The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 21 - Hunian Baru



Lian dengan santai membersihkan bercak darah pada jubahnya tanpa memperdulikan tatapan ngeri orang – orang sekitar situ. Tak ada satupun yang berani bernapas terlalu keras setalah melihat pemandangan sadis barusan.


Satu menit berselang beberapa segera mengeluarkan isi perut mereka. Termasuk Lu Xiulan dan Tan Minjie, diantara penonton nampak Chun Ah terduduk lesu. Seakan tidak percaya akan pengelihatannya sendiri.


“Sampai kapan aku harus berada di sini? Apa Instruktur tak berniat mengumumkan hasil akhirnya?” tanya Lian membuat Instruktur Gong tersentak.


“Ehem....ehem....pemenang duel ini adalah Bing Lian. Sesuai kesepakatan mulai sekarang, posisi Outer Disciple generasinya langsung berubah menjadi Inner Disciple!”


Suara sambutan meriah tidak terdengar, Lian mewajari hal tersebut karena memang anak – anak disini belum pernah melihat pembunuhan secara langsung. Saat mengira kesuraman itu terus berlanjut, sosok – sosok tertentu mulai berdiri tuk bertepuk tangan. Lian menyipitkan mata demi menerawang lebih jelas.


Ternyata mereka para murid White Crow Sect yang berada di Forging Qi tingkat 7 ke atas serta Foundation Realm. Rata – rata merupakan anak didik berposisi Inner Disciple juga Core Disciple, Lian tau kalau bagi kebanyakan diantara orang – orang ini sudah biasa menyaksikan pertumpahan darah.


Namun dugaan Lian meleset sedikit, benar kalau pertempuran hidup mati sering terjadi antar Cultivator. Sayang dia lupa mengenai persentase keberhasilan Forging Qi tingkat 2 mengalahkan pengguna praktik lain diatasnya yang sudah mampu memakai Daoist Magic hampir mustahil.


Terlebih Bing Lian sempat menunjukan kebolehan luar biasa dalam mengaktifkan talisman serta pemahaman ilmu pedang tingkat tinggi. Tentu saja fakta tersebut menarik minat para Instruktur, tidak butuh waktu lama Lian berdecak kesal menyadari puluhan Divine Sense tertuju ke arahnya.


“Lian? Bersediakah kau ikut bicara sebentar di ruanganku?”


“Hmm? Bolehkah aku menolak?”


“Jangan bersikap—“


“Instruktur? Anda mempunyai banyak pengalaman bukan? Tentu kau seharusnya tau terkadang mata dapat menipumu” Lian memberikan sebuah senyuman penuh arti.


Instruktur Gong terdiam, ia yakin anak dihadapanya sekarang hanyalah seorang Cultivator Forging Qi tingkat 2. Tetapi ada firasat kuat yang memaksanya agar meminimalisir masalah dengan Lian, tiap kali berbicara. Siluet Lian seolah bertambah besar nan mengintimidasi.



Jika salah langkah sedikit saja, riwayatnya bisa berakhir. Ekspresi kaku Instruktur Gong cukup menjadi pertanda bagi Bing Lian kalau si pria tua mengerti, dia melangkah melewatinya sembari berbisik lembut.


“Aku terlalu lelah sehabis berduel, mungkin lain kali Instruktur Gong”


Selesai memberi salam hormat kepada penonton, Lian segera meninggalkan arena berdarah itu tanpa menoleh kembali. Ketika tiba di depan gua huniannya, terlihat dua sosok telah menunggu. Lu Xiulan tidak kuasa menahan diri lagi lalu merangkul lehernya.


“Kau menang....kau sungguh berhasil bertahan hidup....syukurlah....”


“Eee....Nona Lu? Tolong.....aku kesulitan bernapas....”


“Ah....maaf, kau baik – baik saja? Ada yang sakit? Aku cuma—“ ucap Lu Xiulan buru – buru sambil terbata – bata dengah wajah memerah.


“Kau hebat sekali, aku makin kagum kepadamu Saudara Bing” Tan Minjie menambahkan tulus.


Bing Lian tertegun, mengumpat pikiran bodohnya yang sempat berpikir kalau kedua anak ini akan menjauhinya setelah melihatnya membunuh orang lain. Perbuatan tersebut mengingatkannya kepada kesembilan saudara seperguruannya.


Sejak diberi julukan Ice Emperor, para Cultivator maupun manusia biasa sangat takut kepadanya. Hanya adik – adik seperguruanya yang memberikan tatapan persis sama sebelum maupun sesudah kejadian pembantaian dua puluh sekte.


