The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 90. PENYERAHAN HADIAH



BENUA LAND OF SWORD


Wusshhh...


Kedua makhluk berbeda ras itu kembali bertarung. Pertarungan mereka telah berada pada tahap yang menakutkan. Saling adu tinju, adu senjata, adu kekuatan, adu kecepatan membuat daerah sekitar hancul lebur berantakan. Bukit-bukit yang mengelilingi hutan, telah rata dengan tanah.


Yang paling terkejut diantara mereka adalah Krailes, petarung hebat dari ras Droroit. Krailes tidak menyangka bahwa di dunia ini ada manusia yang mampu mengimbangi bahkan melebihi kekuatannya, kecepatan serta senjata yang dimilikinya.


"Anak ini luar biasa. Aku sama sekali tidak mampu menyentuh sehelaipun rambutnya namun entah sudah berapa kali dia menghajarku." Batin Krailes. Dia menjadi penasaran dengan identitas manusia di depannya ini.


"Anak muda sebenarnya kamu siapa? Aku tidak pernah menemukan ras manusia sehebat dirimu." Ucap Krailes kepada Tang Xiao di sela-sela pertarungan mereka.


Boommm..


Tubuh Krailes kembali terpental jauh menghantam bukit yang tersisa separuh. Krailes bangkit perlahan sambil memegang dadanya.


"Paman, bukankah aku sudah bilang bahwa aku manusia namun bukan manusia. Aku bukan juga dewa, tidak ada dewa yang suka bermain-main sepertiku. Baiklah paman, mari segera akhiri ini. Di benua sebelah ada teman yang sedang menungguku." Ucap Tang Xiao lalu mengeluarkan sedikit auranya.


Wusshh...


"Uhuukkk.. Ughh.. Aku.... tidak.... mampu... bernafas... Aura apa... ini...?" Kraisel tertekan ke tanah berlutut bertumpu kedua tangan. Keringat dingin membasahi tubuhnya.


"Paman, aku tidak bisa memaafkan perbuatan anda telah menjadikan manusia sebagai objek eksperiman dan budak anda. Cukup sampai di sini kegilaan anda." Ucap Tang Xiao melangkah pelan. Namun setiap tapak langkah Tang Xiao seolah pedang kematian bagi Kraisel. Makhluk itu sudah tidak mampu berbicara bahkan berpikir pun.


Crasshhh...


Tukkk....


Tang Xiao mengayunkan pedangnya ke leher Kraisel dengan pelan. Kepala Kraisel menggelinding ke tanah dengan mata terbelalak, wajah pucat, menyiratkan ketakutan yang dialaminya.


Wuushh...


Tang Xiao membakar tubuh Kraisel dan hanya sekejap, tubuh itu telah menjadi abu tanpa menyisakan bau terbakar sedikitpun.


"Hemm.. Orang ini berada di ranah Immortal puncak dengan bantuan teknologinya. Aku tidak heran jika dia percaya diri ingin menguasai dunia ini." Gumam Tang Xiao.


Lalu Tang Xiao berjalan ke markas Kraisel yang dijaganya mati-matian agar tidak hancur. Sebuah komplek bangunan yang cukup kecil untuk disebut komplek. Beberapa gedung lebar berjejer rapi. Tang Xiao mengetahui bahwa gedung-gedung itu adalah gedung tempat manusia dijadikan eksperimen.


Tang Xiao kembali melihat-lihat dan berjalan sekitaran. Setelah memastikan bahwa tidak ada apa-apa yang aneh, pemuda itu mengangkat tangannya. Di telapak tangannya muncul api hitam sebesar buah kenari.


"Hemm sekecil ini sudah cukup menghanguskan seluruh bangunan ini. Jika lebih besar sedikit aku takut benua ini akan kekeringan." Gumam Tang Xiao setelah itu melemparkan api kecil itu ke arah komplek bangunan di depannya.


Wuushhh...


Api itu langsung melahap seluruh bangunan seperti orang kelaparan yang tidak makan bertahun-tahun. Dalam sekejap, bangunan itu telah hangus dan menjadi abu yang menghilang terhempas angin.


