
Keributan suara di luar Istana terhenti saat gerbang besar pintu istana terbuka dengan meledak. Puing-puing pecahan pintu kayu tebal itu berserakan tak tentu arah.
Orang-orang di luar istana terkejut mendengar ledakan itu. Mereka dapat melihat bahwa pintu kayu itu hancur disebabkan terkena tubuh seseorang yang terlempar dengan keras. Orang-orang segera mendekati orang yang terlempar itu dan menemukan dia belum mati dan masih bernafas terputus-putus.
Mereka melihat ke arah dalam Istana dan menemukan dua pemuda tampan berjalan santai dari dalam. Di belakang mereka menyusul sekelompok orang berjumlah sepuluh bertindak seperti pengawal.
Orang-orang sekitar kasak kusuk membicarakan sekelompok orang yang baru mereka lihat itu. Orang-orang itu dapat melihat bahwa dua pemuda itu sudah berada di ranah Saint bintang dua. Sedang sepuluh orang di belakang mereka yang paling lemah berada di ranah Holy Ancestor bintang satu. Itulah yang dapat dilihat oleh semua orang yang hadir di situ.
"Apa mereka adalah pemilik istana ini?" Seseorang mulai membicarakan Tang Xiao dan Denas serta sepuluh orang pelayannya.
"Kalo memang ini milik mereka, apa gunanya kita menunggu hal ini." Timbal yang lain.
"Terlebih sepuluh orang di belakang mereka. Yang paling rendah aja di ranah Holy Ancestor bintang satu. Orang-orang yang bisa keluar dari istana ini bukanlah sembarangan. Masih adakah kesempatan bagi kita?" Yang lain menimpali.
"Tidak usah dipikirkan terlalu jauh, aura yang keluar dari sepuluh orang di belakang itu sudah cukup mengintimidasi kita. Kekuatan yang tersembunyi dalam diri mereka tidak sesederhana yang terlihat." Ucap yang lain.
Berbagai opini dan analisis keluar dari orang-orang sekitar. Beberapa mengatakan bahwa orang-orang itu adalah Dewa Dewi yang sengaja turun dari langit dan memunculkan istana raksasa ini.
Sepuluh orang pelayan yang sudah mendedikasikan hidupnya untuk Tang Xiao mendekatinya lalu menghormat.
"Tuan, nama saya Kaysan. Saya sebagai kepala para pelayan tua ini siap mengikuti arahan tuan." Ucap Kaysan membungkuk diikuti teman-teman di sebelahnya.
"Hem... Orang-orang di depan sana sangat ingin masuk ke dalam. Biarkan saja mereka masuk dan kalian atur sebisanya. Tak lama lagi istana ini mungkin akan jadi tempat wisata. Setelah selesai orang-orang ini dengan hajat mereka, segera tutup istana ini dan bangun kembali pintu gerbangnya. Ada beberapa ruangan yang perlu diperbaiki. Meskipun istana ini terlihat sangat kokoh dan kuat, tak lama lagi mungkin akan roboh karena sudah terlalu tua. Aku serahkan semua itu pada kalian." Ucap Tang Xiao memberikan instruksi mengenai apa yang harus dilakukan. Dari ucapannya, sepertinya dia sudah memahami istana ini dengan sempurna hanya dalam beberapa saat saja. Dilihat dari caranya memberi instruksi, seperti dia sudah terbiasa dengan hal semacam ini. Itulah yang membuat sepuluh orang pelayannya kagum padanya.
"Baik tuan besar. Lalu apa yang akan anda lakukan setelah ini?" Tanya Kaysan.
"Aku masih harus mengarungi dunia ini. Mencari pengalaman yang lebih, serta menghadiri turnamen antar benua sebentar lagi." Jawab Tang Xiao santai.
"Baik tuan besar, Kami akan laksanakan keinginan tuan. Dan jika kami hendak menemui tuan besar bagaimana kah caranya?" Tanya Kaysan lagi. Dia tidak terlalu mempermasalahkan jika istana ini diserahkan padanya untuk diurus. Namun jika suatu hari ada kejadian yang tidak diinginkannya, dia hanya bisa bertanya kepada tuannya ini. Dia sudah merasa sejak istana ini muncul kembali ke dunia ini beberapa saat lalu, ada beberapa orang yang sedang mengawasi pergerakan mereka. Walaupun itu hanya perasaannya saja, namun dia selalu merasa yakin dengan insting yang dimilikinya itu.
