
Penyerangan musuh ke Paviliun Bintang menyebar dengan cepat. Tidak heran bahwa Paviliun Bintang adalah organisasi terkuat nomor satu di dunia dan orang bodoh mana yang mau menyerang Paviliun tersebut. Terlebih saat ini, sedang berlangsung turnamen bela diri dunia yang diadakan di Paviliun Bintang. Tentu saja keamanan terjaga sangat ketat. Apalagi banyak berkumpul orang-orang kuat di sana.
Beberapa orang ada yang tidak percaya dengan berita itu. Terutama orang-orang berada jauh dari Benua Land Of Soul. Namun tidak sedikit juga orang yang menuju Paviliun Bintang untuk mengetahui kebenaran tersebut. Terutama Sekte-sekte dan Kerajaa serta Kekaisaran yang mengirimkan anggotanya untuk mengikuti turnamen tersebut.
Sekte-sekte serta Kerajaan dan Kekaisaran mengutus orang-orang kuat mereka untuk mengetahui keadaan murid-murid tersebut.
Tak cukup sampai di situ, penyerangan itu terdengar hingga ke telinga beberapa orang kuat dari sekte tersembunyi. Terutama Sekte Rembulan Emas dan Sekte Bintang Kejora. Kedua sekte itu segera mengirim orang kuat mereka. Begitu juga dengan Kerajaan Nusantara. Beberapa tetua yang berada di ranah Demi God segera bergerak keluar dengan berniat untuk melindungi Raja dan Ratu mereka serta Putri Mahkota sang Pewaris tunggal Kerajaan Nusantara.
Begitupun dengan beberapa Kerajaan serta Sekte tersembunyi lainnya, mereka juga segera mengirim beberapa orang kepercayaan mereka untuk mengetahui gejolak yang terjadi di Benua Land Of Soul. Tak ayal, dalam beberapa hari kedepan, di sekitar daerah Paviliun Bintang muncul beberapa portal serta aura-aura kuat yang bersileweran di sana sini.
......................
Sementara itu, pertarungan antara Demi God terhenti sejenak begitu mereka melihat tiba-tiba seseorang yang entah datang dari mana telah berdiri di depan mereka membelakangi orang-orang Paviliun Bintang dan menghadap musuh mereka dengan tatapan yang tajam.
Ketua Victor, ketua Han, Ketua Zumen dan ketua Zeus serta Demi God lainnya merasa waspada dengan kehadiran orang itu. Mereka mencoba menelisik tingkatan orang itu namun tidak pernah melihat tingkatan yang seperti tingkatan pria itu. Kedelapan Demi God yang sedang terluka itu menarik nafas lega setelah apa yang diucapkan pria itu kepada mereka lewat pikiran.
"Aku tidak bisa berlama-lama di dunia ini. Aku ke sini untuk membantu kalian atas perintah tuanku. Pertama, aku akan melemahkan mereka hingga terluka parah dan tidak bisa lagi melawan. Setelah itu kalian harus membunuh kesepuluh orang itu jangan membiarkan satu pun orang yang hidup. Ketiga jangan ceritakan kejadian ini kepada siapapun termasuk dua orang yang di ranah immortal itu. Kalian faham?"
Ketua Victor dan lainnya segera mengangguk faham. Mereka dapat menerima usulan pria itu karena saat ini mereka memang sedang terluka dan tidak bisa berbuat banyak. Sehingga bantuan sekecil apapun itu meskipun dari orang yang tidak dikenal akan mereka terima.
Wuushh..
Pria itu menghilang dari hadapan mereka dan dalam sekejap mata sudah berada di depan musuh. Dengan kedua tangannya, pria itu menghajar kesepuluh orang ranah Demi God itu tanpa ampun. Sekali pukulan dari pria itu langsung menghantam dada, perut dan wajah sehingga beberapa tulang rusuk dan tulang rahang patah seketika. Tidak sampai di situ, pria itu memotong sebelah lengan kesepuluh orang itu hanya dengan kedua tangannya membuat teriakan kesakitan keluar dari mulut kesepuluh orang itu. Dalam sepuluh tarikan nafas, pria itu telah menjatuhkan kesepuluh orang ranah Demi God itu. Tubuh mereka meluncur ke bawah dengan cepat.
Wuushh..
Pria itu menghilang setelah memastikan kesepuluh Demi God tidak mampu lagi melawan. Sebelum pria itu menghilang, dia sempat berkata "Menghajar mereka tidak semudah membunuh mereka." Pria tersebut menghilang tanpa ditemukan jejaknya sama sekali.
