The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 95 - Koleksi Bing Lian



“Saudari Tian!?” panggil Lian terburu – buru.


Ia cepat – cepat melepaskan pelindung serta teknik ilusi miliknya untuk menyadarkan Tian Xiaoye, gadis tersebut menguap kemudian mengucek – ucek matanya penuh rasa kantuk. Xiaoye menatap balik Bing Lian penasaran.


“Hoamm....kasur awan itu empuk sekali.....Lian? Kenapa gelisah? Hmm? Mengapa seluruh tempat bergetar?”


“Sekarang bukan waktunya berbicara!?”


“KYAAA....!??”


Lian menggendong Xiaoye sebelum melaju, sebongkah batu besar baru saja jatuh tepat di lokasi keduanya tadi berada. Tian Xiaoye menanyakan sebenarnya apa gerangan yang sedang terjadi, Bing Lian menjelaskan secara singkat kalau Dimension Realm ini segera hancur.


“Bagaimana Senior Di dan orang – orang lain?”


“Tenanglah, kita semua pasti keluar dengan selamat” Bing Lian meyakinkan.


“Tapi—“


“Percayakan padaku....”


Tian Xiaoye memandangi wajah pemuda dihadapannya cukup lama seolah tertegun lalu akhirnya menganggukan kepala. Xiaoye entah mengapa menunduk tanpa alasan jelas, saat ditanya apa badannya sakit akibat pergerakan cepat Lian. Dia cuma menggeleng sembari menghindari kontak mata.


“Huum baiklah, akan aku lakukan....”


“Terima kasih, kencangkan peganganmu....”


“Waaa!?”


SYUUU!!! SYUUU!!! SYUUU!!!


Xiaoye merangkul erat sekeliling leher Bing Lian karena peningkatan perpindahannya dari satu titik ke titik berikutnya teramat gesit. Bagi individu lain yang menyaksikan kejadian barusan bakal bersumpah melihat wujud Lian hanya nampak layaknya bayangan buram sekilas.


“Lightning Gods Movement....”


BRRR....!!!


Bing Lian mengaktifkan teknik tersebut bukan demi dianggap keren atau apa, masalahnya keseluruhan gua dibelakang mereka mulai tertimbun dengan kecepatan mengerikan. Jika mengurangi kemampuan geraknya sebentar saja keduanya pasti tersusul dalam hitungan detik.


‘Oy Lian?’ celetuk Baixian menggunakan telepati.


‘Hah?’


‘Bukankah gadis ini.....?!’


‘Aaaa.....kau benar’


‘Lalu tunggu apa lagi!? Tuan Putri tepat didepan mata—‘


‘Tutup mulutmu Baixian....’


‘Eh....?’


‘Sekeras apapun usahamu....mustahil dia mengingatnya.....sekarang namanya adalah Tian Xiaoye....Bai Wen yang kau dan aku kenal...sudah lama mati....paham?’ Lian membalas tanpa ekspresi.


Baixian terdiam menyesal, seharusnya tadi ia tak mengatakan itu. Baixian mengetahui pasti kalau Bing Lian pernah mencobanya tetapi gagal, kata – kata Lian mengisyarakatkan kepadanya jika seseorang telah meninggal kesempatan menemuinya kembali hampir menyentuh angka nol persen bahkan dikehidupan selanjutnya.


Lian membutuhkan waktu meditasi semalam suntuk demi merenungkan masalah ini kemudian berhasil menemukan pencerahan, dia diberikan kesempatan balik ke dunia disebabkan permintaan Hao Ren dan Mao Peng juga tindakannya menghapuskan penderitaan banyak Manusia dengan membunuh Demon King.


Selain ingatan. Mental, kondisi fisik, bakat, serta penampilan Bing Lian sama persis seperti dulu. Sangat berbeda kasusnya semisal dibandingkan bersama orang – orang lain, mereka bereinkarnasi tanpa semua itu. Walau sebenarnya Tian Xiaoye merupakan Bai Wen sekalipun, tak ada pengaruhnya sama sekali bagi Lian.


‘Maaf....’


‘Jangan khawatir....kita bisa memulainya lagi dari awal.....’ bisik Bing Lian merespon penyesalan Baixian.


JDUARRR!!!


------><------


Lian sukses meluncur melewati celah sempit tepat sebelum pintu masuk gua ditutup bongkahan batu namun jalan keluar mereka masih buntu. Xiaoye bertanya apa rencana Bing Lian sekarang, Lian memutar otak selama lima detik terus menjelajahi isi Galaxy Ring.


“Ketemu!” serunya gembira sambil mengeluarkan sesuatu dari udara kosong.


“Apa ini?”


“Salah satu mainan favoritku hihihi....”



“Gasing?”


Ketika Lian menjentikkan jari, benda barusan perlahan berputar makin lama makin kencang di telapak tangannya. Ia menaruhnya pada permukaan tanah baru mengangkat Tian Xiaoye sekali lagi kepelukannya.


“Hey!? Tolong beritahu aku lebih dulu dong sebelum melakukannya!?” Xiaoye protes meski tak terdengar nada kesal dalam suaranya.


“Maaf.....hihihi....Anti-Gravity Top!”


Spirit Tool berbentuk gasing tersebut mengeluarkan cahaya terang dan yang terjadi setelahnya membuat Tian Xiaoye menganga lebar. Bebatuan dihadapan keduanya terangkat seakan ditarik ke atas oleh makhluk tidak kasat mata.


