The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 68 - Sneak



“Kau yakin tidak mau kutemani?” Yin Kiew bertanya serius.


“Kenapa harus Senior yang menemani Lian?” celetuk Lu Xiulan jengkel.


“Karena siapa tau musuh memiliki jagoan – jagoan berpraktik lebih tinggi”


“Huum tenang saja, aku pasti bisa mengatasinya. Sebaiknya kalian bertiga menemani pasukan Sky Jewel Kingdom....” Bing Lian menegaskan.


Lian berencana menyelundup seorang diri ke markas musuh tuk menyelamatkan sandra – sandra utama seperti Lu Cai, Guan Qianda, Chun Jiao beserta para pengikutnya agar mampu mengagetkan pihak seberang. Sementara itu Lu Xiulan, Yin Kiew, dan Tan Minjie bakal ikut bersama rombongan penyerang supaya memunculkan keributan.


Savage Crocodile Tribe pasti berpikiran cukup mengirimkan anggota seminimal mungkin dikarenakan menganggap lawannya hanya manusia biasa. Disanalah letak kesempatan emas ketiga murid White Crow Sect meringkus mereka dengan serangan kejutan.


Saat mengira bantuan segera datang, tak ada yang menyangka kalau Bing Lian masuk mengobrak – abrik pertahanan terakhir milik Savage Crocodile Tribe. Lu Yong bersama para sandra sudah dibawa menjauhi lokasi agar tidak terkena dampak pertarungan.


“Apa kami harus membunuh mereka?” ujar Tan Minjie ragu.


“Tergantung, jika membahayakan nyawa. Kalian dapat menyebutnya tindakan pertahanan diri, namun semisal ada yang menyerah. Lepaskan saja, soalnya kita bersama pihak berwajib disini. Biarkan hukuman ditentukan oleh pengadilan”


“Bandit gunung daerah sekitar lembah terkenal cukup beringas lho....” Xiulan mengingatkan.


“Mereka bukanlah masalah besar, aku khawatir tentang Cultivator Savage Crodile Tribe. Ingat meski cuma sekte bintang 5. Mereka tetap aliran hitam, musuh pasti menggunakan trik rahasia ditambah menghalalkan segala cara supaya bisa menang. Jadi hati – hati”


“Kau tidak pantas berkata begitu, mengingat tugasmu jauh lebih berbahaya. Lagi pula jangan lupa, White Crow Sect adalah sekte aliran netral” balas Yin Kiew menganggukan kepala.


“Hehehe....baiklah, semoga berhasil” Lian tersenyum tulus.


“Ya!”


WUSH!


Sosok Bing Lian, Lu Xiulan, Yin Kiew, juga Tan Minjie menghilang serempak. Keempatnya berpencar mengikuti seluruh rencana awal, bayangan yang merupakan Bing Lian memisahkan diri menuju pepohonan – pepohonan rindang mencari tempat sesuai untuk mengintai. Siap menyerang kapanpun dibutuhkan.


------><------


“Lapor Tuan Muda....”


Shen Hai mengalihkan pandangan atas kertas dihadapannya sewaktu seorang anak buahnya masuk sembari berlutut. Ia melepaskan pena digenggamannya kemudian berdecak kesal, padahal malam ini dirinya ingin menuliskan langkah – langkah membangun kembali sekte, namun sepertinya langit tak mudah mengizinkannya.


“Ada apa?”


“Kami mendapat laporan bandit – bandit perbatasan. Mereka bilang pasukan Sky Jewel Kingdom telah bergerak”


“Hmm? Aku penasaran apa mereka ingin membebaskan desa – desa? Ada kabar mengenai penduduk yang kabur?”


“Belum Tuan Muda, nampaknya memang merekalah alasan utama agresi dimulai” pria tersebut menjawab penuh penyesalan.


“Mau bagaimana lagi, kau berharap apa dari para perampok tanpa etika? Kirimkan masing – masing dua orang ke tiap titik pertempuran” perintah Shen Hai.


“Laksanakan!” sahut anak buahnya sebelum menghilang.


------><------


Bing Lian melihat ada sekitar enam Cultivator bergerak cepat meninggalkan pertanian miliknya, Lian hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit untuk menyelinap karena memang jarak antara kamp pasukan Sky Jewel Kingdom dengan tempat tujuan tidak terlalu jauh.


“Mereka mengirim Forging Qi tingkat 7? Seharusnya bukan masalah buat Senior Yin, Xiulan, juga Minjie....” Lian bergumam sendiri.


Berbekal ilmu meringankan tubuh hebat, pemuda tersebut berpindah cepat. Bertumpu pada lokasi tertinggi seperti puncak pohon juga bangunan, mata birunya berpindah kesana kemari memperkirakan jumlah orang yang harus dia lawan.