Victor dan lainnya melongo melihat apa yang telah terjadi di depan mereka. Keenam orang itu membutuhkan waktu untuk mencerna kejadian tersebut yang berlangsung selama sepuluh tarikan nafas saja. Apa yang diperbuat pria misterius itu sungguh di luar ekspektasi mereka
"Ba...bagaimana itu bisa semudah ini?" Gumam Victor jadi tergagap.
"Mu..mungkin aku lagi bermimpi." Sahut yang lain sambil memukul-mukul pipinya seperti sedang menyadarkan dirinya dari lamunan nyata.
Meskipun begitu, keenam orang itu segera turun ke bawah dan menatap ke sepuluh orang yang sudah tidak berdaya. Mereka benar-benar terluka parah bahkan untuk berdiri saja kesepuluh orang itu tidak mampu apalagi untuk kabur. Sesaat Victor dan lainnya merasa kasihan. Namun mereka segera menepis rasa kemanusiaan mereka itu mengingat kesepuluh orang itu adalah buronan besar di dunia.
Sedangkan kesepuluh orang itu menatap kelompok Victor dengan tatapan menyesal dan rasa takut. Mereka menyesal kenapa harus menyerang Paviliun Bintang. Bahkan kenapa pula ada orang misterius yang membantu orang-orang Paviliun Bintang. Jika seandainya mereka tidak ikut pertarungan ini, mungkin saat ini mereka sedang duduk-duduk santai di rumah ditemani gadis-gadis cantik untuk bermain.
Mereka juga takut menghadapi kematian yang akan segera mendatangi mereka. Mereka belum siap menerima kematian yang begitu tiba-tiba. Bahkan mereka sendiri tidak menyangka semua ini berada diluar ekspektasi mereka. Jika awalnya mereka kesini dengan penuh semangat dan memenangkan pertempuran dengan mudah, namun realita berbanding terbalik dengan ekspektasi mereka. Kekalahan pahit harus mereka telan.
Dan benar saja, kepahitan dari konsekuensi kekalahan mereka akhirnya datang. Mereka dapat melihat bahwa, kedelapan lawan mereka kini telah berjalan mendekat dengan aura pembunuh yang pekat serta senjata masing-masing terhunus di tangan mereka. Tanpa banyak bicara kedelapan orang itu memenggal musuh mereka dengan sekali tebas tanpa memberikan rasa sakit yang menakutkan.
Hufff...
Kedelapan orang itu menghembuskan nafas lega saat kesepuluh orang musuh mereka tergeletak tak bernyawa dengan kepala telah terpisah dari badan. Darah mengalir membanjiri tanah gersang yang telah hancur akibat pertarungan mereka. Beberapa kawah besar terbentuk di sana-sini sekitar mereka.
Kedelapan orang itu terduduk sambil mengobati luka-luka sekujur tubuh mereka serta mengumpulkan kembali energi qi mereka yang telah terkurasa banyak serta menenangkan diri dan fikiran mereka agar lebih tenang dan rileks.
Setelah beberapa saat, kedelapan orang itu berdiri dengan tenang. Wajah mereka sudah tidak sepucat sebelumnya luka-luka mereka pun sudah beregenerasi semua. Hanya luka dalam yang masih terasa sakit dan butuh waktu untuk menyembuhkannya. Victor dan lainnya menatap jasad musuh mereka. Mereka telah berniat untuk menggantung kepala kesepuluh orang itu di alun-alun kota sebagai peringatan kepada yang lain agar tidak ada lagi yang menantang mereka, Asosiasi Paviliun Bintang dan Asosiasi Kultivator Dunia. Juga sebagai suatau prestasi kepada dunia bahwa kultivator ranah Demi God berhasi mereka bunuh.
Wuushh..
Ketua Victor menyerap jasad kesepuluh orang itu ke dalam cincin ruanganya. Lalu melihat sekitar kemudian tiba-tiba teringat sesuatu.
"Gawat.. Dimana guru besar sekarang?" Tanya Victor dengan wajah pucat. Mendengar itu, ketua Han, Ketua Zumen dan Ketua Zeus juga ikut merasa pucat. Mereka lupa bahwa guru mereka sedang melawan seseorang di ranah Immortal. Keempat orang itu segera berdiskusi untuk mencari guru dan keputusannya, keempat orang itu tidak akan kembali ke Paviliun Bintang sebelum menemukan guru mereka.