Cuma beberapa tarikan napas mereka sudah dapat melihat posisi kedelapan anak lainnya. Masing – masing terlihat terkejut menyaksikan fenomena janggal tadi, Hua Riyun menoleh kesana kemari sembari mengerutkan kening.


“Apa – apaan!?”


“Semuanya keluar! Cepat!”


“Lian? Hei kemana saja kau!? Beri aku penjelas—”


“Tak ada waktu! Dimensi ini segera hancur!”


“HAH!?”


‘Dilarang menyia –nyiakan rezeki shishishi....’


‘Aku jadi penasaran sesusah apa kehidupanmu akhir – akhir ini....? Masih sempat – sempatnya berpikir demikian....’ tegur Baixian bingung.


‘Aku bahkan dilarang memeriksa Jadi Slip berisi jurusku sendiri karena tidak punya cukup Spirit Stone!? Terkutuk kau Jin Chen....!’


SYUU!!!


“Berhasil!”


Sewaktu mereka sukses selamat tiba pada tepi lubang, Bing Lian memanggil kembali Anti-Gravity Top. Si gasing langsung tersimpan aman ke cicin yang menghiasi jari kelingking Lian, bertepatan dengan tindakan tersebut bebatuan menimbun lagi tanah berongga disana.


Udara maupun permukaan Dimension Relam masih berguncang hebat, menandakan detik – detik kehancuran bertambah dekat. Saat Bing Lian sedang mencoba mencari Spirit Tool berguna, sebuah ayunan tongkat besi mengincar kepalanya tetapi dihadang oleh sebilah pedang.


TRANGG!!!


“Dasar gila....”


“Saudari Qiu?”


“Jangan salah sangka, anggap saja kita impas karena tadi kau mengeluarkanku dari sana....” Qiu Na bicara tanpa menoleh.


“Terima kasih....”


“Huh!”


“GYAHAHAHA OI ANAK BERAMBUT PUTIH!? LAWAN AK—EKH!?”


DEG!!!


Tie Mu tiba – tiba mundur sejauh mungkin, wajahnya memucat. Arwah penghuni Hell Stick yang tengah mengendalikan fisik Tie Mu menelan ludah berat melihat aura kegelapan pada sekujur tubuh Lian, hawa jahat Continental Eater membentuk senyuman beringas balik menatapnya.


“Oi brengsek...!?? Kau—“


BUAKH!!!


“Ugh!?”


“Akhirnya ketemu....aku mencarimu kemana – mana lho....merepotkan saja.....”



Semua kaget atas kemunculan seorang gadis pembawa palu berukuran tidak normal dibalik punggung Tie Mu. Dia memukul pemuda itu cukup keras menggunakan senjatanya hingga terkapar di tanah.


“Feng Ai?” panggil Hua Riyun sambil mengangkat alis.


“Halo Senior Hua....” anak perempuan tadi balas menyapa sekaligus memperbaiki buntalan berisi sumber daya bawaannya.


“Adududuh.....kepalaku.....shh....apa yang sebenarnya terjadi....? Saudara Bing? Riyun? Kenapa kalian melihatku layaknya hantu?”


“Senior? Kamu....lepas kendali lagi ya?”


“Eh?! Sungguh!? Maafkan aku teman – teman!? Tunggu sebentar, Junior Feng? Ahh!? Pantas saja kepalaku benjol!? Bisakah kau menyadarkanku memakai metode lebih halus!?” teriak Tie Mu marah – marah.


“Tapi ini adalah cara paling efektif.....”


“Tetap saja menyakit—“


BRRR....!!!


“Woaaa!? Gempa!?”


“Semuanya merapatlah, kita harus pergi secepatnya.....” Bing Lian memperingati.


“Caranya? Letak pintu gerbang dimensi saja tidak diketahui....” tanya Riyun melipat kedua tangan.


“Lian bagaimana dengan Senior Di?” Xiaoye menyeletuk cemas.


“Hah!? Sejak kapan dia memanggilmu Lian?”


“Aku tak mau pergi tanpa Senior She.....” ujar Xie Jingyi menambahkan.


“Memangnya kau punya hak untuk memilih!?”


“Tenang!? Kumohon diam sebentar...!”


Kepala Lian terasa pusing mendengar suara mereka saling menyahut satu sama lain, Bing Lian menjelaskan jika ia mampu menyelamatkan semuanya asalkan masing – masing mengikuti arahan dirinya dan jangan banyak bertanya.


Ketika akhirnya kondisi senyap, Bing Lian mengeluarkan semacam permadani. Tentu yang lain menatapnya kebingungan, Lian merapalkan mantra sebelum melemparkan Spirit Tool barusan ke udara. Tanpa disangka – sangka benda tersebut semakin melebar lalu berubah menjadi transparan.


‘Baixian? Aku mengandalkanmu sebagai mantan penjaga Ruang Harta untuk mencari lokasi para Cultivator yang masih hidup....'


‘Yaa....aku sudah melakukannya dari tadi....beri aku waktu.....ketemu!!!’


“Reversal Tapestries!”


CTAK....! JDUARRR....!!!


Usai Lian menjentikkan jarinya, tubuh semua penjelajah di Ice Land berubah menjadi cahaya kemudian menghilang. Telat satu detik saja maka mereka hampir tewas hancur berkeping – keping bersama Dimension Realm itu.


Author Note :


La....la....la....aku sayang sekali....Lianemon.....(H-2)


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui **********. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.