Selain itu, Lian pun menemukan semacam sel tahanan kayu berpenjagaan cukup ketat. Ukuranya lumayan besar sehingga bisa menampung dua sampai sepuluh penduduk, salah satu menarik perhatian Bing Lian sebab hanya diisi tiga kepala saja. Nampaknya badan diantara penghuninya sangat tinggi nan lebar, menciptakan sedikit ruang sempit tersisa.


“Ketemu, total anggota Savage Crocodile Tribe di sini berarti dua puluh empat orang. Lima menjaga tahanan. Lainnya berkeliaran, bukankah mereka agak terlalu santai? Yahhh....siapa juga bakal menyangka diserang satu musuh.....”


SRANG! WUSH!!!


“Baiklah, harus cepat ditambah tepat supaya tak menimbulkan keributan. Flawless Whirldwind Cut!”


ZANG! SYUU! WUSH! WUSH! WUSH!



Sang pedang perak melesat ke dalam kegelapan, berputar – putar cepat layaknya gasing membelah udara. Qi elemen disekitarnya menambah kesan seperti angin puyuh mini, kelima Cultivator musuh bahkan cuma sempat mendengar suara desiran sekilas lalu berhenti bernapas akibat kepala masing – masing terlepas.


Penerangan obor membuat mereka telat menyadari maupun bereaksi atas kecepatan Flying Sword barusan. Terlebih teknik yang digunakan Lian bukanlah jurus sembarangan, potongannya begitu rapi sampai – sampai hampir tidak ada darah menetes oleh ayunan Last Iron.


Sejumlah tahanan tersentak setelah menyadari bunyi gedebuk tubuh tergeletak, namun memaksa diri melotot sekalipun percuma. Hanya ada kegelapan sejauh mata memandang, ketika Lian berjalan mendekat sembari membawa obor dan kunci barulah perlahan semua mulai berdiri.



‘Aku sih mampu saja memotong jeruji kayu ini, tetapi menurutku tindakan itu sedikit kasar. Nanti bukannya berterimakasih, para penduduk malah menjerit histeris kemudian kabur’ batin Lian membukakan pintu, membayangkan kejadian konyol dibenaknya barusan.


“Pendekar anda....” Ayah Lu Xiulan, Lu Cai memutuskan bicara mewakili yang lain hati – hati.


“Selamat malam tuan – tuan. Kepala Keluarga Lu, Kepala Keluarga Chun, Guru Guan, senang melihat kalian baik – baik saja. Hehehe....”


Selesai mendengar suara menyejukkan juga senyum khas pada wajah pemuda tersebut barulah mata Guan Qianda melebar. Aroma semerbak bunga teratai membawa ingatan orang – orang kembali tentang seorang anak kecil pendorong gerobak sayuran.


“Lian’er....?”


------><------


Tiupan angin kencang memadamkan lilin tenda Shen Hai, ia berdecak kesal lalu berusaha menyalakannya kembali. Butuh beberapa usaha ekstra barulah dirinya sukses, saat hendak menggapai penanya sekali lagi. Sebuah besi dingin terasa menempel dikulit lehernya.


GLEK!


“To—“


“Aku sarankan kau melupakan rencanamu, karena seluruh anggota sektemu maupun pengawal sekitar sini sudah dilumpuhkan” Bing Lian menasehati.


“Ugh....siapa kau? Orang suruhan Twin Sword Mountain? Atau Sky Jewel Kingdom? Apa kau datang untuk membunuhku?”


“Apa menurutmu kepalamu masih berada pada tempat seharusnya jika demikian?”


“Ada benarnya juga.....” kata Shen Hai ketir.


“Berbaliklah....”


Shen Hai menemukan seorang pemuda tampan berambut putih berdiri santai dibelakangnya, dari penampilannya. Sepertinya orang itu lebih tua beberapa tahun diatasnya, Shen Hai menggigit bibirnya sendiri karena tak bisa membaca praktik Lian.


Bing Lian menurunkan pedangnya pertanda kalau dia sama sekali tidak menganggap Shen Hai sebagai ancaman. Melihat kesempatan tersebut, Shen Hai menggapai kursinya dan melemparkannya ke arah Lian sebelum berlari keluar.


“Semuanya! Ada penyu—!?“


Namun bukannya menemukan Cultivator Savage Crocodile Tribe, Shen Hai malah disambut penduduk – penduduk Windless Heights Valley. Nampak dikejauhan beberapa tubuh berseragam sektenya terbaring tanpa kepala, sementara sisanya terikat pada pohon di sekitar sana.


“Apa kubilang? Berbohong bukanlah sifatku kau tau?” Lian tersenyum sambil melangkah tepat kesampingnya.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.