The Romance Of The Thousand Loves

The Romance Of The Thousand Loves
CH. 81. AKSI XIAO LONG



Flash Back


Di tempat yang telah dijadikan pusat aliansi oleh para Guardian Of Galaxi, saat ini sedang ramai. Pasalnya ketika Adam yang diminta Tang Xiao untuk mengumpulkan para Guardian Of Galaxi dan membahas bagaimana mengatasi para makhluk hitam yang hendak menyerak Planet-planet yang menyimpan Kotak Pandora, malah dikejutkan dengan kedatangan makhluk hitam itu ke Galaxi Andromeda yang menjadi pusat berkumpulnya para Guardian Of Galaxy itu.


Orang-orang yang menjadi Guardian Of Galaxi dikejutkan dengan kebenaran ucapan Adam. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa saat mereka melihat portal hitam dan besar memasuki salah satu planet yang mempunyai kehidupan paling banyak. Dari portal itu muncul ratusan makhluk hitam bersayap persis seperti yang diceritakan Adam.


Sementara Adam yang melihat itu menjadi panik dan segera memanggil Tang Xiao melalui token yang telah diberikan kepadanya.


"Mohon maaf nak Tang jika merepotkan nak, saat ini makhluk hitam bersayap itu telah datang dan kini mulai memasuki planet yang menyimpan Kotak Pandora." Ucap Adam tanpa mengalihkan pandangannya dari layar besar yang menampilkan para makhluk hitam yang berduyun-duyun keluar dari portal hitam besar.


"Hemm baiklah paman. Mungkin aku akan mengirimkan temanku ke sana. Berikan saja koordinat planet yang menjadi target para makhluk sialan itu, temanku akan langsung ke planet." Balas Tang Xiao santai namun terdengar meyakinkan.


"Baiklah nak Tang. Mohon maaf sudah mengganggu." Balas Adam senang sambil menghela nafas lega. Meskipun hanya teman Tang Xiao, dia percaya bahwa temannya itu mampu mengatasi para makhluk itu.


"Santai saja Paman tidak mengganggu. Sekarang ini aku lagi istirahat menunggu giliran kelompokku untuk bertanding. Baiklah paman, aku harus pergi dulu, sepertinya kini giliranku naik ke arena." Balas Tang Xiao memutuskan panggilan tanpa menunggu jawaban Adam.


Sementara itu Adam terbengong mendengar ucapan Tang Xiao. Dalam hati dia berkata "Orang sekuat itu masih ikut bertanding?!. Aku yakin lawannya tidak akan punya kesempatan menyentuhnya."


Dia kembali memfokuskan pandangannya ke layar di depannya. Saat ini dia dapat melihat bahwa portal hitam sudah menghilang dan para makhluk hitam itu sudah mulai menuju tempat Kotak Pandora itu berada. Yaitu sebuah pulau kecil di tengah samudera yang ditutupi kabut dan awan hitam yang kadang-kadang mengeluarkan petir menyambar-nyambar. Memang pulau itu cukup misterius karena tidak satupun makhluk hidup di pulau selain hewan-hewan mengerikan yang berenang dan hidup di bawah pulau itu.


Perhatian semua orang yang memperhatikan layar itu teralihkan dengan munculnya sebuah portal emas yang cukup indah tidak seperti portal sebelumnya yang cukup mengerikan. Dari portal itu keluar seorang pemuda yang sangat rupawan dengan mengenakan jubah emas dengan ukiran Naga yang meliuk-liuk. Pemuda itu tersenyum ke arah mereka.


Tentu saja orang-orang yang melihat itu dibuat heboh dan ketakutan. Pasalnya pemuda itu tersenyum ke arah mereka dengan disengaja, padahal mereka melihat pemuda jauh dari tempat dia berdiri.


Adam yang kembali dibuat takjub, lebih cepat menguasai dirinya untuk tetap tenang. Melihat pemuda berjubah emas itu hatinya menjadi tenang meskipun dia belum pernah melihatnya sebelumnya. Namun dia yakin bahwa orang itu adalah yang dimaksud oleh Tang Xiao.


