
Dua bayangan cepat sedang berlompat – lompatan sangat cepat diatas pepohonan hutan tuk mengejar sesosok binatang kecil gesit pada permukaan tanah yang baru saja memisahkan diri dari kawanannya. Satu orang lain mengikuti di belakang sambil sesekali memberi arahan.
“Kau siap?”
“Huum”
“Dalam hitungan ketiga, satu....dua....hyaa!!!”
PTOK!!!
Sergapan mereka berhasil, Tan Minjie mengangkat Demonic Beast berbentuk ayam dengan ekor ular tersebut tinggi – tinggi penuh rasa suka cita akibat perjuangannya tidak sia – sia. Lu Xiulan tengah membungkuk sembari mengatur napas, keberhasilan keduanya tak lepas oleh bantuannya menghadang jalur evakuasi unggas tersebut.
“Melihat betapa senangnya kalian, aku jadi mengira ini adalah misi peringkat C ke atas” Yin Kiew sukses menyusul beberapa saat kemudian.
“Ohh....ayolah Senior Yin, bukankah percobaan pertama kami menangkap Demonic Beast tergolong hebat?” kata Minjie berusaha membela diri agar semangatnya tidak terperosok menuju jurang keputusasaan.
“Hebat huh? Aku bingung meladeni Serpent Tail Poultry yang setara Forging Qi tingkat 2 harus membutuhkan kerja sama Forging Qi tingkat 4 seperti kalian apa pantas disebut begitu?”
“Aku akan menangkap satu lagi” Lu Xiulan segera melesat tanpa keraguan sedikitpun.
“Hadehhh....”
WUSH!!!
“Oi!? Saudari Lu!? Senior Yin! Tunggu!!! Jangan tinggalkan aku disi—aw!? Berhenti menyerangku ayam sial!” Tan Minjie megumpat Serpent Tail Poultry yang mematuk – matuk kepalanya sambil membelit kuat salah satu lengannya.
Ketiga penghuni Snow Feather Dormitory ini menjalankan misi bersama untuk berburu Serpent Tail Poultry, makhluk itu memang terkenal menjadi santapan lezat bagi Cultivator karena dagingnya berkhasiat memulihkan Qi.
Meski tergolong lemah, manfaat barusan membuat mereka selalu difavoritkan sebagai hewan buruan. Apalagi kemampuan berkembang biak unggas – unggas berekor ular tadi sangat pesat, indukannya mampu mengeluarkan seratus butir telur tiap bulannya dan hanya membutuhkan waktu menetas satu minggu.
Akibatnya jika dibiarkan sebentar saja, populasi mereka dapat membeludak kemudian berubah layaknya hama saking mengganggunya. Kawanan Serpent Tail Poultry langsung berpencar ketika Lu Xiulan menghampiri.
Dia bingung bagaimana cara unggas dihapannya lincah sekali bahkan meski dirinya menggunakan ilmu meringankan tubuh sekelas Blown Flower Petals. Setelah mengincar salah satu ayam yang terlihat masih muda, akhirnya Xiulan sukses memiting makhluk tersebut penuh susah payah.
Baru hendak menunjukan hasil tangkapan, tiba – tiba punggungnya terasa dingin. Semacam anjing hutan dengan badan penuh duri melompat ganas siap menancapkan giginya kepada kulit putih Xiulan, belum sampai secara mengejutkan kepalanya terlepas.
“Jangan masuk lebih dalam lagi, kalau memaksa. Penghuni di sana semakin bertambah kuat seperti Thorny Hyena ini” ujar Yin Kiew membersihkan bekas darah dari bilah Silver Falcon.
Walau nampak tenang, Yin Kiew sebenarnya cemas sekali ketika menyadari ada seekor predator menargetkan Lu Xiulan. Untung saja lawannya hanya setingkat Forging Qi tingkat 6 jadi bukan masalah berarti, selesai memeriksa tubuh Demonic Beast sebelumnya. Yin Kiew mengeluarkan semacam kristal bulat berwarna kemerahan.
“Boleh aku menyimpannya?”
“Untuk apa Senior bertanya? Seniorlah yang membunuhnya bukan?” Xiulan menyahut pelan.
Yin Kiew mengangguk puas, dia yakin dengan bantuan Demonic Core itu dirinya akan menembus Forging Qi tingkat 10. Satu menit kemudian Tan Minjie keluar melalui semak – semak sehingga membuat Lu Xiulan dan Yin Kiew terkesiap, penampilannya kacau sekali.