Dalam perjalanan pulang pun perasaan dihindari murid – murid sekitar mulai muncul, entah kapan terakhir kali Lian mendapat sensasi hangat pertemanan seperti sekarang dan itu membuatnya tanpa sadar tersenyum senang.


“Tuan Muda!?”


Lian menggeser tubuhnya sedikit tuk menghindari serangan cengkraman tangan Chun Ah, jari – jarinya telah menajam bak kuku harimau. Kemudian menjegal pelan kakinya sehingga badan Chun Ah terlempar menabrak dinding lalu kehilangan kesadaran.


“Sebaiknya kalian membawanya pergi, kalian tau aku bisa melakukan apa padanya bukan?”


Mendengar peringatan Lian, pengikut – pengikut Chun Ah bergerak gesit membopong ketua mereka meninggalkan lokasi. Lian meminta Lu Xiulan bersama Tan Minjie mampir sebentar ke huniannya, disana Lian mulai menjelaskan alasan perbuatannya saat di arena.


“Jadi.....”


“Benar, dendam seperti duri yang tertanam dalam daging. Seiring berjalannya waktu akan kian membesar dan berbahaya. Aku tak takut Chun Lang mengincarku, tapi kalau sampai sesuatu terjadi pada kalian aku bingung bagaimana mengatakannya.....hehehe” ujar Lian menggaruk – garuk kepala.


Lu Xiulan maupun Tan Minjie merasa tersentuh ternyata Lian mengkhawatirkan mereka bahkan sampai rela membunuh. Bing Lian juga bercerita soal sepengetahuannya dunia Cultivator memang seberdarah ini sehingga sebaiknya keduanya membiasakan diri.


Ia juga berpesan supaya tetap berhati – hati sebab kalau tidak salah ingat, salah satu Crow Feather Elder yang Lian temui sebelumnya bermarga Chun. Ada kemungkinan beliau mempunyai hubungan kekerabatan cukup dekat dengan keluar Chun di Windless Heights Valley.


“Ahh....iya, mulai besok dan seterusnya aku membutuhkan bantuan kalian berdua. Kuharap Nona Lu beserta Saudara Tan bersedia mengulurkan tangan”


------><------


Lian melihat kenaikan peringkat sebagai kesempatan memperbesar pengaruhnya, dua hari setelah duel melawan Chun Lang. Para Inner Disciple baru generasi Lian diantar menuju sebuah tempat tinggal baru berbentuk semacam desa kecil pada bagian gunung lebih tinggi.



Instruktur Gong memberitahu kalau lokasi tersebut bernama Snow Feather Dormitory, salah satu asrama Inner Disciple milik White Crow Sect. Mereka semua akan tinggal bersama di sana dan saling membantu tuk bertahan hidup.


Bing Lian segera dinobatkan menjadi pemimpin, selain memiliki tingkat pratik paling tinggi. Keahlianya memang diatas rata – rata. Dalam waktu singkat, Snow Feather Dormitory perlahan naik daun.


Anak – anak yang berasal dari sana mengerjakan misi dengan sangat baik, berkat bantuan Lu Xiulan dan Tan Minjie. Lian tidak kesulitan memberikan petunjuk juga latihan kepada semua penghuni asrama.


Merasakan langsung perubahan dalam diri masing – masing membuat para murid lain makin menghormati Lian, sehingga posisi sebagai ketua kelompok Snow Feather Dormitory kian mantap. Cuma Chun Ah bersama pengikut – pengikutnya yang memilih keluar kemudian bergabung dengan mantan generasi kakaknya.


Para Outer Disciple tersebut sebenarnya tidak terima fasilitas serta posisi nyaman mereka diambil, namun mengingat Lian punya kemampuan membunuh salah satu orang terbaik diantara generasi itu. Tak ada satupun individu bodoh berusaha menantang kemudian merebut kembali haknya.


Akibat pengaturan terorganisir rapi, Snow Feather Dormitory memperoleh poin kontribusi tinggi. Lalu membagikan sumber daya berupa pil secara merata dan adil. Menciptakan kesejahteraan bagi semua penghuninya.


Beberapa kali Instruktur – Instruktur masih terlihat mencari tau latar belakang Lian, apalagi fakta kalau dirinya memiliki talisman berjumlah banyak begitu menggiurkan. Tapi ia tidak terlalu ambil pusing mengenai masalah ini.


Pada salah satu hunian berlokasi tinggi di atas gunung markas White Crow Sect, nampak seorang gadis cantik tengah bermeditasi. Seekor gagak datang menjatuhkan sepucuk surat untuknya, dia mengangkat sebelah alis pertanda bingung. Baru selesai membaca sebagian isinya, gerakan matanya berhenti.


“Chun Lang tewas?”


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.