"Tidak perlu khawatir dengan apa yang belum terjadi. Tidak satupun yang bisa lepas dari pengawasanku. Tenang saja cukup kerjakan apa yang telah aku perintahkan dan sisanya biarkan aku yang mengurus." Jawab Tang Xiao datar sambil melemparkan satu benda kecil yang berfungsi sebagai alat komunikasi.
Kaysan mengangguk takjim. Meskipun dia tidak terlalu mengerti maksud ucapan tuannya itu, namun tuannya telah berjanji akan mengurus sisanya. Sejak awal dia pertama kali melihat pemuda berambut biru di depannya, Kaysan telah merasakan hawa mengerikan yang tersembunyi dengan tenang dalam tubuh pemuda itu. Bahkan hawa itu telah jauh melampaui ranah Supreme God. Begitu juga setelah pemuda itu menyatu dengan cahaya emas yang selalu di jaganya, hawa yang keluar dari pemuda telah melampaui seseorang yang berada di ranah Almighty God.
Mungkin memang pilihan paling tepat untuk mengikuti pemuda itu. Meskipun secara nyata tingkat kultivasinya masih sangat rendah dan sangat lemah, itu hanya bagian luar yang terlihat seperti air dangkal yang tenang namun menyimpan monster raksasa mengerikan di dalamnya. Jika orang-orang sadar dan mengetahuinya, bahwa pemuda ini diselimuti oleh cahaya emas kebiruan yang sangat tipis. Sangat tipis hingga tidak dapat dilihat maupun dirasakan oleh orang kuat sekalipun. Meskipun sangat tipis namun kekokohannya tidak dapat ditembus oleh senjata manapun tanpa seizin dari pemuda itu.
Kaysan dapan merasakan dan melihat cahaya keemasan itu karena dia mendapat kekuatan kultivasi dari cahaya emas yang sama dengan Tang Xiao. Begitu juga dengan yang dirasakan oleh teman-teman Kaysan yang lain.
"Baiklah karena hari akan segera sore, aku akan pergi bersama saudara ku. Oh iya kalian masih mempunyai dua orang tuan yang belum kalian sapa. Suatu hari nanti kalian akan bertemu dengan mereka." Ucap Tang Xiao berjalan keluar dari pagar besar.
"Baik tuan besar, hati-hati di jalan dan kembali lah dengan selamat." Ucap Kaysan bersama dengan teman-teman nya.
Sampai di luar Tang Xiao berhenti berjalan. Seluruh orang di luar telah memberi jalan yang lebar untuknya. Tidak ada yang berani mendekatinya dengan jarak kurang dari sepuluh meter.
Semua orang bisa tahu bahwa, dua pemuda di depan mereka ini bukanlah sembarangan. Mereka baru saja melihat sepuluh orang dengan aura yang mengerikan baru saja menghormat kepada mereka berdua. Orang gila mana yang mau memprovokasi dua pemuda di depan mereka ini.
Tang Xiao yang berhenti sesaat sambil melihat kanan kiri, dia berkata dengan pelan "Keluarlah dan antarkan aku."
Wusshh....
Kaaaakkk
Seekor Gagak dengan aura mengintimidasi seluruh orang yang berada di luar, keluar dari tempat yang tidak diketahui. Seluruh orang yang ada di luar tidak dapat menarik nafas maupun bergerak menjauh. Mereka telah tertekan dengan aura yang keluar dari gagak itu, meskipun Gagak itu tidak sedang menekan mereka.
Gagak itu merendah. Tang Xiao dan Denas melompat ke atas punggung Gagak Sembilan Alam Baka setelah itu Gagak Sembilan Alam Baka mengepakkan sayapnya lalu terbang tinggi. Kepakkan sayapnya mampu membuat angin kencang. Jika beberapa bulan yang lalu Gagak itu masih lemah, sekarang ini dia benar-benar kuat dan menjadi predator puncak rantai makanan. Gagak Sembilan Alam Baka terbang tanpa mempedulikan orang-orang yang menatap takjub dan ngeri kepadanya. Biasanya dia sangat narsis, namun karena saat ini Tang Xiao dan Denas berada di punggungnya dia tidak bisa terlalu memamerkan dirinya.
"Ugh.. Gila.. Mythical Holy Beast yang baru di tingkat sepuluh?" Orang-orang yang berada di sekitar akhirnya membuka suara saat Gagak itu telah pergi.
"Bukankah dia mirip dengan Gagak Sembilan Alam Baka dari hutan terlarang?" Tanya salah seorang yang mengenali gagak tersebut.
"Ya dia berasal dari Hutan Terlarang. Lalu kenapa dia bisa di sini? Dan kenapa bisa bersama dengan pemuda itu?"
