
Bing Lian lalu mulai mendengarkan kisah Yin Nuan mengenai hubungan White Crow Sect dengan Alchemist Bachelor untuk mendalami lebih lanjut permintaanya, sekitar lima puluh tahun sebelumnya ternyata Yao Quan pergi dari tempat persembunyiannya demi mencari sebuah tanaman herbal berharga.
Tetapi sangat sulit ditemukan karena memang hanya bisa tumbuh di lokasi berkelembaban tertentu, kebetulan di Illusionary Mist Forest terdapat satu titik paling memungkinkan sebagai habitat alami flora ini, Yao Quon datang kemudian meminta bantuan Yin Nuan. Dia berkata berani membayarnya berapapun yang diinginkan White Crow Sect.
Akhirnya Old Matriach menyetujui terus mengirim anggota – anggota sekte mengumpulkan barang tersebut, ternyata jumlahnya sangat banyak dan berumur ratusan tahun. Para Alchemist White Crow Sect tidak pernah tau apa kegunaan Spirit Herb itu sehingga membiarkannya saja.
Selama beberapa periode berikutnya, White Crow Sect menyuplai ke Alchemist Bachelor lalu mendapatkan keuntungan besar. Dari sana Yin Nuan mengetahui kalau Yao Quon nampaknya tingal di sekitar Adamantine Peak, sebab Spirit Beast kirimannya pasti datang melalui arah sana.
“Mmm...baiklah, akan kucoba menemui Sarjana Yao.....” jawab Lian usai berpikir sejenak.
“Terimakasih Pahlawan Bing...”
“Ah iya, aku juga mau memberitahukan sesuatu....”
“Silahkan, tentang apa? Selama masih dalam kemampuanku, Senior tak perlu khawatir....” Yin Nuan meyakinkan.
“Izinkan aku berkelana sebentar dan meninggalkan sekte sementara waktu....”
“Hehehe....biasanya kami hanya melepaskan murid pergi keluar mencari pengalaman ketika mencapai Foundation Realm. Tapi mengingat kasus Pahlawan Bing sedikit unik, aku tidak keberatan. Biar nanti aku yang memberitahu Yin Jiang. Kapan anda berencana berangkat?”
“Secepatnya, jika sudah selesai aku permisi....”
Lian pamit dengan menutup pintu secara lembut, sembari berjalan menjauh. Tengah terjadi diskusi hangat antara dirinya dan Baixian, masing – masing menggunakan telepati agar keamanan isi pembicaraan keduanya terjamin.
‘Yao Quon? Apa yang dimaksud si bocah kikuk perusak kuali itu?’
‘Ya...pasti cuma dia seorang....’
‘Ehh...sekarang ia menjadi Alchemist ternama rupanya, dunia benar – benar aneh. Menurutmu sejauh mana perkembangannya?’ ujar Baixian penasaran.
‘Entahlah....mungkin Pill Grandmaster, aku mengetahui potensinya ini dari dulu makanya meninggalkan pusaka istimewa tersebut kepadanya....’
‘Aku berani bertaruh sisa umurku kalau memang berkat pemberianmulah dia sehebat sekarang, sepertinya cepat atau lambat kita akan mendaki gunung terjal itu lagi....’
‘Benar....namun sebelum pergi, aku harus menyelesaikan beberapa hal terlebih dahulu....’ Bing Lian mengangguk kemudian mempercepat langkahnya.
------><------
Di sebuah lapangan latihan terlihat sepasang remaja sedang bersiap menjalani duel, keduanya saling memberi hormat sebelum maju menyerang. Mereka bertukar pukulan serta tendangan tanpa jeda waktu sedikitpun, si laki – laki sekilas nampak lebih unggul sedikit diatas lawannya.
Tetapi saat pertarungan semakin memanas dan mulai menggunakan Daoist Magic, bukan hanya mampu mengimbangi pria tersebut. Sang gadis mengubah arah berlangsungnya permainan hingga menyebabkan musuhnya kewalahan.
“Wood Magic – Aloe Vera Clamp!”
“Ugh...Wood Magic – Cactus Skin!”
“Wood Magic – Anemone Lancer!”
BUAKH...!!!
“Uhuk! Uhuk! Aku menyerah! Aku menyerah!”
“Kakak? Bagaimana bisa kau kalah dari seorang Forging Qi? Dimana harga dirimu?”
“Berisik! Kau hanya beruntung Riyun!” geramnya sambil meringis kesakitan.
“Iya – iya terserah....”
Hua Zhong menghela napas, ia baru menyelesaikan pembentukan Earth Foundation dan berniat mencoba menbandingkan kekuatannya dengan yang sebelumnya. Sialnya hari itu cuma ada Hua Riyun saja di kediaman mereka, mau tidak mau dia harus menerima uluran tangan adik perempuanya tersebut meski sadar bakal mendapat cibiran keras.
“Aku sebaiknya memantapkan Daoist Magic milikku....”
“Benar, jika kulihat – lihat bahkan kakak tak mendekati kemampuan sihirnya sedikitpun....” Riyun berkomentar pelan setelah mengambil wadah minumannya.
“Siapa?”