“Junior Tan sebaiknya kau tidak memegang Serpent Tail Poultry begitu”
“Eh? Apa salah—“
WUSH!!! BURN!!!!
“Karena mereka bisa menyemburkan api....” lanjut Yin Kiew tanpa dosa.
“Uhuk...uhuk....! Kenapa Senior baru bilang sekarang....?!!!” Tan Minjie mengumpat dalam hati menyadari wajah tampannya gosong sedangkan napasnya berubah menjadi asap kehitaman.
------><------
Sesampainya di kota Qiying, Xue Dong dan Bing Lian langsung mencari lokasi keberadaan klien mereka. Ketika asyik berjalan santai, keduanya melewati sebuah bangunan megah lima tingkat. Sebagai senior yang baik. Xue Dong memutuskan menjelaskan kepada Lian sambil menunjuk penuh semangat.
“Junior Bing lihat!? Itu Noble Treasure Shed cabang Qiying”
“Ahh....maksud Senior sekte milik salah satu Three Wonders Pillars?”
“Benar, indah sekali bukan?”
Lian tersenyum hangat walau tentu sudah menyadarinya sejak awal, lambang peti harta karun dengan tulisan emas pada depan gedung tadi tak pernah berubah bahkan setelah lima ratus tahun. Nampaknya Golden Trader makin berjaya mengingat kota berukuran sedang macam Qiying saja terdapat cabang Noble Treasure Shed.
Sesekali Xue Dong maupun Lian menanyakan tujuan kepada penduduk sekitar, akhirnya para warga mengarahkan ke penginapan termewah di kota. Begitu mengabarkan kedatangan pada penerima tamu, gadis tersebut bergegas memanggil seorang pria paruh baya yang ternyata adalah ketua rombongan pedagang.
Beliau menyapa ramah sebelum memberikan Xue Dong dan Bing Lian masing – masing satu kunci lalu meminta mereka beristirahat terlebih dahulu. Pembahasan mengenasi misi akan dimulai besok pagi, dari dia juga keduanya tau kalau ternyata bukan hanya White Crow Sect yang ikut serta dalam misi pengawalan ini.
Lian menghabiskan malam sembari menatap keluar jendela, kebetulan dari sana ia bisa melihat Noble Treasure Shed berdiri megah dikejauhan. Tawa pelan terdengar memenuhi kamar akibat Bing Lian megira – ngira apakah Patriach sekte tersebut masih mengingat janjinya.
Pagi harinya, mereka dibawa menemui dua perwakilan lain untuk menjalankan misi. Kelompok – kelompok itu berasal dari sekte lebih lemah dari White Crow Sect sehingga menunjukan rasa hormat pada keduanya.
Terdapat lima orang Cultivator setiap sekte, rata – rata merupakan Forging Qi tingkat 7 seperti Xue Dong. Ini secara tidak langsung menjadikan White Crow Sect pemilik anggota paling sedikit, namun tak dipusingkan oleh ketua pedagang. Semua tau jumlah bukanlah segalanya.
Rombongan direncanakan berangkat selesai sarapan dari Qiying ke kota Hangshan. Menurut perkiraan kalau semua berjalan mulus mereka akan tiba petang hari berikutnya, masalah utama terletak waktu melewati hutan luas sekitar wilayah perbukitan.
Banyak percaya markas bandit bernama Swift Panther Gang terletak di sekitar situ, apalagi ada rumor beredar tentang pemimpinnya adalah seorang Cultivator dengan praktik puncak Forging Qi tingkat 9. Selepas membahas beberapa rencana demi keamanan bersama.
Sepuluh kereta kuda mulai menempuh perjalanan, panjangnya barisan memaksa pengawal – pengawal berpencar pada kiri kanan alat transportasi tersebut. Bing Lian tanpa diduga megajukan diri mengawasi bagian belakang.
Xue Dong tentu protes karena cemas, tetapi melihat yang lain tidak keberatan dia berat hati setuju. Alasan mereka santai jika semisal terjadi serangan melalui titik buta. Maka hanya Lian, seorang Forging Qi tingkat 5 saja yang akan celaka.
Lian menyadari hal ini namun bersikap tenang, dia malah duduk santai diatas atap kereta kuda sembari memakan apel pemberian salah satu anak pedagang seumuran dirinya. Puluhan sosok mengamati target baru dari dalam rindangnya hutan saat deretan rombongan perlahan nampak mendekat.
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.