Beberapa orang mengangguk membenarkan ucapan wanita itu. Namun masih ada sebagian lagi yang tidak setuju dengan pendapat wanita itu. Bagi mereka tidak ada yang mustahil di dunia ini. Selama itu tentang kekuatan maupun kematian dan kehidupan, semua tidak ada yang mustahil.
Kaysan dan yang lainnya juga terpana dengan kendaraan Tang Xiao.
"Memang mengerikan. Tuan besar memiliki peliharaan yang sudah menembus tahap Kesucian. Tidak lama lagi peliharaan tuan akan menembus tahap Kefanaan baru kemudian berevolusi ke wujud asli Gagak itu. Di usia yang masih semuda itu tuan besar memang pantas menjadi tuan kita." Gumam Kaysan sambil melihat ke arah terbang Tang Xiao. Teman-teman yang lain mengangguk setuju dengan ucapan Kaysan.
Kaysan dan temannya berjalan ke arah ratusan orang yang ada di luar gerbang. Orang-orang yang ada di luar segera menghentikan pembicaraan begitu melihat sepuluh orang pemuda pemudi tampan dan cantik berjalan ke arah mereka. Mereka merasa canggung menghadapi orang-orang kuat di depan meskipun jumlah mereka ada ratusan orang.
Kaysan melihat sekilas seluruh orang lalu tersenyum ramah.
"Bukankah kalian hendak memasuki Istana ini?" Tanya Kaysan dengan lembut namun suaranya masuk ke telinga seluruh orang dengan jelas. Suaranya empuk sangat sesuai dengan penampilannya.
Pertanyaan itu membuat seluruh orang yang hadir terkejut. Mungkinkah ini adalah kesempatan atau malah jebakan? Tidak ada satupun yang berani menjawab pertanyaan pemuda tampan di depan mereka ini kecuali seorang wanita muda yang terlihat lumayan kuat.
"Apakah kami diizinkan masuk?" Tanya wanita muda itu malu-malu. Sesekali pandangannya melirik wajah Kaysan.
"Tuan kami pemilik istana ini sudah mengizinkannya. Kami akan memandu kalian melihat-lihat istana ini." Jawab Kaysan santai tidak terlalu memperhatikan wanita muda yang bertanya tadi.
"Jika begitu, istana ini hanya bisa menjadi objek wisata saja tanpa bisa membawa sedikit barang-barang yang ada di dalam?" Tanya wanita muda itu lagi dengan malu-malu. Dia memainkan jari-jarinya mengalihkan degupan kencang jantungnya. Pertanyaan itu membuat seluruh orang penasaran dengan jawabannya. Mereka semua menantikan jawaban dari pemuda di depan.
Kaysan terdiam sejenak. Hampir di setiap sudut istana terdapat barang berharga dari zaman kuno yang belum pernah dilihat orang-orang ini. Barang-barang itu sangat berharga dan tak ternilai bahkan untuknya sendiri.
"Ehem... Karena istana ini adalah milik tuan besar, aku tidak bisa memutuskan hal ini. Biarkan aku bertanya kepada beliau dahulu." Jawa Kaysan lalu mengeluarkan token kecil pemberian Tang Xiao.
Kaysan memberi energi pada token itu lalu mulai mengirim pesan. Tak lama token itu mengeluarkan cahaya sebagai balasan pesan Kaysan. Kaysan mengangguk-angguk mendengar suara nyaman Tang Xiao dari dalam token. Lalu suara di seberang menutup sambungan begitu dirasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.
Kaysan menyimpan kembali token itu lalu memandang ratusan orang di depannya dengan tenang sambil tersenyum ramah.
"Kalian harus berterima kasih pada tuan karena membolehkan kalian mengambil benda di dalam. Persyaratan nya yaitu barang yang akan didapatkan harus mendapat izin dari kami jadi kalian tidak boleh mengambil sembarangan. Yang kedua setiap satu orang hanya boleh mengambil satu benda dan tidak boleh lebih. Jadi kalian akan mendapatkan barang sesuai dengan kebutuhan kalian masing-masing. Jika kalian tidak mengikuti persyaratan ini, secara otomatis kalian akan mendapat kutukan pemusnah yang sudah tertanam dalam istana." Ucap Kaysan santai.
Seketika terdengar koor teriakan senang dari ratusan orang yang bekumpul itu. Mereka tidak terlalu peduli berapa jumlah yang akan didapatkan, selama itu berasal dari istana ini, pasti adalah sesuatu yang berharga dan tidak biasa. Selain dari mereka mendapat sesuatu yang sangat penting, mereka juga menjadi orang pertama yang mengetahui istana ini dan tentu saja hal itu akan menjadi kebanggan tersendiri untuk mereka.