"Tenanglah kalian semua" Ucap Adam yang mencoba menenangkan rekan-rekannya karena kehebohan barusan. Orang-orang itu melihat Adam dan terdiam sejenak.


"Apa orang itu yang kamu maksud untuk melindungi kita?" Tanya salah seorang dari rekannya itu yang terlihat cukup akrab dengan Adam.


Adam mengangguk pelan namun juga menggeleng. Sikapnya itu kembali membuat sedikit heboh rekan-rekannya.


"Aku sudah menghubungi orang itu. Namanya adalah Tang Xiao namun katanya dia hari ini sedang sibuk jadi dia hanya mengirimkan temannya yang lebih tepatnya mungkin bawahannya. Jadi aku yakin pemuda itu adalah yang dimaksud oleh Tang Xiao." Jawab Adam tenang.


Orang-orang itu kembali terdiam.


"Secepat itu?" Tanya lagi orang itu dengan tidak percaya.


Adam kembali mengangguk.


"Ya secepat itu. Aku pun tidak percaya, tapi kenyataan ada di depan kita." Balas Adam tenang.


Adam dan yang lainnya kembali memfokuskan perhatian mereka ke layar seolah tidak ingin melewatkan satu kejadianpun.


Orang-orang Guardian Of Galaxi kembali dikejutkan ketika pemuda berjubah emas itu hanya dengan melambaikan tangannya, dia sudah mendapatkan Kotak Pandora tanpa harus melepas segelnya dari Altar Penyembahan seperti yang sedang dilakukan oleh makhluk-makhluk hitam itu. Bahkan pemuda itu baik-baik saja begitu Kotak Pandora berada di tangannya tanpa khawatir terkena reaksi radiasi akibat energi besar yang keluar dari Kotak Pandora itu.


Orang-orang Guardian Of Galaxi itu hampir saja copot jantungnya begitu melihat pemuda itu diserang sekaligus oleh ratusan makhluk hitam itu tanpa bergerak sama sekali.


......................


Xiao Long yang melihat ratusan makhluk hitam sudah mulai menyerangnya, dia hanya tersenyum. Terlebih ketika Vernim sudah mengayunkan kapak dan beberapa senti lagi mengenai lehernya, Xiao Long menahan kapak besar itu hanya dengan satu jari telujuk kirinya kemudian mengangkat tangan kanannya dan seketika makhluk hitam bersayap yang hendak menyerangnya itu tak bergerak sama sekali berhenti di udara seolah-olah waktu berhenti dan ratusan anak buah Vernim itu nge-freeze di udara.


Vernim hendak menarik kembali kapak besarnya namun tidak bisa meskipun seluruh tenaganya sudah dikeluarkan tapi yang dia dapat hanyalah senyum ejekan dari Xiao Long. Vernim tak habis pikir bagaimana mungkin jari telunjuk pemuda ini bisa menahan kapaknya dan kini bahkan jari telunjuknya seperti memiliki lem yang sangat kuat sehingga dia tidak mampu menarik kapaknya kembali.


Kini Vermin mulai berkeringat dingin. Terlebih dia melihat ratusan anak buahnya tidak bisa bergerak sama sekali dan hanya diam di udara dengan posisi menghunuskan senjata mereka masing-masing.


Vernim ingin berlutut di depan pemuda ini untuk meminta pengampunan nyawanya, namu karena harga dirinya sangat tinggi, dia tidak ingi melakukan hal itu. Vernim melepas kapaknya lalu mengepalkan tangannya dan mengumpulkan banyak energi hitam di situ hingga kepalan tinjunya itu dipenuhi energi hitam yang sangat mengerikan. Udara di sekitar menjadi kacau dan awan hitam di langit semakin hitam serta petir yang menyambar semakin kencang dan bertubi-tubi menyambar area sekitar pulau. Suasana menjadi lebih gelap akibat aura hitam suram yang telah menggumpal di kepalan tinju Vernim.


Vernim tersenyum lebar.


"Kamu mungkin kuat anak muda, tapi rasakan tinju Brajamusti-ku ini."