"Api memang yang terbaik untuk memusnakah segala sesuatu dengan cepat. Bagaimanapun terima kasih kepada dua orang tua itu mengetahui markas mereka ini" Gumam Tang Xiao lalu berjalan beberapa langkah sambil memainkan jari-jarinya.


Wuushhh..


Pemuda itu menghilang dari tempatnya setelah mengotak-atik hutan sekitarnya dan akhirnya hutan itu kembali ke keadaan asalnya bersamaan dengan bukit-bukit yang mengelilingi hutan itu.


Di langit sana, tiga orang yang dari tadi berdiri menonton pertarungan Kraisel dan Tang Xiao hanya diam saja. Namun pikiran mereka saat ini dipenuhi dengan tanda tanya.


"Ada yang tahu identitas pria itu?" Tanya salah satu dari mereka.


Yang lainnya menggeleng pelan.


"Namun aku tahu, sejak kemunculan pemuda itu, beberapa kejadian besar muncul begitu saja. Salah satunya adalah munculnya Istana yang dulu menghilang pada zaman Chaos. Namun bukan itu yang paling tiba-tiba munculnya sepuluh Dewa ranah Supreme God." Sahut yang lain.


"Ya hal itu cukup mengejutkan mengingat dunia kecil ini bisa memunculkan sepuluh dewa ranah Supreme God sekaligus." Sahut yang lain.


"Dan yang paling mengejutkan, kesepuluh dewa itu menunduk hormat kepada pemuda itu." Yang lain menimpali.


"Namun tetap saja, puluhan orang misterius yang datang entah dari mana, dengan kekuatan di atas kita, namun bertekuk lutut penuh hormat kepada pemuda berambut biru itu. Ah mengingat itu membuat tubuhku menggigil." Sahut yang lain. Dua orang lainnya mengangguk pelan.


Ketiga orang itu terus membicarakan pemuda berambut biru yang menarik perhatian mereka. Mereka terus membicarakan pemuda itu sehingga mereka kehabisan bahan pembicaraan. Ketiga orang itu menghilang dari tempat mereka. Ketiga orang itu berada di ranah Almighty God. Ketiga orang itu mengawasi dari luar angkasa.


Namun tanpa diketahui oleh tiga orang itu bahwa, ada seseorang yang mengwasi mereka dari dekat tanpa mereka sadari. Orang itu terlihat masih muda mengenakan jubah emas yang berukir Naga Emas yang meliuk-liuk seakan-akan sedang terbang mengarungi alam semesta.


"Mereka bahkan tidak merasakanku meski sudah sedekat ini. Aku tidak menyangka mereka benar-benar lemah. Ah sudah lah dewa seperti mereka tidak ada gunanya naik ke Divine Realm." Ucap pemuda itu lalu menghilang mengikuti jejak ketiga orang tadi.


BENUA LAND OF SOUL


Satu minggu telah berlalu sejak kejadian penyerangan oleh organisasi Aula Jiwa. Beberapa infrastruktur kota Paviliun Bintang telah selesai diperbaiki kecuali aula pertarungan. Selain karena harus dibangun ulang, aula pertarungan juga dibangun lebih luas dan lebih bagus dari sebelumnya.


Meskipun begitu, berbagai macam rumor yang terjadi akibat penyerangan itu muncul di berbagai tempat. Salah satu rumor yang paling terkenal adalah rumor yang beredar diantara para kultivator yang ikut berperang melawan ribuan pasukan Aula Jiwa.


"Kalian tahu, saat itu aku tidak berpikir untuk hidup ketika melihat pasukan musuh berjumlah lima ribu lebih dengan kekuatan serta tingkat kultivasi mereka." Ucap seseorang memulai rumor itu.


"Aku bahkan tidak menyangka, saat pedang musih hampir mengenai leherku, seorang perempuan yang sangat cantik menahan pedang itu dengan kedua jarinya lalu dalam sekali ayunan, gadis cantik itu mampu membunuh puluhan musuh." Balas yang lain.