Begitu keempat orang itu hendak terbang berpencar, satu suara menghentikan langkah mereka. Keempat orang itu menoleh ke asal suara dan melihat pria misterius yang tadi menolong mereka berjalan santai menghampiri mereka. Keenam orang itu terkejut melihat pria itu.
Pertama, mereka terkejut karena tak dapat merasakan kehadirannya dan tiba-tiba saja sudah berdiri di dekat mereka. Dan yang kedua, mereka berenam dapat melihat dua orang sedang terbaring melayang-layang di sebelah kiri dan kanan pria itu. Dari dua orang yang terbaring itu, salah satunya adalah yang tadi hendak dicari oleh ketua Victor dan lainnya.
"Guru...." Gumam ketua Victor dan tiga orang temannya bersamaan. Keenam orang itu segera menghampiri pria misterius yang telah menyelamatkan nyawa mereka.
"Terima kasih banyak saudara budiman. Jika tidak ada bantuan tuan, mungkin kami sudah tidak bisa berdiri seperti ini." Ucap keenam orang itu sambil membungkukkan badannya.
Pria itu mengangguk pelan lalu membaringkan dua orang yang bersamanya tadi ke tanah.
Wuushh..
Setelah mengatakan itu, pria misterius itu menghilang meninggalkan ketua Victor dan lainnya dalam kebingungan memahami maksud kata-kata penyelamat mereka.
Keenam orang itu menghela nafas. Kemudian keenam orang itu kembali membungkukkan badannya ke arah pria misterius tadi berdiri lalu mereka segera mendekati dua orang yang tadi mereka cari yang sedang terbaring tak sadarkan diri.
"Guru.. Maafkan muridmu ini yang tidak berbakti." Ucap Victor sambil berlutut di samping gurunya diikuti Ketua Zumen, Han dan Zeus.
"Guru... Maaf.. Aku harap guru baik-baik saja"
"Guru... Maafkan murid yang berdosa ini. Maaf selama ini kami tidak melindungi guru."
Keempat orang itu meracau tak jelas di depan lelaki tua yang mereka panggil. Ya laki-laki tua itu adalah Kakek Lao. Ketua pertama sekaligus pendiri Paviliun Bintang. Kakek Lao memiliki enam orang murid. Namun keempat orang itu tidak tahu bahwa ternyata mereka dua adik seperguruan lagi. Mereka juga tidak tahu bahwa adik seperguruan mereka mati dengan mengenaskan di tangan organisasi Aula Jiwa yang terkenal jahat. Mereka juga tidak tahu bahwa adik seperguruan mereka mempunyai seorang putri yaitu Silvie.
Melihat, perwakilan dari Sekte Bintang Kejora, Sekte Rembulan Emas dan Kerajaan Nusantara hanya bisa geleng-geleng kepala. Keempat orang itu berjalan mendekati Rangga yang terbaring tak berdaya. Utusan dari Sekte Bintang Kejora mencoba memeriksa keadaan Rangga namun orang itu tidak menemukan penyakit dalam apapun yang dideritanya namun dalam keadaan tak sadarkan diri. Utusan Sekte Bintang Kejora adalah seorang wanita dan dia cukup terkejut saat mengetahui umur Rangga.
"Orang ini lebih muda dariku, namun kekuatannya jauh di atasku. Aku tidak percaya ada orang seperti ini di dunia ini." Gumam wanita itu.
"Saudari Yun, apa benar yang kamu katakan itu?" Tanya utusan dari Sekte Bulan Emas. Utusan itu adalah seorang pria yang cukup tua meskipun tak setua Kakek Lao. Dia memeriksa Rangga dan matanya terbelalak saat mengetahui umur Rangga.
"Aku tidak percaya, di umur baru menginjak tiga puluh lima tahunan sudah berada di ranah Immortal. Orang seperti apa dia? Apa dia seorang reinkarnator? Ah aku tidak percaya hal-hal seperti itu ada." Gumam orang itu yang bertanya sendiri kemudian dijawab sendiri.
"Apa? Belum berumur empat puluh tahun tapi sudah sekuat ini? Ah aku merasa latihan kerasku selama ini sia-sia." Ucap Victor dari samping. Dari raut wajahnya tampaknya orang itu merasa frustasi. Begitu juga dengan ketiga saudaranya yang lain.
"Saya rasa sebaiknya kita bawa mereka ke tempat yang lebih baik. Saya rasa tidak baik membiarkan kedua orang Immortal ini tergeletak begitu saja di tanah seperti ini." Satu suara mengagetkan semua orang di situ. Suara itu adalah suara Raja dari Kerajaan Nusantara.