Wuushhh...


Vernim mengarahkan tinjunya yang berat dan suram itu ke dada Xiao Long.


Boomm...


Pulau tempat Vernim dan Xiao Long berdiri hancur seketika karena tidak kuat menahan energi yang keluar akibat ledakan tinju Brajamusti Vernim. Air samudera sejauh lima ratus mil bergelombang hingga setinggi 100 meter. Anak buah Vernim yang melayang di udara terpental ke berbagai arah. Di antara mereka ada yang tubuhnya telah hancur dan mati begitu saja menjadi kepingan-kepingan hitam berbauk busuk. Udara yang beriak yang terjadi akibat pukulan Vernim sejauh seratus kilo meter menghempaskan apa saja. Debu-debu berterbangan di udara.


Vernim mengernyitkan dahi disaat merasakan tangan kanannya seperti tertahan sesuatu dan dia terbelalak tak percaya melihat Xiao Long menahan tinjunya dengan tangan kirinya.


Xiao Long tersenyum dingin ke arah Vernim.


"Hanya segini kemampuan mu? Kamu benar-benar membuatku kecewa." Ucap Xiao Long tenang meskipun dia dapat melihat bahwa jantung Vernim ada dua dan satunya adalah jantung yang mengandung kegelapan yang sangat pekat.


"Hem.. Sepertinya kalian spesies yang menarik. Aku yakin suku kalian tidak berasal dari semesta ini." Gumam Xiao Long.


Vernim sedikit terkejut mendengar penuturan Xiao Long yang tidak diduganya.


"Apa kamu bisa melihat struktur tubuhku?" Tanya Vernim takut-takut sambil mencoba berusaha menarik tangannya dari genggaman Xiao Long.


"Hemm.. Sebaiknya apa yang aku lalukan terhadap kalian ya... Aha aku punya ide." Ucap Xiao Long kemudian melambaikan tangannya ke udara.


Wuushh...


Beberapa orang anak buah Vernim yang masih hidup kini tiba-tiba melayang ke dekat mereka.


"Coba kamu dengar suara ini."


Kreekk....


Aagghhh..


Xiao Long menggerakan sedikit jarinya dan terdengar suara patah tulang disertai jeritan memilukan dari anak buah Vernim yang melayang-layang.


Krekk..


Aagghh...


Kembali terdengar suara jeritan dan patah tulang yang cukup merdu dari anak buah Vernim yang tersisa sekitar lima puluham orang itu.


Vernim yang melihat menjadi merasa sangat kasihan. Dia melihat dengan jelas bahwa kini bebera orang tubuh anak buahnya sudah tidak beraturan lagi. Kaki dan tangan yang sudah bengkok serta separoh badan yang sudah menghadap ke atas dan separohnya menghadap ke bawah. Dia ingin meronta dengan seluruh kekuatannya, namun sayangnya dia tidak mampu bergerak sama sekali.


"Cukupp..... Cukuupp.. Aku Mohon hentikan.. Bunuh saja kami...." Ucap Vernim yang telah berlutut di atas pernukaan air. Dia terlihat sangat putus asa dikala melihat dan mendengar jeritan anak buahnya satu persatu dihadapannya dalam keadaan tidak berdaya.


"Apa kalian pernah memberi ampun kepada manusia yang telah kalian bunuh?" Tanya Xiao Long dingin. Suaranya penuh penekanan hingga membuat Vernim kesulitan bernafas. Vernim dapat merasakan kemarahan pemuda tampan di depannya ini. Kemarahan yang membuat seluruh tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan.


Vernim terdiam dalam ketakutannya. Dia tidak mengmyangka bahwa suatu hari karmanya akan secepat ini mendatanginya. Selama ini dia hanya mengikuti perintah atasannya tanpa bertanya ini itu.


"Kalian memusnahkan miliaran kehidupan hanya karena keegoisan kalian. Seandainya kalian memusnahkan kehidupan di planet sebelum aku datang, tentu hukuman yang kalian dapat akan jauh lebih mengerikan dari ini." Ucap Xiao Long dingin.