Hua Riyun ragu sesaat namun akhirnya menceritakan kejadian di Hoerju kepada Hua Zhong, bahkan Riyun tidak mengabarkan hal ini kepada Hua Zhenya mengingat responya dulu. Dia juga memastikan Xu Bai bersikap sama, mata Hua Zhong melebar mendengar kisah barusan.
“Kenapa baru bilang!? Kau bertemu Saudara Bi—“
“Ssssttt....!? Kecilkan suaramu!? Bagaimana kalau nenek mendengarnya!?” desis Hua Riyun keheranan.
“Ahh...maaf, sudah sekuat apa praktiknya sekarang? Dia baik – baik saja bukan?”
“Begitulah...seingatku Forging Qi tingkat 13...”
“Woaah...mungkin Saudara Bing mengincar Heaven Foundation....” Hua Zhong mengelus dagu
“Bisa jadi, tetapi dari sudut pandangku kalau Lian membentuk Earth Foundation. Heaven Foundation sekalipun belum tentu menang melawannya...”
“Apa?”
“Kau menyukainya? Aku tau seleramu adikku....hihihi....”
“Hah!? Kenapa tiba – tiba kau berka—“
“Soalnya Yun’er terus membahas Saudara—“
“Itu karena kau terus menanyakannya dasar kakak bodoh!”
BUAKH!
------><------
Suatu ketika di sebuah sekte kuat berbentuk suku Cultivator penjinak Spirit Beast, muncul fenomena aneh dimana putri Patriach melahirkan bersamaan dengan hewan gaib peliharaanya. Orang – orang berkata jika kedua bayi ini telah ditakdirkan menjadi rekan sehidup semati.
Mereka lahir ke dunia sehat dan selamat, namun sayang ibu masing – masing kurang beruntung sehingga tewas kala itu. Seiring berjalannya waktu, sesuai dugaan banyak anggota. Si gadis berambut putih yang merupakan cucu pemimpin sekte selalu ditemani oleh seekor Spirit Beast berwujud kucing temannya dilahirkan.
Kerja sama diantara mereka terjalin sangat baik sampai sulit menemukan tandingan diantara anak – anak seumuran, perlahan tapi pasti Spirit Beast tersebut tumbuh besar sampai mampu ditunggangi oleh sang gadis. Patriach teramat menyayangi keduanya, tetapi nasip berkata lain. Akibat perang beliau wafat lalu menyebabkan cucunya terpaksa mengambil alih kekuasaan.
Beberapa anggota setia menetap dan sebagian pergi karena menganggap tidak mungkin bocah semuda itu sanggup dibebankan tanggung jawab sebagai ketua. Demi membuktikan diri, akhirnya dia pergi menuju salah satu kota besar tuk mengikuti semacam turnamen.
Ia berhasil mendapatkan salah satu gelar juara kemudian memilih tinggal sebentar disana melupakan rumahnya. Sepeninggal kakeknya gadis itu lebih suka menyendiri hanya ditemani Spirit Beast kesayangannya, bahkan guru atau teman – temannya sekalipun merasa sulit bicara kepadanya.
“Doumao...? Tubuhmu masih lemas....?”
“Meong....”
SREK! SREK!
“Siapa disana!?”
Si gadis segera bangkit mengalihkan pandangan dari peliharannya, dia mengangkat sebelah alis menemukan anak seumurannya dengan penampilan berantakan sudah tiba. Padahal ia yakin sekali tempat ini sulit ditemukan.
“Kau....”
“Saudari Fang? Akhirnya aku menemukanmu, guru khawatir sekali....”
“Tak perlu, pergi....”
“Tapi—“
ROAARRR!!!
Suara kencang memekakan telinga terdengar diikuti tiupan angin kencang, bukannya takut mendengar auman peliharaan perempuan tersebut. Anak laki – kali tadi malah mendekat dan menyebabkan keduanya terkejut.
“Eh?”
“Suaramu terdengar aneh, apa kau sakit?”
“Hey!?”
“Bolehkah aku memeriksanya?”
“Tidak!”
“Saudari Fang? Bagaimana kalau kondisinya mengancam nyawa?”
Mendengar kalimat barusan, meski enggan akhirnya dia membiarkan pria itu memeriksa kucing besar peliharaanya. Usai menyentuh rambut juga memeriksa air liurnya, sang pemuda mengeluarkan beberapa tanaman terus menumbuknya.
“Doumao tersengat serangga beracun bernama Conqueror Mosquito....untung aku punya bahan – bahan penawarnya, Saudari Fang kamu harus memperhatikan makanan Doumao. Sepertinya dia sempat mengkonsumi benda – benda aneh juga....”
Waktu hendak protes mendengar nasihat barusan, kekesalan gadis itu lenyap saat Doumao bangkit berdiri kemudian menjilat tangan si pemuda penuh terima kasih. Dia tertawa sebelum bangkit ingin pergi. Belum sempat sang anak perempuan menoleh dan memanggil, ia menghilang.
“SENIOR BING!?”
“Yijun?” panggil Doumao yang menjadikan tubuhnya sebagai alas tempat Tuannya bersandar.
“Hah....hah....hah....mimpi?” Fang Yijun mendekamkan kepalanya di lutut untuk menyembunyikan pipi basahnya.
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.