"Ahemm. Baik terima kasih yang mulia sudah mengingatkan kami." Ucap Victor segera bangkit dari duduknya lalu mengangkat tubuh Kakek Lao. Lalu dengan energinya, Victor membawa kakek Lao di sampingnya. Begitu juga dengan Rangga, Victor membawanya dengan energinya. Setelah itu, Victor terbang dan di kedua sisinya terdapat tubuh kakek Lao dan Rangga yang melayang-melayang mengikutinya.
......................
Beberapa hari berlalu dengan cepat. Pemulihan di Kota Paviliun Bintang berjalan dengan baik dan cepat. Dan suasana kota Paviliun Bintang lebih ramai dari biasanya bahkan ketika turnamen berlangsung.
Beberapa orang dengan aura kuat dapat ditemukan berseliweran di kota Paviliun Bintang. Namun tentu saja yang paling ramai adalah Balai Kota Paviliun Bintang.
Balai Kota Paviliun Bintang adalah pusat kota dan di sanalah kediaman ketua Victor dan lainnya. Untung saja saat pertarungan berlangsung, mereka segera menjauh dari kehidupan para penduduk sehingga tidak ada rumah-rumah penduduk atau fasilitas umum lainnya yang rusak akibat pertarungan.
Meskipun begitu, aula pertandingan yang digunakan sebagai tempat bertanding para finalis sebelumnya, telah hancur rata hingga ke tanah menyisakan puing-puing berserakan. Namun dengan cepat, pemerintah kota telah mulai memperbaiki aula tersebut dan mencoba membangun aula baru yang lebih bagus dan lebih besar. Serta beberapa bangunan di semitar yang hancur tanpa sengaja, juga ikut dibangun pemerintah kota meskipun itu adalah milik pribadi masyarakat sekitar.
Beberapa hari berlalu, orang-orang masih menunggu apa yang akan diperlakukan oleh pemerintah balai kota Paviliun Bintang. Belum ada satupun ada yang keluar dari kota Paviliun Bintang karena para penjaga melarang mereka. Bahkan orang-orang juga tidak bisa pergi lewat portal karena telah dipasang aray pendiatorsi ruang untuk mengunci ruang agar tidak didistorsi. Mereka juga tidak ada yang berani protes karena di tengah alun-alun kota Pavikiun Bintang telah terpajang sepuluh kepala tanpa badan orang yang berada di ranah Demi God. Hanya dengan melihat kepala itu, membuat mereka merasa ketakutan dan merinding. Untuk saat ini kota Paviliun Bintang benar-benar tentram.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Guyss..
Hari sampai sini dulu ya...
Maaf agak nanggung bab kali ini. Jadi author melanjutkannya besok pagi. Malam ini tidak bisa karena acara 1syuro. Jadi semoga para readers bisa faham maksud saya 🙏🙏
Oh iya perlu saya tegaskan ini, bahwa novel ini berkonsep Multiuniverse tidak berlatar belakang satu Universe seperti novel-novel Wuxia lainnya. Jadi tidak usah heran ya jika banyak nama-nama yang muncul bukan nama2 orang Wuxia.
Bahkan novel ini author berniat tidak cukup sampai di konsep Multiuniverse saja, authot berniat membawa cerita ini sampai ke konsep Multi Kosmos.
Tahu kan apa itu kosmos?
Sekilas saja, jika kumpulan bintang-bintang disebut galaksi, maka kumpulan galaksi disebut Gugus Galaksi. Sedangkan kumpulan gugus galaksi itu disebut Universe. Jadi satu universe teridiri dari jutaan bahkan bisa miliaran Gugus Galaksi. Nah kumpulan dari Universe disebut Kosmos.
Di dalam setiap kosmos, memiliki elemen waktu dan ruang yang menjadi elemen dasar suatu kosmos. Elemen waktu merupakan unsur primer dengan sifat dasar gerak bujursangkar, perubahan priodik antar titik-titik berurutannya. Pada bagian sisi lain, ruang adalah elemen yang ditandai dengan perluasan, tempat dan lain contohnya yaitu luar angkasa
Di dalam kosmos juga terdapat energi, energi berasal dari perpaduan ruang dan waktu, sehingga mengandung kedua elemen utama yaitu, energi mewakili waktu yang bergerak melalui ruang.
Ah katanya sekilas tapi penjelasnnya bikin pusing. Ok penjelasannya akan kita teruskan di lain waktu.
Ok jgn lupa komen jika mengerti atau tidak mengerti ya..