang disambut anggukan oleh semua anggota.


"Waktu persiapan sekitar dua minggu dari sekarang. Setelah dua minggu misi ini harus segera dijalankan. Semakin cepat semakin baik." Ketua kesatu berkata tegas.


"Ketua kesatu. Bagaimana dengan kelompok lain. Apakah kita akan memberi tahu mereka."


Seorang peri cantik bertanya.


"Tentu akan kita beritahu. Sebagai penduduk pribumi kita mencoba ramah. Mereka juga setiap kali ada yang mencoba mendaki gunung selalu memberi tahu kita. Biar saya sendiri yang akan mengatakannya. Jika ada di antara mereka yang mau diajak bekerja sama maka lebih bagus." Ucap Sang Ketua Kesatu.


"Baiklah pertemuan kali ini cukup sampai di sini. Dua minggu kemudian kita akan bertemu melepas anggota masing-masing. Terima kasih atas perhatian semua dan semoga kita bisa bertemu dua minggu lagi." Ketua kesatu mengakhiri rapat yang diadakan seluruh ras.


Setiap anggota kembali ke tempat masing-masing memilih anggota mereka yang terkuat serta mempersiapkan berbagai bekal yang diperlukan dalam misi. Beberapa ahli teknologi bekerja siang malam membuat terobosan beberapa alat dan benda yang diperlukan dalam perjalan.


Tak terasa dua minggu berlalu. Hari ini adalah hari tepat pemberangkatan anggota masing-masing ras dalam menjalankan misi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...