"Sayangnya yang menolongku bukanlah gadis cantik, melainkan seorang pemuda tampan yang belum pernah kutemui ketampanan seperti itu meskipun aku hidup beberapa kali." Timpal yang lain.


"Hei bersyukurlah kamu masih hidup. Setidaknya kamu harus berterima kasih pada pemuda." Balas temannya saat melihat wajahnya murung.


"Ya aku berterima kasih. Sayangnya aku tidak tahu dimana dia untuk mengucapkan terima kasihku meskipun aku telah mencari di setiap sudut kota ini selama seminggu." Jawabnya.


Begitulah rumor yang beredar diantara para prajurit dan kultivator yang ikut berperang langsung melawan pasukan musuh. Rumor yang selama satu minggu ini beredar bahwa ada pasukan kuat yang membantu mereka melawan pasukan Aula Jiwa namun identitas mereka tidak diketahui nama dan asal serta kekuatan yang dimiliki pasukan itu. Hal itu sulit dipercaya namun tidak ada satupun yang membantah karena setiap orang yang ikut melawan pasukan Aula Jiwa menceritakan kisah yang mirip. Ada pemuda dan pemudia tampan serta cantik yang mampu membunuh ratusan musuh hanya dalam sekali ayunan pedang. Seperti itulah rumor yang beredar. Orang-orang menyebut mereka Pasukan Misterius Pelindung Dunia. Memang terdengar berlebihan namun orang-orang tidak satupun yang membantah.


Setelah satu minggu akhrinya para prmimpin kota Paviliun Bintang bergerak dan mengumpulkan masyarakat di alun-alun. Kini masyarakat yang ada di kota Paviliun Bintang berbondong-bondong berkumpul di alun-alun kota. Baik itu masyarakat umum, kultivator, penduduk asli atau pelancong, maupun hanya sekadar lewat.


Alun-alun yang luas itu mulai penuh karena banyaknya orang berkumpul. Terutama orang-orang yang tujuannya ke sini untuk menantikan pengumuman tentang apakah turnamen masih dilanjutkan atau tidak. Dan siapa saja yang akan diterima untuk menjadi murid di sekte Bintang Kejora, Sekte Rembulan Emas maupun Kerajaan Nusantara.


Suasana di alun-alun yang cukup ramai dan bising itu terhenti seketika saat delapan orang ranah Demi God telah melayang-layang di udara. Kehadiran delapan orang itu cukup mengejutkan semua orang karena orang-orang itu tidak mengira bahwa yang sedang melayang itu telah berada pada puncak kekuatan di dunia ini. Mereka baru tahu bahwa orang-orang yang sedang melayang itu menyembunyikan kekuatannya dengan sangat baik.


Kini semua orang mengerti bahwa, kemenangan mereka karena delapan orang ini yang berada pada puncak kekuatan. Namun perkiraan semua orang itu jelas salah.


Victor dan yang lainnya menatap ke bawah, ke kerumunan orang-orang dengan tenang. Kedelapan orang itu tidak menyangka bahwa orang yang berkumpul sangatlah banyak. Sedangkan penduduk asli Kota Paviliun Bintang hanyalah separuh dari orang-orang yang berkumpul saat ini. Namun hal yang membuat Victor dan lainnya cukup terkejut bahwa diantara orang-orang yang berkumpul di bawah, ada beberapa orang dengan aura kuat yang menyembunyikan kekuatannya.


"Heemm... Sepertinya orang-orang itu berasal dari Sekte dan Kerajaan tersembunyi" Bisik Victor kepada orang di sebelahnya, yaitu Han.


"Yah tidak masalah kita bisa mengundang mereka saat ini sudah selesai. Bagaimanapun mereka tetaplah tamu terhormat kota kita." Balas Han.


Victor mengangguk setuju atas usul Han tersebut. Lalu dia mempersilahkan Raja dan Ratu yang ada di sebelah kanannya untuk memulai pembicaraan. Meskipun mereka telah bertarung dan berjuang bersama, kedua orang itu tetaplah Raja dan Ratu hebat. Sehingga yang lainnya memberi kehormatan dengan memulai pembicaraan.


