
Setelah menyempatkan diri sebentar memeriksa Xue Dong yang masih tertidur pulas akibat mabuk semalam. Bing Lian berangkat menuju Noble Treasure Shed, dia menikmati kegiatan jalan – jalannya di kota Hangshan. Beberapa kali akan berhenti jika menemukan suatu hal menarik.
Pada masa kehidupan pertamanya Hangshan belum ada, menandakan kalau kota tersebut tak terlalu tua. Apa lagi kala itu pertempuran melawan bangsa Demon sangatlah sengit, hingga memaksa kebanyakan manusia mengungsi ke wilayah yang berfungsi sebagai benteng peradaban.
Nampaknya dalam lima ratus tahun, perlahan tapi pasti kehidupan Benua Huawai makin merata, setiap sudut juga lebih meriah. Usai menikmati hidangan sup khas Hangshan sebagai sarapan. Lian berdiri menghadap pintu masuk sekte milik Cultivator berjuluk Golden Trader, salah satu Three Wonder Pillars.
“Berhenti, nak kau mau apa kemari? Ini bukan tempat tuk bermain” seorang penjaga gerbang dengan praktik Forging Qi tingkat 7 menegurnya, meski menggunakan seragam White Crow Sect serta penampilan layaknya pendekar. Lian tetap ditahan sebab menurutnya anak semuda itu paling hanya hendak melihat – lihat saja tanpa membeli, ia tak mau dimarahi atasan nantinya.
“Permisi Senior, aku datang berencana ingin menyaksikan sendiri menggunakan mata kepalaku bagaimana koleksi hebat Noble Treasure Shed” jawab Lian sopan.
“Hm....biayanya sepuluh Spirit Stone”
“Oah....tentu, maafkan aku karena pertama kali berkunjung”
Bing Lian membayar sesuai permintaan, si penjaga menaikan sebelah alis. Sedikit ragu namun pada akhirnya mempersilah bocah tersebut melanjutkan langkahnya. Lian tau kalau pria barusan cuma berusaha mengetesnya saja, tidak ada yanng namanya pembayaran tiket ke dalam Noble Treasure Shed. Fortune Pillar terlalu kaya untuk menerapkan hal konyol macam begitu.
Untunglah dia mendapatkan hasil jarahan sekitar lima puluh Spirit Stone saat menghapuskan Swift Panther Gang sebelumnya. Lian bersiul pelan melihat betapa megahnya isi dari Noble Treasure Shed, ini jauh lebih besar nan berkailau ketimbang kunjungangnya dikehidpuan pertama.
Setiap cabang toko sekte itu mempunyai lantai sebanyak lima tingkat, biasanya semakin keatas maka barang yang ditawarkan juga bertambah kualitasnya. Jagoan – jagoan Nascent Soul biasa berkeliaran di puncak gedung.
Sedangkan bagi Forging Qi, benda – benda lantai satu sampai dua sudah termasuk harta tidak bernilai. Suasana cukup ramai padahal hari masih pagi, Lian mencoba bertanya kepada salah satu gadis pekerja tetapi diabaikan.
Dia tertawa hampa karena sadar betul alasan tindakan kurang ajar barusan, kebanyakan orang pasti berpikir anak berumur sebelas tahun mana mungkin mampu belanja disini dan pada dasarnya Lian memang hanya berniat mencari tau dagangan mereka saja. Jadi buat apa dilayani?.
Mengandalkan perasaan Bing Lian memulai kegiatan berkelilingnya seorang diri tak seperti kebanyakan pengunjung lain. Pertama ia menemukan lokasi penjualan macam – macam ilmu sihir maupun bela diri.
Matanya bergerak cepat membaca nama – nama Daoist Magic elemen es, penyusurannya terhenti mendadak. Lian mengambil salah satu Jade Slip penuh rasa penasaran, kemudian memutuskan mencari tau dari penjaga Noble Treasure Shed bagian itu.
“Permisi Senior, boleh aku tau asal ilmu ini?”
“Mmm....? Coba kulihat....ah!? Blizzard Beam? Bukankah jelas sekali? Tentu Frozen Swan River”
“Eh?”
“Tuan muda? Anda tidak pernah mendengar sekte asal para ahli sihir es?”
Sang pria menjelaskan kalau Frozen Swan River merupakan sekte bintang 9 seperti White Crow Sect. Tempat tinggal mereka terletak di Theotopia Empire, keunikan sekte tersebut adalah seluruh muridnya perempuan. Banyak kabar beredar kalau Matriach Frozen Swan River sempat mendapat tawaran menduduki posisi kaisar kesepuluh Emperors Alliance Sect.
