The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 66 - Di En



Semua kebahagiaan, semangat, dan antusias Xiulan menguap seketika mendapati dua orang tidak diundang menunjukan batang hidungnya di gerbang terluar sekte. Tan Minjie maupun Yin Kiew menatapnya balik tanpa menunjukan rasa berasalah.


Waktu mau bertanya kenapa merea berdua datang, Bing Lian muncul kemudian mengajak ketiganya berangkat. Rombongan kecil ini bergerak ke salah satu desa sebelum menyewa sebuah kereta kuda, meskipun sebenarnya bisa berjalan sendiri namun Lian menganjurkan hal tersebut supaya lebih santai.


Lu Xiulan merengut sepanjang perjalanan, bukan begini situasi kepulangan dalam bayangannya. Saat kereta mulai berangkat, Bing Lian, Tan Minjie, beserta Yin Kiew berbicara penuh antusias. Ketika semacam jeda terjadi barulah Xiulan memasuki percakapan.


“Mengapa Minjie maupun Senior Yin tiba – tiba ikut?”


“Ayah memintaku menemaninya, sebagai calon Grand Elder dan Matriach. Kami diharapkan mempunyai chemistry yang cukup baik” sahut Yin Kiew polos.


“Aku pun sa—“


BUAKH!


“Awww!?” Tan Minjie megelus tulang keringnya yang baru terkena sepakan cepat Lu Xiulan.


“Mereka bilang ingin melihat tempat kita tumbuh besar, jika kau keberatan biarkan Saudara Tan dan Senior Yin tinggal di tempatku, tak apa – apa kok” kata Bing Lian tersenyum.


“Bukan begitu maksud—WAA!!?“


CKIT! GRUDUK!


Laju gesit kereta kuda mendadak terhenti mengakibatkan pergejolakan hebat pada kursi penumpang, Xiulan kurang siap sampai hampir terjungkal namun Lian menangkapnya tepat waktu. Minjie tadi masih berkutat dengan kakinya hingga harus rela kepala bagian belakangnya terjeduk kayu, sementara Yin Kiew sigap mengumpulkan keseimbangannya kembali jadi tidak lecet sama sekali.


“Paman? Ada apa?” Lian bertanya penasaran.


“Maaf Tuan Muda....nampaknya sedang tejadi pemeriksaan khusus, beberapa saat lalu tiga orang prajurit memaksaku berhenti....”


Lian dan Xiulan saling bertukar pandangan aneh, sebelumnya hal seperti ini jarang terjadi. Mengapa pemerintahan mengutus penjaga ke sekitar area lokasi rumah mereka. “Ikuti saja paman, kita datang baik – baik. Mereka akan mengerti.....kuharap”.


Sedikit janggal sebab letak geografis Windless Heights Valley bukan termasuk dalam wilayah kerajaan manapun dalam teritori Dataran Tengah, menyebabkan semua warga yang tinggal disana tidak memiliki kewarganegaraan dan alhasil orang – orang menyebutnya sebagai Lawless Land.


Sesampainya pintu kereta kuda dibuka, beberapa prajurit memakai perlengkapan penuh meminta sopan agar mereka keluar sebentar. Meski anggota militer, beberapa bukanlah Cultivator. Melihat pakaian kelima rejama itu cukup menyadarkan masing – masing tengah berurusan dengan siapa.


“Aku adalah pemimpin pasuk perbatasan ini, jika boleh tau. Ada keperluan apa kalian kemari?” pria kekar berwajah garang menyambut kelompok Bing Lian.



“Kami hendak mengunjungi salah satu lembah tuk pulang, kita berdua berasal dari situ? Bersediakah anda mengizinkan kami melintas?” Lian memberi hormat.


“Hah....maaf Tuan Muda, tapi sepertinya akan sedikit sulit....” Sang Kolonel menghela napas panjang.


------><------


Seorang anak laki – laki muda berusia belasan tahun berlari sekuat tenaga sampai akhirnya dia terjatuh kemudian batuk – batuk dan muntah, menandakan betapa kerasnya dirinya berusaha. Ada sekitar tiga puluh orang lain bergerak disampingnya.


Melihat kondisi parah pemuda tersebut, salah satu mendekatinya khawatir. Ia memegang pundaknya sembari berkata, “Hah....hah....Tuan muda? Anda baik – baik saja?”.


“Uhuk....! Uhuk!....Oek!? Ugh....!!! Hah....tidak bisa lebih buruk lagi kukira, berapa diantara kalian yang masih bertahan?”


“Hanya kami....” jawabnya sendu.


“Hiks...Ayah....Ibu....Kakak – kakakku.....”


Si remaja mulai menangis mengingat kejadian sebelumnya, dimana seluruh keluarganya melakukan segala cara supaya dia selamat dari bencana besar serangan atas rumah tempat tinggalnya. Bagaimana mereka dibunuh dengan cepat tepat setelah sang putra bungsu kabur.


“Tuan Shen Hai....”