Tidak banyak yang disampaikan oleh kedua orang itu. Intinya kedua orang itu telah membentuk aliansi dan kerjasama dengan asosiasi Pavikiun Bintang. Dan mereka juga mengumumkan beberapa kelompok yang ikut turnamen bela diri dunia bahwa kelompok-kelompok yang sebutkan barusan telah diterima untuk belajar di Kerajaan Nusantara untuk beberapa dekade mendatang.


Pengumuman itu tentu adalah yang sangat menggemparkan para hadirin yang berkumpul. Beberapa kelompok bahkan menangis bahagia karena diterima belajar di Kerajaa Nusantara. Pasalanya beberapa kelompok itu telah gugur saat babak penyisihan. Bahkan ada juga beberapa orang yang tidak ikut bertanding namun ikut menangis bahagia karena namanya disebutkan sebagai orang-orang yang diterima oleh Kerajaan Nusantara.


Suasana haru itu terhenti sejenak saat utusan dari Sekte Bintang Kejora memulai untuk berbicara. Setelah mengucapkan sepatah dua kata, utusan itu juga mengumumkan nama-nama dan kelompok yang diterima belajar di Sekte Bintang Kejora. Suasana haru itu kembali pecah dan semakin menarik. Tentu saja mereka yang terpilih telah berkonstribusi dalam membantu mempertahankan Kota Paviliun Bintang dari penyerangan musuh. Dan rata-rata bahkan semua yang ikut dalam turnamen bela diri dunia, juga ikut melawan pasukan musuh.


Sekte Rembulan Emas tak mau kalah. Dia juga mengumumkan nama-nama dan kelompok dan nama-nama orang yang diterima di Sekte Rembulan Emas. Suasana haru kembali pecah si setiap sudut alun-alun kota Paviliun Bintang dipenuhi rasa bahagia dan haru.


Hampir semua kelompok yang mengikuti turnamen bela diri dipilih oleh ketiga kekuatan itu. Terlebih mereka yang telah berhasil masuk sepuluh besar. Namun bukan itu yang paling menggemparkan, ketika ketua Paviliun Bintang mengumumkan bahwa turnamen kali ini terdapat dua kelompok yang mendapat juara satu adalah berita yang paling heboh. Selama turnamen diadakan, baru kali ini juara satu untuk dua kelompok. Namun semua orang bisa memahami bahwa itu adalah keputusan yang tepat.


Kedua kelompok yang memenangkan juara pertama adalah Regi Youg Ashura dan Regu Black Rose. Kedua kelompok itu dipanggil dan disuruh maju ke depan naik ke atas podiom yang telah disediakan. Kedua kelompok itu pun berbaris di depan semua orang dengan tenang.


Beberapa orang yang tidak mengetahui kedua kelompok itu saling berbisik-bisik terkejut karena kelompok itu lebih banyak anak-anak muda. Terutama kelompok empat orang yang memakai topeng. Merekalah yang paling menarik perhatian orang banyak.


Kelompok yang anggotanya hanya empat orang dengan usia remaja yang tidak lebih dari umur sembilan belas tahun, mampu menjadi finalis Grand Final turnamen bela diri dunia. Tentu saja orang-orang itu begitu heboh.


Namun tidak sedikit juga orang-orang berbisik bahwa kelompok itu melakukan kecurangan agar sampai bisa Grand Final. Mana mungkin kelompok yang isinya remaja semua mampu bertaham sampai grand final melawan orang-orang yang lebih tua dengan pengalaman dan kekuatan yang lebih dari mereka.


Namun banyak juga yang membela kelompok Young Ashura. Terutama mereka yang telah menjadi lawan tanding kelompok tersebut.