"Baiklah silahkan kalian membentuk kelompok berjumlah sepuluh. Setiap kelompok akan ditemani seorang dari kami. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kalian hanya mendapat barang jika sudah diizinkan oleh seorang dari kami. Karena istana ini begitu luas, setiap dari kami akan mengambil jalur yang berbeda. Tenang saja keselamatan kalian terjamin jika tetap dalam kelompok dan tidak melanggar syarat yang sudah ditetapkan." Ucap Kaysan.
Ratusan orang itu menjadi lega mengetahui keselamatan mereka terjaga. Istana seluas dan semegah ini tidak mungkin tidak mempunyai ribuan jebakan mematikan di dalamnya. Dan yang paling penting, mereka bisa memasukinya dengan tenang tanpa perlu menguras tenaga bisa mendapat barang berharga dari dalam. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup dan mungkin hanya mereka saja yang mendapat kesempatan itu.
Ratusan orang itu segera membentuk sepuluh kelompok dengan jumlah anggot yang berbeda beda. Yang jelas satu kelompok terdiri lebih dari sepuluh orang. Sepuluh kelompok itu berbaris dengan rapi. Mereka sudah tidak sabar melihat kemegahan istana ini. Dari luar saja, istana ini sudah mengeluarkan aura keeleganan yang luar biasa terlebih interior dalamnya.
Kaysan dan lainnya saling menatap lalu mengangguk kemudian berjalan ke masing-masing kelompok yang telah mereka pilih. Mereka memilih kelompok secara random tidak melihat kekuatan atau jumlah setiap anggotanya. Setelah berdiri di setiap kelompok itu, masing-masing dari mereka berjalan ke arah yang berbeda-beda namun tetap menuju istana besar di depan mereka.
Setiap kelompok dapat melihat tulisan besar di depan istana yang bertulis Forbidden Kingdom. Kemegahan tulisan itu saja sudah mampu membuat mereka menelan ludah. Kemudian setiap kelompok mengikuti langkah tour guide mereka masing-masing.
Begitu memasuki istana, orang-orang itu seolah dibawa ke zaman yang penuh dengan pembantaian dan permusuhan tidak terkendali. Setiap ruangan yang mereka lewati, menyimpan jejak aura mengerikan bayang-bayang dari ketidak adilan dan kekerasan di zaman itu. Setiap ruangan yang mereka lewati, seolah mereka mampu melihat kebengisan dan kekuatan para kultivator zaman dulu serta kedigdayaan istana ini. Setiap barang-barang yang tertata rapi di tiap-tiap ruangan, mengandung aura suram dan kelam yang membuat bulu kuduk merinding.
Namun, ada beberapa orang yang tertarik dengan benda-benda itu. Merekapun mengambil dan meminta guide tour mereka agar memberikan benda yang telah mereka pilih. Ada yang berupa pedang, seruling, kapas, tombak, dan jenis benda pertahanan ataupun seperti jurus-jurus tingkat kelangkaan legendaris yang hanya menjadi catatan kuno dalam sejarah dan belum ada yang mengetahui jurus itu di zaman sekarang.
"Gila, sengeri apa kerajaan ini pada zamannya?" Gumam takjub orang-orang itu.
"Senjata-senjata seperti ini yang bahkan Kekaisaran terkuat tidak memilikinya, sedangkan di sini berjumlah tak terhitung. Ckck... Andaikan tidak ada syarat, aku sudah mengambil semuanya." Timbal yang lain.
Keserakahan dan ketamakan manusia tidak bisa disembunyikan begitu melihat yang menyilaukan. Ada beberapa orang dalam beberapa kelompok tidak mengindahkan peraturan awal yang telah ditetapkan sehingga mereka terkutuk menjadi makhluk malam menyedihkan yang tidak akan pernah melihat cahaya pagi atau kembali ke keluarganya.
Kutukan itu begitu dahsyat dan tidak main-main. Begitu ada orang yang serakah, sebuah cahaya entah datang dari mana tanpa basa-basi langsung mengutuk orang itu. Bahkan orang disekitarnya baru menyadari ketika telah selesai kutukan itu. Orang yang terkutuk itu hanya bisa menangis tanpa mampu berbuat apa-apa. Sejatinya ketamakan hanya akan menghancurkan diri sendiri tanpa pernah ada untuk kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hem... Ngantuk bet😴😴
Aku menjadikan mu pameran utama dalam ceritaku, kamu menjadikanku pameran pengganti dalam ceritamu, Hikss...😭