“Aku pasti membalasnya....lihat saja akan kubunuh brengsek itu....”


Shen Hai tak mungkin melupakan wajah pelaku pembantaian ini, jubah hitam serta dua pedang berbeda warna ditangannya sangat berkesan. Terlebih ekspresinya menikmati pertempuran begitu mencolok, senyuman lebar yang seolah menganggap musuhnya layaknya semut.


“Di En adalah anggota terkuat Seven Young Lord, praktinya telah mencapai Heaven Foundation Mid – Stage. Mustahil anda—“


“Omong kosong! Dia cuma anak berasal usul tidak jelas yang dijadikan anjing pesuruh Patriach Twin Sword Mountain! Jika sektenya bukan bintang 9 aku bertaruh setan tersebut hanya menjadi orang buangan! Aku pun pasti lebih baik darinya!” bentak Shen Hai kencang.


Sekitar satu tahun lalu, benua Huawai digemparkan sebuah fenomena alam aneh. Langit berubah gelap pada siang hari kemudian menujukan semacam rasi bintang berbentuk pedang menyilang, kejadianya berlangsung sepuluh menit penuh sebelum semua kembali normal.



Dalam waktu singkat sosoknya berubah sangat terkenal, sampai disejajarkan bersama enam pemuda berkekuatan mengerikan di Seven Young Lord. Bahkan digadang – gadang sebagai terkuat karena tingkatan Foundation Realmnya.


“Tuan muda? Ketua? Aku menemukan semacam desa – desa kecil mengitari lembah dekat sini, apa yang harus kita perbuat?” seorang bawah datang melapor.


“Hmm....mari berkunjung kesana tuk beristira—“


“Tidak, sebaiknya kita taklukan segera”


“Tapi Tuan!? Kita kurang infor—“


“Semakin cepat membentuk ulang sekte, bertambah besar pula kesempatan kita pulih. Mengerti?” ujar Shen Hai tenang.


“Ada juga laporan mengenai penemuan beberapa perkemahan bandit gunung”


“Rekrut mereka, kita membutuhkan anggota. Jika melawan, bunuh”


“Laksanakan!”


WUSH!!!


------><------


“Perang antar sekte?” ulang Lian heran.


Kolonel pemimpin pasukan kerajaan mengangguk, dia baru selesai menjelaskan tentang penyerangan terhadap sekte aliran hitam bintang 5 bernama Savage Crocodile Tribe. Twin Sword Mountain menyerbu lokasi operasi mereka dan membasmi kelompok suku jahat ini.


Namun muncul laporan beberapa anggotanya berhasil kabur, alasan tersebut menyebabkan adanya perintah untuk menangkap orang – orang yang tersisa. Tetapi tak lama berselang didapatkan berita anggota Savage Crocodile Tribe kabur hingga Lawless Land kemudian menduduki desa – desa kecil sekitar sana.


“Dari kerajaan apa kalian berasal?”


“Sky Jewel Kingdom”


“Hmm? Bukankah yang penyebab utama timbulnya kejadian tidak diinginkan ini adalah Twin Sword Mountain? Mengapai Sky Jewel Kingdom seakan bertanggung jawab?” tatapan Lian berubah sedikit sinis.


“Ahh....bagaimana cara menjelaskannya ya....tapi kalian berhak tau, semua karena Twin Sword Mountain menyerang atas perintah dari Sky Jewel Kingdom” kata Kolonel menundukan kepala merasa tidak enak.


Bing Lian berdecak kesal sebelum menegaskan supaya keempatnya diizinkan lewat, dia menyebutkan kalau mereka merupakan Cultivator White Crow Sect. Kolonel nampak ragu, namun tak punya pilihan lain. Masih syukur Lian memilih bicara baik – baik, dihadangpung Kolonel yakin empat remaja itu bisa lewat dengan mudah.


“Sssstt...?! Kalian dengar?” tiba – tiba Lian berubah siaga.


“Eh?”


“Derap kaki kuda mengejar sekelompok orang, lokasinya tidak jauh” Minjie mengkonfirmasi.


Tanpa menunggu lebih lama Bing Lian, Yin Kiew, Lu Xiulan, dan Tan Minjie melesat. Kolonel meminta beberapa anak buah ikut serta, kurang dari satu menit mereka menemukan tiga ekor penunggang kuda mengejar gerombolan perempuan terluka.


“Kyaa....!!!”


“Hahaha larilah! Lari lebih kencang!!! Huahaha.....!”


“Tidakkah kau merasa perbuatanmu berlebihan?”


“Ap—“


TES!


Lian muncul tepat dibelakang seorang pengendara, dia berdiri tegak santai. Ketika pria tersebut menoleh, Bing Lian menebas lehernya. Yin Kiew melakukan hal sama, sedangkan Tan Minjie menyergap satunya lagi. Dilain sisi Lu Xiulan berusaha menenangkan para korban, matanya membelalak mendapati sesosok wanita diantara mereka.


“IBU!?”


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.