Kericuhan kecil di alun-alun itu berhenti saat delapan orang yang tadi melayang-layang turun ke podium. Semua orang menjadi penasaran apa yang akan di dapat oleh kedua kelompok finalis itu. Beberapa orang bahkan berdebar kencang tidak sabar melihat hadiah yang diberikan. Tidak terkecuali mereka yang di atas podium. Tentu saja senyum mekar di bibir mereka. Tanpa disangka dan tanpa mengeluarkan usaha lebih, mereka bisa menjadi yang pertama dalam turnamen Bela Diri Dunia yang hanya diadakan setiap dua puluh tahun sekali. Di hati kecil mereka bersyukur dengan adanya penyerangan oleh Aula Jiwa sehingga mereka bisa mendapat juara.


Kedelapan orang yang berada di ranah Demi God itu maju ke hadapan semua finalis kecuali Tang Xiao. Kedelapan orang itu memberikan hadiah yang tidak main.


Utusan dari Sekte Bintang Kejora maju ke depan Jessika dan memberikan Permata Sembilan Warna yang melegenda itu, memberikan satu botol Embun Surgawi yang mampu meningkatkan kultivasi seseorang sepuluh bintang yang berada di bawah ranah Saint Expert. Utusan itu juga memberikan sebuah pedang pusaka tingkat tinggi. Selain itu, utusan itu juga memberikan satu juta koin emas kepada Jessika serta sebuah token. Toke itu mutiara itu terukir tulisan 'Sekte Bintang Kejora


Jessika menerima semua itu dengan hati dan tubuh bergetar hebat. Dia tidak pernah menyangka akan mendapat harta seluar biasa itu. Harta-harta itu memang hanya bisa dimiliki oleh sekte-sekte tersembunyi. Bahkan di empat benua lainnya, harta-harta itu pasti akan menjadi rebutan.


Utusan Sekte Rembulan Emas maju ke depan Andri. Laki-laki paruh baya itu memberikan hal yang serupa dengan yang diterima kekasihnya, Jessika. Hanya saja toke yang diterimanya berbeda karena token tersebut adalah token khusus sekte masing-masing.


Tak ubahnya dengan yang lain, hadiahnya masih sama diterima oleh para finalis. Kecuali senjata yang diterima sesuai dengan keahlian yang mereka miliki.


Diantara kelompok Young Ashura yang paling heboh adalah Arya. Selain menerima hadiah-hadiah itu dengan tubuh bergetar, pemuda itu juga menangis tersedu-sedu. Tak henti-hentinya pemuda itu menunduk dan mengucapkan terima kasih. Dia mengetahui dengan jelas bahwa hadiah-hadiah luar biasa yang diterimanya adalah karena keempat teman kelompoknya yang telah berjuang keras dan membahayakan mereka.


Meskipun begitu, tentu saja Tang Xiao, Andri dan Jessika merasa malu dengan sikap Arya yang berlebihan itu. Ingin sekali mereka lari dan menghilang dari podium saat ini. Bahkan topeng yang mereka kenakan saat ini, seolah tidak mampu menutupi malu mereka.


Namun semua orang baik, para finalis maupun orang-orang yang berada diluar podium, penuh tanda tanya dan bingung saat melihat salah satu dari para finalis tidak mendapat apa-apa dan hanya berdiri tidak ada satupun dari delapan utusan yang saat ini sedang berjalan ke pinggir podium dan berdiri di sana dengan tenang, mendekati atau memberi hadiah kepada pemuda itu.


Banyak orang yang mengetahui siapa pemuda berambut biru itu. Selain karena kekuatannya yang luar biasa yang mampu mengalahkan kultivator ranah Saint Expert puncak dengan mudah, mata biru yang dimiliki pemuda itu sangat indah. Mereka terpesona hanya dengan memandang mata itu meskipun tersembunyi di balik topeng.


Alun-alun kembali ricuh dengan bisikan-bisikan dan tebak-tebakan apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun kericuhan itu segera berhenti saat merasakan dua orang yang sangat kuat tiba-tiba melayang di atas kepala mereka dengan aura yang menindas siapa saja di bawah mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guyss...


Mohon maaf ceritanya nanggung ya..


Maaf juga baru update malam ini karena beberapa hal yang tidak bisa author ceritakan.


Guys..


Nantikan kelanjutan ceritanya besok ya...


Note: DON'T BE BUSY JUST BE PRODUCTIVE.