Tapi beliau selalu menolak, Lian termenung sebentar. Selama hidupnya dia belum pernah sekalipun mengangkat seorang murid dan mendengar nama Frozen Swan River, seharusnya umurnya tidak terlalu berbeda jauh dengan White Crow Sect. Mengingat kalau mereka sama – sama sekte bintang 9.
‘Mengapa teknik ciptaanku bisa ada pada mereka?’
“Senior? Bolehkah aku melihat isinya?”
“Sayang sekali anda harus membeli terlebih dahulu” penjaga tersebut menggelengkan kepala sambil menunjukan raut penyesalan.
“Berapa harganya?”
“1.000 Spirit Stone”
Lian hampir mengumpat sebelum tersenyum kemudian menaruh kembali Jade Slip tadi, bagaimana mungkin Noble Treaseure Shed menjual ilmu semahal itu di lantai satu dan dua. Pemuda yang bertugas berkata target mereka memang para murid suci muda sekte – sekte besar.
“Harga aslinya pasti jauh lebih tinggi. Biar kutebak, pasti ilmu ini termasuk sulit dijual”
“Woaah? Bagaimana Tuan Muda bisa tau? Awalnya kami memasangnya seharga 10.000 Spirit Stone” tanya si penjaga cukup terkejut.
Blizzard Beam sebenarnya teknik untuk Cultivator Core Formation, Bing Lian dulu menulisnya sebagai Daoisit Magic Forging Qi dengan catatan kekuatanya akan berkurang sebesar delapan puluh persen.
Namun kelihatanya siapapun penemunya tidak tau menahu soal ini karena Lian memang belum sempat mencantumkan hal tersebut. Kualitasnya terlalu tinggi bagi anak – anak Forging Qi biasanya, hanya Lian sendirilah punya kapabilitas memakai Blizzard Beam berbekal tingkat praktiknya sekarang.
“Maaf aku tidak bisa membantu apa – apa Tuan Muda”
“Ah? Tenang saja Senior, anda melakukan pekerjaan baik. Terima kasih mau menyempatkan diri meladeniku bicara sehingga waktumu terbuang, aku permisi....” Bing Lian memberi hormat.
------><------
Selanjutnya Lian mendatangi titik penjualan pusaka – pusaka pengusir hantu, dia menemukan Tallisman sebagai salah satunya. Dahinya mulai berkerut selang beberapa lama, Bing Lian mengambil selembar lalu memutar – mutarnya sembari mengelus dagu.
“Halo adik kecil, apa kau tertarik kepada Tallisman Lightning Strike ditanganmu?” tanya seorang petugas ramah.
“Begitulah Senior, ngomong – ngomong berapa harganya?”
“50 Spirit Stone per lembar”
“Lima puluh!?”
Lian cepat – cepat menutup mulut karena mencuri perhatian pengunjung sekitar, ia keceplosan saking kagetnya. Sekejap mata Bing Lian mencoba menganalisis keseluruhan Tallisman itu, jelas sekali kualitasnya begitu buruk.
‘Bagaimana mungkin mereka berharap ada orang bodoh yang mau membeli sampah ini!?’
“Permisi aku berniat memborong dua ratus lembar” pengunjung bertampang congkak pria memanggil.
“Ohh....Tetua Sun, senang melihatmu lagi. Kehabisan stok?” si petugas tersenyum lebar.
“Yap, barang bagus. Murid – murid sekte kami puas memakainya.....”
‘Ternyata orang idiot itu tepat disampingku!? Hei apa kau tak punya mata!? Tetua macam dirimu akan membuat sekte hancur dalam kurun waktu seratus tahun!’
Petugas penjaga puas menyadari ekspresi penuh tercengang Lian, menganggap kalau bocah tersebut sangat terpukau oleh dagangan mereka padahal sedang mengutuk Patriach sektenya. Bing Lian terdiam sementara otaknya berpikir keras, sebuah ide kemudian terlintas begitu saja.
“Senior, bisakah aku meminta tolong untuk diperagakan dahulu? Supaya aku tau cara penggunaanya”
Petugas Noble Treasure Shed setuju dan meminta salah satu rekannya mengeluarkan semacam boneka jerami sebagai target sebelum melemparkan kertas berwarna kuning ke udara.
“Yellow Tallisman Art; Lighthning Strike!”
JDUAR! PROK! PROK!
Tepuk tangan antusias mulai terdengar sesudah kilat kuning tipis menyambar, Lian menutup wajahnya menggunakan tangan. Bingung harus menahan tangis atau tertawa, yang jelas matanya mulai berair.
‘Setan serakah itu benar – benar membuatku muak....’ batin Lian membayangkan wajah bahagia Sang Fortune Pillar.
“Jadi adik kecil, kau mau beli berapa lembar?”
“Senior, kudengar Noble Treasure Shed bukan hanya menjual tapi juga membeli. Bagaimana kalau kalian melihat barang yang akan aku tawarkan?”
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.