"Tentu saja kalian akan lebih memilih mati dengan mengenaskan dari pada menfapat hukuman yang tidak bisa membuat kalian mati dan tidak bisa membuat kalian hidup." Ucap Xiao Long kembali.


Ctak..


Xiao Long menjentikkan jarinya dan seluruh anak buah Vernim yang telah patah-patah tulangnya itu kini mati terbakar diiringi jeritan yang memilukan. Jeritan yang mampu membuat seluruh makhluk hidup di planet ini ketakutan.


"Hem... Aura membunuhmu sangat lah tebal. Aku takut Kaisar Surgawi tidak akan melepaskanmu. Apa yang harus kulakukan padamu ya..." Gumam Tang Xiao berpikir sejenak.


"Ah iya mending kamu menjadi santapan saudaraku saja." Ucap Xiao Long gembira.


Vernim yang mengerti maksud Xiao Long menjadi ketakutan. Dia mencoba bangkit namun tidak bisa. Seolah kekuatan yang sangat besar sedang menekannya.


Wusshh..


Muncul satu portal emas di dekat Vernim di atas pemukaan laut. Dari portal itu keluar seorang pemuda yang tak kalah tampannya dari Xiao Long namun mengenakan jubah yang sangat hitam yang mengeluarkan aura kematian yang begitu menakutkan. Kehadiran pemuda itu saja sudah sangat begitu menakutkan bagi seluruh makhluk di planet ini.


"Saudara Ying, lihat ini. Bukannya makhluk ini memiliki aura hitam yang cukup murni." Ucap Xiao Long kepada Xiao Yang. Xiao Ying memperhatikan makhluk hitam yang ketakutan itu.


"Ahaha saudara Long. Aku paham maksudmu. Baiklah aku menrimanya." Ucap Xiao Ying terbahak kemudian berjalan mendekati Vernim. Xiao Ying meletakkan tangannya di kepala Vernim.


Wuusshhh...


Udara yang entah datang dari mana berhembus sangat kencang menerbangkan apa saja yang dilaluinya.


Begitu angkin kencang itu berhenti berhembus, tubuh Vernim yang hanya tinggal tulang dan kulti terkulai lemas di permukaan laut. Yah, Xiao Ying telah mengekstrak seluruh kekuatan Vernim bahkan jiwanya juga.


"Terima kasih saudara Long, aku tidak bisa berlama-lama di sini. Kasihan para makhluk di planet ini." Ucap Xiao Ying yang kemudian segera menghilang.


Xiao Long berjalan mendekati Vernim yang sudah seperti mumi itu. Dia mengeluarkan api kecil lalu membakar tubuh Vernim.


Setelah memastikan tidak ada lagi yang tersisa dari para makhluk hitam itu, Xiao Long mengangkat tangannya ke atas. Muncul Portal emas yang sama seperti sebelumnya. Xiao Long terbang memasuki portal itu kembali ke dunia jiwa Tang Xiao.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guyss...🤗🤗


Beberapa dari readers yang bertanya knp "novelnya terlalu banyak cerita yang tidak berhubungan dengan MCnya. "


Yah sebenarnya hal itu salah satu dari tehnik marketing. Jika cerita hanya melulu berputar di sekitar MC, cerita itu akan terasa garing dan hambar. Sesekali cerita itu kita buat berbeda dari kebanyakan cerita yang ada. Dan sesekali lah kita membuat aturan sendiri tanpa harus menghapus aturan lama yang sudah ada. Paham kan maksud author.


Kita tidak harus terpaku pada pakem yang sudah ada. Yah sesekali kita bisa berpikir Out Of The Box ya kan...


Yah sebenarnya hal di atas adalah salah satu dari gaya author dalam menulis novel ini.


Jadi terima kasih atas komenan para reader sekalian. Jujur saja, dengan membaca komenan kalian apa pun itu menambah spirit writer saya dalam menulis novel ini. Yah tetap ada beberapa masukan yang saya perhatikan dengan sugguh-sungguh demi kualitas novel ini menjadi lebih baik.


Jgn lupa istirahat guys..🤗🤗